Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Perampokan BRI Link Pelalawan
Pelalawan

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Perampokan BRI Link Pelalawan

Pelalawan, Petah.id - Tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau dan Polres Pelalawan pada Jumat (16/8/2024) pagi, berhasil menangkap pria pelaku perampokan di gerai BRI Link Pelalawan. Pelaku yang ketika melancarkan aksinya menggunakan baju polantas ini diciduk di seputaran Pangkalan Kerinci, Pelalawan.Dikutip dari keterangannya di sejumlah media, Dirkrimum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan mengatakan tim gabungan kepolisian telah menangkap pria berinisial FI, jumat pagi tadi.   “FI kami tangkap tadi pagi di Pangkalan Kerinci. Dia merupakan pelaku perampokan di BRI Link beberapa waktu lalu,” kata Kombes Asep Kombes Asep mengatakan, pelaku merupakan warga Perawang, Kabupaten Siak. Selain itu, diketahui bahwa profesi pelaku bukanlah polisi, melainkan seorang sekuriti. “Jadi bukan polisi. Dia itu bertugas di bagian keamanan,” tegasnya. Ditambahkannya, Kepolisian saat ini sedang dalam proses mengumpulkan sejumlah alat bukti yang diperlukan. Setelah selesai, pihaknya akan segera merilis hasil penangkapan ini. Seperti diketahui, perampokan terjadi di salah satu agen BRI Link Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Minggu (11/8/2024) sekitar jam 20.30 WIB. Perampokan yang terekam CCTV ini sontak viral dan menghebohkan masyarakat. Apalagi perampokan itu dilakukan oleh seorang pria yang memakai baju polantas. Adapun pihak kepolisian, selama 5 hari belakangan terus berupaya melakukan pengejaran terhadap pelaku. Mereka mengutus tim gabungan Ditreskrimum Polda Riau dan Polres Pelalawan untuk terjun kelapangan dalam upaya memburu pelaku yang menyebabkan korban mengalami kerugian sebesar Rp72.690.000 ini.Jumat (16/8/2024) pagi, upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Polisi berhasil meringkus FI yang menjadi pelaku perampokan. 

36 Anggota Paskibraka Riau Dikukuhkan, Berikut Ini Daftar Namanya !
Pekanbaru

36 Anggota Paskibraka Riau Dikukuhkan, Berikut Ini Daftar Namanya !

Pekanbaru, Petah.id - Pemerintah Provinsi Riau resmi mengukuhkan 36 pelajar sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2024. Para pelajar yang merupakan perwakilan dari 12 kabupaten/kota dipilih melalui proses seleksi ketat dan pelatihan intensif selama beberapa minggu terakhir. Pengukuhan anggota Paskibraka ini dipimpin langsung oleh Asisten III Setdaprov Riau, Elly Wardhani, di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, pada Kamis (15/08/2024). Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh unsur TNI/Polri yang turut mendukung jalannya pengukuhan. Elly mengatakan, proses pengukuhan menjadi langkah penting bagi para anggota Paskibraka dalam menjalankan tugas mulia mengibarkan sangsaka merah putih di hari kemerdekaan. Oleh sebab itu, ia berharap pasukan pengibar bendera pusaka yang terpilih dapat menjaga kesehatan mental dan fisik. Selain itu, menurut Elly, menjadi anggota Paskibraka adalah sebuah kehormatan besar yang tidak hanya membawa kebanggaan pribadi, tetapi juga keluarga, sekolah, dan daerah yang diwakili. Tugas mereka bukan hanya untuk mengibarkan bendera, tetapi juga menjadi teladan bagi teman-temannya di sekolah dan di lingkungan sekitar. “Semoga anggota Paskibraka Riau ini bisa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan rasa bangga,” tegasnya Dikutip dari laman Riau Media Center, daftar nama 36 anggota Paskibraka Provinsi Riau tahun 2024 dari masing-masing kabupaten/kota adalah sebagai berikut:Kampar: Abdullah Yusup Makmur Namora Siregar; Nabil Khafillah Al-Qubro; Shiva Riskia.Dumai: Giant Rangga Romora Lumban Raja; Habib; Intan Jovita.Siak: Dewi Raudhah Harzah; Iqbal Ramadhan Silalahi; Keysa Naura; Moh Daffa Damar Aura.Kuantan Singingi: Aurelia Sonda; Farhan Dwi Ananda; Vania Rahmadani.Bengkalis: Alya Pitri; Daffa Aprilian Pangestu; M.Wais Alqarni.Pekanbaru: Bella Nadya Putri; Muhammad Faruq Azhariansyah; Rassya Annisa Salsabila.Indragiri Hulu: Dhio Febriano Gunliandra; Jahra Johan Lita.Kepulauan Meranti: Dhiya'ulhaq Julia Risma; Uswatun Nabila.Rokan Hulu: M Rouf Rosyidin; Salsabila Gustira; Unedo Tambunan.Rokan Hilir: Dede Erlangga Manik; Zidan Adli; Cindy Maria Diva Siregar.Pelalawan: Mohammad Rassya Wahyu Saputra; Rio Rizky Hidayat; Dava Octarina; Nezya Alifvia Rizhan.Indragiri Hilir: Andri; Azura Tawakalni; Cindy Amelia.

