Pemkab Siak Keluarkan Rp70 Miliar per Tahun Hanya untuk Biaya Listrik, Afni : Hematlah
Siak

Pemkab Siak Keluarkan Rp70 Miliar per Tahun Hanya untuk Biaya Listrik, Afni : Hematlah

Siak, Petah.id - Bupati Siak Afni Zulkifli, menyampaikan bahwa biaya listrik Pemkab mencapai Rp70 miliar/tahun. Angka tersebut terlalu besar di saat kondisi daerah mengalami defisit keuangan. Untuk itu, Afni meminta kepada seluruh ASN dan Honorer yang tersebar di seluruh Perangkat Daerah (PD) untuk berhemat listrik. Jika tidak berada di ruangan, matikan lampu, AC dan perangkat lunak. "Tolong ya, mari kita hemat listrik, matikan seluruh lampu dan AC saat pulang kerja. Angka Rp70 miliar pertahun ini bukan kecil, terjadi kebocoran kita di biaya listrik," ujarnya, saat berkunjung ke Kominfo Siak, Rabu (29/10/2025). Afni minta mulai dari sekarang pimpinan Perangkat Daerah (PD) mengintruksikan stafnya agar berhemat daya listrik. Dengan begitu dapat menekan biaya listrik. "Jika kita berhemat listrik berapa banyak uang yang bisa terselamatkan. Kita bisa arahkan untuk yang lain, bayar gaji kalian misalnya," tutur Afni. Pemerintah Kabupaten Siak terus mencari cara, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penataan aset Daerah baik bergerak maupun tidak bergerak. "Hasil cek kendaraan kemarin kita sudah lelang kendaraan Dinas. Kemudian kita inventarisir aset Pemkab berupa tanah yang tersebar di kecamatan. Masyarakat bisa memanfaatkan melalui pinjam sewa," sebutnya. Kunjungan itu, merupakan hal biasa, Afni ingin melihat lebih dekat peran dan fungsi dinas melalui tatap muka bersama ASN. Selain berkunjung ke Kominfo Afni juga sudah melakukan kunjungan ke sejumlah Dinas, Badan dan Kecamatan. Diakhir kunjungan nya, Bupati Afni menekankan pentingnya peran Kominfo kunci dari keterbukaan informasi publik. Ia juga membahas rencana kebijakan ke depan menekankan pentingnya efisiensi dan transparansi informasi serta penguatan sistem digital di lingkungan Pemerintah Daerah.

Polsek Tualang Ringkus Pencuri TBS di PT SIR, Kerugian Capai Rp 8 Juta
Siak

Polsek Tualang Ringkus Pencuri TBS di PT SIR, Kerugian Capai Rp 8 Juta

Siak, Petah.id - Polsek Tualang berhasil meringkus seorang pelaku pencurian puluhan tandan buah sawit segar (TBS) milik PT Surya Inti Sari Raya (SIR) di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Pelaku berinisial HE Als TS (33) diamankan bersama 43 tandan sawit curian, sementara dua rekannya kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).​Kapolsek Tualang Kompol Hendrix, menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari patroli rutin petugas keamanan perusahaan pada Minggu (26/10/2025) sekitar pukul 11.30 WIB di areal J33 Afdeling 3, Desa Tualang.​"Saat petugas keamanan mengecek sumber suara egrek yang mencurigakan, terlihat satu orang tengah memanen buah sawit. Pelaku berinisial HE Als TS berhasil diamankan, namun dua rekannya berhasil melarikan diri," ujar Kompol Hendrix, Selasa (28/10/2025).​Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa 43 tandan buah sawit segar (TBS). Kerugian yang dialami PT. SIR ditaksir mencapai sekitar Rp8.989.890.​Sementara itu, dua rekan pelaku yang kabur, berinisial AS dan IT, kini telah ditetapkan sebagai DPO dan masih dalam pengejaran pihak kepolisian.​Atas perbuatannya, pelaku HE Als TS dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Pelaku terancam hukuman 7 tahun penjara.​"Polsek Tualang terus melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk memburu dua pelaku DPO lainnya. Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui keberadaan DPO tersebut," tegas Kapolsek.​Saat ini, pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polsek Tualang untuk proses hukum lebih lanjut. Langkah-langkah kepolisian seperti olah TKP, pemeriksaan saksi, dan penyitaan barang bukti telah dilakukan.

