Jaksa Tetapkan Enam Tersangka Dugaan Korupsi Pupuk Subsidi di Kerinci Kanan
Daerah

Jaksa Tetapkan Enam Tersangka Dugaan Korupsi Pupuk Subsidi di Kerinci Kanan

Siak, Petah.id - Dugaan korupsi pendistribusian pupuk subsidi di Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak masuk babak baru. Kini Kejaksaan Negeri Kabupaten Siak telah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus tersebut.Enam orang yang ditetap sebagai tersangka itu yakni, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Siak berinisial SKI, Mantan Kepala Sekai Pupuk, Pestisida dan Alat Masin Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Siak berinisial AMZ dan PNS Dinas Pertanian Kabupaten Siak berinisial SPN.Kemudian, Pemilik KPL UD Riau Rakyat Tani berinisial MY, Pemilik KPL UD Rangga berinisial SHF dan Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Kerinci Kanan yang bertugas sebagai Verifikasi dan Validasi berinisial SYJ.“Dalam dugaan korupsi penyimpangan pendistribusian pupuk subsidi ini, kita sudah menetapkan enam orang sebagai tersangka, namun untuk saat ini baru dua orang tersangka kita lakukan penahanan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Siak, Tri Anggoro Mukti melalui Kasi Intelijen, Rawatan Manik, Senin (19/9/2023).Rawatan Manik menyebut, dua tersangka yang telah dilakukan penahanan itu yakni, Pemilik KPL UD Riau Rakyat Tani berinisial MY dan  Pemilik KPL UD Rangga berinisial SHF. Mereka ditahan selama 20 hari kedepan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Siak.“Kedua tersangka ditahan selama 20 hari kedepan, terhitung mulai tanggal 18 September hingga 7 Oktober 2023 mendatang,” terangnya.Ia menjelaskan, semestinya dua orang tersangka ini bertugas melakukan pendistribusian pupuk subsidi ke para petani di Kecamatan Kerinci Kanan, malah tidak melakukan, melainkan memanipulasi data laporan penerima pupuk subsidi.“Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 323 orang petani yang namanya tercantum dalam formulir penebusan pupuk subsidi, diketahui sebagian para petani tidak pernah melakukan penembusan pupuk subsidi tersebut,” ucapnya.Kemudian, lanjutnya, berdasarkan laporan hasil perhitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Riau diketahui kerugian negara sebesar Rp5,4 miliar.“Pada anggaran tahun 2021 pemerintah membayarkan pupuk subsidi ini sebesar Rp20 miliar lebih, dari pembayaran itu ditafsir kerugian negara mencapai Rp5,4 miliar,” tegasnya.Dimana perbuatan tersangka itu, melangggar pasal 2 ayat (1) Jo pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, hruf b, dan ayat (2) tentang Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun  1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomo 31 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHPidana.

6.579 Pengendara Ditilang, 18.510 Diberikan Teguran Selama Dua Pekan Operasi Zebra 2023 di Riau
Hukum

6.579 Pengendara Ditilang, 18.510 Diberikan Teguran Selama Dua Pekan Operasi Zebra 2023 di Riau

Siak, Petah.id - Sebanyak 6.579 pengendara ditilang dan 18.510 pengendara diberikan tindakan teguran selama dua pekan pelaksanaan operasi zebra lancang kuning 2023 di Provinsi Riau.Kabag Binops Ditlantas Polda Riau Kompol Irnanda Oktora menjelaskan, sebanyak 4.104 pemotor ditilang karena tidak menggunakan helm SNI.Pelanggaran lainnya yakni 492 pengendara mobil ditilang karena tidak menggunakan safety belt dan sebanyak 432  pelanggar melawan arus."Pelaku pelanggaran terdiri Aparatur Sipil Negara (ASN) masyarakat umum, unsur karyawan swasta, pelajar," jelas Kompol Irnanda, Senin (18/9).Sedangkan untuk angka lakalantas dirangkum mengalami penurunan dari tahun kemarin yakni 9 kasus di 2023 ini dan 11 kasus tahun kemarin."Angka kecelakaan menurun tahun ini," ujar Irnanda.Hasil itu, kata Kompol Irnanda didapatkan sejak operasi Zebra Lancang Kuning dilakukan pada tanggal 4 hingga 7 September kemarin.Karena itu, untuk menekan angka pelanggaran pihaknya dan jajaran akan terus melakukan penegakan hukum agar tercipta budaya tertib berlalulintas."Tujuan operasi ini agar mobilitas pengguna jalan lancar, aturan penindakan juga untuk meminimalisasi potensi terjadinya kecelakaan yakni operasi yang difokuskan pada pelanggaran tidak menggunakan helm dan safety belt," jelas Irnanda.Walaupun operasi zebra Lancang Kuning telah berakhir, patroli demi penegakan aturan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di jalan raya akan terus diintensifkan."Kami mengimbau masyarakat Riau agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, dengan kesadaran pentingnya keselamatan bagi diri sendiri dan pengguna jalan. Selalu patuhi rambu-rambu, menggunakan safety belt, gunakan helm SNl, dan jangan gunakan knalpot tidak standar (brong)," pungkasnya

