Siak, Petah.id – Publik dihebohkan dengan mencuatnya kasus dugaan okenum kepala desa yang berada di Kabupaten Siak.Dugaan kasus korupsi tersebut terendus oleh warga Kampung Suka Mulya, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak.Warga menemukan adanya indikasi laporan pertanggungjawaban (SPJ) fiktif yang dilakukan oleh oknum kepala desa.Salah seorang warga M Nur Hopy mengatakan, temuan warga tersebut membuktikan rendahnya transparansi pengelolaan keuangan oleh pemerintah kampung.“Kami menemukan beberapa kegiatan yang tidak sesuai dengan SPJ. Warga juga punya hak untuk tahu, karena dana kampung itu berasal dari uang rakyat,” kata M Nur Hopy saat berada dalam forum audiensi di aula kantor kampung.Dlaam pertemuan tersebut, selain M nur Hopy warga lainnya juga mendesak Penghulu Kampung Suka Mulya, Akinur Setiadi untuk membuka data secara menyeluruh terkait pengelolaan anggaran dana desa."Kami juga menemukan sejumlah kegiatan pembangunan tidak sesuai dengan laporan yang tertera dalam SPJ," kata dia.Salah satunya, tambah M Nur Hopy, kegiatan pengerasan jalan yang dilakukan oleh pemerintah kampung di RT 005 RW 002 tahun 2024.Proyek itu, sambungnya, dilaporkan sudah selesai. Namun, terkuak bahwa pekerjaan itu tidak dikerjakan."Tapi anehnya SPJ pencairan itu dibuat untuk mencairkan anggaran. Tapi, foto yang digunakan untuk mencairkan dana menggunakan foto pengerasan jalan di tahun 2023," sebutnya."Bahkan bendara desa juga membenarkan bahwa pencairan pengerasan jalan anggaran 2024 menggunakan foto pengerasan jalan tahun 2024," sambungnya.Tidak sampai disitu itu, dalam pertemuan tersebut warga juga mempertanyakan terkait pencairan dana Karang Taruna dan Pemuda.Warga menilai, pencairan selama lima tahun terakhir dianggap tidak jelas penggunaannya. Sebab, organisasi karang taruna di kampung tersebut belum memiliki struktur kepengurusan yang sah.“Selama lima tahun terakhir dan itu sudah cair, tapi tidak pernah diserahkan ke Karang Taruna untuk membuat kegiatan," beber M Nur Hopy. Dirincikan M Nur Hopy, kalau setiap tahun dana karang taruna dan pemuda itu dianggarkan Rp20 juta setiap twhunnya, maka penghulu sudah mencairkam selama 5 tahun terakhir."Kalau setiap tahun anggaran pemuda dan karang taruna Rp20 juta, berarti sudah sekitar Rp100 juta yang di cairkan oleh Penghulu,” tuturnya.Sementara itu, Penghulu Kampung Suka Mulya, Aminur Setiadi menyebutkan anggaran pengerasan jalan menelan biaya Rp30 juta.Ia menjelaskan, saat itu bendahara desa enggan untuk mengelola uang pengerasan jalan tersebut."Bendahara tidak berani memegang uang itu, jadi saya yang pegang sebagai penghulu tentu saya bertanggung jawab," kata Aminur Setiadi dihadapan ratusan warga.Aminur Setiadi juga menjelaskan terkait anggaran dana karang taruna dan pemuda yang ditanyakan warga.Ia menyebutkan bahwa uang tersebut masih berada di tangannya. Ia juga menjelaskan pemuda tidak ada membuat SPJ.“Uang itu masih ada sama saya sekarang. Pemuda harus buat SPJ dulu kalau mau menggunakan anggaran itu, aturanya seperti itu,” ungkapnya.Terkait desakan warga untuk membuka rincian keuangan secara publik, Aminur menegaskan bahwa dirinya hanya berhak menyampaikan laporan ke atasan, bukan kepada masyarakat.“Pemerintah kampung punya aturan, data rinci hanya bisa kami buka ke pihak atasan,” tegasnya.Ia juga menyampaikan bahwa sejauh ini belum ada pemeriksaan dari Inspektorat. “Kalau nanti sudah diperiksa dan terbukti ada kesalahan, saya siap mengembalikan dana itu,” tambahnya.Selain itu, warga juga menyoroti terkait anggaran Linmas, Irmas, PAK, ternak sapi dan beberapa item lainya yang duga di kuasai oleh Penghulu.