Dihantam Gelombang, Nelayan di Meranti Dikabarkan Hilang
Kepulauan Meranti

Dihantam Gelombang, Nelayan di Meranti Dikabarkan Hilang

Meranti, Petah.id – Suparno (55) warga Dusun 1 Desa Telesung, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti dikabarkan hilang setelah kapal yang ditumpanginya dihantam gelombang, Jumat (24/10/2025) malam.Aparat dan warga bersama sama melakukan pencarian Suparno hingga Sabtu (25/10) pagi.Kapolsek Rangsang, IPDA D Turnip menjelaskan kronologi kejadian mula saat korban bersama rekannya, Atat (37), sedang memperbaiki gumbang atau alat tangkap ikan di tengah laut, sekitar tiga mil dari bibir pantai.“Sekitar pukul 21.30 WIB, tiba-tiba datang angin kencang yang menyebabkan gelombang tinggi dan air laut masuk ke dalam kapal,” kata IPDA Turnip, Sabtu (25/10/2025) sore.Korban dan rekannya sempat berusaha mengeluarkan air dari dalam kapal. Namun, tidak lama kemudian, saksi mendengar teriakan minta tolong sebanyak dua kali dari arah korban yang berada di haluan kapal. Saat melihat ke depan, korban sudah tidak tampak.“Saksi sempat menyalakan mesin kapal dan berupaya mencari korban di sekitar lokasi, namun kondisi gelap dan cuaca buruk membuat pencarian sulit dilakukan,” jelasnya.Setelah tidak menemukan korban, saksi kemudian menghubungi pemilik gumbang, Harwanto alias Acuan (47), dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.Tim gabungan dari Polsek Rangsang bersama masyarakat sebanyak 12 orang langsung melakukan pencarian menggunakan dua unit kapal. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Sat Polair Polres Kepulauan Meranti dan Basarnas setempat.“Hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan. Personel Polsek Rangsang bersama masyarakat masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian,” kata IPDA Turnip. 

Sebelum Diserang Harimau, Pencari Damar di Inhu Sempat Mendengar Raungan
Indragiri Hulu

Sebelum Diserang Harimau, Pencari Damar di Inhu Sempat Mendengar Raungan

Pekanbaru, Petah.id - Buntet (28) diserang tiga ekor harimau di kawasan Sungai Balam, Dusun Nunusan, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu saat mencari damar untuk memperbaiki perahunya.Ia berhasil selamat. Namun, kaki  Buntet mengalami luka luka akibat serangan harimau tersebut.Peristiwa mencekam itu terjadi sekitar pukul 09.00 Wib pada Rabu (22/10/2026) di wilayah yang termasuk dalam zona tradisional Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT).Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Ujang Holisudin menyebutkan, ssbelum diserang harimau, korban sempat mendengar suara raungan dari kejauhan."Cerita korban, ia sempat mendengar raungan harimau dari kejauhan, tapi ia abaikan karena sudah terbiasa mendengar suara binatang buas di kawasan hutan tersebut," ungkap Ujang Holisidun.Tak selang lama dari suara raungan tersebut,  tambah Ujang Holisidun, tiga ekor harimau muncul. Dua harimau dewasa dan satu masih anakan."Harimau muncul dan menyerang. Induk harimau menyerang pergelangan kaki kiri korban, sementara anaknya menggigit lutut kanan," tambah Ujang Holisudin.Dalam kondisi terluka, korban sempat melawan dengan memukul wajah anak harimau hingga terpental. Melihat hal itu, induknya melepaskan cengkeramannya dan pergi meninggalkan lokasi bersama anaknya.Setelah serangan berakhir, Butet yang berlumuran darah berjalan kaki menuju permukiman warga. Sekitar pukul 12.30 WIB, ia ditemukan dan segera dibawa ke Desa Rantau Langsat, lalu dirawat di Puskesmas Siberida sebelum dirujuk ke RSUD Indrasari Rengat pada pukul 15.30 WIB untuk perawatan intensif.Setelah menerima laporan kejadian tersebut, Tim BBKSDA Riau bersama Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh langsung turun ke lapangan untuk memantau lokasi kejadian serta menemui korban dan keluarganya. Selain itu, tim BBKSDA kepada warga sekitar juga mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar kawasan hutan.“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas sendirian di dalam atau sekitar hutan, dan segera melapor kepada aparat desa atau petugas jika menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar,” pesan Ujang.