Tim Musang Polsek Kandis Ringkus Seorang Pria Terduga Pengedar Narkoba
Siak

Tim Musang Polsek Kandis Ringkus Seorang Pria Terduga Pengedar Narkoba

Siak, Petah.id -Tim Musang Unit Reskrim Polsek Kandis berhasil meringkus HR (37), terduga pelaku tindak pidana penyalahguna narkotika jenis sabu di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Kamis (15/08/2024). Pria ini ditangkap di lokasi Perum Damar Indah, RT 003 RW 003, Dusun Takolu Kampung Kandis bersama dengan barang bukti 7 paket sabu seberat 1,44 gram.Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi melalui Kapolsek Kandis Kompol David Richardo menerangkan, penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa lokasi tersebut sering terjadi transaksi narkoba.“Dari informasi yang didapat, kita langsung memerintahkan Tim Musang Unit Reskrim untuk melakukan penyelidikan kebenaran informasi tersebut,” kata Kompol David.Kapolsek Kandis menjelaskan, hari Kamis (15/8/2024) sekira pukul 15.30 WIB dirinya memerintahkan Kanit Reskrim AKP Roemin Putra beserta anggota untuk melakukan penyelidikan. Selanjutnya, sekitar pukul 16.00 WIB, Tim Musang Unit Reskrim Polsek Kandis berhasil melakukan penangkapan terhadap HR di Perum Damar Indah, RT 003 RW 003, Dusun Takolu Kampung Kandis.Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan narkotika jenis sabu disudut jendela ruang tamu yang disimpan dalam botol milanta. Ketika dilakukan interogasi, terduga pelaku mengakui bahwa narkotika jenis sabu yang ditemukan merupakan miliknya yang didapat dari sdr A yang kini berstatus DPO. Lebih lanjut, terduga pelaku berencana menjual barang haram tersebut disekitar Kecamatan Kandis dan Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. Selain mengamankan barang bukti berupa sabu, kepolisian juga mengamankan telepon gengam yang digunakan pelaku serta beberapa barang lain yang diduga kuat terkait dengan tindak pidana tersebut. Terhadap pelaku dan barang bukti kemudian dibawa ke Polsek Kandis guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.Dalam kesempatan ini, Kapolsek Kandis juga menghimbau masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan kandis untuk bekerjasama melaporkan berbagai informasi yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. “Apabila ada yang melihat, mendengar atau mengetahui tentang ada nya dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkoba tolong segera melaporkan kepada kepolisian terdekat, bersama kita perangi narkoba,” pungkasnya.