Siak, Petah.id - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Siak ke- 26, Pemkab Siak gelar kegiatan nikah gratis. Program tersebut kerjasama dengan Pengadilan Agama (PA) Siak. Dikatakan Bupati Siak Afni Z, maksud dan tujuan nikah massal ini agar meminimalisir terjadinya hamil diluar nikah dan memberikan sedikit kebahagian kepada masyarakat dalam menyambut HUT Kabupaten Siak."Kita ingin nikah massal, menghindar kejadian seperti hamil diluar nikah dikalangan anak-anak muda. Nanti jika mereka sudah cukup umur dan siap untuk menikah kita bantu dari pada melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang tua," sebut Afni, Kamis (25/9/2025).Pemkab Siak melalui DP3AP2KB dan bagian Kesra dalam waktu dekat akan membuka pendaftaran untuk 10 pasangan nikah gratis. Terdiri dari 5 pasangan baru dan 5 pasangan isbat."Tentu kita berharap nikah massal ini mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat, terutama pasangan muda yang ingin menikah," ujar Afni.Selain, memfasilitasi pasangan cukup usia untuk menikah Afni juga berencana akan menggelar sunat gratis bagi anak-anak kurang mampu di Kabupaten Siak."Nikah masal rencananya kita gelar 11 oktober mendatang. Pasangan yang lulus seleksi semuanya di fasilitas kegiatan kita adakan di pesta rakyat Komplek Perumahan Rakyat," terangnya.Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Siak Ade Ahmad Hanif menyambut baik rencana Bupati Siak untuk membuka Rumah Dinas Bupati untuk dilaksanakan nikah massal."Kami tentunya mendukung dan mengapresiasi rencana ibu Bupati Siak, nanti kami akan berkoordinasi untuk mensukseskan rencana kegiatan ini yang dijadwalkan pada 11 Oktober mendatang," ringkas Ade.
Siak, Petah.id – Bupati Siak, Afni Zulkifli resmi melantik Mahadar sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Rabu (24/9/2025). Bupati Afni mengucapkan selamat kepada Mahadar dan menyampaikan bahwa amanah yang diemban merupakan tanggung jawab besar, terutama di tengah tantangan fiskal yang sempit.“Selamat kepada Sekda Siak yang baru saja dilantik. Alhamdulillah, Siak akhirnya memiliki Sekda definitif setelah enam bulan. Ini merupakan amanah yang berat apalagi kondisi Kabupaten Siak saat ini yang menuntut pengabdian yang tidak biasa dan menuntut keikhlasan kita dalam bekerja," ujar Bupati Afni.Menurutnya, Sekda adalah motor penggerak seluruh ASN, yang memastikan semua bergerak searah menuju visi dan misi Siak Hebat dan Bermartabat. Ia menekankan pentingnya soliditas seluruh jajaran ASN dan menegaskan kolaborasi yang kuat antarperangkat Daerah sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan yang ada di Kabupaten Siak saat ini. “Saya yakin, dengan adanya Sekda baru dan komunikasi yang baik antara kita semua, InsyaAllah kita akan semakin baik. Tahun ini kita selesaikan seluruh tanggung jawab kita dan target kerja kita serta menyiapkan langkah untuk mengejar ketertinggalan tahun depan,” tambahnya.Pelantikan Sekda Mahadar berdasarkan Surat Keputusan Bupati Siak Nomor 100.3.3.2/767/HK/KPTS/2025, yang merupakan puncak dari seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak, yang melalui empat tahapan yaitu asesmen, penilaian makalah, rekam jejak, dan wawancara. Seleksi ini memastikan bahwa Sekda terpilih memiliki kompetensi dan integritas tinggi untuk memimpin administrasi pemerintahan.Dalam kesempatan yang sama, Sekda Mahadar menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk berkolaborasi mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Siak. Ia berharap seluruh jajaran ASN dapat bersinergi dalam bekerja demi kemajuan Kabupaten Siak.“Alhamdulillah, atas kepercayaan yang diberikan ini, saya berkomitmen mendukung, menjalankan, dan meningkatkan kinerja Pemerintah Kabupaten Siak. Saya akan menjadi penggerak dalam merealisasikan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Siak. Semoga kita semua dapat bekerja sama mewujudkan Siak Hebat dan Bermartabat,” pungkasnya.
