Siak, Petah.id - Bupati Siak Afni Zulkifli, menyampaikan bahwa biaya listrik Pemkab mencapai Rp70 miliar/tahun. Angka tersebut terlalu besar di saat kondisi daerah mengalami defisit keuangan. Untuk itu, Afni meminta kepada seluruh ASN dan Honorer yang tersebar di seluruh Perangkat Daerah (PD) untuk berhemat listrik. Jika tidak berada di ruangan, matikan lampu, AC dan perangkat lunak. "Tolong ya, mari kita hemat listrik, matikan seluruh lampu dan AC saat pulang kerja. Angka Rp70 miliar pertahun ini bukan kecil, terjadi kebocoran kita di biaya listrik," ujarnya, saat berkunjung ke Kominfo Siak, Rabu (29/10/2025). Afni minta mulai dari sekarang pimpinan Perangkat Daerah (PD) mengintruksikan stafnya agar berhemat daya listrik. Dengan begitu dapat menekan biaya listrik. "Jika kita berhemat listrik berapa banyak uang yang bisa terselamatkan. Kita bisa arahkan untuk yang lain, bayar gaji kalian misalnya," tutur Afni. Pemerintah Kabupaten Siak terus mencari cara, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penataan aset Daerah baik bergerak maupun tidak bergerak. "Hasil cek kendaraan kemarin kita sudah lelang kendaraan Dinas. Kemudian kita inventarisir aset Pemkab berupa tanah yang tersebar di kecamatan. Masyarakat bisa memanfaatkan melalui pinjam sewa," sebutnya. Kunjungan itu, merupakan hal biasa, Afni ingin melihat lebih dekat peran dan fungsi dinas melalui tatap muka bersama ASN. Selain berkunjung ke Kominfo Afni juga sudah melakukan kunjungan ke sejumlah Dinas, Badan dan Kecamatan. Diakhir kunjungan nya, Bupati Afni menekankan pentingnya peran Kominfo kunci dari keterbukaan informasi publik. Ia juga membahas rencana kebijakan ke depan menekankan pentingnya efisiensi dan transparansi informasi serta penguatan sistem digital di lingkungan Pemerintah Daerah.
Siak, Petah.id - Polsek Tualang berhasil meringkus seorang pelaku pencurian puluhan tandan buah sawit segar (TBS) milik PT Surya Inti Sari Raya (SIR) di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Pelaku berinisial HE Als TS (33) diamankan bersama 43 tandan sawit curian, sementara dua rekannya kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).Kapolsek Tualang Kompol Hendrix, menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari patroli rutin petugas keamanan perusahaan pada Minggu (26/10/2025) sekitar pukul 11.30 WIB di areal J33 Afdeling 3, Desa Tualang."Saat petugas keamanan mengecek sumber suara egrek yang mencurigakan, terlihat satu orang tengah memanen buah sawit. Pelaku berinisial HE Als TS berhasil diamankan, namun dua rekannya berhasil melarikan diri," ujar Kompol Hendrix, Selasa (28/10/2025).Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa 43 tandan buah sawit segar (TBS). Kerugian yang dialami PT. SIR ditaksir mencapai sekitar Rp8.989.890.Sementara itu, dua rekan pelaku yang kabur, berinisial AS dan IT, kini telah ditetapkan sebagai DPO dan masih dalam pengejaran pihak kepolisian.Atas perbuatannya, pelaku HE Als TS dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Pelaku terancam hukuman 7 tahun penjara."Polsek Tualang terus melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk memburu dua pelaku DPO lainnya. Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui keberadaan DPO tersebut," tegas Kapolsek.Saat ini, pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polsek Tualang untuk proses hukum lebih lanjut. Langkah-langkah kepolisian seperti olah TKP, pemeriksaan saksi, dan penyitaan barang bukti telah dilakukan.