HUT ke-61, Partai Golkar Siak Berbagi dan Peduli Kesehatan
Siak

HUT ke-61, Partai Golkar Siak Berbagi dan Peduli Kesehatan

Siak, Petah.id - Memperingati Hari Ulang Tahun ke-61, DPD II Partai Golkar menyatu dengan masyarakat dengan menyongsong tema solidaritas sosial dan kegiatan berbasis kepedulian terhadap masyarakat.Dikatakan Ketua DPD II Partai Golkar Indra Gunawan SE, yang juga Ketua DPRD Siak, dan  akrab disapa Ngah Ige, sebagai tanda cinta kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh atas tumbuh kembang dan kemajuan Partai Golkar, pihaknya  membagikan 1.000 paket sembako.Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian 1.000 sembako, berlangsung di Kecamatan Kandis tepatnya di Kelurahan Kandis Kota.Kegiatan tersebut dihadiri Ketua dan Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Syamsuar dan Pariaman Ihwan serta didampingi pengurus harian DPD Partai Golkar Kabupaten Siak beserta Fraksi Partai Golkar Kabupaten Siak.Sentuhan, tegur sapa, doa doa mengalir dari para penerima yang mengharapkan kebaikan untuk Partai Golkar.“Kami benar benar terharu, karena doa yang sama kami panjatkan untuk seluruh masyarakat agar hidup rukun, damai dengan ekonomi semakin membaik,” ucap Ketua Indra Gunawan, Rabu (22/10/2025) siang.Partai Golkar tidak sebesar ini tanpa pengurus, kader dan simpatisan, serta seluruh masyarakat. “Kami ada untuk masyarakat, makanya kami akan terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” kata Ketua Indra.Selain berbagi kegembiraan dengan sembako, DPD II Partai Golkar Siak juga menggelar cek kesehatan dan berobat gratis.“Kami ingin memastikan masyarakat tetap sehat, sehingga dapat beraktivitas dengan baik pula,” sebut Ngah Ige.Kesehatan salah satu hal terpenting dalam menjalani aktivitas sehari hari. Sebagai bentuk perhatian dan dukungan, pihaknya menggelar berobat dan pengecekan kesehatan secara gratis.“Kami jemput bola, kami temui masyarakat dan kami memastikan semua terlayani dengan baik,” ucap Ketua Indra Gunawan, usai senam sehat bersama masyarakat.Rangkaian kegiatan peringatan HUT Partai Golkar masih ada lagi, diantaranya lomba memancing, menyantuni anak yatim, serta siarah ke makam para sultan yang telah membangun peradaban di tanah Melayu Kabupaten Siak.

Pencari Damar di Inhu Diserang Dua Ekor Harimau, BBKSDA : Korban Digigit di Bagian Pergelangan Kaki dan Lutut
Pekanbaru

Pencari Damar di Inhu Diserang Dua Ekor Harimau, BBKSDA : Korban Digigit di Bagian Pergelangan Kaki dan Lutut

