SIAK, Petah.id - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tinggal hitungan hari. Politik uang harus ditolak dan netralitas harus dijaga.Hal itu pula yang menjadi penyebab Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan dan personelnya membacakan deklarasi.Ada pun deklarasi yang dibacakan secara serentak oleh Kapolsek dan personelnya di depan Mapolsek Koto Gasib adalah,”Kami personel Polsek Koto Gasib dengan ini mendeklarasikan sikap, pertama, menolak dan melawan segala bentuk politik uang, serta intimidasi dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Siak tahun 2020,".Kedua, siap mengamankan dan menyukseskan serta bersikap netral dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Siak.Disebutkan Kapolsek Ipda Suryawan, pihaknya sedang berjuang untuk menciptakan rasa aman di masyarakat, tidak ada intimidasi, politik uang dan akan tetap netral.“Kami berharap, dan berusaha dengan personel yang kami miliki dapat menciptakan rasa aman dan Pilkada berjalan lancar,” sebut Kapolsek Ipda Suryawan.
SIAK, Petah.id - Kabar gembira untuk putra dan putri yang ber KTP Siak, pasalnya Distransnaker Kabupaten Siak menggandeng 30 perusahaan untuk melaksanakan Job Fair dalam rangka mengurangi angka pengangguran.Acara itu diselenggarakan selama dua hari, Rabu-Kamis (18-19 November 2020) di Siak Sport Hall Kabupaten Siak."Target utama kita adalah mengurangi angka pengangguran yang ada di Kabupaten Siak, dan itu akan didominasi oleh anak daerah sendiri," ungkap Kepala Distransnaker Kabupaten Siak Amin Budiyadi.Acara tersebut, Kata Amin, dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB petang.Sementara itu, perusahaan yang tergabung dalam Job Fair ini berasal dari beberapa perusahaan besar di Riau. Baik industri maupun keuangan."Sebanyak 30 perusahaan akan menyediakan beberapa lowongan kerja di berbagai bidang keahlian dalam pameran bursa kerja atau Job Fair," jelasnya.Untuk persyaratan, tambah Amin Budiyadi, semuanya masih memakai syarat umum seperti biasa bagi pencari kerja."Biasanya hari pertama melihat dulu apa saja lowongan kerja yang ada di setiap perusahaan, setelah itu baru dipersiapkan lamaran kerjanya. ya seperti melamar kerja biasanya lah," tambahnya.Disinggung soal strategi perekrutan di tengah pandemi Covid-19, Kadistransnaker mengaku sudah mempersiapkan skemanya dengan penerapan prokes yang ketat. bahkan pihaknya terus berkomunikasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Siak. "Kami mengajak masyarakat beramai-ramai menghadiri dan mengikuti pameran ini. Dan jangan lupa selalu mematuhi protokol kesehatan, salah satunya memakai masker saat datang ke acara ini," jelasnya.
SIAK, Petah id - Wajah-wajah masyarakat Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak tampak ceria dan sumringah saat menerima bantuan dari Baznas di tengah pandemi covid-19 di Masjid Baiturahman Kampung Pangkalan Makmur, Senin (16/11/2020)."Tentu saja kami senang karena dapat bantuan dari Baznas," kata Yosa asal Teluk Merbau ini. Dalam kesehariannya, Yosa bekerja sebagai buruh tani. Ia mengaku bersyukur dan sangat terbantu setelah menerima bantuan beras, uang dan lain-lain dari Baznas