10.033 Napi Dewasa di Riau Mendapatkan Remisi, 120 Diantaranya Diusulkan Bebas
Pekanbaru

10.033 Napi Dewasa di Riau Mendapatkan Remisi, 120 Diantaranya Diusulkan Bebas

Pekanbaru, Petah.id - Sebanyak 10.033 napi dewasa dan 57 napi anak diusulkan mendapatkan remisi hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 dari Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Riau.Remisi adalah pengurangan masa menjalani pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak yang berkonflik dengan hukum yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undanganDikatakan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau, Budi Argap Situngkir, usulan merupakan bentuk apresiasi negara atas perubahan perilaku para narapidana yang telah menunjukkan sikap baik selama menjalani masa pidana.“Sebanyak 10.033 narapidana dewasa dan 57 anak yang diusulkan mendapat remisi saat ini sedang menjalani masa pidana pada Lapas, Rutan dan LPKA di Provinsi Riau,” jelas Budi.Mereka yang mendapatkan remisi ini, kata Budi, diberikan kepada mereka yang memenuhi syarat administratif dan substantif, misalnya bagi napi berkelakuan baik dan mengikuti program pembinaan dengan baik.Jumlahnya lanjut Budi, bervariasi tergantung pada masa hukuman yang telah dijalani yang biasa disebut dengan RU-I.“Dari 10.033 orang narapidana dewasa yang diusulkan menerima remisi umum, 9.913 orang tetap menjalani masa hukuman setelah mendapatkan remisi,” kata Budi.Sisanya, sebanyak 120 orang napi dewasa diusulkan langsung bebas setelah mendapatkan pengurangan masa hukuman melalui remisi (RU-II).Budi menegaskan, pengajuan remisi ini, dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik pungutan liar. Seluruh data dan proses pengajuan dikelola melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) secara otomatis.“Proses pemberian remisi ini tidak dipungut biaya alias gratis,” tegas Budi.Budi menegaskan, bahwa pemberian usulan remisi ini bersifat sementara dan keputusan final akan diterima pada tanggal 17 Agustus mendatang.Budi meminta agar seluruh warga binaan di Provinsi Riau dapat memanfaatkan program pembinaan yang telah disediakan dengan sebaik-baiknya.“Kami berpesan agar seluruh warga binaan yang ada di Provinsi Riau, agar terus berkelakuan baik dan memanfaatkan waktu yang ada untuk memperbaiki diri,” pesan Budi.Hingga saat ini lanjut Budi, total napi di Provinsi Riau pada 16 Lapas/Rutan/LPKA yang berada di wilayah Kemenkumham Riau per tanggal 14 Agustus 2024, sebanyak 15.037 orang.Mereka terdiri dari 12.122 narapidana dan 2.915 tahanan. Sedangkan untuk kapasitas kamar hunian Lapas dan Rutan di Riau hanya mampu menampung 4.555 orang.“Berarti saat ini masih ada kelebihan hunian sebanyak 330 persen dari kapasitas yang seharusnya,” tutupnya. 