Siak, Petah.id - Memperingati Hari Ulang Tahun ke-61, DPD II Partai Golkar menyatu dengan masyarakat dengan menyongsong tema solidaritas sosial dan kegiatan berbasis kepedulian terhadap masyarakat.Dikatakan Ketua DPD II Partai Golkar Indra Gunawan SE, yang juga Ketua DPRD Siak, dan akrab disapa Ngah Ige, sebagai tanda cinta kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh atas tumbuh kembang dan kemajuan Partai Golkar, pihaknya membagikan 1.000 paket sembako.Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian 1.000 sembako, berlangsung di Kecamatan Kandis tepatnya di Kelurahan Kandis Kota.Kegiatan tersebut dihadiri Ketua dan Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Syamsuar dan Pariaman Ihwan serta didampingi pengurus harian DPD Partai Golkar Kabupaten Siak beserta Fraksi Partai Golkar Kabupaten Siak.Sentuhan, tegur sapa, doa doa mengalir dari para penerima yang mengharapkan kebaikan untuk Partai Golkar.“Kami benar benar terharu, karena doa yang sama kami panjatkan untuk seluruh masyarakat agar hidup rukun, damai dengan ekonomi semakin membaik,” ucap Ketua Indra Gunawan, Rabu (22/10/2025) siang.Partai Golkar tidak sebesar ini tanpa pengurus, kader dan simpatisan, serta seluruh masyarakat. “Kami ada untuk masyarakat, makanya kami akan terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” kata Ketua Indra.Selain berbagi kegembiraan dengan sembako, DPD II Partai Golkar Siak juga menggelar cek kesehatan dan berobat gratis.“Kami ingin memastikan masyarakat tetap sehat, sehingga dapat beraktivitas dengan baik pula,” sebut Ngah Ige.Kesehatan salah satu hal terpenting dalam menjalani aktivitas sehari hari. Sebagai bentuk perhatian dan dukungan, pihaknya menggelar berobat dan pengecekan kesehatan secara gratis.“Kami jemput bola, kami temui masyarakat dan kami memastikan semua terlayani dengan baik,” ucap Ketua Indra Gunawan, usai senam sehat bersama masyarakat.Rangkaian kegiatan peringatan HUT Partai Golkar masih ada lagi, diantaranya lomba memancing, menyantuni anak yatim, serta siarah ke makam para sultan yang telah membangun peradaban di tanah Melayu Kabupaten Siak.
Siak, Petah.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak menggelar Rapat Paripurna ke-14 masa persidangan kesatu tahun 2025 dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Siak Tahun 2025–2029 di Ruang Rapat Paripurna Putri Kacamayang DPRD Kabupaten Siak, Selasa (21/10/2025).Berlangsung di ruang sidang utama DPRD Siak rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Siak, Indra Gunawan dan dihadiri oleh Wakil Bupati Siak Syamsurizal, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Staf Ahli, Kepala OPD, pimpinan BUMD, serta undangan lainnya.Dalam sambutannya, Ketua DPRD Indra Gunawan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya rapat yang merupakan bagian penting dalam proses pembahasan Ranperda RPJMD. Ia menjelaskan bahwa dokumen RPJMD menjadi arah kebijakan pembangunan Kabupaten Siak untuk lima tahun ke depan, sejalan dengan visi dan misi kepala daerah.“Pembahasan Ranperda RPJMD ini, momentum untuk memastikan arah pembangunan daerah benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat, berkelanjutan, dan selaras dengan kebijakan nasional maupun provinsi,” kata Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan.Indra menjelaskan, paripurna ini merupakan tahapan lanjutan setelah penyampaian penjelasan awal oleh Bupati Siak dalam rapat sebelumnya pada 20 Oktober 2025. Sambung Indra, berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018, pembahasan Ranperda meliputi penjelasan kepala daerah, pandangan umum fraksi, serta tanggapan atau jawaban kepala daerah atas pandangan fraksi.Pada kesempatan tersebut, delapan fraksi DPRD Kabupaten Siak secara bergiliran menyampaikan pandangan umum, yaitu:Fraksi Golkar, PAN, PKB Plus, NasDem, PDI Perjuangan, PKS, Persatuan Pembangunan Rakyat (PPR), dan Gerindra."Masing-masing fraksi menyampaikan sejumlah pandangan, saran, dan catatan strategis terkait arah pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan ekonomi daerah, serta penguatan tata kelola pemerintahan," sebutnya.Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Siak, Syamsurizal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh fraksi DPRD atas pandangan yang disampaikan secara konstruktif dan objektif. Syamsurizal menegaskan, seluruh masukan dari DPRD akan menjadi bahan berharga bagi pemerintah daerah dalam penyempurnaan dokumen RPJMD.“Pemerintah Kabupaten Siak sangat menghargai pandangan dan masukan dari setiap fraksi DPRD. Semua aspirasi tersebut akan kami kaji dan tindaklanjuti agar arah pembangunan lima tahun ke depan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Syamsurizal.Lebih lanjut, Syamsurizal menegaskan bahwa penyusunan RPJMD 2025–2029 disusun secara partisipatif dan berbasis data, dengan mengutamakan keberlanjutan pembangunan di berbagai sektor.“RPJMD ini bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif untuk membawa Siak menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan sejahtera,” tutupnya.