Kabupaten Siak. Ia pun mendoakan dan mengucapkan terima kasih untuk para Muzakki dan Baznas yang telah membantu orang-orang kurang mampu seperti dirinya. Sementara itu, Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman usai menyerahkan bantuan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah adalah pelayan masyarakat. "Kami sebagai aparatur pemerintah adalah abdi dari masyarakat, mulai dari pemerintah kabupaten hingga ke tingkat kampung," jelas Indra. Kata dia, pemerintah akan selalu hadir ditengah-tengah masyarakat. Namun demikian pemerintah punya keterbatasan waktu dan keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah sangat mendukung adanya Badan Amil Zakat ini. Dengan adanya Baznas masyarakat bisa langsung dibantu melalui program-program yang sudah dirancang dengan baik. Lebih lanjut ia menuturkan, bagi kampung yang lebih banyak membayarkan zakatnya, tentu akan lebih besar pula jumlah yang dikucurkan ke kampung tersebut. "Nah, makanya saya mengajak masyarakat berlomba-lomba untuk membayar zakat. Sebab zakat ini berguna untuk membersihkan harta kita. Bila kita sudah mengeluarkan zakat, maka Allah akan mempercayakan harta lain kepada kita kembali," ucapnya. Ditempat yang sama, Ketua Baznas Siak M Rasyid Suharto menambahkan, jumlah dana zakat konsumtif yang disalurkan sebesar Rp 167.730.000. Sebenarnya untuk Kecamatan Dayun ini lanjut Rasyid, sebesar 234 juta rupiah yang dibagi dengan pola produktif dan konsumtif. Dana tersebut dibagi 30 persen untuk konsumtif dan 80 persen untuk produktif. Namun karena kondisi covid pihak Baznas mengucurkan bantuan lebih banyak dengan pola konsumtif. "Biasanya dana zakat ini kami bagikan kemasyarakat 30% untuk konsumtif dan 70% pola produktif, tapi karena covid jadi lebih banyak yg konsumtif," ujarnya. Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan dengan rincian beras 10 kg, uang tunai 300 ribu rupiah, produk dari Mustahiq yang produktif berupa lele siap goreng (lesgo) 1 kg dan ayam kampung setengah kilo. Selain itu ada voucher belanja sebesar 200 ribu rupiah di warung yang sudah ditunjuk oleh Upz kecamatan. Jadi totalnya sebesar Rp 650.000."Voucher ini adalah program belanja diwarung tetangga," sebut Rasyid. Rasyid menuturkan, Beras yang di beli dari para petani di Kabupaten Siak selama 1 tahun sebanyak 250 ton adalah untuk melayani dua program Baznas. Seperti, program pendistribusian, setiap Mustahiq menerima bantuan beras sebanyak 10 kg. Dan program yang kedua adalah untuk mengisi atm beras yang ada di Masjid-masjid kecamatan. Dalam kurun 1 tahun ini pihak Baznas telah membangun rumah layak huni sebanyak 17 unit. Kemudian ditambah dengan rumah yang dibangun kelanjutan dari program tahun 2019."Jadi insya Allah tahun ini Baznas akan bangun 27 rumah layak huni," terangnya. Sementara untuk bantuan listrik telah dipasang sebanyak 200 KK, dan akan di pasang lagi sebanyak 180 KK. Kemudian lanjutnya, baznas Kabupaten ada program pemasangan listrik di Teluk Lanus, yang berjumlah 130 KK. "Alhamdulillah untuk Teluk Lanus dapat subsidi dari PLN, yang tadinya 900 ribu kita cuma membayar 450 ribu, yang akan diselesaikan pada bulan Desember," imbuhnya.