87 Sekolah Ikuti Lomba Pawai Karnaval Budaya di Siak
Siak

87 Sekolah Ikuti Lomba Pawai Karnaval Budaya di Siak

Siak, Petah.id -  Sebanyak 87 sekolah dari jenjang Taman Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Siak ikut lomba pawai karnaval budaya. Iven itu dilakukan dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-79.Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siak Fakhrurrozi menyampaikan, peserta karnaval budaya adalah peserta didik mulai dari jenjang TK hingga SMA yang berasal dari satuan pendidikan yang ada di Kecamatan Siak dan Mempura."Bahkan kita mengundang peserta dari SLBN Siak dan SLBS Fajar Amanah Tualang sebagai peserta istimewa," jelas Sekretaris Disdikbud Siak, Fakrurrozi. Lebih lanjut Rozi menjelaskan, jumlah TK/RA yang mengikuti sebanyak 24 lembaga, SD/MI 30 sekolah, SMP/MTs/PKPPS 18 sekolah, dan SMA/MA/SMK sebanyak 13 sekolah.Jumlah keseluruhan satuan pendidikan yang mengikuti lomba karnaval budaya tahun 2024 sebanyak 87 sekolah/madrasah."Lomba ini memperebutkan juara 1, 2 dan 3 untuk masing-masing jenjang dan akan menerima penghargaan berupa trofi, serifikat dan uang pembinaan dari bupati Siak," ucapnya. Ditambahkan Rozi, sapaan akrabnya, atraksi memukau yang mengundang decak kagum juga terlihat dari para setiap peserta. Atas itu, lanjutanya, Rozi menyampaikan terimakasih atas antusiasme dan partisipasi masyarakat, terutama siswa-siswi yang turut serta dalam mengikuti pawai. "Meskipun dalam terik panas, peserta tetap semangat menampilkan berbagai atraksi. Terimakasih untuk semua pihak," tambah Rozi. Lebih jauh disampai Rozi, giat itu dilakukan juga bertujuan untuk memupuk semangat nasionalisme di tengah keberagaman. "Saya sangat bangga melihat semangat anak-anak kita ini dalam menyambut hari kemerdekaan," tutupnya.

Mengenal Istana Presiden Yang Disebut Jokowi Berbau Kolonial
Nasional

Mengenal Istana Presiden Yang Disebut Jokowi Berbau Kolonial

Petah.id - Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait ‘bau kolonial’ di istana negara menuai ragam reaksi publik. Pernyataan tersebut beliau sampaikan ketika memberikan pengarahan kepada kepala daerah seluruh Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurut presiden, dua istana negara di Jakarta sangat kental dengan bau kolonialisme karena merupakan warisan Belanda. "Saya hanya ingin menyampaikan bahwa itu sekali lagi, Belanda, bekas gubernur jenderal Belanda. Dan sudah kita tempati 79 tahun, ini bau-bau kolonial selalu saya rasakan setiap hari dibayang-bayangi," ucap Jokowi sebagaimana dikutip melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/8/2024).Lantas, bagaimana sebenaranya sejarah istana kepresidenan di Jakarta? Mari kenal lebih jauh.Istana Presiden Indonesia merupakan kediaman resmi presiden dan tempat berlangsungnya berbagai kegiatan kenegaraan. Saat ini, terdapat enam Istana Kepresidenan yang tersebar di Indonesia. Dua diantaranya terdapat di Ibukota Jakarta, yakni Istana Merdeka dan Istana Negara. Istana Merdeka terletak di Jalan Merdeka Utara dan menghadap ke Taman Monumen Nasional. Pembangunan istana ini diarsiteki oleh Drossares dan dilaksanakan ketika masa pemerintahan Gubernur Jenderal James Loudon pada tahun 1873. Pembangunan baru rampung tahun 1879 di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Johan Willem van Landsbarge. Istana ini dulu dikenal dengan nama Istana Gambir.Dilansir dari laman Kementerian Sekretariat Negara, hingga kini, sebanyak 20 orang telah mendiami Istana Merdeka: 15 Gubernur Jenderal Hindia Belanda, 3 Saiko Syikikan (Panglima Tertinggi Tentara XVI Jepang di Jawa), dan 2 Presiden RI. Namun dari 15 Gubernur Jenderal Belanda itu, hanya 4 orang yang benar-benar tinggal; yang lainnya memilih Istana Bogor. Presiden RI yang betul-betul tinggal adalah Presiden pertama Soekarno, Presiden keempat Abdurrahman Wahid, dan Presiden ketujuh Joko Widodo sebelum kemudian bertempat tinggal di Istana Bogor.Pada masa awal pemerintahan Republik Indonesia, istana ini menjadi saksi penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Pemerintah Belanda pada 27 Desember 1949. Republik Indonesia Serikat diwakili oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, sedangkan Kerajaan Belanda diwakili oleh A.H.J. Lovink, Wakil Tinggi Mahkota di Indonesia.Sedangkan Istana Negara, merupakan Istana Kepresidenan Indonesia yang terletak di Jalan Veteran dan menghadap ke Sungai Ciliwung. Istana ini membelakangi Istana Merdeka yang menghadap ke Taman Monumen Nasional dan dihubungkan oleh Halaman Tengah.Istana Negara pada awalnya merupakan kediaman pribadi seorang warga negara Belanda yang bernama J.A. van Braam. Ia mulai membangun kediamannya pada tahun 1796, (pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Pieter Gerardus van Overstraten) sampai dengan tahun 1804 (pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Johannes Sieberg). Namun, pada tahun 1816 bangunan ini diambil alih oleh pemerintah Hindia-Belanda, dan digunakan sebagai pusat kegiatan pemerintahan serta kediaman para Gubernur Jenderal Belanda. Oleh karena itu pula, istana ini dijuluki “Hotel Gubernur Jenderal”.Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di Istana Negara diantaranya tatkala Jenderal de Kock menguraikan rencananya untuk menindas pemberontakan Pangeran Diponegoro dan merumuskan strateginya dalam menghadapi Tuanku Imam Bonjol kepada Gubernur Jenderal Baron van der Capellen. Demikian pula halnya tatkala Gubernur Jenderal Johannes van de Bosch menetapkan sistem tanam paksa atau cultuurstelsel.  Terlepas dari pengakuan Presiden Joko Widodo yang dibayang-bayangi bau kolonial selama mendiami istana peninggalan pemerintah Hindia Belanda, keduanya menyimpan cerita penting dan tidak bisa dilepaskan dari sejarah tumbuhnya Indonesia sebagai sebuah bangsa.

