SIAK, Petah.id - Karhutla bukan saja menyebabkan asap namun hilangnya sejumlah habitat hewan di hutan dan lahan teresebut. Tak jarang petugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan menemukan jenis hewan hutan yang mati terpanggang oleh kobaran api. Seperti terjadi di Kampung Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau. Tim pemadam gabungan menemukan bangkai ular Phyton terbakar di dekat hutan yang terbakar. "Iya betul, tim pemadaman api menemukannya di batas antara hutan terbakar dengan hutan yang masih hijau ," kata Kabid Damkar Siak Irwan Priyatna. Tim Satgas Gabungan memprediksi bangkai ular yang ditemukan diatas lahan gambut yang terbakar itu berupaya lari menuju lahan yang tidak terbakar. "Soalnya ular itu didapat dalam keadaan mati di perbatasan antara nyala api dengan lahan hijau. Mungkin ularnya berupaya menyelamatkan diri ke zona hijau tapi api yang panas membunuhnya," jelas Irwan. Diceritakan Irwan, hal itu bermula saat tim pemadaman api melakukan penyisiran di sekitar titik lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api. "Saat melakukan penyisiran itu, petugas menemukan seekor ular piton berukuran panjang sekitar 2 meter lebih yang sudah tidak bernyawa lagi. Kuat dugaan ular tersebut mati akibat terperangkap kobaran api," kata Irwan. “Saat Tim Pemadaman sedang memburu kepala api yang membakar semak belukar. Di saat api telah dipadamkan, samar-samar dibalik asap mereda terlihat ada ular piton berukuran sekitar 2 meteran yang sudah meregang nyawa," tambah Irwan. Irwan mengaku, timnya selalu berjumpa dengan hal-hal seperti ini di setiap melakukan pemadaman Karhutla diberbagai lokasi. Irwan meyakini banyak hewan yang mati dan kehilangan habitatnya akibat terjadinya karhutla. " Bisa kebayangkan hewan-hewan di hutan bertarung di atas kobaran api yang membakar habitatnya," ungkap Irwan. Dengan demikian, tak henti-hentinya Irwan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk cinta akan lingkungan. Sebab, menurutnya jika lingkungan rusak maka banyak hal yang akan hilang. "Bencana itu bukan hanya akan datang pada manusia saja tapi seluruh makhluk hidup,apa lagi soal karhutla, tentunya akan banyak yang rusak dan kehilangan habitat hewan," tutupnya.
SIAK, Petah.id -Trasportasi Gas Indonesia (TGI) Regional Office 3, membantu masker, kacamata, sebo dan topi rimba untuk Satgas Pengendalian Karhutla Kecamatan Koto Gasib.Penyerahan bantuan itu dilakukan di halaman Mapolsek Koto Gasib. Penyerahan oleh Ketua Satgas yang juga Camat Koto Gasib Dicky Sofyan dan Ipda Suryawan.Camat Dicky mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan yang peduli dengan penanggulangan karhutla. Perlengkapan ini, diharapkan dapat bermanfaat bagi satgas.“Sebenarnya apa yang kami bagikan ini, merupakan peralatan yang sangat diperlukan di lapangan. Meski sebagai pelengkap, tapi keberadaannya cukup penting. Makanya ketika sampai, langsung kami bagikan,” jelas Camat Dicky.Sebagai ketua satgas, Dicky mengaku bangga atas kekompakan dan soliditas tim. Tak mudah menciptakan suasana seperti itu. Tapi itu yang kini dimiliki Kecamatan Koto Gasib, tidak hanya penghulu dan perangkatnya, yang peduli tapi juga RT, RW dan warga ikut membantu. Demikian juga dengan sejumlah perusahaan yang peduli akan bahaya karhutla dan efek yang ditimbulkan selain kerusakan lingkungan dan punahnya habitat, juga patut diapresiasi.Sejauh ini, Satgas Karhutla tidak tinggal diam, selain melakukan patroli juga siapa dan berlatih teknik memadamkan di lahan gambut. Meski sebagian sudah terlatih, namun ada saat saat tertentu harus benar benar dipahami dan dikuasai medannya, sehingga dapat dikendalikan.Sementara Kapolsek Ipda Suryawan mengaku terus berkoordinasi dengan Satgas Karhutla Koto Gasib, tidak hanya melalui grup whatshap tapi juga lewat Aplikasi Lancang Kuning.Lewat aplikasi ini, akan jelas kejadian di wilayah mana dan titik koordinatnya dapat langsung diketahui.“Bahkan kami siaga penuh. Jika ada hal yang mencurigakan satgas akan langsung turun memastikan dan jika benar akan langsung melakukan pemadaman dengan personel dan peralatan yang dimiliki,” jelas Kapolsek Suryawan.