Pekanbaru, Petah.id  - Nasib naas menimpa Butet (27) pencari damar di kawasan Sungai Balam, Dusun Nunusan, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu.Ia diterkam dua ekor harimau dan mengalami luka pada bagian kaki.Dikatakan Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Ujang Holisudin menjelaskan, peristiwa mencekam itu terjadi sekitar pukul 09.00 Wib pada Rabu (22/10/2026).“Lokasi kejadian berada di wilayah yang termasuk dalam zona tradisional Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT),” kata Ujang Holisudin.Ditambahkan Ujang Holisudin, dari keterangan korban, ia diserang harimau saat memanen damar untuk menambal perahunya.Sebelum Butet diserang, sambung Ujang Holisudin, sebenarnya Butet sudah mendengar suara raungan harimau dari kejauhan. Namun, ia mengabaikannya karena sudah terbiasa mendengar suara satwa liar di kawasan hutan tersebut."Tak lama kemudian, dua ekor harimau muncul seekor induk dan anaknya. Induk harimau menyerang pergelangan kaki kiri korban, sementara anaknya menggigit lutut kanan," tambah Ujang Holisudin.Lanjut Ujang Holisudin, dari pengamatan tim BBKSD, penyerangan itu diduga induk harimau sedang mengajarkan anaknya untuk berburu.“Dari pengamatan tim BBKSDA, kemungkinan besar induk harimau sedang mengajarkan anaknya berburu,” jelas Ujang Holisudin.Dalam kondisi terluka, korban sempat melawan dengan memukul wajah anak harimau hingga terpental. Melihat hal itu, induknya melepaskan cengkeramannya dan pergi meninggalkan lokasi bersama anaknya.Setelah serangan berakhir, Butet yang berlumuran darah berjalan kaki menuju permukiman warga. Sekitar pukul 12.30 WIB, ia ditemukan dan segera dibawa ke Desa Rantau Langsat, lalu dirawat di Puskesmas Siberida sebelum dirujuk ke RSUD Indrasari Rengat pada pukul 15.30 WIB untuk perawatan intensif.Setelah menerima laporan kejadian tersebut, Tim BBKSDA Riau bersama Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh langsung turun ke lapangan untuk memantau lokasi kejadian serta menemui korban dan keluarganya. Selain itu, tim BBKSDA kepada warga sekitar juga mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar kawasan hutan.“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas sendirian di dalam atau sekitar hutan, dan segera melapor kepada aparat desa atau petugas jika menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar,” pesan Ujang.Ia juga menegaskan bahwa harimau sumatera merupakan satwa endemik yang berstatus critically endangered (sangat terancam punah) menurut daftar merah IUCN. Konflik antara manusia dan harimau di Riau, katanya, kerap terjadi di wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi akibat semakin sempitnya ruang jelajah satwa tersebut.“Pasca insiden, BBKSDA Riau bersama pemerintah desa dan pihak TNBT terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan keamanan warga sekaligus menjaga kelestarian harimau sumatera agar tetap hidup harmonis di habitat alaminya,” pungkas Ujang.

Buntut Tiga Napi Kabur, Kanwil Dinjetpas Riau Periksa Pegawai Rutan Siak
Pekanbaru