Menilik Peta Dukungan 3 Kandidat Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau
Pekanbaru

Menilik Peta Dukungan 3 Kandidat Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau

Pekanbaru, Petah.id – Keluarnya Surat Keputusan (SK) PDI Perjuangan kepada pasangan calon Abdul Wahid dan SF Hariyanto pada Rabu (14/8/2024) semakin mengerucutkan sebaran dukungan partai politik dalam Pilgub Riau mendatang.Hingga kini, terdapat 3 pasangan yang sudah resmi mengantongi rekomendasi partai sebagai syarat minimal mendaftar sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur riau. Siapa saja mereka?Muhamad Nasir dan Muhammad Wardan Pasangan ini menjadi kandidat pasangan calon yang pertama kali memenuhi syarat minimal dukungan 20% kursi. Berbekal dukungan awal dari Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Gerindra secara resmi mengumunkan penyerahan SK dukungan pada acara deklarasi duet Muhammad Nasir dan Muhammad Wardan pada Sabtu (20/7/2024). Selanjutnya, PAN kemudian menyusul ikut menyerahkan dukungan kepada pasangan ini pada Senin 28 Juli 2024.Dengan demikian, pasangan Muhamad Nasir dan Muhammad Wardan telah mengantongi 22 kursi dukungan. Jauh melampaui syarat minimal 20% untuk ikut berkontestasi pada Pilgub Riau (13 Kursi) dengan komposisi kursi masing-masing partai pendukung sebagai berikut: Gerindra 8 kursi, Demokrat 8 kursi, PAN 5 kursi dan PPP 1 kursi.Syamsuar dan Mawardi SalehPasangan berikutnya adalah Syamsuar dan Mawardi Saleh. Keduanya secara resmi sudah mendapat SK dukungan dari partai Golkar dan PKS sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. Golkar menyerahkan SK tersebut sejak Jumat 19 Juli 2024. Sedangkan PKS menyerahkannya pada Kamis, 25 Juli 2024. Berdasarkan jumlah kursi, Golkar dan PKS yang mengusung pasangan Syamsuar - Mawardi sama-sama memperoleh 10 kursi di DPRD Provinsi Riau dari hasil Pemilu 2024 lalu. Jadi, pasangan ini sudah mengantongi 20 kursi. Lebih dari cukup sebagai syarat dukungan minimal partai politik.Abdul Wahid dan SF Hariyanto Pasangan terakhir yang berhasil mengantongi syarat kuota minimal dukungan partai politik adalah Abdul Wahid dan SF Hariyanto. Mereka mendapat dukungan dari tiga partai yakni PKB, Nasdem dan yang teranyar, PDI Perjuangan. SK dukungan PDI Perjuangan dibacakan langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekrano Putri di Jakarta pada Rabu (14/4/2024) bersama 12 calon gubernur provinsi lain.Baik PDI Perjuangan, Nasdem maupun PKB memiliki kekuatan sebanyak 23 kursi di DPRD Riau atau setara 35%. 11 kursi milik PDI Perjuangan, 6 kursi milik Nadsem dan 6 kursi milik PKB. Dengan sebaran dukungan resmi partai politik tersebut, hampir bisa dipastikan kontestasi Pilgub Riau bulan November mendatang akan diikuti oleh 3 pasangan calon. Sebab keseluruhan partai yang memiliki kursi di DPRD Riau telah mengeluarkan SK dukungannya ke kandidat masing-masing. 