Wakil Ketua II Androy Aderianda Menghadiri Pelantikan Pengurus DPW Bundo Kanduang dan Gerakan Pemuda Minangkabau
Advertorial

Wakil Ketua II Androy Aderianda Menghadiri Pelantikan Pengurus DPW Bundo Kanduang dan Gerakan Pemuda Minangkabau

Siak, Petah.id - Wakil Ketua DPRD Siak Androy Aderianda H SH MH CLA menghadiri undangan Ikatan Keluarga Minang (IKM) Provinsi Riau di Gedung BRKS Pekanbaru, dengan agenda pelantikan pengurus DPW Bundo Kanduang IKM dan DPW Gerakan Pemuda Pemuda Minangkabau IKM.  Acara dibuka dengan doa bersama yang dipimpin oleh Delfizar SAg dan pembacaan Al-Qur’an olek qari nasional dan internasional asal Provinsi Riau, Hanifa Fanny Muharani SAg, terbaik 1 MTQ Provinsi Riau cabang tahtiz 5 juz dan tilawah tahun 2021, Mawaddah Warahmah SAp juara 1 MTQ internasional Dunia Melayu Dunia Islam tahun 2021 di Melaka, Malaysia.   Turut Hadir, Gubernur Provinsi Riau H Syamsuar, Gubernur Provinsi Sumatera Barat Mahyeldi, Ketua DPRD Provinsi Riau, Kejaksaan, Dandim, dan tamu undangan lainnya.   Dikatakan Androy, dia sangat mengagumi kekompakan dan persatuan yang terjalin, terutama mereka yang berada di perantauan.   Tidak hanya sampai di situ, pemerintah juga sangat perhatian terhadap masyarakatnya yang ada di perantauan. Momen mengukuhan ini, sekaligus menjadi ajang silaturahmi.   “Suasana begitu terasa akrab dan penuh kekeluargaan,” kata Androy.   Wakil Ketua II DPRD Siak Androy merasa tersanjung diundang dalam kegiatan itu, dan dia banyak belajar dari kekompakan yang diperlihatkan dalam situasi itu.   “Semoga semua pengurus DPW Bundo Kanduang IKM dan DPW Gerakan Pemuda Pemuda Minang Kabau IKM amanah dan dapat terus memajukan organisasi,” ucap Androy.   Androy yakin, kekompakan dan kekeluargaan yang terjalin menjadi contoh bagi organisasi lainnya. Karena bagi Androy, sangat inspiratif dan patut dicontoh.   Salah satu anggota DPRD Siak masuk dalam pengurus DPW Bundo Kanduang IKM Hj Gustimar. Androy mengucapkan tahniah kepada Hj Gustimar yang menjadi satu satunya anggota DPRD Siak perempuan. (adv)

Ghatib Beghanyut, Tradisi Tolak Bala Masyarakat Siak, Wabup Husni : Semoga Kita Terhindar dari Musibah
Siak

Ghatib Beghanyut, Tradisi Tolak Bala Masyarakat Siak, Wabup Husni : Semoga Kita Terhindar dari Musibah