Siak, Petah.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak memastikan pemanggilan untuk melakukan klarifikasi terkait dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan telur bebek di Dinas Pendidikan Kabupaten Siak murni penegakan hukum dan tak berkaitan dengan isu isu politik yang berkembang.Kepala Kejakasaan Negeri (Kajari) Siak Moch Eko Purnomo melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Frederick Crishtian Simamora mengatakan pihaknya tetap profesional dalam melakukan tindakan tindakan hukum di wilayah hukum Kabupaten Siak."Klarifikasi klarifikasi yang dilakukan Kejari Siak tetap profesional dan tak bersinggungan dengan hal hal politik," kata Kasi Intelijen Kejari Siak, Frederick Crishtian Simamora, Rabu (24/9/2025).Isu itu mencuat paska Kejari Siak memanggil Mahaddar dan Pejabat Disdik Siak terkait dugaan korupsi dalam Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa telur rebus di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siak tahun anggaran 2023-2024. Anggaran tersebut dikucurkan untuk program pengentasan stunting di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).Senada dikatakan Kasi Pidsus Kejari Siak, Muhammad Juriko Wibisono menyebutkan, pemanggilan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan politisasi, melainkan murni untuk keperluan pembuktian. Kejaksaan Siak, sambung Juriko, tidak pernah memanggil seseorang berdasarkan tekanan, pesanan maupun isu ataupun rumor."Jangan kait-kaitkan kami ke ranah politik, yang jelas pegangan penyidik sepanjang untuk membuat terang peristiwa hukum dan untuk kepentingan penyelidikan siapapun bisa dipanggil untuk memberikan keterangan," terangnya.Disampaikan Kasi Pidsus Kejari Siak, pihaknya terus profesional dalam melakukan langkah langkah hukum baik persoalan pidana umum maupun pidana khusus."Kami bekerja dengan profesionalitas," sebutnya.Juriko juga memastikan bahwa klarifikasi yang dilakukan terhadap Mahaddar jauh sebelum ia mengikuti seleksi untuk menduduki jabatan Sekda Siak."Klarifikasi tersebut dilakukan jauh hari sebelum tahapan seleksi jabatan Sekda Siak dilakukan, sehingga tidak ada ruang bahwa pemeriksaan dilakukan karena kepentingan politik," tegasnya. Sebelumnya, Pemkab Siak dihebohkan dengan pemeriksaan terhadap Sekretaris Kesbangpol Siak Mahaddar terkait dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan telur bebek di Dinas Pendidikan Kabupaten Siak dimana saat itu Mahaddar menjabat sebagai Kadisdik Siak.Banyak pihak berspekulasi bahwa pemanggilan Mahaddar oleh Kejari Siak terkait dirinya yang saat itu mencalonkan diri sebagai Sekda Siak.
