Siak, Petah.id - Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi membuka Pameran Teknologi Tradisional “Ragam Teknologi Tradisional Koleksi Museum” yang digelar di halaman Museum Budaya dan Sejarah Siak, Balairung Sri, Selasa (14/10/2025). Pembukaan dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Siak, Fauzi Asni, mewakili Bupati Siak Afni Zulkifli. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Siak, kami mengapresiasi kegiatan seperti ini. Pameran ini sangat penting untuk memberikan edukasi kepada anak-anak kita bagaimana teknologi berkembang dari masa ke masa. Sebagai pendidik, kita harus menjembatani mereka supaya memahami asal-usul teknologi yang digunakan saat ini,” ujar Fauzi. Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami nilai-nilai kearifan lokal dan sejarah teknologi yang pernah digunakan masyarakat terdahulu. Pameran teknologi tradisional tersebut akan berlangsung mulai 14 Oktober hingga 31 Desember 2025, menampilkan beragam koleksi menarik seperti kamera kuno, mesin tik, terakol, tampah, keranda madu, cawan getah, parang, pisau getah, hingga lampu pelito. Fauzi berharap kegiatan ini tidak hanya dikunjungi oleh siswa sekolah dasar, tetapi juga pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK di seluruh wilayah Kabupaten Siak. “Kami berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bisa mengatur jadwal kunjungan dengan baik agar tidak terlalu penuh. Anak-anak juga bisa ikut mempromosikan kegiatan ini melalui media sosial mereka, sehingga semakin banyak yang tertarik mengenal teknologi tradisional kita,” imbuhnya.
Siak, Petah.id – Bupati Siak Afni Z lantik lima pejabat pimpinan tertinggi di lingkup Pemerintah Kabupaten Siak. Pelantikan tersebut dilaksanakan di Balairung Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat Kabupaten Siak, Senin (13/10/2025).Bupati Siak Afni Z mengucapkan selamat atas dilantiknya lima pejabat tersebut. Ia berpesan, bahwa sumpah jabatan yang diambil merupakan tanggung jawab yang besar untuk kepentingan rakyat.“Tahniah pada bapak-bapak yang baru dilantik. Bapak-bapak mengabdi untuk rakyat di Siak. Pejabat yang dilantik harus menjadi garda terdepan pimpinan sekaligus rakyat. Semoga amanah dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas untuk membangun Siak,” ujar Bupati Siak Afni Z.Ditambahkan Afni, pentingnya loyalitas, terutama loyalitas kepada pimpinan dan rakyat. Tidak semata-mata kepada pimpinan, melainkan yang terpenting kepada masyarakat Kabupaten Siak. “Saya tekankan, kepada bapak-bapak semua, jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan baik. Terutama loyalitas untuk rakyat, tolong bantu rakyat Siak. Saya titipkan kepentingan rakyat pada bapak-bapak semua,” tegasnya.Pelantikan tersebut, dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Siak Nomor 100.3.3.2/804/HK/KPTS/2025. Dengan melalui proses seleksi terbuka, yang memungkinkan evaluasi publik. Semua dilakukan secara profesional oleh tim penyeleksi.Kelima pejabat yang dilantik adalah, Tengku Amri, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik. Heriyanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah. Ardi Irfandi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman. Suparni, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta Novandra Kasmara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Siak, Petah.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Siak gelar rapat paripurna istimewa Hari Ulang Tahun (HUT) Siak ke 26 di Ruang Putri Kacamayang gedung DPRD Siak.Tampak hadir dalam rapat tersebut Wakil Ketua I H Syarif, Wakil Ketua II Laiskar Jaya beserta anggota DPRD Siak, Bupati Siao Afni Z, Wakil Bupati Siak Syamsurizal, perwakilan Gubernur Riau, Kepala Disnaker Riau, Ronni Rakhmat dan tiga anggota DPRD Riau, Fairus, Muhtarom dan Androy Ade Rianda. Tak hanya pejabat negara, terlihat sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama juga memadati ruang paripurna.Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan yang memimpin rapat paripurna menyampaikan hari jadi Siak tidak hanya seremoni tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang dan perjuangan membangun daerah.