SIAK, Petah.id - Tetap jaga jarak dan patuhi protokol kesehatan (prokes) itu yang diucapkan personel Polsek Koto Gasib saat memberikan pelayanan pengurusan laporan kehilangan barang (LKB) dan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).Disebutkan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan, pihaknya memberikan pelayanan pertamapada Jumat (19/2) pagi di Kampung Sengkemang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau.“Kami memberikan pelayanan memperpanjang SKCK. Teknisnya adalah, kami terima pengurus baru dengan sidik jari dan pengisian blanko, maupun perpanjangan. Selanjutnya SKCK yang sudah selesai akan diantar oleh Bhabinkamtibmas,” jelas Kapolsek Suryawan.Pada dasarnya disebutkan Kapolsek Suryawan, apa yang dilakukan pihaknya sebagai upaya menjaga hubungan dan ikatan antara Polri dengan masyarakat.“Tugas kami adalah pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat. Maka di masa pandemi Covid-19 seperti ini, saat warga diminta mematuhi prokes dan ekonomi sebagai. warga dalam keadaan tidak stabil. Kami memberikan solusi berupaya pelayanan keliling ini,” ungkap Suryawan.Lebih jauh dikatakan Kapolsek Suryawan, dengan pelayanan keliling ini, masyarakat tentu akan merasa semakin dekat dengan kepolisian.Tahap awal ini, pelayanan memang keliling ke sejumlah kampung memberikan pelayanan. Tahap selanjutnya hasil koordinasi dengan Camat dan para penghulu, akan terjadwal.Sehingga masyarakat akan tahu harus ke mana nantinya dalammengurus LKB. Pelayanan terdekat akan terjadwal di sejumlah titik setiap pekannya.“Silakan datang ke sana, kami akan memberikan pelayanan terbaik. Bahkan saat menunggu antrean kami juga menyiapkan permen dan air mineral,” ucap Kapolsek Suryawan.Warga memberikan respon positif, sebab tidak harus ke Polsek untuk mengurus LKB adan SKCK.Sebagaimana diungkapkan Jalius Salim warga Sengkemang yang memperpanjang SKCK.“Pelayanan ini memudahkan kami. Kami tidak perlu ke mana-mana. Kami senang atas inovasi yang dilakukan Polsek Koto Gasib dalam memberikan pelayanan kepada kami,” sebut Jalius Salim.
SIAK, Petah.id - Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto, sampaikan hampir seluruh wilayah di Kabupaten menjadi titik rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.Hingga saat ini, pihaknya terus melakukan upaya premtif, preventif dan represif guna menekan terjadinya kebakaran hutan dan lahan." Dan paling sering di Kecamatan Sungai Apit dan Kecamatan Dayun sendiri terdapat ketebalan gambut mencapai 12 meter," kata Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto, Rabu (10/2/2021).Kendati demikian, jelas Gunar, persiapan Polres Siak dalam menghadapi bencana alam karhutla di Siak sudah cukup matang dan maksimal.Berbagai upaya seperti tindakan premtif, preventif dan represif terus dilakukan dan disiapkan guna menekan terjadinya kebakaran hutan dan lahan."Kita sudah persiapkan personil dan peralatan untuk melaksanakan kegiatan pemadaman dan pencegahan terjadinya karhutla," jelasnya.Mensosialisasikan tidak membakar lahan dan hutan terus dilakukan agar masyarakat sadar akan bahaya dari membakar di tengah musim cuaca seperti saat ini."Kami juga melaksanakan patroli kedaerah rawan kebakaran hutan dan lahan bersama pihak terkait seperti TNI, BPBD Siak, Manggala Agni dan seluruh elemen masyarakat," kata Dia.Bagi pembakar lahan, tambah Gunar, akan diberikan tindakan hukum yang tegas baik itu untuk perorangan maupun untuk koorperasi."Kalau pembakaran lahan dan hutan dilakukan oleh perorangan akan ditangani Polres Siak namun jika koorperasi yang melakukan pembakaran hutan dan lahan akan ditangani oleh Polda Riau," tambahnya.Setiap perusahaan, kata Kapolres Siak, harus memiliki tim untuk menangani karhutla. Sehingga semua pihak bisa saling bahu membahu menekan terjadinya karhutla di Siak."Untuk radius 5 Kilometer dari kawasan perusahaan itu menjadi tanggung jawab perusahaan untuk memadamkannya," tegasnya."Jangan sudah dikasi izin mengelola lahan saat terjadi karhutla perusahaan malah gak tanggung jawab, dan mereka (perusahaan) harus bertanggung jawab dengan segala resikonya," tandasnya.