Mendagri Lantik Rahman Hadi Sebagai Pj Gubernur Riau
Pekanbaru

Mendagri Lantik Rahman Hadi Sebagai Pj Gubernur Riau

Pekanbaru, Petah.id – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mewakili Presiden RI Joko Widodo resmi melantik Rahman Hadi sebagai PJ Gubernur Riau. Pelantikan berlangsung di Sasana Bakti Praja, Gedung C, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2024) pukul 09.00 WIB. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Riau tampak hadir dalam acara pelantikan tersebut. Diantaranya SF Hariyanto yang merupakan Pj Gubernur sebelumnya, Pj Sekdaprov Riau, Indra, serta jajaran Pejabat Tinggi dan kepala OPD di lingkungan Pemprov Riau.  Dalam kesempatan itu, Tito Karnavian menyampaikan rasa percaya-nya bahwa Pj Gubernur Riau yang baru bakal mampu melaksanan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. “Saya percaya, Insya Allah” Kata Mendagri sebagaimana dikutip dari laman Riau Media Center. Usai pelantikan Mendagri memasangkan tanda pangkat Pj Gubernur Riau, dan menyerahkan SK pengangkatan sebagai Pj Gubernur Riau dari Presiden RI Joko Widodo. Selanjutnya dilakukan pelantikan Ketua Tim penggerak PKK yang diketuai langsung oleh istri Pj Gubernur Riau. Masa jabatan Rahman Hadi sebagai Pj Gubernur Riau terhitung sejak dilantik sebagai Pj Gubernur hingga pelantikan Gubernur Riau yang terpilih berdasarkan hasil pilkada serentak yang akan berlangsung pada bulan November 2024 mendatang. Sebagai informasi, jabatan Pj Gubernur Riau sebelumnya diemban oleh SF Hariyanto. Namun karena akan maju mengikuti kontestasi Pilkada serentak bulan November 2024, beliau menyampaikan surat pengunduran sejak 14 Juli 2024 lalu. Adapun sosok Rahman Hadi sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia. Pria kelahiran Cukohnau, Oku, Sumatera Selatan tahun 1969 sudah lama malang melintang sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Rahman Hadi merupakan alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dan mendapatkan gelar D3 dalam Ilmu Pemerintahan pada tahun 1992. Pendidikannya terus berlanjut di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) di Jakarta, di mana ia meraih gelar S1 dalam Kebijakan Pemerintahan pada tahun 1998, Magister dalam Ilmu Pemerintahan di Universitas Padjadjaran pada tahun 2001, dan meraih gelar doktor di bidang yang sama dari Universitas Padjadjaran pada tahun 2007.