SIAK, Petah.id - Layanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil yang dilakukan berkeliling di lima kecamatan ternyata menggunakan dana alokasi khusus (DAK).Demikian dikatakan Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Hj Tengku Barora yang akrab panggilan Eva di GOR Tualang. Tahun ini DAK lebih banyak. Tahun lalu ada, tapi tidak sebanyak ini, makanya digabung dengan APBD.“Seharusnya kami melaksanakan kegiatan dari anggaran DAK ini pada Maret lalu, tapi karena pandemi Covid-19, kami undur,” jelas Eva.Lebih jauh dikatakannya, kegiatan ini memang harus dilaksanakan dan tuntas tahun ini. Sebab dimonitor oleh Kemendagri. “Jika tidak tuntas, ada kemungkin 2021 kami tidak mendapatkan DAK lagi, tentu kami tidak ingin hal itu terjadi,” jelas Eva.Disebutkan Eva, kegiatan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pilkada, sebab memang agenda dari pemerintah pusat. Ada pun lima kecamatan yang masuk dalam program ini terdiri dari Kecamatan Sungai Apit, Sungai Mandau, Kerinci Kanan, Kandis dan Tualang.“Kami rata-rata dua sampai tiga hari melayani masyarakat di setiap kecamatan dibantu petugas kecamatan. Dan respon masyarakat cukup baik. Bahkan di beberapa kecamatan, masyarakat yang mengurus administrasi kependudukan sangat banyak,” jelas Eva.Kecamatan Kandis, Sungai Apit dan Tualang ini, masyarakat begitu antusias mengurus, kartu penduduk, akta lahir, KTP-el, surat pindah dan kartu identitas anak (KIA).“Kami membuka lima meja untuk lima pengurusan tersebut. Jika tidak ada gangguan pada sistem, jika persyaratan lengkap, hanya dalam beberapa waktu pengurusan akan selesai,” ungkapnya.Disingung tentang protokol kesehatan (prokes), Eva mengatakan hari pertama masih ada wastafel portabel di beberapa titik, dan warga tidak dilayani jika tidak menjaga jarak dan mengenakan masker, sehingga saat hari kedua dia tidak begitu memperhatikan.“Saya tidak tahu kalau memang tidak ada wastafel portabel dan banyak warga yang tidak mengenakan masker,” ungkapnya.Menanggapi hal itu, Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman mengimbau warga agar mematuhi prokes, karena hal itu untuk keselamatan bersama. “Pelayanan Dukcapil keliling yang disebut dengan Pasodukcapil wajib mematuhi prokes. Saya berharap Satpol PP, pihak Disdukcapil dan pihak Kecamatan Tualang, dapat memperhatikan hal ini,” ungkap Pjs Bupati Indra Agus Lukman.Lebih jauh dikatakannya, jangan sampai niat baik tercederai karena tidak mematuhi prokes.“Mari sama-sama menjaga agar kita terhindar dari Covid-19,” ucap Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman.
SIAK, Petah.id -Siapa yang tak kenal Syamsuar, Bupati Siak dua periode dan kini menjadi Gubernur Riau.Meski sudah memimpin Provinsi Riau, namun masyarakat Siak tak pernah melupakannya.Sportivitas dalam bekerja, responsif terhadap setiap permasalahan dan laporan masyarakat, dengan cepat mengatasinya. Itulah Syamsuar, begitulah Syamsuar dalam bekerja.“Saya ada karena masyarakat. Maka saya harus berikan yang terbaik untuk masyarakat. Sebab sejatinya saya adalah pelayanan masyarakat,” ungkap orang nomor sati di Provinsi Riau Drs H Syamsuar Msi.Gubernur Syamsuar kemarin melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Sungai Apit dan Sabak Auh. Dalam kunjungan kerjanya, Gubernur Syamsuar yang didampingi Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman, Kapolres AKBP Doddy F Sanjaya dan sejumlah pejabat menyaksikan Pasar Seri Kualo di Sungai Apit. Pasar yang terletak di tepi laut itu, diharapkan Gubernur Syamsuar agar dijaga kebersihannya seperti aset sendiri.Kedatangan Syamsuar disambut warga dengan gembira. Warga masih ingat betul bagaimana kinerja Syamsuar saat menjadi Bupati Siak. Bahkan pasar itu dibangun di masa Syamsuar menjadi Bupati Siak."Pak Syamsuar sangat pengertian. Dia tahu apa yang menjadi kebutuhan kami. Dia tegas tapi terarah. Dia cepat merespon apa yang menjafi kebutuhan kami,” ungkap Rina, salah seorang pengunjung pasar.Disebutkannya, dia sangat terkesan dengan Pak Syamsuar karena dia selalu membuktikan kata-katanya dan cepat merespon apa yang menjadi keluhan warga. Makanya mengetahui Pak Syamsuar akan melakukan kunjungan ke pasar, dia langsung menuju pasar, untuk sekedar bertemu dan bertegur sapa.