Siak, Petah.id - Bupati Siak Afni melakukan kunjungan kerja ke Kantor Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Riau. Kunjungan itu disambut langsung Kepala Ombudsman Riau, Bambang Pratama. Pertemuan tersebut membahas sejumlah catatan hasil pemantauan Ombudsman terhadap pelayanan publik di Kabupaten Siak, khususnya penyelenggaraan Mall Pelayanan Publik (MPP) Siak.Kepala Ombudsman Riau menyampaikan bahwa meskipun MPP Siak telah memiliki bangunan dan arsitektur yang sangat baik, namun dari sisi pelayanan dan tata kelola internal masih perlu diperkuat. Salah satu hal mendasar yang perlu segera dibenahi adalah struktur organisasi dan regulasi kelembagaan MPP. Karena, hingga kini belum memiliki Surat Keputusan (SK) struktur organisasi yang jelas.“Secara fisik, MPP Siak sudah sangat representatif, namun dari sisi manajemen layanan masih belum optimal. Idealnya, seluruh layanan publik terpusat di MPP, tetapi saat ini masih ada sejumlah perangkat daerah yang memberikan layanan di luar gedung MPP. Kami berharap ke depan, seluruh layanan dapat terintegrasi dan dipusatkan di MPP Siak,” ujar Bambang Pratama, di Pekanbaru, Senin (20/10/2025).Selain itu, Ombudsman Perwakilan Riau juga mencatat masih adanya kendala teknis yang perlu diperbaiki, seperti fasilitas pendingin ruangan di lantai dua yang belum berfungsi, serta jumlah tenant atau stan layanan yang masih terbatas. saat ini baru sekitar 14 dari kebutuhan 30 stan yang aktif. Bambang menekankan, pentingnya memaksimalkan pemanfaatan gedung-gedung milik daerah agar benar-benar menjadi pusat aktivitas publik yang produktif.“Gedung Daerah yang sudah dibangun dengan anggaran besar harus dimanfaatkan secara optimal. Jangan sampai hanya menjadi bangunan megah, tapi tidak hidup fungsinya. MPP Siak bisa menjadi contoh bagaimana aset daerah digunakan sepenuhnya untuk kepentingan pelayanan publik yang efektif dan dekat dengan masyarakat,” tegasnya.Ditambahkan Bambang, bahwa kondisi MPP saat ini belum memungkinkan untuk menjadi pusat layanan terpadu sepenuhnya, jika dilihat dari keterbatasan ruang dan jumlah tenang yang tersedia.“Kita bandingkan kapasitas ruang dengan jumlah layanan yang ideal, MPP saat ini memang masih terbatas. Karena itu, kita bisa mengoptimalkan gedung-gedung daerah lain di sekitar pusat kota sebagai lokasi tambahan untuk pelayanan publik. Misalnya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dapat dipindahkan ke sana, sehingga seluruh layanan bisa lebih terpusat dan mudah diakses,” jelas Bambang.Selain itu, Ia juga mengusulkan agar gedung daerah tidak hanya dimanfaatkan untuk pelayanan administratif, tetapi juga dihidupkan sebagai ruang publik.