SIAK, Petah.id - Wilayah Siak sebagian besar terdiri dari gambut. Pencegahan karhutla dilakukan pihak kepolisian bersama pemkab dan instansi terkait.Dikatakan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan, dia tak bosan mengajak semua pihak terutama warga untuk mencegah karhutla.“Mencegah lebih baik dari pada mengatasi. Hal ini perlu kepedulian dan kerja sama semua pihak. Meski tidak mudah, namun kita harus melakukannya jika kita tidak ingin ada karhutla di wilayah kita,” ungkap Kapolsek Suryawan.Sebenarnya sejak 2019, pihaknya sudah membentuk Satgas Karhutla Kecamatan Koto Gasib yang memang sangat aktif. Satgas ini tidak hanya melibatkan personel Polsek, tapi juga pemerintah kecamatan dan kampung, organisasi dan perusahaan, tapi juga Masyarakat Peduli Api (MPA).“Tidak hanya mengkampanyekan bahaya karhutla untuk kesehatan, keselamatan dan lingkungan. Tapi juga bagaimana waktu, biaya dan tenaga yang dikeluarkan jika kebakaran lahan terjadi,” jelas Kapolsek Suryawan.Tidak hanya berhenti sampai di situ, kelompok diskusi, pertemuan dan pengajian dna rumah ibadah juga menjadi wilayah sosialisasi. Hal ini penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dan semua pihak untuk mencegah karhutla.“Makanya pada Jumat (5/2) kami menggelar apel. Memastikan kesiapan tim dan personel serta peralatan. Lebih baik mencegah dari pada harus berjibaku memadamkan kebakaran lahan,” ungkap Kapolsek Suryawan.Jika sama sama diawasi dan dijaga, kata Kapolsek Suryawan, dia yakin apa yang dikhawatirkan dapat diminimalisir, atau ditiadakan.
SIAK, Petah.id - Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Siak Naufal Haddrami sampaikan dukungan penuh atas laporan Ketua Umum KNPI Haris Pratama ke Bareskrim Mabes Polri pada Kamis (28/01/2021).Laporan tersebut ditujukan untuk akun @permadiaktivis1 yang selama ini diduga dikuasai oleh Permadi Arya alias Abu Janda."Kami DPD KNPI Kabupaten Siak mendukung dan mengawal laporan yang dilakukan ketua umum. Kita menduga ini adalah sikap rasisme yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa," kata Naufal Haddrami, Senin (1/2/2021).Menurut Opal, sapaan akrabnya, apa yang disampaikan Abu Janda tidak mencerminkan prinsip kebhinnekaan dan Pancasila untuk saling menghargai perbedaan suku, agama ras dan antar golongan."Betapa susahnya Presiden Jokowi untuk berusaha menjaga kesatuan dan persatuan bangsa ini namun statemen-statemen yang selalu memancing gaduh diduga selalu dilontarkan dan publikasi oleh Abu Janda," tambah Banjir.Untuk itu, tambah Opal, apa yang dilakukan oleh ketua umum KNPI Haris Pratama sudah tepat untuk melaporkan Abu Janda. "Kami berharap Polri serius dalam permasalahan ini, demi menjaga kesatuan dan persatuan bangsa," tutupnya.