“Saya berharap, lahir pemimpin Siak yang seperti Pak Syamsuar, tegas dan baik, serta memiliki visi ke depan ke Siak lebih baik,”ucapnya.“Kami sudah lelah dengan janji dan harapan hampa. Kami perlubukti karena kami hidup di alam nyata. Lihatlah jalan menuju Kota Sungai Apit, begitu banyak lobangnya. Sepertinya, kami ini kurang dipedulikan,” tambahnya.Ibu rumah tangga ini, mengaku sangat ingin adanya perubahan. Sehingga ada bukti nyata dalam setiap tindakan pemerintah menjadi nyata dan terealisasi.Disebutkannya, mudah-mudahan dengan hadirnya Pak Syamsuar di pasar, membawa angin segar untuk perubahan Siak ke arah yang lebih baik lagi.Jika itu di Sungai Apit, komentar dan harapan yang tak jauh berbeda keluar dari mulut Penguhu Bandar Sungai di hadapan Gubernur Syamsuar, Pjs Bupati Indra Agus Lukman, Sekda Arfan Usman, anggota DPD RI, camat dan perangkatnya, mengeluhkan kurang responsif pemkab saat ini.Saya pernah meminta solusi tentang tapal batas, namun sampai saat ini tidak direspon. Demikian juga dengan ruang terbuka hijau, yang nantinya akan dimanfaatkan untuk UMKM, namun tetap saja sampai saat ini belum direspon.Mendengar itu, Gubernur Syamsuar akan segera mencarikan solusinya. Untuk tahap awal sambil bergurau disebutkannya, seharusnya masyarakat Badar Sungai berbahagia karena punya lahan di dua kabupaten. “Orang luar bisa punya lahan di sini, masak kita di sini punya lahan di dua kabupaten merasa tidak nyaman,” sebutnya.Tapi itu tadi hanya gurauan, yang pasti akan dicarikan solusinya, sehingga warga menjadi tenang dan tidak lagi resah.Sementara mengenai ruang terbuka hijau, Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman menjelaskan bahwa pihaknya segera menjawab keluhan itu. Beri kami waktu, karena akan ada solusi dan jawaban konkret atas hal itu, yaitu Perta Shop atau Pertaminamini. Nanti di sana selain jual pertalite ada juga gerai UMKM. “Untuk Perta Shop akan dikelola BUMKam, sehingga kampung-kampung akan aktif dan masyarakatnya sejahtera,” sebutnya.
SIAK, Petah.id - Wujudkan pilkada jujur dan adil Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Siak, melalui Zulfadli Nugraha ingatkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai honorer untuk tidak terlibat dalam politik praktis. "Like (menyukai) dan komen yang menyatakan dukungan yang dilakukan oleh PNS itu akan kita proses sesuai dengan aturan yang berlaku," Kata Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Siak, Zulfadli Nugraha, Minggu (27/09/2020) malam. Dijelaskannya, sanksi itu juga diberlakukan untuk honorer yang pendapatannya bersumber dari APBN/APBD (SK Bupati). "Namun honorer yang bersifat sukarela, THL itu dikembalikan kepada kebijakan kantornya atau oleh kepala dinasnya,"jelasnya. Terkait sanksi terhadap PNS yang melanggar netralitas, bawaslu akan meminta klarifikasi dari yang bersangkutan serta keterangan dari pihak-pihak terkait dan hasilnya akan direkomendasikan kepada KASN untuk ditindak lanjuti. " Untuk sanksi itu wewenang KASN, kami (bawaslu) hanya menindaklanjuti serta memproses yang bermasalah, dan hasilnya kami serahkan ke KASN," terangnya. Sementara itu bagi honorer tambah Fadli, hasil dari kajian Bawaslu akan diserahkan kepada pembina honorer tersebut (Kepala Dinas) untuk memberikan sanksi terhadap anggotanya. Khusus untuk honorer yang bersifat sukarela dan THL, Bawaslu akan melihat aturan dalam SK atau kontrak kerjanya dengan pihak dinas. "Tapi kalau di SK atau kontraknya tidak diatur supaya bersikap netral dalam ajang pemilu dan pilkada, maka Bawaslu bersifat persuasif dan hanya menghimbau kepada atasannya untuk mengingatkan yang bersangkutan supaya tidak terlibat politik praktis,"pungkasnya.