“Ruang-ruang di gedung daerah bisa dihidupkan dengan menghadirkan gerai UMKM, mini market, area kuliner, serta ruang bermain anak. Dengan begitu, masyarakat yang datang untuk mengurus layanan juga dapat menikmati fasilitas publik lain. Hal ini akan menjadikan kawasan MPP benar-benar hidup dan menjadi pusat interaksi masyarakat,” tambahnya.Selain itu, Ombudsman juga mendorong adanya inovasi pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat, misalnya kerja sama antara Dinas PMPTSP dengan Kantor Urusan Agama (KUA) untuk membuka layanan pernikahan gratis terpadu di MPP, yang juga dapat terintegrasi dengan penerbitan KTP dan KK secara gratis bagi pasangan yang menikah.Bambang juga menyoroti tingkat kunjungan masyarakat ke MPP Siak saat ini masih rendah. "Perlu strategi untuk menghidupkan suasana MPP agar menjadi pusat aktivitas publik yang menarik, inklusif, dan ramah bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyediaan fasilitas untuk penyandang disabilitas, pelaku UMKM, dan anak-anak," tutur Bambang.Sementara itu, Bupati Siak Afni menyampaikan apresiasi atas masukan dan rekomendasi Ombudsman Riau terhadap pelayanan publik di Kabupaten Siak."Masukan Ombudsman sangat berharga bagi kami untuk memperbaiki pelayanan publik di Kabupaten Siak. Kami akan tindaklanjuti rekomendasi tersebut, termasuk memperkuat kelembagaan dan memusatkan seluruh layanan di MPP,” ujar Afni.Bupati juga menegaskan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja MPP Siak, termasuk efektivitas pelayanan, struktur organisasi, dan efisiensi pembiayaan pelayanan “Saya ingin MPP Siak benar-benar menjadi pusat pelayanan publik yang efisien dan ramah masyarakat. Jika layanan sudah terpusat, kita bisa menghemat biaya listrik, SDM, bahkan memungkinkan penerapan konsep work from anywhere (WFA) bagi ASN tertentu. Ini langkah konkret untuk efisiensi di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas,” tambahnya.Selain optimalisasi layanan tatap muka, Bupati Afni juga menekankan pentingnya digitalisasi layanan publik agar masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kabupaten tetap dapat mengakses layanan melalui smartphone atau aplikasi daring.“Kita bisa belajar dari praktik baik di daerah lain, seperti Surabaya. Digitalisasi layanan publik adalah keniscayaan, dan ini akan menjadi arah inovasi pelayanan di Siak ke depan,” ujarnya.Di akhir pertemuan, Bupati Afni menyampaikan keinginannya untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Ombudsman.“Kami siap berkolaborasi dengan Ombudsman, dari pertemuan ini kami perlu nantinya susun bersama Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperkuat pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Siak," sebutnya.Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Siak menegaskan komitmennya untuk menjadikan Mal Pelayanan Publik (MPP) Siak sebagai simbol transformasi pelayanan publik yang berintegritas, inklusif, dan berbasis digital.