SIAK, Petah.id - Wiwik Widaningsih terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Siak periode 2020-2023.Terpilihnya Wiwik Widaningsih, setelah mengalahkan suara Abdus Salam dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) V di Gedung Tengku Mahratu Siak pada Kamis (28/1) petang.Perolehan suara antara Wiwik dengan Salam terpaut tiga suara. Wiwik meraih 11 suara, sedangkan Abdus Salam 8 suara.Wiwik merupakan wartawati di Riaupos dan Abdussalam di Suarariau.com. Mereka berdua aktif peliputan di wilayah Kabupaten Siak.“Kemenangan ini merupakan kemenangan bersama. Sebab saya mengikuti pemilihan Ketua PWI Siak ini, atas desakan kawan kawan yang menginginkan warna baru untuk PWI Siak,” ungkap Wiwik.Sebagai wartawan yang sudah malang melintang di dunia peliputan dan dikenal banyak narasumber di Kabupaten Siak, Wiwik yakin bisa membawa PWI Siak menjadi lebih berwarna.“Saya ucapkan terima kasih kepada semua teman-teman yang telah memilih saya sebagai Ketua PWI Siak. Amanah ini akan saya emban dengan sebaik baiknya untuk PWI Siak ke depan lebih baik lagi,” kata Wiwik Widaningsih.Wiwik mengajak semua bersatu untuk sama-sama mengembangkan organisasi ini. Sebab organisasi ini milik bersama. Harus dibangun imej positif dan dikembangkan dengan sejumlah aktivitas positif tidak hanya untuk kepentingan anggota, namun juga untuk masyarakat.Sementara Abdus Salam mengaku legowo. Menurutnya, siapapun yang terpilih sebagai Ketua PWI Siak, dia merupakan orang-orang terpilih.“Saya yakin, Wiwik bisa membawa PWI Siak ini menjadi lebih baik lagi, dengan segala program dan konsep yang dia miliki,” ungkap Salam.Sementara pagi harinya, Konferkab dibuka oleh Asisten III yang juga Plt Kadis Infokom Jamaluddin dan petang harinya setelah Wiwik Widaningsih terpilih, Konferkab V PWI Siak ditutup oleh Sekretaris PWI Riau Amril.Dalam sambutannya, Jamaluddin mengaku bangga atas kegiatan yang dilakukan para wartawan yang menjadi anggota PWI Siak.“Siapa pun yang terpilih menjadi ketua PWI Siak, tentu kemitraan dengan pemerintah kabupaten dapat terjalin semakin baik,” kata Jamaluddin.
SIAK, Petah.id - Belum genap sebulan menjabat, Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadiyanto dengan kerendahan hati berbincang dengan warga Kampung Sengkemang, Kecamatan Koto Gasib.Kapolres Gunar tidak canggung duduk di tempat yang seadanya. Bahkan kelapa muda yang disiapkan disantapnya tanpa sungkan pada Kamis (28/1) petang itu, sekitar pukul 14.30 WIB, Kapolres Gunar memang sengaja melakukan kunjungan ke Kampung Binaan Polres Siak. Tidak hanya untuk mengenal warga yang bertahan di tengah pandemi dengan mengelola lahan tidur milik Pertamina. Ada Kelompok Tani Maju Bersama yang menjadi binaan Polsek Koto Gasib dengan Bhabinkamtibmasnya dan PT KTU dengan instruktur pertanian berikut bibitnya.Menurut Kapolres Gunar, apa yang dilakukan masyarakat dan kelompok tani, merupakan jawaban dari permasalahan pangan.“Warga dan petani sudah bisa memenuhi kebutuhan hari harinya, tanpa harus menunggu bantuan. Mereka begitu kreatif dan aktif,” ungkap Kapolres Gunar.Kapolres datang bersama rombongan didampingi Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan, Kerani Kampung Sengkemang Fauzi dan staf, personel Polsek, Poktan Maju bersama dan tokoh masyarakat Kampung Sengkemang.Perbincangan terkait kamtibmas yang semakin baik, serta tentang hasil kebun dilakukan Kapolres dengan Ketua Karang Taruna Amir, Kaur KesraSukrizal, Ketua BapekamM Nasir, RT 02, Kadus 01 Taufik Hidayat dan sejumlah warga.Dalam perbincangan itu, Kapolres bersikap seolah tidak ada jarak, sehingga komunikasi mengalir dan menyejukkan.“Kami ingin masyarakat benar benar menyadari pentingnya ketahanan pangan. Program Jaga Kampung ini, memang menjadi bukti bahwa kedekatan antara masyarakat dengan Polri memang realita,” ungkap Kapolres Gunas.Dalam kesempatan itu, Kapolres Gunar juga menebar anakan ikan jenis patin sebanyak 5.000. Dan membantu masyarakat memanen hasil kebun, berupa kacang panjang, cabai, mentimun, terong dan jagung.