Siak, Petah.id - Jalan yang bagus dan akses transportasi yang lancar adalah kebutuhan vital bagi masyarakat desa. Sadar akan hal tersebut, Perusahaan Kelapa Sawit grup Astra Agro Lestari, PT Kimia Tirta Utama (KTU) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur desa dengan menggelar kegiatan perbaikan jalan di Pos 1 Pangkalan Pisang dan Pos 6 Kuala Gasib, Kabupaten Siak, Riau.Sejak pagi, pada Sabtu (13/9), suasana di dua desa tampak berbeda. Warga bersama tim dari PT KTU bergotong-royong melakukan perbaikan jalan utama yang sudah mulai rusak dan sulit dilalui. Alat berat dikerahkan, gorong-gorong dipasang, dan tanah diperkuat agar akses masyarakat menjadi lebih baik. Kehadiran jajaran manajemen PT KTU, bersama perangkat desa, menambah semangat dalam pelaksanaan kegiatan.Ketua Rukun Kampung Koto Gasib, Yanto mengapresiasi kontribusi perusahaan yang telah menurunkan alat berat serta memberikan bantuan gorong-gorong untuk pembangunan di jembatan Putri Kaca Mayang. “Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat. Warga juga bersemangat ikut serta dalam kegiatan gotong royong. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian PT KTU,” ungkapnya.Sementara itu, Pj Penghulu Kampung Kuala Gasib, Aswin turut menyampaikan rasa syukurnya. Menurutnya, pembangunan gorong-gorong dan perbaikan jalan membuat aliran air menjadi lebih lancar, sehingga risiko banjir yang kerap merendam rumah warga dapat diminimalisasi.“Harapan masyarakat akhirnya terwujud. Sekarang air sudah tidak tersumbat lagi oleh pasir, dan kami sangat merasakan manfaatnya,” kata Aswin.Administratur PT KTU, Teddy Yohendra Siregar, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan tempatnya bekerja. “Melalui program ini, perbaikan jalan merupakan wujud nyata komitmen PT KTU untuk membantu pembangunan dan kepentingan masyarakat. Kami berharap dengan adanya perbaikan jalan ini, akses warga menjadi lebih baik dan mudah ditempuh dibanding sebelumnya,” jelas Teddy.Kegiatan ini juga menjadi bukti sinergi yang terjalin antara perusahaan dan masyarakat. PT KTU berharap kerja sama yang baik dengan masyarakat dapat terus memperkuat hubungan yang telah berjalan harmonis. Di sisi lain, masyarakat berharap perbaikan jalan ini membawa dampak positif, khususnya dalam mempermudah mobilitas sehari-hari serta mencegah banjir di musim hujan.Program sosial seperti ini membuktikan komitmen PT KTU untuk terus hadir mendukung pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Siak, Petah.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak gratiskan sejumlah tempat wisata di Kota Siak selama dua hari tanggal 11-12 Oktober 2025.Hal itu dilakukan dalam rangka perayaan HUT Siak ke-26. Tempat wisata yang akan digratiskan bagi para pengunjung antara lain, Istana Siak, Skywalk, dan Tangsi Belanda. Pengunjung juga dapat menikmati fasilitas parkir gratis selama hari perayaan.Tidak hanya itu, HUT Siak ke-26, Bupati Afni juga akan membuka Rumah Rakyat sesi kedua. Berlangsung selama tiga hari dan menghadirkan berbagai kegiatan positif bagi masyarakat."Ini bentuk kesyukuran kita. Meskipun kita dihadapkan dengan ruang fiskal yang sempit, bukan berarti kita tidak bisa melakukan sesuatu untuk rakyat. Saya ingin seluruh OPD dan camat berpikir kreatif dan inovatif agar masyarakat Siak tetap merasakan gairahnya ulang tahun," ujar Bupati Afni saat memimpin rapat bersama OPD di Zamrud Room, Senin (22/9/2025) malam. Afni menjelaskan, Rumah Rakyat sesi kedua dijadwalkan dibuka pada 27 September mendatang, sementara puncak HUT Siak akan berlangsung 10–12 Oktober di lokasi yang sama. Beragam program positif akan menyentuh langsung masyarakat Kabupaten Siak.Bupati Afni juga menekankan pentingnya kreativitas camat dalam memeriahkan HUT di kecamatan masing-masing, agar perayaan tidak hanya terasa di ibu kota Siak."Saya ingin hari ulang tahun Kabupaten Siak terasa juga di tiap kecamatan, jangan hanya denyut ulang tahunnya ada di jantung ibu kota saja," ungkapnya.Seluruh pejabat eselon 2, 3, dan 4 juga diminta turun langsung ke masyarakat dengan mengetuk pintu-pintu Rumah Rakyat. Menurut Bupati, masyarakat kecil selama ini mungkin belum mengenal kepala dinas mereka."Nah, mungkin inilah momennya. Hari Jumat nanti, kita akan mengunjungi Rumah Rakyat, termasuk saya dan Wakil Bupati. Saya sendiri akan pastikan mengunjungi daerah-daerah terpencil," tambahnya.