“Kita jadikan hari istimewa ini sebagai momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang dan perjuangan membangun daerah,” kata Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan.Ditambahkan Ngah Ige, sapaan akrabnya, bahwa 12 Oktober adalah hari yang sangat bermakna bagi Kabupaten Siak.“Atas nama pimpinan dan segenap anggota DPRD menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh undangan dan masyarakat yang telah hadir memeriahkan acara paripurna hari ini,” ujar Indra lagi. Ia berharap, semangat kebersamaan yang selama ini terjalin antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen pembangunan dapat terus dipupuk demi mewujudkan Siak yang lebih hebat dan bermartabat. “Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan rida-Nya, sehingga acara kita hari ini berjalan dengan tertib dan lancar,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Indra Gunawan juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Siak serta seluruh elemen masyarakat yang telah berperan aktif dalam membangun daerah. Menurutnya, kolaborasi antar unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media merupakan kunci dalam menjaga sinergitas pembangunan.“Semoga sinergitas ini terus terjalin dengan harmonis dan memiliki keinginan yang sama untuk memajukan Kabupaten Siak serta mensejahterakan seluruh masyarakatnya,” ucapnya. Lebih lanjut, Indra mengatakan peringatan Hari Jadi Kabupaten Siak harus dimaknai sebagai ajang refleksi atas sejarah panjang perjuangan pembentukan daerah. “Momen ulang tahun bukan seremoni semata, tetapi saat untuk merenung, menilai perjalanan yang telah kita lalui, serta belajar dari para pendahulu yang telah berjuang dengan penuh dedikasi,” ujarnya.Ia mengingatkan Kabupaten Siak lahir dari perjuangan panjang tokoh-tokoh pendiri dan pejuang otonomi daerah yang menginginkan Siak berdiri sendiri sebagai kabupaten. “Kita patut mengenang perjuangan itu. Dari wilayah kewedanaan di Kabupaten Bengkalis, akhirnya Siak resmi menjadi kabupaten berdasarkan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999,” kata Indra mengenang.Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendiri, tokoh masyarakat, dan pemimpin Siak terdahulu. “Sebagian dari mereka telah berpulang ke rahmatullah. Semoga perjuangan dan pengorbanan mereka menjadi amal jariyah yang tak terputus,” tutur Indra dengan nada haru.Kepada para tokoh yang masih hidup, Indra mengajak masyarakat untuk senantiasa mendoakan agar mereka tetap sehat dan terus memberi kontribusi nyata bagi kemajuan daerah. “Semoga mereka selalu diberi kekuatan dan semangat untuk melanjutkan perjuangan dengan ide, karya, dan inovasi terbaik agar Siak semakin dikenal, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di mancanegara,” tambahnya.Lebih jauh dikatakan, Indra menyinggung visi besar Kabupaten Siak, yakni “Terwujudnya Siak Hebat, Bermartabat, Berkarakter Budaya Melayu, dan Berdaya Saing Berbasis Ekologi.” Ia menilai tema HUT ke-26, “Menuju Siak Hebat dan Bermartabat,” sangat relevan dengan arah pembangunan ke depan.“Bangsa yang hebat bukan hanya maju secara ekonomi atau teknologi, tetapi juga memiliki moral, karakter, dan budaya yang kuat. Hebat tanpa martabat akan kosong, dan martabat tanpa kehebatan akan tertinggal. Karena itu, keduanya harus berjalan beriringan,” tegas Indra.Ia juga berharap agar kemajuan intelektual dan martabat budaya yang dimiliki masyarakat Siak dapat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tantangan zaman.“Dengan intelektualitas yang maju dan martabat yang terjaga, Siak bukan hanya dikenal karena sejarahnya yang agung, tetapi juga karena masa depannya yang gemilang,” ucapnya mantap.Indra menutup pidatonya dengan ajakan untuk memperkuat kolaborasi dan semangat gotong royong membangun daerah. “Kami mengimbau agar kita semua menyatukan ide, pendapat, dan pemahaman dalam membangun Kabupaten Siak yang kita cintai ini,” katanya.Ia berharap pembangunan dan perekonomian Siak terus berkembang, masyarakatnya semakin sejahtera, serta warisan budaya tetap terjaga dalam kehidupan yang rukun dan harmonis. “Selamat Hari Jadi Kabupaten Siak ke-26. Semoga ke depan semakin maju, sejahtera, dan menjadi kebanggaan bagi kita semua,” katanya.