SIAK, Petah.id - Arif Fadilah bukan ayah atau suami yang sempurna. Namun kejujurannya dalam mengekspresikan perasaannya dan sikap apa adanya yang membuat dia sempurna di mata istri dan juga anak-anaknya. Bicara Arif, bicara tentang lelaki berkumis, galak, suara lantang terlebih saat ada yang tak beres. Tapi opini itu, terpatahkan jika sudah mengenalnya dengan baik. Arif orang yang santun lagi jenaka. Arif sudah menjadi yatim saat berusia 11 tahun. Dia anak kedua dari tiga bersaudara dengan ibu seorang guru. Masa kecilnya yang berat membawanya hidup dengan penuh disiplin dan menghargai keadaan. Menghargai keadaan di sini, dia tahu harus bersikap apa dengan orang yang sudah berbuat baik dengannya. Sikap itu terbawa hingga dia menjadi ayah dari tiga putri dan satu putranya.Dikisahkan Hj Dra Jamilah MM yang mendampinginya selama 32 tahun, dia mengenal Arif ketika masih kelas II SMP di Pagurawan, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Saat itu Arif mencari keluarga ayahnya. Sebab dia sudah ditinggal ayahnya sejak kelas IV sekolah dasar. “ Saat itulah kami bertemu. Karena saya masih Kelas II SMP, cinta-cinta monyet lah namanya kami dulu itu kan. Ternyata kami berjodoh dan dia menjadi suami saya sampai sekarang ” ungkap Jamilah mengenang perjalanan cintanya dengan Arif.Dia suami yang baik, sekaligus ayah yang tegas untuk keempat anaknya. Dia bisa memahami suatu kondisi, sehingga apa yang dilakukannya selalu dalam batas wajar. Tidak pernah dia marah tanpa alasan. Tidak pernah dia memberi sanksi melebihi dari kesalahan yang dibuat. Bahkan dia lebih banyak memaafkan dari pada harus memberi sanksi. Sebab dia sebenarnya begitu peka dan memahami kenyataan.Mungkin perjalanan hidupnya membuat dia kalau bicara kuat atau tegas. Tapi selalu di balik itu ada niat baik dan ketulusan. Sementara putrinya Syarifah Kemala SPd ingat batul bagaimana ayahnya melarang mereka pergi dengan orang yang belum dikenal dengan baik. “Ayah begitu khawatir atas keselamatan kami. Bahkan sangkin khawatirnya, ayah tidak sungkan jika harus meledak ledak melarang kami keluar rumah jika itu tanpa tujuan yang pasti ” jelas Sarifah Kemala.Disebutkannya, belakangan dia tahu, keresahan ayahnya itu karena tidak bisa tenang kalau masih ada anak-anaknya yang belum pulang. Dari pada resah, ayah memilih melarang pergi, jika keluar rumah tanpa tujuan. Ayah juga sangat perhatian sama anak-anaknya, dari urusan sekolah sampai benda-benda yang ada di dalam kamar dan belum lengkap ayah sempurnakan. “Misalnya peralatan mandi, seperti sampo dan sabun mandi, pokoknya hal-hal kecil dari A sampai Z ayah begitu perhatian,” ucapnya.Sementara dr Syarifah Nadya menyebutkan ayahnya memberikan pelajaran yang mungkin tidak didapat di sekolah. Bagaimana cara menghadapi orang, berbuat baik sama orang, membalas kebaikan-kebaikan otang, tidak boleh lupa dengan kebaikan orang. Ayah lebih sering mengajarkan yang Seperti itu. “Sampai saat ini, saya selalu ingat pesan-pesan ayah itu. Ternyata apa yang ayah maksud, apa yang ayah ajarkan, benar-benar sangat bermanfaat dalam menjalani hidup ini. Dan bagi saya pesan ayah itu salah satu kunci menjalani hidup ” jelas Syarifah Nadya.Said Muhammad Firdaus, menyebutkan ayah