Siak, Petah.id - DPRD Kabupaten Siak menyetujui penetapan Peraturan Daerah tentang Perubahan Keempat atas Perda Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, melalui Rapat Paripurna DPRD yang digelar di Ruang Rapat Paripurna Putri Kacamayang, Gedung Panglima Ghimban, Senin (20/10/2025).Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Siak, Indra Gunawan.Dalam rapat tersebut, Indra Gunawan meminta persetujuan dari anggota DPRD Siak yang hadir secara lisan terkait penandatanganan keputusan bersama serta penyampaian Ranperda tentang RPJMD Kabupaten Siak 2025-2029.Dalam laporan Panitia Khusus (Pansus) A DPRD yang disampaikan oleh Ridha Alwis Effendi menyebutkan, bahwa Pansus A telah menuntaskan pembahasan terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), yakni tentang perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Rancangan Perda tentang Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Siak, Kota Cerdas (Smart City), dan Penanaman Modal. Dari empat Ranperda tersebut, baru Ranperda tentang perubahan SOTK yang sudah ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).“Ranperda ini telah melalui proses pembahasan mendalam yang melibatkan perangkat daerah terkait dan dukungan pemerintah daerah. Perubahan dilakukan untuk menyesuaikan struktur perangkat daerah agar lebih efisien dan efektif,” jelas Ridha.Perubahan tersebut, sambung Ridha, bertujuan menyederhanakan jumlah organisasi perangkat daerah dari 29 menjadi 26 OPD, dengan penggabungan beberapa dinas yang memiliki urusan serumpun.Adapun dinas yang digabungkan menjdi satu yakni : 1. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga.2. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana,3. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, 4. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian Perikanan5. Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM.Selain itu, ada pula pemisahan perangkat daerah untuk memperkuat fungsi dan fokus kerja seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Dinas Pendidikan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan kawasan permukiman yang dipisah menjadi dua perangkat.Badan Keuangan Daerah menjadi dua lembaga yaitu Badan Keuangan, serta Aset Daerah dan Pendapatan Daerah.Sementara itu, untuk tiga Ranperda lainnya, tentang Lembaga Adat Melayu Riau, Kota Cerdas, dan Penanaman Modal yang masih dalam proses pendalaman dan koordinasi lintas sektor sebelum disetujui bersama.Bupati Siak Afni menyampaikan, apresiasi atas kerja sama Pemkab Siak dan DPRD dalam membahas dan menyetujui perubahan struktur Perangkat Daerah (PD) itu.“Pembentukan dan penataan perangkat daerah merupakan instrumen penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Afni.Ia berharap perangkat daerah yang telah dibentuk mampu meningkatkan pelayanan publik, melaksanakan urusan pemerintahan dengan optimal, serta memperkuat daya saing daerah guna mendukung visi dan misi Kabupaten Siak 2025–2029.Pada kesempatan itu, Bupati Afni juga menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Siak Tahun 2025–2029, sebagai arah pembangunan lima tahun ke depan.“RPJMD ini menjadi dokumen utama perencanaan pembangunan daerah, sekaligus pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam menyusun rencana strategis dan rencana kerja lima tahun ke depan,” kata Afni.Afni menjelaskan, penyusunan RPJMD dilakukan sesuai Permendagri Nomor 2 Tahun 2025 tentang pedoman penyusunan RPJMD dan renstra perangkat daerah, serta diselaraskan dengan RPJPD Kabupaten Siak 2025–2045, RPJMN 2025–2029, dan RPJMD Provinsi Riau 2025–2029.“Keberhasilan RPJMD bergantung pada sinergi antara pemerintah, DPRD, masyarakat, dunia usaha, dan akademisi. Saya mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif memberi masukan agar RPJMD ini benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat Siak,” sebut Afni."Dengan semangat gotong royong, profesionalisme, dan kebersamaan mari kita wujudkan RPJMD Kabupaten Siak 2025–2029 sebagai fondasi kokoh menuju Siak yang lebih maju, bermartabat, dan berdaya saing berbasis ekologi,” tutup Afni.