Meranti, Petah.id – Polda Riau Bersama Polres Kepulauan Meranti berhasil gagalkan peredaran 30 kilogram sabu, ribuan liquid vape mengandung narkotika, dan cairan psikotropika berlabel “Happy Water Lamborghini” yang dikemas menyerupai minuman legal dari Malaysia. Wakapolda Riau Brigjen Pol Jossy Kusumo, saat memimpin ekspos pengungkapan mengatakan, dari pengungkapan ini empat orang pelaku berhasil diringkus. Operasi ini dilakukan sejak akhir September 2025 lalu. Tampak hadir dalam ekspos pengungkapan tersebut Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, Kepala BNNP Riau Brigjen Christ Reinhard Pusung, Bupati Meranti H Asmar, serta unsur Forkopimda, Kamis (9/10/2025). Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi mengatakan, untuk identitas dan peran masing-masing pelaku yakni N (24) selaku koordinator darat dan perekrut kurir, J (20) sebagai kurir, Y (19) yang bertugas memantau jalur distribusi, dan TS (35), seorang perempuan asal Pandeglang, Banten. “Nama terakhir ini berperan sebagai pengendali jaringan serta penghubung dengan bandar di Malaysia,” ungkap Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi.. Para tersangka ditangkap antara 26 September hingga 1 Oktober 2025, hasil penyelidikan intensif Satresnarkoba Polres Meranti dan Polsek Merbau. “Dari hasil pemeriksaan, jaringan ini dikendalikan langsung dari Malaysia dan masuk melalui jalur laut ke wilayah Merbau sebelum diteruskan ke daerah lain di Riau,” ungkap Kapolres. Kasus ini bermula dari laporan masyarakat tentang adanya aktivitas mencurigakan di Kecamatan Tasik Putri Puyu, 26 September 2025. Setelah dilakukan penyelidikan selama empat hari, tim gabungan menemukan empat pria dengan dua sepeda motor - Honda Vario dan Yamaha NMAX saat melintas di Desa Mengkopot pada dini hari, 30 September 2025. Saat akan dihentikan, para pelaku kabur hingga terjadi pengejaran dramatis ke Desa Bagan Melibur. Di lokasi tersebut, satu motor ditemukan terbalik dengan karung putih dan tas abu-abu berisi puluhan bungkus sabu merek Chinese Tea. Tak jauh dari lokasi, petugas juga menemukan ratusan bungkus liquid vape dan cairan “Happy Water Lamborghini”. Penyisiran hutan selama berjam-jam akhirnya membuahkan hasil, tiga pelaku berhasil ditangkap. Polisi kemudian mengembangkan kasus ini ke Pandeglang, Banten, dan meringkus TS, pengendali jaringan, yang diketahui berkomunikasi langsung dengan bandar Malaysia menggunakan iPhone 14. Kapolres merincikan hasil barang bukti yang berhasil disita diantaranya sebanyak 30.713,7 gram sabu dalam kemasan teh hijau “Chinese Tea”, 24.302,4 gram cairan Happy Water Lamborghini. Selanjutnya, sebanyak 1.034 bungkus liquid vape berbagai merek seperti Popeye, Pink, Hijau, dan Ungu, serta 3 unit sepeda motor, dan beberapa telepon genggam yang digunakan untuk koordinasi. “Jumlah sabu ini bisa digunakan hingga 100 ribu orang jumlah yang cukup untuk merusak satu generasi muda di Riau,” ujar Kapolres. Ia mengakui, keberhasilan ini berkat kerja sama erat antara aparat dan masyarakat. “Informasi dari warga menjadi titik awal keberhasilan operasi ini. Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan masyarakat,” tambahnya. Kapolres Meranti memastikan pihaknya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba di wilayah perbatasan. “Kami siap menjaga Meranti agar tetap bersih dari narkoba. Tidak ada kompromi untuk jaringan internasional,” tutup AKBP Aldi. Wakapolda Riau Brigjen Jossy Kusumo menyebut, keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat Polri dalam menutup ruang bagi jaringan narkoba internasional. “Ini pesan tegas, tidak ada tempat bagi pengedar narkoba di Riau. Kalau melawan saat ditangkap, tembak di tempat! Saya dan Kapolda siap bertanggung jawab,” tegasnya. Wakapolda juga mengingatkan bahwa modus penyelundupan kini semakin canggih dengan memanfaatkan pelabuhan tikus di wilayah pesisir. “Kami sudah memasang jaringan pengawasan di seluruh titik rawan agar barang haram ini tidak lagi masuk ke wilayah Riau,” ujarnya. Kepala BNNP Riau Brigjen Christ Reinhard Pusung menambahkan bahwa pengungkapan ini sebagai yang terbesar sepanjang sejarah berdirinya Polres Meranti. “Kerja keras luar biasa. Polres Meranti bukan hanya menyelamatkan masyarakat, tapi juga generasi muda dari ancaman narkoba. Bayangkan, 30 kilogram sabu itu bisa menjangkiti 90 ribu orang,” ungkapnya. Ia juga memperingatkan masyarakat agar tidak tertipu dengan kemasan menarik. “Vape bermerek Lamborghini, Popeye, Pink, atau cairan Happy Water itu bukan rokok elektrik biasa, tapi narkoba cair yang mematikan,” tegasnya. BNNP Riau bersama Bea Cukai, Kepolisian, dan Pemda akan terus memperketat pengawasan dan menutup seluruh jalur masuk yang digunakan sindikat lintas negara. Keempat tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2), dan 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup.
Siak, Petah.id – S (53) pria lanjut usia di Kecamatan Sungai Apit tega mencabuli seorang anak laki laki di Kampung Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, yang berusia 15 tahun. Takut ketahuan, S sempat mengancam korban melalui ponselnya. Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra SH SIK MSi melalui Kapolsek Sungai Apit Iptu Budiman Dalimunthe SH MH mengatakan, kasus ini terungkap setelah pihak keluarga korban melapor ke polisi pada Sabtu (4/10/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/15/X/2025/SPKT/Polsek Sungai Apit/Polres Siak/Polda Riau, pelaku diduga melakukan perbuatan cabul terhadap korban yang masih di bawah umur. Kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah pelapor, KR (36), mendapat pengakuan dari adiknya, bahwa dirinya telah menjadi korban tindakan tidak senonoh yang dilakukan oleh S di rumah salah seorang warga bernama KH. "Korban mengaku dipegang pegang bagian tubuh sensitifnya dan perbuatan tindakan tidak pantas lainnya," ungkap Kapolsek Budiman. "Bahkan, ditemukan juga percakapan berisi ancaman dari pelaku di ponsel korban," tambah Kapolsek Budiman. Barang bukti yang diamankan satu helai baju kaos warna hitam, satu helai celana panjang warna krem, dan satu celana dalam warna abu abu gelap. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 82 jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Polsek Sungai Apit saat ini tengah melengkapi berkas penyidikan dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Siak untuk proses hukum selanjutnya Kapolsek Budiman mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih waspada dan aktif mengawasi aktivitas anak-anak mereka guna mencegah terjadinya tindak kejahatan serupa di lingkungan sekitar. "Mari sama-sama menjaga, dan mewaspadai lingkungan, sehingga lingkungan benar-benar sehat dan aman bagi semuanya," imbau Kapolsek Budiman.