“Bagi saya, waktu 2 jam terlalu singkat untuk mendengarkan kelukesah masyarakat. Dari sanalah kami menggali informasi untuk selanjutnya berbenah dan selanjutnya memberikan yang terbaik sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat,” ungkap Kapolres Gunar.Kapolres Gunar berjanji akan datang lagi dan terus memantau kondisi Kampung Sengkemang dan kampung lainnya di Kabupaten Siak.“Setiap daerah memiliki kelebihan, demikian juga Kampung Sengkemang. Kami juga bangga atas kerja samadan begitu dekatnya personelkami dari Koto Gasib dengan masyarakat,” kata Kapolres Gunar.Kapolres Gunar berharap wilayah lain dapat melakukan hal yang sama dengan Desa Sengkemang, disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing.Mari kita berlomba lomba untuk misi ketahanan pangan dalamProgram Jaga Kampung.Sementara KapolsekKoto Gasib Ipda Suryawan mengaku senang atas kedatangan Kapolres di wilayah.“Kami berusaha lebih dekat dengan masyarakat karena kamipelindung, pelayan dan pengayom masyarakat,” sebutnya.
SIAK, Petah.id - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Siak agendakan gelar Konferensi Kabupaten (konferkab) ke-5.Diagendakan acara tersebut akan digelar pada Kamis (28/1/2021) di Gedung Mahratu.Demikian dikatakan Ketua Panitia Konferkab PWI ke-5, Koko Hariyadi mengatakan ada tiga kandidat yang akan bertarung dalam Konferkab tahun 2021 ini. Tiga kandidat itu adalah wartawan Riau Pos, Wiwik Widaningsih, Soleman Sihotang Owner Lintas10.com, dan Abdus Salam dari suarariau.com.“Mereka bertiga yang memenuhi syarat sebagai kandidat, karena ketiganya merupakan anggota biasa,” jelas Koko Haryadi, Rabu (27/1/2021)Untuk persiapan, kata Koko lebih jauh, sudah 100 persen siap dilaksanakan. Konferkab akan dilaksanakan di Gedung Tengku Mahratu dan dijadwalkan akan dibuka oleh Bupati Siak Drs H Alfedri MSi.Selain itu, hadir juga mantan Ketua PWI Siak yang juga membidani lahirnya PWI di Kabupaten Siak, Abu Kasim yang saat ini sebagai editor Harian Riau Pos, bersamanya hadir juga delegasi dari PWI Riau.Sementara itu, bakal calon ketua PWI Kabupaten Siak, Abdus Salam menyebut dirinya ingin memberikan yang terbaik untuk PWI Siak.Menurutnya, organisasi profesi wartawan ini kedepannya akan lebih profesional dan proporsional.“Saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk PWI Siak, sehingga anggota PWI lebih profesional tidak hanya dalam bekerja tapi juga bermitra dengan semua pihak,” jelasnya.Kedepan, tambah Salam, Ia akan melakukan kegiatan-kegiatan di bidang jurnalis, mengedukasi masyarakat dalam rangka lebih memperkenalkan kerja dan tugas wartawan."Masyarakat harus tau apa yang menjadi tugas jurnalistik agar tidak lagi salah kaprah. Begitu juga dengan pejabat," ungkapnya.Wiwik Widaningsih saat dikonfirmasi terkait motivasinya, disebutkannya atas keprihatinnya mengubah imej wartawan menjadi lebih positif dan profesional.“Kami ingin menjadi bagian dari pembangunan di kabupaten ini. Sebagai mitra, kami akan tetap saling mengingatkan dengan pemerintah, sehingga pembangunan dan cita-cita luhur bersama dapat tercapai,” jelas Wiwik Widaningsih.“Lebih jauh dikatakannya, kesejahteraan anggota juga menjadi visinya. Mudah-mudahan tercapai, Insya Allah,” sebutnya.Sementara Soleman Sihotang akan membawa PWI Siak menjadi organisasi yang semakin dihargai karena visi dan misinya jelas. “Kami akan menjalin kemitraan dengan pemerintah dan perusahaan, sehingga lebih mudah dalam mendapatkan informasi yang sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat,” sebut Soleman.Sementara visi ke depan, membangun kepercayaan untuk mensejahterakan anggota. Sehingga anggota fokus dalam dunia jurnalistik sebagai membawa kabar yang objektif.“Insya Allah apabila diberikan amanah menjabat Ketua PWI Siak, akan membawa ke arah yang lebih baik lagi. Ikut serta berperan dalam mengawal pembangunan dan bersinergi dengan Pemerintah serta semua pihak demi kemajuan Kabupaten Siak,” katanya.Terpisah, Ali Masruri yang sebentar lagi menyerahkan tongkat estafet mengatakan Konferkab ini merupakan keniscayaan.“Saya yakin, akan lahir penerus yang mampu membawa PWI Siak ini menjadi lebih baik lagi,” sebut Ali Masruri.Menurutnya, organisasi memang perlu regenerasi. "Ini adalah momen lahirnya generasi emas PWI Siak dalam menghadapi realita ke depan sebagai mitra pemerintah dan semua pihak," imbuhnya.