Pilkada Bengkalis di Prediksi Bakal Lawan Kotak Kosong, Apa Itu Kotak Kosong Dalam Pilkada?
Bengkalis

Pilkada Bengkalis di Prediksi Bakal Lawan Kotak Kosong, Apa Itu Kotak Kosong Dalam Pilkada?

Bengkalis, Petah.id - Pasangan Calon (Paslon) Bupati Bengkalis Kasmarni-Bagus Santoso diprediksi akan melawan kotak kosong pada Pilkada Bupati Bengkalis periode 2024-2029. Hingga saat ini, hanya partai Golkar yang belum memberikan dukungan. Sekalipun demikian, Golkar pada pemilu 2024 hanya memiliki 3 kursi di DPRD Bengkalis. Oleh sebab itu mereka tidak bisa sendirian mengusung calon kepala daerah (kurang dari 20% jumlah kursi di DPRD). Lantas apa itu Kotak Kosong dalam Pilkada? Kotak kosong merupakan istilah untuk menggambarkan situasi pemilihan yang hanya diisi oleh calon tunggal. Apabila seorang calon kepala daerah tidak memiliki saingan, maka posisi lawannya di surat suara digambarkan dalam bentuk kotak kosong. Kondisi seperti itulah yang memunculkan istilah "melawan kotak kosong", karena calon yang tercantum di surat suara hanya satu, tanpa lawan. Dengan demikian, potensi kemenangan calon yang melawan kotak kosong sangat besar. Kebijakan mengenai kotak kosong tercantum dalam Undang-undang (UU) Pilkada Nomor 10 tahun 2016 Pasal 54C dan 54D. Berdasarkan Pasal 54C Ayat 2, disebutkan bahwa dalam kasus Pilkada hanya diikuti calon tunggal, maka surat suara wajib memuat dua kolom foto. Satu kolom foto digunakan untuk memajang foto calon tunggal, sedangkan kolom satunya lagi dikosongkan. Kendati begitu, UU Pilkada juga menegaskan bahwa calon yang melawan kotak kosong belum tentu dinyatakan sebagai pemenang. Berdasarkan Pasal 54D jumlah suara yang harus dimenangkan oleh calon tunggal adalah 50% dari suara sah. Jika calon mendapatkan suara di bawah 50%, maka ia dapat mencalonkan diri kembali di putaran berikutnya. Hal ini juga diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2018, dalam Pasal 25 ayat 1 tertulis jika perolehan suara pada kolom kosong lebih banyak dari pasangan calon tunggal, KPU akan menetapkan penyelenggaraan pilkada kembali pada pilkada serentak periode berikutnya. Lalu, siapa yang akan memimpin jika belum ada calon yang terpilih? dalam UU pilkada dijelaskan bahwa jika belum ada pasangan calon terpilih pemerintah akan menugaskan pejabat kepala daerah untuk menjalankan pemerintahan, seperti penjabat gubernur, bupati atau wali kota. Dalam beberapa kasus, pernah terjadi pilkada yang justru di menangkan oleh kotak kosong. Salah satu contoh yakni Pilkada Makasar 2018. Dari hasil rekapitulasi suara, kotak kosong memperoleh 300.969 suara, sementara pasangan calon tunggal Appi-Cicu mendapat 264.071 suara. Kembali ke konteks Pilkada Bengkalis, sekalipun potensial bakal diwarnai dengan pertarungan melawan kotak kosong, KPU Bengkalis belum bisa menyatakan hal tersebut. Pilkada Bengkalis belum memasuki tahapan pendaftaran sehingga pihaknya belum mau menyatakan akan berhadapan dengan kotak kosong."Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis dibuka pada 27 hingga 29 Agustus, jadi saat ini belum bisa kita katakan Pilkada Bupati Bengkalis lawan kotak kosong," kata ketua KPU Bengkalis Agung Kurniawan. 