Pekanbaru, Petah.id - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD) Riau, M Edy Afrizal imbau warga untuk waspada akan bemcana angin puting beliung.Hal itu menyusul terjadinya peristiwa yang menimpa warga Kamoung Sialang Sakti, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.Dikatakan M Edy Afrizal, pihaknya saat ini belum mendapatkan laporan atas musibah yang menimpa warga Siak tersebut.Namun, ia memastikan pihaknya tetap memantau peristiwa yang terjadi di Riau."Belum ada laporan ke kami, tapi kami memantau juga,” katanya.Namun demikian, jika pemerintah kabupaten/kota yang sedang dilanda bencana dan memerlukan bantuan. Hendaknya dapat segera melapor ke BPBD Provinsi Riau.“Kalau memerlukan bantuan berupa peralatan dan logistik, hendaknya melapor ke BPBD Riau. Kami akan berikan bantuan,” ujarnya. Terkait terjadinya bencana puting beliung beberapa waktu belakangan ini, dari Informasi yang pihaknya dapatkan hal tersebut akibat curah hujan yang mulai tinggi di Riau. Kemudian juga disertai dengan angin kencang yang sempat membuat kerusakan.“Karena Riau sudah memasuki musim hujan, sehingga diikuti dengan angin kencang,” sebutnya.Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat jika terjadi hujan lebat dan angin kencang. Hendaknya dapat mencari tempat perlindungan yang aman untuk menghindari terkena akibat dari bencana alam seperti puting beliung. “Kami imbau masyarakat untuk dapat berhati-hati ketika terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Hindari bangunan yang mudah rubuh dan juga pepohonan besar,” imbaunya.
Siak, Petah.id – Publik dihebohkan dengan mencuatnya kasus dugaan okenum kepala desa yang berada di Kabupaten Siak.Dugaan kasus korupsi tersebut terendus oleh warga Kampung Suka Mulya, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak.Warga menemukan adanya indikasi laporan pertanggungjawaban (SPJ) fiktif yang dilakukan oleh oknum kepala desa.Salah seorang warga M Nur Hopy mengatakan, temuan warga tersebut membuktikan rendahnya transparansi pengelolaan keuangan oleh pemerintah kampung.“Kami menemukan beberapa kegiatan yang tidak sesuai dengan SPJ. Warga juga punya hak untuk tahu, karena dana kampung itu berasal dari uang rakyat,” kata M Nur Hopy saat berada dalam forum audiensi di aula kantor kampung.Dlaam pertemuan tersebut, selain M nur Hopy warga lainnya juga mendesak Penghulu Kampung Suka Mulya, Akinur Setiadi untuk membuka data secara menyeluruh terkait pengelolaan anggaran dana desa."Kami juga menemukan sejumlah kegiatan pembangunan tidak sesuai dengan laporan yang tertera dalam SPJ," kata dia.Salah satunya, tambah M Nur Hopy, kegiatan pengerasan jalan yang dilakukan oleh pemerintah kampung di RT 005 RW 002 tahun 2024.Proyek itu, sambungnya, dilaporkan sudah selesai. Namun, terkuak bahwa pekerjaan itu tidak dikerjakan."Tapi anehnya SPJ pencairan itu dibuat untuk mencairkan anggaran. Tapi, foto yang digunakan untuk mencairkan dana menggunakan foto pengerasan jalan di tahun 2023," sebutnya."Bahkan bendara desa juga membenarkan bahwa pencairan pengerasan jalan anggaran 2024 menggunakan foto pengerasan jalan tahun 2024," sambungnya.Tidak sampai disitu itu, dalam pertemuan tersebut warga juga mempertanyakan terkait pencairan dana Karang Taruna dan Pemuda.Warga menilai, pencairan selama lima tahun terakhir dianggap tidak jelas penggunaannya. Sebab, organisasi karang taruna di kampung tersebut belum memiliki struktur kepengurusan yang sah.