SIAK, Petah.id -Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto SIK MH mengimbau warga Kabupaten Siak mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).Menurut Kapolres Gunar,mencegah lebih baik dari pada mengatasi. Sebab mengatasi tidak hanya memerlukan tenaga yang luar biasa, tapi juga waktu dan biaya.“Saat terjadi karhutla, sangat besar biaya yang dikeluarkan, demikian juga dengan waktu dan tenaga,” jelas Kapolres Gunar.Mencegah karhutla, caranya adalah dengan tidak membakar, saat membersihkan ladang, kebun dan sawah. Pasalnya, mendekati musim kemarau seperti saat ini, sering didapati aktivitas warga membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. “Meningkatnya suhu udara dan berkurangnya intensitas curah hujan dalam satu pekan terakhir, menjadi pertanda wilayah di Kabupaten Siak akan memasuki musim kemarau,” terang Kapolres Gunar.Jangan sampai saat kemarau, warga membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, karena itu akan berpengaruh terhadap aktivitas kehidupan masyarakat. “Kabut asap yang ditimbulkan karena membuka dan membersihkan lahan dengan cara membakar adalah kesehatan masyarakat serta perkembangan ekonomi,” jelas Kapolres Gunar.Kapolres Gunar menegaskan, dia sudah menginstruksikan kejajaran untuk melakukan pemantauan karhutla. Dia meminta semua pihak berperan mencegah karhutla, baik tokoh masyarakat, pemerintah kampung dan lainnya.Jika warga tetap melakukan pembakaran saat membersihkan maupun membuka lahan, tentunya akan ada sanksi yang diberlakukan Kami mengedepankan penegakan hukum, dengan cara menerapkan UU Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Pasal 78 ayat 3 berisikan pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar. Lalu Pasal 78 ayat 4 berbunyi pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 5 tahun dengan denda maksimal sebesar Rp1,5 miliar,” jelas Gunar.Tidak hanya sampai di situ, akan dijerat juga dengan UU Nomor 18 tahun 2004 tentang Perkebunan. Pasal 8 ayat 1 menyebutkan bahwa seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar, dikenakan sanksi kurungan 10 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar. Serta UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 108 menyatakan seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp10 miliar. Hal ini berlaku untuk semua pihak, baik masyarakat maupun korporasi. Mengingat akibat karhutla sangat luar biasa. Banyak yang dirugikan dan dikorbankan terutama kesehatan dan perekonomian masyarakat.Kami berharap tidak ada lagi karhutla, terutama di wilayah Kabupaten Siak. Hal itu bisa terwujud dengan kerja sama dan peran TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakatSatu hal lagi, pihaknya juga melakukan sosialisasi dan pendekatan yang intens kepada masyarakat maupun korporasi pemilik lahan agar tidak membakar lahannya.
Halaman
Severity: Warning
Message: A non-numeric value encountered
Filename: pages/kategori-berita.php
Line Number: 51
Backtrace:
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/pages/kategori-berita.php
Line: 51
Function: _error_handler
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/public.php
Line: 159
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/application/controllers/Main.php
Line: 242
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once