memberikan semua anak untuk berkembang, dia tidak meminta anak menuruti kemauannya, ayah memberikan kepercayaan kepada anak-anaknya untuk memilih yang terbaik karena dia percaya kepada anak-anaknya. “Karena dia tahu apa yang kami inginkan, sebab dia yang begitu dekat dengan kami. Sampai hal-hal kecil kami akan ceritakan ke dia jika itu perlu ” ungkap Said Muhammad Firdaus.Sedangkan Syarifah Muthya merasakan kehangatan ayahnya ketika sakit. Ayah begitu perhatian. Terlihat betul ayah begitu khawatir. Banyak bertanya tentang yang dimaui anaknya. Namanya orang tidak punya selara apa-apa, tentulah tidak ada permintaan. Tapi begitulah dia adanya. “Dia tidak ingin melihat anak-anaknya merasa sakit. Hal itu membuatnya resah ” ungkapnya.Cerita istri dan empat putra dan putri Arif dari sisi dan kaca mata berbeda. Namun, keempatnya satu suara Arif tegas dan disiplin. Demikian orang lain, tentu menilai Arif Fadilah dari tampak luar, karena hanya mengenalnya sekilas atau mendapatkan cerita tentang Arif dari mulut ke mulut.Sosoknya memang seperti itu adanya. Dia selalu inginkan orang lain berubah menjadi lebih baik. Dia bukan pemarah, tapi memang begitulah intonasi suaranya. Dia ayah yang baik bagi anak-anaknya. Dia suami yang baik bagi istrinya. Dan dia selalu inginkan perubahan atas suatu kesalahan dan keadaan menjadi lebih baik lagi. Kenali Arif, pastikan dia yang terbaik.
SIAK, Petah.id - Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan memberikan penghargaan kepada personel yang dinilai berprestasi dan kinerjanya maksimal.“Saya mengapresiasi kinerja personel saya yang melampaui dari apa yang ditugaskan. Makanya saya berikan penghargaan berupa piagam dan cenderamata,” ungkap Kapolsek Koto Gasib IPDA Suryawan, Senin (21/09/2020).Penghargaan diberikan kepada personel Polsek Koto Gasib yang aktif dalam pengisian laporan kegiatan pada Aplikasi Lancang Kuning dihitung mulai tanggal 25 Agustus sampai 20 September 2020 atau sekitar 25 hari.Ada banyak kategori dalampenilaian kinerja ini, sehingga hampir seluruhnya mendapatkan sertifikat. Karena seluruh personel berlomba-lomba memperlihatkan kinerja terbaiknya.Ke depan kategori akan diberlakukan, baik itu Bhabinkamtibmas, untuk personel Reskrim dan lainnya, sehingga semua berjalan sesuai semestinya.“Kesungguhan personel dalam bekerja setiap hari dinilai dan diapresiasi. Sehingga kerja maksimal tidak sia-sia. Kami menghargai dengan sebaik-sebaiknya,” ungkap Kapolsek Suryawan.Berikut penerima penghargaan, juara 1, Bripka Mahadir M, merupakan Bhabin Kampung Pangkalan Pisang dengan 109 laporan.Juara dua, Bripka Adianto, merupakan Bhabin Kampung Keranji Guguh dengan 92 laporan.Dan juara tiga, Bripka M Zamri, Bhabin Kuala Gasib, dengan 63 laporan.“Adapun jumlah keseluruhan laporan pada Aplikasi Lancang Kuning yang diisi oleh personel Polsek Koto Gasib sebanyak 632 laporan,” jelas Kapolsek Suryawan.Pemberian penghargaan ini untuk memotifasi seluruh personel Polsek Koto Gasib,untuk aktif dan semangat dalam melaporkan kegiatan rutin yang dilaksanakan personel setiap harinya ke aplikasi Lancang Kuning.Polsek Koto Gasib mendukung dan berperan aktif dalam mensukseskan program inovasi Kapolda yaitu Aplikasi Lancang Kuning.