Buntut Tiga Napi Kabur, Kanwil Dinjetpas Riau Periksa Pegawai Rutan Siak

Pekanbaru, Petah.id - Setelah terjadinya peristiwa tiga napi kabur dari Rutan Kelas IIB Siak, sejumlah pegawai jaga dan Kepala Rutan (Karutan) Siak diperiksa Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau.Dikatakan Kepala Kanwil Ditjenpas Riau Maizar, pemeriksaan itu tentunya berkaitan dengan peristiwa kaburnya 3 tahanan di Rutan Kelas IIB Siak beberapa waktu lalu."Tentunya dilakukan pemeriksaan, terkait siapa yang berjaga, kita akan periksa semua. Posisi saat kejadian lagi di mana, posisi di blok apa, semua diperiksa oleh tim kita yang akan datang ke Siak untuk melakukan pemeriksaan," ujar Kepala Kanwil Ditjenpas Riau, Maizar Senin (20/10/2025).Bahkan, Kepala Rutan (Karutan) dan Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Siak juga turut diperiksa. Meski petugas berhasil menangkap kembali dua napi yang berusaha kabur, namun tak bisa mengelak dari tanggung jawab.“Yang jelas satu regu jaga malam itu kita periksa. KPR juga diperiksa, walaupun dia yang ikut menangkap, termasuk Kepala Rutan kita periksa," tegasnya.Seperti diketahui, tiga tahanan yang kabur tersebut, masing-masing Satria Adi Putra (30), Safrudis (32) dan Epi Saputra (34), melarikan diri dari Rutan pada Minggu (19/10/2025) dini hari.Mereka kabur setelah berhasil merusak kuping engsel pintu sel. Tahanan atas nama Satria Adi Putra dan Safrudis, berhasil ditangkap kembali oleh petugas Rutan. Sementara Epi Saputra, hingga Kini masih dalam proses pencarian.“Tertangkap sudah dua, satu lagi belum, lagi dilakukan pencarian. Kami bekerjasama dengan aparat TNI Polri, Lurah, bahkan RT RW tempat dia (tahanan kabur) tinggal. Nama dan foto sudah disebar, kita minta mohon bantu diamankan,” ucap Maizar.Maizar menjelaskan, pasca kejadian pihaknya memerintahkan agar pengamanan dan pengawasan lebih diperketat pada blok-blok hunian. “Kita memperketat pengawasan, juga kontrol rutin di blok-blok hunian, periksa gembok-gembok, melakukan deteksi dini, sehingga tidak lagi terjadi hal-hal yang mengganggu keamanan dan ketertiban di Rutan,” ujarnya.Menurut Maizar, kelebihan kapasitas menjadi salah satu permasalahan krusial yang terjadi di Rutan Siak. Kelebihan kapasitas sudah mencapai 300 persen.Sebelumnya, tiga narapidana terpidana mati kasus narkoba kabur dari sel Kamar Pengendali Narkoba (KPM) di Rutan Kelas IIB Siak, Minggu 19 Oktober 2025 di Kabupaten Siak, Riau. Dua di antaranya berhasil ditangkap, sementara satu napi lainnya masih buron.Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto memgatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.50 WIB. Petugas mendengar suara mencurigakan di atap seng, lalu mengecek sumber suara. Dari rekaman CCTV, terlihat seorang napi melompat dari atap rutan."Petugas langsung bergerak dan berhasil mengamankan dua napi yang kabur, sementara satu orang masih dalam pengejaran," ujar Anom.

Delapan Fraksi DPRD Siak Beri Pandangan Umum Terhadap Ranperda RPJMD 2025-2029
Siak