Siak, Petah.id - Bupati Siak Afni Zulkifli meninjau langsung banjir yang menggenangi sejumlah ruas jalan dan ratusan pemukiman warga di tiga Kampung Sengkemang, Buatan II dan Rantau Panjang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.Kedatangan Bupati Afni di lokasi banjir di sambut hangat oleh para warga, Afni dan sejumlah pimpinan OPD mulai menyusuri titik banjir di tiga kampung tersebut, sesekali Afni menyapa dan menyalami warga di pinggir jalan.Banjir tersebut terjadi, setelah semalam daerah tersebut di guyur hujan serta limpahan air dari anak sungai yang berada di atas menyebabkan air tergenang setinggi di atas lutut orang dewasa.Disampaikan Afni, ada berapa beberapa faktor mengakibatkan luapan air dibeberapa titik dari tiga kampung itu. Pertama ia melihat Daerah Aliran Sungai (DAS) atau kanal di daerah tersebut sudah beralih fungsi bahkan ada yang buka lahan di sebelah DAS."DAS itukan tidak boleh beralih fungsi, ini semua fungsi DAS sudah berbuah. Tadi saya lihat ada berkebun di pinggir DAS. Lalu ketika air dari atas mengalir sementara yang di bawah tidak siap, ini lah jadinya," ujar Afni di Koto Gasib, Senin (20/10/2025).Afni mengakui, terlambat dalam mitigasi banjir yang terjadi. Ia tak menyangka debit air datang bersama dengan air pasang menimbulkan bencana terulang."Pertama kita harus jujur bahwa mitigasi kita terlambat karena kita tidak menyangka debit air datang bersama dengan air pasang yang luar biasa," kata AfniAfni sempat melihat DAS melalui drone di sepanjang DAS sudah banyak di tanami tanaman. Kemudian terjadinya pendangkalan, sehingga ketika skat kanal milik perusahaan dibuka akibatnya terjadi banjir dadakan."Tadi kita sudah lihat melalui drone memang disepanjang aliran DAS itu sudah banyak ditanami tanaman yang tidak seharusnya ada disitu," kata dia.Afni minta kedepan baik pihak perusahaan, Perangkat Daerah, Camat dan Pemerintah Kampung bisa saling berkoordinasi agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi"Memang untuk menangani banjir ini harus saling bekerjasama karena buka tutup air pun ada di perusahaan, jadi kedepan penanganan banjir harus pada musim kering atau kemarau," kata AfniAfni juga memerintahkan Perangkat Daerah terkait mulai dari pelayanan, BPBD, Satpol termasuk TNI dan Kepolisian bersinergi untuk membantu korban banjir."Langkah pendeknya lewat Camat agar sementara masyarakat yang terdampak banjir kita evakuasi diungsikan dahulu. Karena ditakutkan malam nanti terjadi hujan kembali, air semakin tinggi," pintanya."Kami minta tim media terus ada, dan satpol jaga rumah warga yang mengungsi tim teknis bekerja secepatnya," tegasnya.Dari tiga Kampung Sengkemang, Buantan II, Pangkalan Pisang, dan Rantau Panjang terdapat 213 Kepala Keluarga yang terdampak banjir.
Siak, Petah.id - Lebih dari 24 jam, satu orang narapidana yang kabur dari Rutan Kelas II B Siak belum ditemukan oleh petugas gabungan.Hingga Senin (20/10/2025) petugas gabungan dari rutan, polisi, TNI serta dibantu oleh warga masih bertungkus lumus untuk mencari Epi Saputra yang berhasil kabur sejak Minggu (19/10/2025) sekira pukul 02.00 Wib.Kepala Rutan Siak, Edward Pahala Situmorang menyebutkan pihaknya saat ini sedang fokus melakukan pencarian terhadap Epi Saputra.Ia tak merincikan kronologis bagaimana cara Epi Saputra Cs meloloskan diri dari Rutan Siak."Saat ini kami fokus pada pencarian," kata Karutan Kelas II B Siak melalui telfon seluler, Senin (20/10/2025).Dari informasi yang berhasil dihimpun, Epi Saputra, Satria Adi Putra da Safrudis sudah merencanakan kabur dari rutan sejak sepekan terakhir."Pelarian itu ternyata sudah direncanakan. Para napi merusak engsel pintu sel menggunakan patahan gerinda yang mereka temukan di atas ventilasi kamar," ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto kepada wartawan Minggu malam.Dirincikan Kombes Pol Anom, ada delapan napi di dalam sel tersebut, namun hanya tiga orang yang melarikan diri."Tiga napi yang kabur seluruhnya merupakan terpidana mati kasus narkotika," ujar Anom.Diberitakan sebelumnya, Meski dijaga ketat dan jeruji besi yang berlapis, namun tiga orang napi berhasil kabur dari Rutan kelas II B Siak.Dari tiga orang yang kabur, dua orang berhasil diamankan kembali dan satu orang masih belum ditemukan.Salah seorang petugas rutan, Edi mengatakan, ketiga tahanan tersebut melarikan diri dengan cara membobol pintu sel dari dalam.“Iya, benar, ada tiga tahanan yang kabur. Dua sudah kami tangkap, satu lagi masih dalam pencarian,” kata Edi.Ditambahkan Edi, peristiwa itu terjadi pada Minggu 19 Oktober 2025 sekira pukul 03.00 Wib.Ketiga tahanan yang kabur tersebut merupakan napi yang terjerat kasus naskoba dan dijatuhi hukuman mati."Satu tahanan atas nama Epi masih buron," ungkap Edi.