Siak, Petah.id – Sepasang suami istri asal Kabupaten Bengkalis diduga hendak melakukan aksi pencurian benda bersejarah di Istana Siak. Tepak sirih yang tersimpan di Istana Peraduan Sultan nyaris dibawa pulang oleh pasangan suami istri tersebut. Untung saja aksi mereka segera diketahui dan digagalkan oleh petugas keamanan istana SiakKoordinator Istana Siak, Effendi, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (17/9/2025). Pasangan tersebut awalnya datang tanpa membeli tiket. “Karena sebelumnya pada 5 September mereka pernah menyerahkan kepingan uang tongkat koleksi pribadinya kepada istana, kami percaya dan memperbolehkan masuk,” kata Effendi, Senin (22/9/2025).Setelah berkeliling di istana utama, pasangan itu menuju ke rumah peraduan, bangunan di samping istana induk yang dulunya menjadi kediaman pribadi Sultan. Di dalam kamar Sultan, tersimpan tepak sirih yang diletakkan di dekat ranjang Sultan.Ketika hendak keluar, seorang opas istana mencurigai gerak-gerik keduanya. Pemeriksaan dilakukan dan ditemukan tepak sirih tersebut di dalam bawaan mereka. “Setelah dicek, benar benda itu sudah tidak berada di tempatnya,” ujar Effendi.Pasangan suami istri itu berdalih tidak bermaksud mencuri. Mereka menyebut hanya ingin meminjam dan membawanya ke Bengkalis. Namun, pihak istana menilai alasan itu tidak masuk akal.Benda bersejarah tersebut kemudian dikembalikan ke tempat semula. Sementara pasangan tersebut langsung diserahkan ke Polres Siak untuk diproses lebih lanjut. “Saat ini kasusnya sudah ditangani polisi,” kata Effendi.Pihak pengelola istana mengatakan belum jelas apa motif dari upaya pencurian itu. Kejadian itu menjadi peringatan penting agar pengawasan terhadap benda peninggalan Sultan diperketat. Koleksi yang tersimpan di istana, menurut Effendi, bukan hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas masyarakat Siak.
Siak, Petah.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Siak menggelar sayembara desain logo HUT ke-26 Kabupaten Siak. Sayembara ini sudah dibuka pada 25–31 Agustus lalu dan diikuti oleh 11 peserta dari kalangan umum, khususnya putra-putri daerah Siak.Sebagai tindak lanjut, penilaian Diskominfo mengelar rapat penilaian yang dipimpin oleh Sekretaris Diskominfo Siak, Rahmat Hidayat, mewakili Kepala Diskominfo Siak. Penilaian dilakukan bersama dewan juri yang terdiri dari unsur budayawan dan tokoh adat.Rahmat Hidayat menyampaikan bahwa logo resmi HUT ke-26 akan dirilis pada akhir September dengan mengusung tema “Menuju Siak Hebat dan Bermartabat.” Ia menekankan bahwa logo harus mampu mencerminkan tema sekaligus mengangkat kearifan lokal Kabupaten Siak.“Sayembara ini terdiri dari 11 peserta yang hanya diikuti anak Kabupaten Siak. Dari logo yang dibuat, kita ingin ada makna yang menggambarkan identitas Siak serta memiliki nilai artistik," ujarnya saat membuka rapat di Ruang Rapat Kantor Diskominfo Siak, Kamis (18/9/2025).Ia berharap, logo ini bisa menjadi daya tarik, karena Siak adalah daerah wisata. Dengan logo yang artistik dan penuh makna, orang akan semakin tertarik untuk datang ke Siak.Salah satu dewan juri, Budi Rahmat Ramadhan dari LAMR Siak, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan kriteria kesesuaian tema, estetika, kreativitas, dan keindahan karya. Dari 11 karya yang masuk, para juri sepakat memilih empat pemenang terbaik.“Alhamdulillah, karya yang masuk tahun ini sangat bagus. Kreativitas peserta terlihat dari cara mereka menampilkan unsur budaya lokal, mulai dari ukiran, simbol di Istana Siak, hingga aksara hijaiyah. Ini membuktikan bahwa anak-anak Siak punya potensi luar biasa,” ungkap Budi.Hal senada juga disampaikan Tengku Zulkarnain, Pamong Budaya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siak, sekaligus Dewan Kesenian Siak yang turut menjadi juri. Ia menyebutkan bahwa sayembara ini menjadi kesempatan berharga bagi generasi muda untuk berkarya dan diapresiasi.“Sayembara ini khusus untuk anak-anak Kabupaten Siak. Ini kesempatan bagi mereka untuk berkarya dan diapresiasi dengan dijadikan logo resmi HUT Kabupaten Siak ke-26. Harapan kami, mudah-mudahan ke depan semakin banyak anak-anak Siak yang ikut berpartisipasi dengan karya yang lebih berkualitas, sehingga budaya kita makin dikenal luas,” kata dia.Hadiah yang diperebutkan dalam sayembara ini berupa uang tunai, yakni juara I sebesar Rp2.500.000, juara II Rp2.000.000, juara III Rp1.500.000, dan juara Harapan I Rp1.000.000.