Delapan Fraksi DPRD Siak Beri Pandangan Umum Terhadap Ranperda RPJMD 2025-2029

Siak, Petah.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak menggelar Rapat Paripurna ke-14 masa persidangan kesatu tahun 2025 dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Siak Tahun 2025–2029 di Ruang Rapat Paripurna Putri Kacamayang DPRD Kabupaten Siak, Selasa (21/10/2025).Berlangsung di ruang sidang utama DPRD Siak rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Siak, Indra Gunawan dan dihadiri oleh Wakil Bupati Siak Syamsurizal, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Staf Ahli, Kepala OPD, pimpinan BUMD, serta undangan lainnya.Dalam sambutannya, Ketua DPRD Indra Gunawan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya rapat yang merupakan bagian penting dalam proses pembahasan Ranperda RPJMD. Ia menjelaskan bahwa dokumen RPJMD menjadi arah kebijakan pembangunan Kabupaten Siak untuk lima tahun ke depan, sejalan dengan visi dan misi kepala daerah.“Pembahasan Ranperda RPJMD ini, momentum untuk memastikan arah pembangunan daerah benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat, berkelanjutan, dan selaras dengan kebijakan nasional maupun provinsi,” kata Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan.Indra menjelaskan, paripurna ini merupakan tahapan lanjutan setelah penyampaian penjelasan awal oleh Bupati Siak dalam rapat sebelumnya pada 20 Oktober 2025. Sambung Indra, berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018, pembahasan Ranperda meliputi penjelasan kepala daerah, pandangan umum fraksi, serta tanggapan atau jawaban kepala daerah atas pandangan fraksi.Pada kesempatan tersebut, delapan fraksi DPRD Kabupaten Siak secara bergiliran menyampaikan pandangan umum, yaitu:Fraksi Golkar, PAN, PKB Plus, NasDem, PDI Perjuangan, PKS, Persatuan Pembangunan Rakyat (PPR), dan Gerindra."Masing-masing fraksi menyampaikan sejumlah pandangan, saran, dan catatan strategis terkait arah pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan ekonomi daerah, serta penguatan tata kelola pemerintahan," sebutnya.Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Siak, Syamsurizal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh fraksi DPRD atas pandangan yang disampaikan secara konstruktif dan objektif. Syamsurizal menegaskan, seluruh masukan dari DPRD akan menjadi bahan berharga bagi pemerintah daerah dalam penyempurnaan dokumen RPJMD.“Pemerintah Kabupaten Siak sangat menghargai pandangan dan masukan dari setiap fraksi DPRD. Semua aspirasi tersebut akan kami kaji dan tindaklanjuti agar arah pembangunan lima tahun ke depan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Syamsurizal.Lebih lanjut, Syamsurizal menegaskan bahwa penyusunan RPJMD 2025–2029 disusun secara partisipatif dan berbasis data, dengan mengutamakan keberlanjutan pembangunan di berbagai sektor.“RPJMD ini bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif untuk membawa Siak menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan sejahtera,” tutupnya.