Siak, Petah.id - Ghatib Beghanyut merupakan salah satu ritual tolak bala yang dilakukan oleh para pendahulu di Kabupaten Siak. Ghatib Beghanyut itu ialah melaksanakan zikir secara bersama-sama agar suatu daerah terhindar dari segala bentuk musibah penyakit dan peristiwa buruk. Bedanya, Ghatib Beghanyut melakukan zikir sambil berhanyut di Sungai Siak di atas perahu. Tradisi tolak bala tersebut kini dilakukan oleh Pemkab Siak. Acara tersebut diawali dengan menggelar sholat bersama, makan malam dan doa pembukaan serta diadakan pawai obor menuju pelabuhan untuk menaiki armada feri dan beberapa sampan. Wakil Bupati Siak Husni Merza mengatakan, Pemkab Siak sudah ke sembilan kalinya melaksanakan tradisi Ghatib Beghanyut. Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Disampaikan Husni, Ghatib Beghanyut adalah sebuah tradisi ritual untuk menjauhkan seseorang atau masyarakat dari berbagai musibah penyakit dan peristiwa buruk. Tradisi ini, lanjut Husni, dilaksanakan secara turun-temurun setiap tahun melalui serangkaian zikir tasbih, tahlil dan takbir yang dilakukan dengan berhanyut di Sungai Siak menggunakan beberapa sampan dan kapal feri."Alhamdulillah, hari ini kita masih menjaga tradisi Ghatib Beghanyut, semoga terjaga dan lestari zaman ke zaman, karena beghanyut (berhanyut) dari hulu ke hilir Sungai Siak, berharap doa terkabul dan amal ibadah diterima dan dijauhkan dari  berbagai musibah penyakit dan peristiwa buruk yang telah melanda di tengah-tengah masyarakat kita, keberkahan untuk masyarakat dan negeri kita," pinta Husni Merza.

Gubernur Riau Nilai Program Jaga Zapin Bukti Kepedulian Kejati Riau Terhadap Sektor Perkebunan di Riau
Pekanbaru

Gubernur Riau Nilai Program Jaga Zapin Bukti Kepedulian Kejati Riau Terhadap Sektor Perkebunan di Riau

Pekanbaru, Petah.id - Gubernur Riau, Syamsuar menilai program Jaga Zona Pertanian, Perekonomian, dan Perindustrian (Jaga Zapin) merupakan program yang sangat bermakna bagi Provinsi Riau. Karena menurutnya pertumbuhan ekonomi Riau sangat bergantung dengan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit.Syamsur menuturkan, keberadaan Jaga Zapin merupakan kunci nyata kepedulian dan keberpihakan Kejati Riau terhadap sektor perkebunan khususnya kelapa sawit. Jaga Zapin telah memberikan ruang bagi seluruh stakeholder untuk berperan aktif membenahi tata kelola perkebunan sawit secara menyeluruh."Kita semua berharap agar langkah-langkah kolaborasi antara pemerintah daerah, Kejati Riau, Polda Riau dan stakeholder lainnya dapat membuahkan hasil yang signifikan bagi masyarakat dalam pembangunan daerah dan juga pembangunan nasional," kata Gubernur Riau, Syamsuar saat acara Forum Group Discussion (FGD) Jaga Zapin di Gedung Satya Adhy Wicaksana Kejaksaan Tinggi Riau, Jalan Jendral Sudirman, Kota Pekanbaru, Senin (11/9/2023).Kemudian Mantan Bupati Siak dua periode ini, berdasarkan data statistik tahun 2020 Provinsi Riau memiliki luas wilayah 8,9 juta hektar dengan jumlah penduduk saat ini 6,83 juta jiwa. Selain itu, Riau memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang beraneka ragam termasuk tambang dan juga perkebunan kelapa sawit.Potensi tersebut, lanjutnya, merupakan modal bagi daerah untuk mewujudkan kondisi ekonomi lebih makmur dan sejahtera dimasa yang akan datang. Satu diantara SDA unggulan Riau adalah sektor perkebunan yang memiliki 5 komoditi utama."Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam satu dekade terakhir sektor perkebunan menjadi penggerak utama perekonomian Provinsi Riau. Bahkan saat negara dilanda Covid, hanya sektor perkebunanlah yang tetap tumbuh positif dalam berkontribusi terhadap ekonomi Indonesia," ujarnya.Lebih lanjut disampaikan, pembangunan perkebunan kelapa sawit telah memberikan manfaat langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat daerah dan nasional. Disamping itu, ucapnya, keberadaannya telah berkontribusi signifikan dalam mengurangi jumlah penduduk miskin dan pengangguran."Maka dari itu, menyelesaikan persoalan-persoalan yang terdapat dalam sektor perkebunan ini menjadi perhatian kita bersama. Tentunya untuk memperjuangkan kesejahteraan bagi rakyat kita," tandasnya.Acara ini juga dilanjutkan penandatanganan Mou (Memorandum of Understanding) antara Bupati/Wali kota dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) se-wilayah Riau.