“Selama lima tahun terakhir dan itu sudah cair, tapi tidak pernah diserahkan ke Karang Taruna untuk membuat kegiatan," beber M Nur Hopy. Dirincikan M Nur Hopy, kalau setiap tahun dana karang taruna dan pemuda itu dianggarkan Rp20 juta setiap twhunnya, maka penghulu sudah mencairkam selama 5 tahun terakhir."Kalau setiap tahun anggaran pemuda dan karang taruna Rp20 juta, berarti sudah sekitar Rp100 juta yang di cairkan oleh Penghulu,” tuturnya.Sementara itu, Penghulu Kampung Suka Mulya, Aminur Setiadi menyebutkan anggaran pengerasan jalan menelan biaya Rp30 juta.Ia menjelaskan, saat itu bendahara desa enggan untuk mengelola uang pengerasan jalan tersebut."Bendahara tidak berani memegang uang itu, jadi saya yang pegang sebagai penghulu tentu saya bertanggung jawab," kata Aminur Setiadi dihadapan ratusan warga.Aminur Setiadi juga menjelaskan terkait anggaran dana karang taruna dan pemuda yang ditanyakan warga.Ia menyebutkan bahwa uang tersebut masih berada di tangannya. Ia juga menjelaskan pemuda tidak ada membuat SPJ.“Uang itu masih ada sama saya sekarang. Pemuda harus buat SPJ dulu kalau mau menggunakan anggaran itu, aturanya seperti itu,” ungkapnya.Terkait desakan warga untuk membuka rincian keuangan secara publik, Aminur menegaskan bahwa dirinya hanya berhak menyampaikan laporan ke atasan, bukan kepada masyarakat.“Pemerintah kampung punya aturan, data rinci hanya bisa kami buka ke pihak atasan,” tegasnya.Ia juga menyampaikan bahwa sejauh ini belum ada pemeriksaan dari Inspektorat. “Kalau nanti sudah diperiksa dan terbukti ada kesalahan, saya siap mengembalikan dana itu,” tambahnya.Selain itu, warga juga menyoroti terkait anggaran Linmas, Irmas, PAK, ternak sapi dan beberapa item lainya yang duga di kuasai oleh Penghulu.
Dumai, Petah.id - Masyarakat dumai dihebohkan dengan suara dentuman keras hingga mengguncang pemukiman.Dentuman itu, bersamaan dengan kilau api yang menjulang tinggi ke udara."Kami mendengar suara dentuman keras sekali, saat dilihat keluar rumah tampak api besar menyala nyala ke atas," kata Andi, salah seorang warga sekitar, Rabu (1/10/2025).Ternyata, sumber suara dentuman dan kilauan api tersebut berasal dari ledakan dari kilang Pertamina RU II Dumai."Ternyata sumber suara dan api itu dari kilang pertamina," ungkapnya.Peristiwa tersebut membuat warga kaget dan berhamburan keluar rumah sekitar pukul 21.00 WIB di kawasan Putri Tujuh, Kota Dumai, Riau.Area Manager Communication Relation & CSR Kilang Dumai, Agustiawan, membenarkan peristiwa tersebut.Saat ini tim sedang fokus untuk pemadaman dan penanganan kejadian ."Petugas penanganan diturunkan untuk dapat segera melakukan pemadaman ke lokasi kejadian untuk mengisolasi agar tidak meluas ke area lain," ujarnya.Dijelaskannya, bahwa penyebab kejadian belum diketahui. Saat ini tim masih fokus pada upaya penanganan kejadian.Agustiawan menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang membuat masyarakat sekitar terganggu kenyamannya."Mohon bantuan doa dari masyarakat, agar kejadian ini dapat segera kami tangani dengan baik," pungkasnya.
