Beredar Vidio Seorang Warga Tewas Dimangsa Harimau, Kapolsek Kandis : Itu Tidak Benar
Foto : Ilustrasi
Ringkasan Berita
1. Beredar vidio tewasnya seorang pria diduga dimangsa harimau di Kandis Siak ternyata tidak benar.
2. Kapolsek Kandis, Kompol Herman Felani sebut tidak ada laporan atas peristiwa tersebut. Bahkan, ia turunkan bhabinkamtibmas untuk kroscek namun tak ditemukan peristiwa itu.
3. Kalaksa BPBD Siak Novendra Kasmara sudah berkoordinasi dengan camat dan BBKSDA Riau terkait peristiwa itu dan ternyata itu tak terjadi di Kandis
Siak, Petah.id - Masyarakat Kabupaten Siak, Riau dihebohkan dengan beredarnya sebuah vidio seorang pria tewas mengenaskan dengan posisi badan dan kepala terpisah.
Vidio tersebut beredar secara berantai melalui pesan whatapps dengan narasi bahwa korban tewas lantaran dimangsa harimau di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau.
Kapolsek Kandis Herman Felani menyampaikan hingga saat ini pihaknya tidak pernah mendapatkan laporan tersebut.
Dikatakan Kapolsek Herman Felani, ia menduga vidio tersebut sebuah editan.
"Tidak ada peristiwa tersebut terjadi di Kandis. Tak ada laporan hingga saat ini. Mungkin itu vidio editan," kata Kapolsek Kandis Herman Felani, Senin (26/1/2026) melalui telfon seluler.
Ditambahkan Herman Felani, ia meminta agar warga melaporkan ke pihak Polsek jika mendapati peristiwa yang dapat mengganggu Kamtibmas.
"Kondisi Kandis sangat kondusif. Kami meminta agar masyarakat melaporkan jika ada ditemukan situasi yang mengganggu Kamtibmas," tambah Herman.
Herman juga mengimbau agar masyarakat tetap bijak menggunakan media sosial apalagi yang dapat mengganggu Kamtibmas.
"Share dulu baru sharing. Kita di zaman seperti ini harus bijak memilah informasi," tegasnya.
Hal senada dikatakan Kepala BPBD Kabupaten Siak, Novendra Kasmara. Disampaikan Novendra, pihaknya sudah berkoordinasi lintas instansi dan berbagai pihak terkait beredarnya vidio seorang pria tewas dengan kepala terpisah dengan badan yang diduga dimangsa seekor harimau di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau.
Dari hasil koordinasi, sambung Novendra, tak ada satupun yang menyebutkan bahwa peristiwa yang bikin warga resah itu terjadi di Siak.
"Saya sudah koordinas dengan kecamatan, BBKSDA dan berbagai elemen masyarakat, dan semua menyebutkan peristiwa tersebut tidak ada terjadi di Siak," kata Novendra Kasmara.
Laporan : Ph1
Editor : Redaksi
Bagikan berita ini melalui :