Merajut Hubungan Melalui Tour Sepak Bola ke Kampung-Kampung
Advertorial

Merajut Hubungan Melalui Tour Sepak Bola ke Kampung-Kampung

Siak, Petah.id - Sepak bola sudah menjadi kearifan lokal yang diturunkan dari generasi-generasi sebelumnya. Di Kabupaten Siak sepak bola sudah menjadi aktivitas sehari-hari pemuda dan masyarakat di kampung-kampung.Sebagai bentuk komitmen mempertahankan kearifan lokal sepak bola ini agar terus terlestarikan di Kabupaten Siak. Pria yang disapa ngah Ige ini dengan menginisiasi kegiatan olahraga sepak bola yang menghubungkan berbagai kampung di Kabupaten Siak."Sepak bola ini salah satu kearifan lokal yang terus kita jaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi agar tidak lekang dimakan waktu,” kata Ketua DPRD Kabupaten Siak, Indra Gunawan saat ditemui dilapangan Sepak Bola Kampung Teluk Mesjid, Senin (11/9/2023).Politisi Golkar ini tak asing lagi ditelinga masyarakat apalagi di dunia kepemudaan di Kabupaten Siak. Kontribusinya terhadap pemuda sampai hari ini masih dapat dirasakan dan masih melekat di ingatan masyarakat. Hubungan antara Indra Gunawan dengan pemuda dan masyarakat Kabupaten Siak sudah terjalin lama, seakan tak berjarak. Terbangunnya hubungan emosional itu ketika beliau menahkodai dua organisasi kepemudaan di Kabupaten Siak pada masa itu. Dua organisasi itu diantaranya Karang Taruna Kabupaten Siak dan Komite  Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Siak. Tak henti-hentinya turun ke masyarakat sudah menjadi kebiasaannya saat aktif di organisasi kepemudaan. Hampir saban hari Indra menyerap aspirasi warga melalui berbagai kesempatan kegiatan masyarakat. Terlihat jelas bahwa keterlibatannya dalam komunitas tidak hanya sekedar formalitas politik.Kali ini Ketua DPRD Kabupaten Siak, Indra Gunawan bersama tim sepak bola Abang Kito bertandang ke Kampung Teluk Mesjid dalam rangka pertandingan persahabatan dan menjalin hubungan silaturahmi bersama masyarakat Kampung Teluk Mesjid. "Pertandingan persahabatan sepak bola ini dalam rangka silaturahmi bersama pemuda dan masyarakat Kampung Teluk Mesjid, mudah-mudahan melalui kegiatan persahabatan ini pemuda aktif kembali bermain bola, karena lapangan ini sempat tak aktif," sebutnya.Meski cuaca hujan dan kondisi lapangan becek tak menyurutkan semangat kedua belah tim ini bermain bola. Kesederhanaan Indra Gunawan tergambarkan saat memapah becek lapangan bola, ia tak alergi memapah becek merebut bola dari kaki lawan. "Pak penghulu ini teringat masa kecil dulu, hujan-hujan macam ini kita berduyun bermain bola, tak kenal waktu," kata Indra Gunawan sembari tertawa bergurau.Dengan menggunakan nomor punggu 11 Indra Gunawan terlihat aktif di lapangan, melakukan koordinasi sesama tim hingga menyusun strategi menyerang gawang lawan. Berkat kerjasama tim Abang Kito bisa mengimbangi tim lawan dengan skor akhir 2-1. "Mudah-mudahan melalui silaturahmi pertandingan persahabatan sepak bola ini, kawan-kawan lebih semangat lagi dalam latihan, dan lapangan ini tetap dijaga agar terus aktif, sayang lapangan sudah ada," ujarnya.Sementara itu, Penghulu Kampung Teluk Mesjid, Juma'in mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Siak dan tim sepak bola yang telah berkunjung ke Kampung Teluk Mesjid. Ia menuturkan, dengan adanya pertandingan persahabatan itu dapat menjadi pemantik atau menyengat pemuda agar terus aktif di bidang olahraga khususnya sepak bola."Alhamdulillah dengan pertandingan persahabatan ini menjadi penyemangat pemuda kami dalam berlatih," ucapnya.