Indragiri Hulu, Petah.id – Aditya Kurniawan alias Adit (30) ditangkap polisi karena kedapatan mengedarkan narkoba jenis sabu di Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Adit merupakan seorang guru yang dinyatakan baru lulus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Dia akan dilantik pada Oktober 2025 ini, namun polisi lebih dahulu menangkapnya.Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan Adit kedapatan terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu bersama para rekannya. Penangkapan tersebut dilakukan oleh jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Inhu pada Minggu malam, (28/9/2025), di wilayah Kecamatan Seberida."Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya transaksi narkotika di Jalan Lintas Timur, Kelurahan Pangkalan Kasai," ujar Fahrian, Rabu (1/10/2025).Dari informasi itu, tim melakukan penyelidikan hingga berhasil meringkus dua orang, yakni Elga Ferdianto alias Elga (24), seorang wiraswasta, dan Rio Abdulrahman alias Rio (25), buruh, warga Buluh Rampai, Seberida. Dari tangan keduanya, polisi menyita sabu seberat 0,28 gram beserta sejumlah barang bukti lainnya."Tak berhenti sampai di situ, dari hasil interogasi Elga dan Rio, mereka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang bernama Adit, yang ternyata seorang oknum guru P3K di salah satu Sekolah Dasar di Inhu," kata Fahrian.Polisi pun bergerak cepat melakukan pengembangan. Sekitar pukul 22.00 WIB malam itu juga, tim berhasil menggerebek sebuah rumah di Kelurahan Pangkalan Kasai dan menemukan Adit bersama rekannya Juwanto alias Wanto (34).“Dari penggeledahan, ditemukan 14 bungkus sabu, 5 amplop putih, plastik pembungkus, serta dua unit handphone milik tersangka. Hasil pemeriksaan, Adit mengakui bahwa barang bukti tersebut adalah miliknya, sementara Wanto berperan sebagai orang yang menjemput sabu,” jelas Fahrian.Akibat perbuatannya, Adit bersama 3 pengedar lainnya kini mendekam di sel tahanan Polres Inhu. Hasil tes urine mereka juga positif menggunakan narkotika. Mereka dijerat Pasal 114 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman belasan tahun penjara.
Pekanbaru, Petah.id - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Subdit IV, Polda Riau berhasil membongkar praktek curang pengoplosan gas subsidi ke non subsidi.Sedikitnya, dua lokasi berhasil diungkap Polda Riau di Kelurahan Perhentian, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.Tiga orang pelaku berhasil diamankan dalam operasi yang dilakukan Selasa (30/9) malam. Modus yang dilakukan pelaku, gas LPG 3 kg dipindahkan ke tabung gas 12 kg untuk selanjutnya dipasarkan.Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro Ridwan melalui Kasubdit IV AKBP Nasriadi mengatakan, lokasi pertama berada di sebuah rumah di Jalan Bangau IV, Kelurahan Perhentian, Kecamatan Marpoyan Damai. Di rumah nomor 64 itu, polisi menemukan aktivitas pengoplosan gas dengan modus menggunakan plang usaha bertuliskan Pangkalan LPG Rizky Bersaudara.Didepan rumah ada sebuah truk bak merah dengan nomor polisi BM 9653 TS yang mengangkut puluhan tabung gas ukuran 3 kg dan 35 kg. “Hasil penyelidikan sementara, gas yang dioplos ini dibawa ke rumah pria inisial D di Jalan Bangau I, untuk dipasarkan kembali,” ungkap Nasriadi.Tak jauh dari lokasi pertama, tepatnya di Jalan Bangau I nomor 35, Perumahan Griya Sidomulyo, polisi menemukan gudang penyimpanan gas oplosan. Rumah milik Deni Achmad Faizal tersebut telah disulap menjadi tempat distribusi. Bagian garasi dipenuhi tabung besar, sementara di bagian depan rumah terlihat tumpukan tabung gas 3 kg yang disamarkan dengan deretan galon air.Ketua RT setempat, Hendri, mengaku kaget dengan terbongkarnya kasus ini. Ia menyebut Deni sudah tinggal hampir 10 tahun di lingkungannya dan dikenal ramah serta mudah bergaul. “Usaha menjual gas 3 kg sudah dijalankan sekitar empat tahun. Tidak pernah ada tanda-tanda mencurigakan, bahkan ketersediaan gas di lingkungan kami selalu cukup,” ujarnya.Saat ini, ratusan tabung gas dari berbagai ukuran serta satu unit kendaraan pengangkut telah diamankan di Mapolda Riau sebagai barang bukti. Polisi juga terus mendalami jaringan distribusi gas oplosan tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.“Peran masing-masing pelaku masih kami telusuri, dan perkembangan lebih lanjut akan segera kami sampaikan,” tegas Nasriadi.