Pemkab Siak dan Ombusdman Riau Sepakat Tingkatkan Kualitas Layanan Publik
Siak

Pemkab Siak dan Ombusdman Riau Sepakat Tingkatkan Kualitas Layanan Publik

Siak, Petah.id - Bupati Siak Afni melakukan kunjungan kerja ke Kantor Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Riau. Kunjungan itu disambut langsung Kepala Ombudsman Riau, Bambang Pratama. Pertemuan tersebut membahas sejumlah catatan hasil pemantauan Ombudsman terhadap pelayanan publik di Kabupaten Siak, khususnya penyelenggaraan Mall Pelayanan Publik (MPP) Siak.Kepala Ombudsman Riau menyampaikan bahwa meskipun MPP Siak telah memiliki bangunan dan arsitektur yang sangat baik, namun dari sisi pelayanan dan tata kelola internal masih perlu diperkuat. Salah satu hal mendasar yang perlu segera dibenahi adalah struktur organisasi dan regulasi kelembagaan MPP. Karena, hingga kini belum memiliki Surat Keputusan (SK) struktur organisasi yang jelas.“Secara fisik, MPP Siak sudah sangat representatif, namun dari sisi manajemen layanan masih belum optimal. Idealnya, seluruh layanan publik terpusat di MPP, tetapi saat ini masih ada sejumlah perangkat daerah yang memberikan layanan di luar gedung MPP. Kami berharap ke depan, seluruh layanan dapat terintegrasi dan dipusatkan di MPP Siak,” ujar Bambang Pratama, di Pekanbaru, Senin (20/10/2025).Selain itu, Ombudsman Perwakilan Riau juga mencatat masih adanya kendala teknis yang perlu diperbaiki, seperti fasilitas pendingin ruangan di lantai dua yang belum berfungsi, serta jumlah tenant atau stan layanan yang masih terbatas. saat ini baru sekitar 14 dari kebutuhan 30 stan yang aktif. Bambang menekankan, pentingnya memaksimalkan pemanfaatan gedung-gedung milik daerah agar benar-benar menjadi pusat aktivitas publik yang produktif.“Gedung Daerah yang sudah dibangun dengan anggaran besar harus dimanfaatkan secara optimal. Jangan sampai hanya menjadi bangunan megah, tapi tidak hidup fungsinya. MPP Siak bisa menjadi contoh bagaimana aset daerah digunakan sepenuhnya untuk kepentingan pelayanan publik yang efektif dan dekat dengan masyarakat,” tegasnya.Ditambahkan Bambang, bahwa kondisi MPP saat ini belum memungkinkan untuk menjadi pusat layanan terpadu sepenuhnya, jika dilihat dari keterbatasan ruang dan jumlah tenang yang tersedia.“Kita bandingkan kapasitas ruang dengan jumlah layanan yang ideal, MPP saat ini memang masih terbatas. Karena itu, kita bisa mengoptimalkan gedung-gedung daerah lain di sekitar pusat kota sebagai lokasi tambahan untuk pelayanan publik. Misalnya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dapat dipindahkan ke sana, sehingga seluruh layanan bisa lebih terpusat dan mudah diakses,” jelas Bambang.Selain itu, Ia juga mengusulkan agar gedung daerah tidak hanya dimanfaatkan untuk pelayanan administratif, tetapi juga dihidupkan sebagai ruang publik.“Ruang-ruang di gedung daerah bisa dihidupkan dengan menghadirkan gerai UMKM, mini market, area kuliner, serta ruang bermain anak. Dengan begitu, masyarakat yang datang untuk mengurus layanan juga dapat menikmati fasilitas publik lain. Hal ini akan menjadikan kawasan MPP benar-benar hidup dan menjadi pusat interaksi masyarakat,” tambahnya.Selain itu, Ombudsman juga mendorong adanya inovasi pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat, misalnya kerja sama antara Dinas PMPTSP dengan Kantor Urusan Agama (KUA) untuk membuka layanan pernikahan gratis terpadu di MPP, yang juga dapat terintegrasi dengan penerbitan KTP dan KK secara gratis bagi pasangan yang menikah.Bambang juga menyoroti tingkat kunjungan masyarakat ke MPP Siak saat ini masih rendah. "Perlu strategi untuk menghidupkan suasana MPP agar menjadi pusat aktivitas publik yang menarik, inklusif, dan ramah bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyediaan fasilitas untuk penyandang disabilitas, pelaku UMKM, dan anak-anak," tutur Bambang.Sementara itu, Bupati Siak Afni menyampaikan apresiasi atas masukan dan rekomendasi Ombudsman Riau terhadap pelayanan publik di Kabupaten Siak."Masukan Ombudsman sangat berharga bagi kami untuk memperbaiki pelayanan publik di Kabupaten Siak. Kami akan tindaklanjuti rekomendasi tersebut, termasuk memperkuat kelembagaan dan memusatkan seluruh layanan di MPP,” ujar Afni.Bupati juga menegaskan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja MPP Siak, termasuk efektivitas pelayanan, struktur organisasi, dan efisiensi pembiayaan pelayanan “Saya ingin MPP Siak benar-benar menjadi pusat pelayanan publik yang efisien dan ramah masyarakat. Jika layanan sudah terpusat, kita bisa menghemat biaya listrik, SDM, bahkan memungkinkan penerapan konsep work from anywhere (WFA) bagi ASN tertentu. Ini langkah konkret untuk efisiensi di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas,” tambahnya.Selain optimalisasi layanan tatap muka, Bupati Afni juga menekankan pentingnya digitalisasi layanan publik agar masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kabupaten tetap dapat mengakses layanan melalui smartphone atau aplikasi daring.“Kita bisa belajar dari praktik baik di daerah lain, seperti Surabaya. Digitalisasi layanan publik adalah keniscayaan, dan ini akan menjadi arah inovasi pelayanan di Siak ke depan,” ujarnya.Di akhir pertemuan, Bupati Afni menyampaikan keinginannya untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Ombudsman.“Kami siap berkolaborasi dengan Ombudsman, dari pertemuan ini kami perlu nantinya susun bersama Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperkuat pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Siak," sebutnya.Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Siak menegaskan komitmennya untuk menjadikan Mal Pelayanan Publik (MPP) Siak sebagai simbol transformasi pelayanan publik yang berintegritas, inklusif, dan berbasis digital. 