PEKANBARU, Petah.id - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau kembali menggelar program pemutihan atau penghapusan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Program tersebut dimulai 1- 30 September 2020.Pemutihan denda PKB ini tak ditentukan tahun penunggakannya. Jika PKB sudah tercatat denda karena keterlambatan, maka sudah mengajukan program pemutihan."Terhitung 1 sampai 30 September nanti, kita lakukan program pemutihan denda PKB," kata Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Pengelolaan Pendapatan Simpang Tiga Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau, Mohd Tafianto, Selasa 1 September 2020.Selain itu, Bapenda Riau juga memberi potongan untuk Bea Balik Nama Kendaraan (BBNKB).Jika sebelumnya biaya balik nama dikenakan satu persen dari nilai jual, kali ini dari nilai satu persen tersebut akan diberikan potongan sebesar 50 persen."Kami berharap, masyarakat dapat memanfaatkan program ini. Ini tentu kesempatan khususnya bagi warga yang memiliki kendaraan sudah tercatat sebagai denda akibat keterlambatan pembayaran," harap Tafianto.Lebih lanjut, bagi warga yang ingin memanfaatkan program pemutihan PKB dan potongan BBNKB sebesar 50 persen dapat mengurus di UPT Pengelolaan Pendapatan Simpang Tiga mulai pukul 8.00 - 14.00 WIB pada Senin hingga Kamis.Kemudian Jumat pelayanan dimulai pukul 08.00 - 11.30 WIB. Sedangkan Sabtu dari pukul 08.00 - 12.00 WIB.Bagi warga yang melakukan pengurusan pemutihan PKB diminta membawa masker. Sementara, dari UPT sendiri sudah menyiapkan tempat cuci tangan, tempat kursi berjarak.Kalau pun jika terjadi lonjakan warga yang datang sudah disiagakan mobil Samsat keliling di belakang UPT Pengelolaan Pendapatan Simpang Tiga.Sehingga warga yang datang tidak hanya terkonsentrasi satu titik di UPT saja."Kami harap warga yang datang sama-sama memahami, jadi protokol kesehatan tetap kita laksanakan untuk mencegah penyebaran Covid-19," pungkas Tafianto.
SIAK, Petah.id - Film Pendek dengan judul "Srikandi Siak" membawa Polwan Polres Siak jadi pemenang pertama dalam perlombaan Film Pendek yang ditaja Polda Riau dalam rangka peringati hari jadi Polwan ke -72.Dikatakan Kasat Lantas Polres Siak AKP Rosna Meilani film Srikandi Siak menceritakan tentang peran Polwan dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Ditambahkannya, dibawah kepemimpinan Kapolres Siak, AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini kehadiran Srikandi Siak memberikan warna tersendiri khususnya edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Siak."Dalam film itu saya bersama srikandi lainnya juga melaksanakan kegiatan Patroli dan imbauan adaptasi kebiasaan baru dan penertiban penggunaan masker serta penerapan protokol kesehatan cegah penyebaran Covid-19 di kota Siak,"jelas AKP Rosna.Film yang berdurasi 9 menit itu mengambil latar belakang kemegahan Istana Siak Sri Indrapura dan keindahan Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah yang menjadi salah satu icon wisata di Kabupaten Siak." Pada film ini kita juga memperlihatkan srikandi siak terjun langsung dalam kegiatan dapur umum dan penyaluran makanan serta sembako bagi masyarakat terdampak Covid-19,"terangnya.Selain itu, Lanjut AKP Rosna Meilani, Srikandi Siak juga melakukan pendampingan kepada kelompok tani yaitu pembinaan ketahanan pangan Jaga Kampung Polres Siak, Polda Riau dan pemberdayaan pendapatan masyarakat melalui peternakan bebek yang hasilnya diolah menjadi telur asin siap dipasarkan. Kegiatan jaga kampung itu juga ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan di masa Pandemi dalam mendorong masyarakat semakin produktif."Film ini selain menampilkan ketegasan dan profesionalitas tugas Polwan RI namun tidak melepaskan kodrat dan sisi feminisme sebagai wanita biasa juga bahkan sebagai seorang Ibu,kekompakan dan soliditas Srikandi Siak menjadi kunci utama keberhasilan tugas dalam mengayomi,melindungi dan melayani masyarakat demi terciptanya Kamtibmas yang kondusif,"tutup AKP Rosna.
Halaman
Severity: Warning
Message: A non-numeric value encountered
Filename: pages/kategori-berita.php
Line Number: 51
Backtrace:
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/pages/kategori-berita.php
Line: 51
Function: _error_handler
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/public.php
Line: 159
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/application/controllers/Main.php
Line: 242
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once