Siak, Petah.id - Diguyur hujan Kampung Sengkemang dan Rantau Panjang, Kecamatan Koto Gasib tergenang air.Air tak hanya menggenangi rumah dan kebun warga, namun juga melimpah ke bagian jalan lintas Buatan - Siak.Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siak Novendra Kasmara, mengatakan, wilayah tersebut memang langganan banjir, namun tak bisa terus begini, mesti dicairkan solusinya.Kampung Sengkemang dialiri anak sungai dari Kampung Sialang Sakti, anak sungai ini mengalir sampai ke Buatan II dan berakhir di Sungai Siak.“Kami sedang mempersiapkan bantuan dan secara teknis bagaimana banjir segera surut,” katanya.Sementara pantauan di lapangan, rumah rumah warga tergenang air, tak hanya di tepi jalan saja, tapi juga di bagian dalam. Hal itu tak hanya terlihat di Sengkemang, tapi juga Rantau Panjang. Bahkan warga Rantau Panjang, terpaksa sementara memasak dan makan bersama di tepi jalan, menjelang dibangun tenda. Pertama memasang tenda untuk warga yang rumahnya terdampak banjir. Koordinasi dengan Dinas Sosial untuk dapur umum sebagai langkah memberikan bantuan awal.“Kami akan meminta Dinas PU Tarukim melakukan normalisasi anak sungai dan kanal,” jelas Novendra.Novendra juga mendapat informasi dari Camat Siak di Merempan Hulu, dan Buantan Besar terdampak banjir, demikian juga di Kampung Tuah Indrapura, Kecamatan Bungaraya.“Ini saya turun di Bungaraya, janjian dengan Camat Wasito sama sama ke lokasi,” kata Novendra.Mohon bantu doa, agar semua dapat teratasi, dan warga yang terdampak dapat segera mendapatkan bantuan.
Siak, Petah.id – Meski dijaga ketat dan jeruji besi yang berlapis, namun tiga orang napi berhasil kabur dari Rutan kelas II B Siak.Dari tiga orang yang kabur, dua orang berhasil diamankan kembali dan satu orang masih belum ditemukan.Salah seorang petugas rutan, Edi mengatakan, ketiga tahanan tersebut melarikan diri dengan cara membobol pintu sel dari dalam.“Iya, benar, ada tiga tahanan yang kabur. Dua sudah kami tangkap, satu lagi masih dalam pencarian,” kata Edi.Ditambahkan Edi, peristiwa itu terjadi pada Minggu 19 Oktober 2025 sekira pukul 03.00 Wib.Ketiga tahanan yang kabur tersebut merupakan napi yang terjerat kasus naskoba dan dijatuhi hukuman mati."Satu tahanan atas nama Epi masih buron," ungkap Edi.Sambung Edi, Epi Saputra merupakan terpidana mati kasus narkoba. Berdasarkan keterangan petugas, Epi terakhir terlihat mengenakan baju kaos hitam dan celana pendek. Ia berpostur kurus dan bertubuh kecil.Lebih lanjut, Edi mengatakan, saat ini pihak rutan bersama kepolisian, dan TNI hingga siang ini masih melakukan penyisiran di kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan Rutan. Sejumlah pos penjagaan juga telah dipasang di beberapa titik strategis untuk mempersempit ruang gerak pelaku pelarian.“Kami masih di lapangan bersama polisi mencari tahanan yang kabur. Mohon doa semoga segera tertangkap,” tutup Edi.
Halaman
Severity: Warning
Message: A non-numeric value encountered
Filename: pages/kategori-berita.php
Line Number: 51
Backtrace:
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/pages/kategori-berita.php
Line: 51
Function: _error_handler
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/public.php
Line: 159
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/application/controllers/Main.php
Line: 242
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once