DPRD Siak Setujui Perda SOTK, Bupati Afni : Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif dan Efisien
Siak

DPRD Siak Setujui Perda SOTK, Bupati Afni : Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif dan Efisien

Siak, Petah.id - DPRD Kabupaten Siak menyetujui penetapan Peraturan Daerah tentang Perubahan Keempat atas Perda Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, melalui Rapat Paripurna DPRD yang digelar di Ruang Rapat Paripurna Putri Kacamayang, Gedung Panglima Ghimban, Senin (20/10/2025).Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Siak, Indra Gunawan.Dalam rapat tersebut, Indra Gunawan meminta persetujuan dari anggota DPRD Siak yang hadir secara lisan terkait penandatanganan keputusan bersama serta penyampaian Ranperda tentang RPJMD Kabupaten Siak 2025-2029.Dalam laporan Panitia Khusus (Pansus) A DPRD yang disampaikan oleh Ridha Alwis Effendi menyebutkan, bahwa Pansus A telah menuntaskan pembahasan terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), yakni tentang perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Rancangan Perda tentang Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Siak, Kota Cerdas (Smart City), dan Penanaman Modal. Dari empat Ranperda tersebut, baru Ranperda tentang perubahan SOTK yang sudah ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).“Ranperda ini telah melalui proses pembahasan mendalam yang melibatkan perangkat daerah terkait dan dukungan pemerintah daerah. Perubahan dilakukan untuk menyesuaikan struktur perangkat daerah agar lebih efisien dan efektif,” jelas Ridha.Perubahan tersebut, sambung Ridha, bertujuan menyederhanakan jumlah organisasi perangkat daerah dari 29 menjadi 26 OPD, dengan penggabungan beberapa dinas yang memiliki urusan serumpun.Adapun dinas yang digabungkan menjdi satu yakni : 1. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga.2. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana,3. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, 4. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian Perikanan5. Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM.Selain itu, ada pula pemisahan perangkat daerah untuk memperkuat fungsi dan fokus kerja seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Dinas Pendidikan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan kawasan permukiman yang dipisah menjadi dua perangkat.Badan Keuangan Daerah menjadi dua lembaga yaitu Badan Keuangan, serta  Aset Daerah dan Pendapatan Daerah.Sementara itu, untuk tiga Ranperda lainnya, tentang Lembaga Adat Melayu Riau, Kota Cerdas, dan Penanaman Modal yang masih dalam proses pendalaman dan koordinasi lintas sektor sebelum disetujui bersama.Bupati Siak Afni menyampaikan, apresiasi atas kerja sama Pemkab Siak dan DPRD dalam membahas dan menyetujui perubahan struktur Perangkat Daerah (PD) itu.“Pembentukan dan penataan perangkat daerah merupakan instrumen penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Afni.Ia berharap perangkat daerah yang telah dibentuk mampu meningkatkan pelayanan publik, melaksanakan urusan pemerintahan dengan optimal, serta memperkuat daya saing daerah guna mendukung visi dan misi Kabupaten Siak 2025–2029.Pada kesempatan itu, Bupati Afni juga menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Siak Tahun 2025–2029, sebagai arah pembangunan lima tahun ke depan.“RPJMD ini menjadi dokumen utama perencanaan pembangunan daerah, sekaligus pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam menyusun rencana strategis dan rencana kerja lima tahun ke depan,” kata Afni.Afni menjelaskan, penyusunan RPJMD dilakukan sesuai Permendagri Nomor 2 Tahun 2025 tentang pedoman penyusunan RPJMD dan renstra perangkat daerah, serta diselaraskan dengan RPJPD Kabupaten Siak 2025–2045, RPJMN 2025–2029, dan RPJMD Provinsi Riau 2025–2029.“Keberhasilan RPJMD bergantung pada sinergi antara pemerintah, DPRD, masyarakat, dunia usaha, dan akademisi. Saya mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif memberi masukan agar RPJMD ini benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat Siak,” sebut Afni."Dengan semangat gotong royong, profesionalisme, dan kebersamaan mari kita wujudkan RPJMD Kabupaten Siak 2025–2029 sebagai fondasi kokoh menuju Siak yang lebih maju, bermartabat, dan berdaya saing berbasis ekologi,” tutup Afni.

Halaman 4 dari 164