Siak, Petah.id - Jajaran Satres Narkoba Polres Siak berhasil mengamankan dua orang diduga pelaku peredaran narkotika di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak pada Kamis (11/9/2025).Dari ke dua pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 12,89 gram.Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra melalui Kasat Narkoba Polres Siak AKP Tony membenarkan penangkapan dua pelaku yang diduga edarkan narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Siak.Dikatakan AKP Tony, pengungkapan tersebut bermula dari informasi yang didapat tim kepolisian dari masyarakat."Tim langsung bergerak dan berhasil mengamankan dua orang inisial HDK (25) warga Keranji Guguh, Kecamatan Koto Gasib, serta NT (40) warga Sungai Kayu Ara, Kecamatan Sungai Apit," kata AKP Tony.Saat digeledah, tambah AKP Tony,petugas menemukan 39 paket sabu dengan berat kotor 12,89 gram yang disimpan di dalam kaleng rokok dan tabung permen Happydent. "Polisi juga menyita uang tunai pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu, dua unit telepon genggam, serta satu unit sepeda motor Honda Vario tanpa nomor polisi," tambahnya.Disebutkan AKO Tony, berdasarkan pemeriksaan awal, tersangka HDK berperan sebagai bandar, sementara NT bertindak sebagai kurir. Keduanya mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang berinisial M yang saat ini masih berstatus DPO.“Hasil tes urine terhadap kedua tersangka menunjukkan positif Amphetamine dan Methamphetamine. Saat ini keduanya sudah diamankan di Mapolres Siak untuk proses hukum lebih lanjut,” ungkapnya.Polres Siak menegaskan akan terus memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya dengan mengedepankan sinergi bersama masyarakat.
Siak, Petah.id – Ribuan warga di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, antusias menyerbu Gerakan Pangan Murah yang digelar di Taman Motuyoko, Kelurahan Perawang, Sabtu (30/8/2025). Kegiatan ini merupakan sinergi antara Perum Bulog Kantor Cabang Bengkalis, Pemerintah Kecamatan Tualang, TNI dan Polri dalam rangka menstabilkan pasokan serta harga pangan beras.Dalam pasar murah tersebut, Bulog menyalurkan 7 ton beras SPHP, 1.440 kilogram gula, dan 2 ton minyak goreng untuk masyarakat Tualang dengan harga terjangkau.Bupati Siak Afni bersama Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra serta unsur Forkopimda hadir langsung meninjau jalannya kegiatan. Masyarakat pun menyambut positif pasar murah ini karena sangat membantu di tengah harga kebutuhan pokok yang cenderung naik.Kapolres Siak menegaskan bahwa pihaknya menurunkan personel untuk mengawal distribusi agar berjalan tertib.“Polri bersama TNI dan pemerintah akan terus mendukung program pangan murah ini, sehingga masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga stabil,” ujar Kapolres Siak Eka.Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut berjalan aman, lancar, dan kondusif.
Halaman
Severity: Warning
Message: A non-numeric value encountered
Filename: pages/kategori-berita.php
Line Number: 51
Backtrace:
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/pages/kategori-berita.php
Line: 51
Function: _error_handler
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/public.php
Line: 159
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/application/controllers/Main.php
Line: 242
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once