Polres Siak Gelar Press Release dan Pemusnahan 7 Kilogram Daun Ganja Kering
Siak

Polres Siak Gelar Press Release dan Pemusnahan 7 Kilogram Daun Ganja Kering

SIAK, Petah.id - Polres Siak menggelar press release pengungkapan kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika di wilayah Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, Rabu (14/8/2024) di halaman Polsek Tualang. Kegiatan ini sekaligus dijadikan ajang pemusnahan barang bukti berupa daun ganja kering seberat 7 kilogram. Press release yang dipimpin langsung oleh Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi turut dihadiri forkopimda Kabupaten Siak, Kapolsek, Camat Tualang, organisasi penggiat anti narkoba serta pelaku berinisial AF Alias A (26) yang merupakan warga kelurahan Perawang. AKBP Asep Sujarwadi mengungkap sejumlah barang bukti yang diamankan dari pelaku. 1 (satu) Kantong Plastik warna hitam yang di dalamnya berisikan 2 (dua) paket diduga daun ganja kering yang dibungkus dengan lakban dan kertas koran; 1 (satu) Kantong Plastik warna hitam yang di dalamnya berisikan 3 (tiga) paket diduga daun ganja kering yang dibungkus dengan lakban dan kertas koran; 5 (lima) Kantong plastik warna hitam yang masing-masing didalamnya berisikan diduga daun ganja kering; 1 (satu) Kantong Plastik warna merah yang didalamnya berisikan diduga daun ganja kering; 1 (satu) Potongan Kertas Pembungkus Nasi yang didalamnya berisikan diduga daun ganja kering; 1 (satu) Potongan Kertas Putih Nasi yang didalamnya berisikan juga diduga daun ganja kering; 1 (satu) kantong plastik warna biru; 1 (satu) Unit Handphone Android; Merek Redmi 10 2022 warna hitam; 1 (satu) Unit Handphone Android Merek Oppo F3 Warna merah muda. Dalam keterangannya, AKBP Asep menuturkan bahwa pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang dilanjutkan dengan penyelidikan petugas dilapangan. Pelaku AF alias A diketahui kerap melakukan aktifitas jual beli narkotika jenis daun ganja kering di Jalan Tiga Blok C Nomor 72 KPR I RT 004 RW 007 Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. “Tepatnya di tempat usaha Sablon Kawayu Custom,” tegas Kapolres. Kapolres menambahkan, pelaku merupakan pengguna sekaligus pengedar yang direncanakan dijual di Perawang. Bisnis barang haram ini sudah berjalan selama 6 bulan, yang mana pelaku mendapat barang terlarang tersebut dari rekannya berinisial A dan F.  “A dan F sekarang sedang diburu tim gabungan dari Polres dan Polsek," lanjut AKBP Asep. AKBP Asep menilai, barang bukti yang diamankan Polres siak telah menyelamatkan banyak jiwa. Pihaknya bersama unsur-unsur terkait akan terus berkomitmen memberantas peredaran Narkoba khusus nya di Kabupaten Siak. "Jika dihitung dari 7 Kilogram daun ganja kering tersebut kita telah menyelamatkan 14.000 jiwa,” tegasnya. Usai gelar press release, Kapolres Siak bersama unsur terkait secara simbolis memusnahkan barang bukti Narkotika daun ganja dengan cara dibakar. "Ini kita sepakati baru sebagian yang dimusnahkan sebagai simbolis, sisa nya akan di musnahkan kembali mengingat lokasi saat ini dekat pemukiman warga dan dikhawatirkan akan asapnya akan menyebar kemana-mana" pungkasnya. 

Halaman 35 dari 164