PT BSP Berprestasi dan Peduli, Konsisten Jaga Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

Siak, Petah.id – PT Bumi Siak Pusako (BSP) kembali menegaskan eksistensinya sebagai perusahaan daerah yang berprestasi sekaligus peduli terhadap lingkungan dan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT BSP, Raihan ST, MT, dalam konferensi pers kinerja Pemerintah Kabupaten Siak tahun 2025 dan transparansi agenda 2026, akhir Desember 2025, di Pendopo Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat.Konferensi pers tersebut dihadiri Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, Wakil Bupati Siak Syamsurizal Budi, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Mahadar, jajaran staf ahli dan asisten, kepala dinas, direksi BUMD, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Riau Bambang Pratama SH MH, Anggota DPRD Siak Sujarwo, insan pers, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.Di hadapan para pemangku kepentingan, Raihan memaparkan sejumlah prestasi yang berhasil diraih PT BSP. Salah satu capaian utama adalah keberhasilan mempertahankan predikat Proper Biru (Compliance) secara berturut-turut sejak 2014 hingga 2025 sebagai bentuk kepatuhan perusahaan terhadap regulasi dan pengelolaan lingkungan hidup.Selain Proper Biru, PT BSP juga telah mengantongi berbagai sertifikasi nasional dan internasional. Sertifikasi tersebut meliputi ISO 45001:2018 tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, ISO 14001:2015 tentang sistem manajemen lingkungan, serta sertifikat sistem manajemen K3 dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.Raihan juga menyampaikan realisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan perusahaan. Pada 2024, PT BSP menyalurkan dana CSR sebesar Rp6,08 miliar, sementara pada 2025 realisasi CSR tercatat sebesar Rp4,36 miliar untuk mendukung berbagai program sosial dan kemasyarakatan.Di luar CSR, PT BSP turut mengimplementasikan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang bersumber dari Work Program and Budget (WP&B) Tahun Anggaran 2025. Program ini difokuskan pada wilayah sekitar area operasi perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial berkelanjutan.Kegiatan PPM tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat, pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan dan semenisasi jalan.Selain itu, PT BSP juga melaksanakan kegiatan normalisasi saluran air dan sungai, serta berbagai program sosial lainnya yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.''Komitmen PT BSP adalah menjalankan operasional yang berkelanjutan, berprestasi, dan selaras dengan kepentingan masyarakat serta pemerintah daerah, sehingga kehadiran perusahaan dapat memberikan manfaat nyata bagi Kabupaten Siak,'' ungkap Raihan.

Harimau Kembali Bikin Geger Warga Sungai Apit Siak, Kali Ini Nyaris Terkam Pemancing

Siak, Petah.id - Kemunculan harimau kembali gegerkan warga di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.Hal itu bermula dari seorang warga Kampung Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Zulfikar (24) yang nyaris diterkam harimau di kebun koperasi saat hendak pergi memancing, Kamis (8/1/2026) sekira pukul 19.00 Wib.Bendahara Kampung Teluk Masjid, Riko bersama stafnya Fita  mengatakan, Fikar janjian bersama dua temannya yakni Imus (38) dan Rafi (32) untuk pergi memancing.Saat itu Rafi dan Imus sudah dulu berangkat dan menunggu Fikar di pondok milik Imus.Diceritakan Fita, saat pamit berpergian, Fikar sempat dilarang sang ayah karena situasi saat ini sedang bahaya."Namun Fikar tak begitu mempedulikan teguran sang ayah dengan Ia tetap berangkat pergi memancing," kata Fita.Fikar memacu sepeda motornya untuk menyusul Imus dan Rafi yang sudah menunggunya di pondok.Diperjalanan, tambah Fita,  Fikar melihat sorot mata yang dikiranya itu sorot mata sapi."Fikar sudah melihat sorot mata, ia kira sorot mata sapi. Sebab, di wilayah itu sapi dilepas liarkan di perkebunan," jelas Fita.Alangkah terkejutnya Fikar, tambah Fita, saat dekat dan disenter, ternyata sorot mata itu adalah Harimau."Semakin dekat, saat disenternya, ternyata harimau yang sudah siap hendak menerkamnya. Kemudian, Fikar memacu sepeda motornya, bahkan tak peduli mesti nyaris jatuh,” tambah Fita.Kemudian, sambung Fita, Fikar lari menuju pondok penjaga kebun. Ia menggedor rumah milik penjaga kebun.Fikar mengabarkan kepada dua temannya Imus dan Rafi untuk tetap berada di pondok karena ada Harimau."Saat berada dalam rumah penjaga kebun, Fikar telfon Imus dan Rafi agar tetap di pondok karena ada harimau," beber Fita.Tak lama dari itu warga pun ramai ramai mendatangi lokasi di mana Fikar diserang harimau. Warga menemukan banyak jejak harimau, ada yang besar dan kecil, diduga harimau bersama anaknya."Kabar adanya harimau membuat warga ramai ramai datang ke lokasi. Di lokasi, warga banyak temukan jejak harimau," tutup Fita.Sementara itu, BBKSDA Riau yang mendapati informasi bahwa ada kemunculan harimau di Siak melakukan pengecekan lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintahan desa setempat.Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati dan tidak beraktivitas sendirian dan diutamakan berkelompok saat bepergian ke kebun di seputar lokasi munculnya harimau."Sementara jangan dulu beraktivitas terlalu pagi dan terlalu sore serta menghentikan aktivitas di jam aktif Harimau terutama di malam hari untuk menghindari perjumpaan dengan Harimau," imbau BBKSDA Riau.