Pemprov Riau Kembali Buka Penerimaan PPPK, Catat Jadwalnya Jangan Sampai Terlewat
Kampar

Pemprov Riau Kembali Buka Penerimaan PPPK, Catat Jadwalnya Jangan Sampai Terlewat

Pekanbaru, Petah.id - Pemerintah Provinsi Riau kembali melakukan seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau Ikhwan Ridwan mengatakan, seleksi akan dimulai pada 17 September 2023 hingga 6 Oktober 2023 mendatang. "Kita sudah menerima jadwal seleksi PPPK dari BKN. Untuk pendaftaran akan dibuka mulai 17 September sampai 6 Oktober," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Ikhwan Ridwan, Selasa (5/9/2023).Untuk tahapan seleksi administrasi, kata Ikhwan, dimulai tanggal 17 september 2023 hingga 9 oktober 2023 dan hasil seleksi akan diumumkan pada 10 oktober hingga 13 oktober 2023."Masa sanggah dimulai pada 14-16 oktober 2023 dan jawaban sanggah pada 14 - 18 oktober 2023. Kemudian, pengumuman pasca sanggah tanggal 17 - 23 oktober 2023," jelas Ikhwan. Sementara itu, tambah Ikhwan, untuk pelaksanaan ujian akan dimulai pada tanggal 4 - 13 november 2023."Untuk pelaksanaan ujian SKD dijadwalkan akan dilaksanakan pada 4 sampai 13 November 2023. Tapi lokasinya belum ditetapkan, biasanya di Gedung BKN," tambah Ikhwan.Ikhwan mengatakan, tahun ini pemerintah pusat memberikan kuota PPPK di Riau sebanyak 3.379 formasi. Kuota PPPK yang diberikan oleh pemerintah pusat tidak jauh berbeda dengan usulan yang sudah disampaikan oleh Pemprov Riau."Alhamdulilah dari kuota yang kita usulkan sebagian besar disetujui, seperti formasi guru itu semua usulan kita disetujui," ujarnya. Ikhwan merincikan untuk formasi guru, sebelumnya pihaknya mengusulkan sebanyak 3.057 formasi dan seluruh usulan tersebut disetujui oleh pemerintah pusat. Kemdian untuk formasi tenaga kesehatan dari 174 formasi yang diusulkan, yang disetujui sebanyak 173 orang, berkurang 1 formasi dari yang diusulkan. Sedangkan untuk formasi tenaga teknis dari 196 formasi yang diusulkan yang disetujui hanya 149 formasi atau berkurang 20 formasi dari yang diusulkan."Jadi total semuanya ada selisih 21 formasi antara usulan yang kita sampaikan ke Kemenpan Rb dengan kuota yang disetujui oleh Kemenpan RB," katanya.

Ini Pemicu Pemuda Tualang Aniaya Temannya Hingga Berlumuran Darah
Hukum

Ini Pemicu Pemuda Tualang Aniaya Temannya Hingga Berlumuran Darah

Siak, Petah.id - Peristiwa pemukulan terhadap korban berinisial ML (27) warga Kampung Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang ini dipicu adanya perselisihan adu mulut antara korban dan pelaku berinisial TZT (23), Selasa (5/9/2023).Kapolsek Tualang Kompol Arry Prasetyo melalui Kanit Reskrim Polsek Tualang, AKP Adi Susanto menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, kejadian penganiayaan dengan pembacokan itu disebabkan cekcok mulut antara pelaku dan korban.Diduga pelaku tak terima (emosi-red), sehingga pelaku gelap mata dan memukul korban hingga mengalami luka dan berlumuran darah. Atas kejadian itu, kata AKP Adi Susanto, pihak keluarga korban melaporkan ke Polsek Tualang."Korban dan pelaku ini berteman, pemicunya karena cekcok mulut saja, hingga menyangkut harga diri sehingga pelaku reaktif berlebihan," kata AKP Adi Susanto kepada Petah.id.AKP Adi Susanto menuturkan, saat ini pelaku dan barang bukti berupa sepotong papan sepanjang setengah meter serta satu buah teko plastik warna hijau yang diduga digunakan pelaku melakukan tindak pidana penganiayaan sudah pihaknya amankan."Pelaku dan barang bukti sudah kita amankan guna untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut' tegasnya.AKP Adi Susanto menghimbau agar masyarakat dapat menjaga lisan dan perkataan serta rasa saling menghormati sesama demi tercipta suasana ketertiban."Jangan sampai gara ucapan kita menyebabkan perselisihan dan berurusan dengan hukum," ucapnya.Sebelumnya, pemuda berinisial TZT (23) warga Jalan Pertiwi, Kampung Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang diringkus tim Unit Reskrim Polsek Tualang diduga melakukan tindak pidana penganiayaan dengan pembacokan terhadap korban berinisial ML (27), pada Jumat (1/9/2023) lalu.Pelaku ditangkap tim Unit Reskrim Polsek Tualang di sebuah rumah petak di Jalan  Pertiwi Gang. Sawmill, Kampung Pinang Sebatang Timur.

11 Kawasan Tanpa Rokok di Siak, Berikut Tempatnya
Siak

11 Kawasan Tanpa Rokok di Siak, Berikut Tempatnya

Siak, Petah.id - Pemerintah Kabupaten Siak tengah gencar sosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Siak nomor 13 tahun 2018 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Bukan tanpa sebab, kampanye Perda KTR menjadi salah satu upaya pemerintah Kabupaten Siak agar masyarakat tetap sehat. Berdasarkan survei GATS 2021 menunjukkan bahwa indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbanyak ketiga di dunia, setelah India dan China. Dimana lebih dari 70 juta perokok tembakau dewasa di Indonesia berisiko terkena penyakit menular dan tidak menular.Tembakau juga menjadi penyebab kematian terbesar akibat PTM, sebesar 59.6 persen mengakibatkan kanker, trakea, bronkus dan papu-paru, sekitar 59.3 persen mengakibatkan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), kemudian 28.6 persen mengakibatkan penyakit jantung, 20.6 persen mengakibatkan Diabetes Melitus (DM),dan 19.7 persen mengakibatkan stroke.“Itu lah sebabnya, hari ini kita bersama-sama deklarasikan Perda no 13/2018 tentang KTR kepada ASN, Honorer dan masyarakat se-kabupaten Siak.  Agar kita memiliki komitmen yang sama tidak merokok di tempat yang dilarang dalam perda tersebut,” ujar Wakil Bupati Siak Husni Merza saat menjadi Pembina upacara senin bersama di lingkungan Pemkab Siak, di Halaman Kantor Bupati Siak, Senin (4/9/2023).Adapun kawasan yang dideklarasikan bebas asap rokok antara lain di dalam rumah, di tempat kerja, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, fasilitas pendidikan, taman bermain anak, fasilitas umum, tidak merokok dalam acara atau pertemuan, tidak merokok di dekat ibu hamil, bayi, balita, anak anak dan lansia. Selanjutnya, tidak menyediakan asbak rokik dalam rumah atau kegiatan pertenyan dan tidak memperbolehkan anak di bawah umur 18 tahun merokok dan membeli rokok. “Ada 11 KTR yang harus di steril dari asap rokok dan kita terus sosialisasikan untuk tidak merokok karena merokok salah satu faktor yang paling berbahaya menimbulkan penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, diabetes, hipertensi dan sebagainya. Padahal penyakit tersebut berkaitan erat dengan kematian terbesar di Indonesia,” sebutnya.Ia heran, saat dirinya ke Thailand ibu kota Bangkok di bandaranya, tidak di temui area tempat merokok bahkan di rumah makan tidak di temui orang abis makan merokok.“Kalau di bandara kita, SSK, Soeta Banten sudah lah, tapi saya heran di Bangkok bandara nya tidak ada area bebas rokok, bahkan rumah makan nya pun tidak di temui orang merokok, itu bukan di kota, tapi rumahkan di kampungnya. Padahal Bangkok itu, parah dari pada kita tapi budaya bahkan kedisplinan masyarakatnya. Patut kita contoh,” ungkapnya.Deklarasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) itu, diikuti dengan penandatangganan bersama 11 area bebas asap rokok yang diikuti para pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Siak. 

Halaman 52 dari 164