Siak, Petah.id - Polres Siak mulai mendirikan posko pengamanan guna menyekat pemudik dari luar daerah, Selasa (27/4/2021). Salah satu posko berada di Kecamatan Kandis yang menjadi lokasi perbatasan dengan Kabupaten Bengkalis yang merupakan jalur masuk dari Provinsi Sumatra Utara.Posko yang didirikan mulai melakukan pengamanan terpadu seperti pemeriksaan protokol kesehatan, dan rapid test antigen bagi pengendara dengan plat nomor dari daerah mulai besok.Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardiyanto mengatakan, pihaknya berencana akan mendirikan lima pos di lima kecamatan yang merupakan jalur masuk dan keluar dari Kabupaten Siak.“Hari ini kita sudah mulai mendirikan pos “cek point” penyekatan pemudik dari luar daerah dan yang akan keluar daerah Kabupaten Siak yang mana lokasinya merupakan titik pintu masuk dan keluar, Pos I Berada di Kecamatan kerinci Kanan tepat nya jalan lintas di depan Kantor Polsek Kerinci kanan, Pos II berada di Simpang Minas Perawang tepat nya di pos terminal lama Km 1 Kecamatan Minas, Pos III Jalan lintas maredan kampung tengah Kecamatan tualang, Pos IV Jalan lintas Sabak auh depan kantor Polsek Sabak auh, dan terakhir Pos V di jalan lintas KM 75 Kecamatan kandis," terang AKBP Gunar.Lanjut AKBP Gunar, bahwa Polres Siak dan unsur terkait nanti nya akan melakukan pengecekan dan penyekatan di pos pintu masuk dan keluar dari Kabupaten Siak tersebut.“Sesuai dengan Intruksi Presiden Bapak Jokowi bahwa tahun ini untuk mencegah makin meningkatnya jumlah pasien yang terpapar covid -19 maka semua dilarang mudik, jadi apabila ada nanti yang kita temukan pemudik yang ingin coba coba kita akan putar balikkan ke daerah asal nya dan kalau ada yang memaksa kita akan lakukan karantina terhadap yang bersangkutan,” ucap kapolres.Terakhir, Kapolres Siak menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Siak untuk tidak mudik pada lebaran tahun ini.“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Siak untuk tidak mudik atau pulang kampung pada lebaran tahun ini mengingat makin meningkatnya pasien yang tertular Covid -19 terutama di wilayah Kabupaten Siak, karena kita semua berpotensi menularkan dan tertular Covid-19, sayangi orangtua dan keluarga dikampung jangan sampai mereka juga tertular. Selalu terapkan protokol kesetan 5 M, menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas serta interaksi," pungkas AKBP Gunar.
Pekanbaru, Petah.id - Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar akhirnya larang mudik lokal, pada tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang.Larangan mudik antar daerah di Riau ini pun berlaku sama dengan larangan mudik keluar provinsi, yang sebelumnya telah disampaikan ke publik. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021."Mulai tanggal enam, berlaku sama," kata Gubri Syamsuar, di Gedung Daerah, Pekanbaru, Riau, Senin (19/4/21).Lebih lanjut, Syamsuar juga menyatakan bahwa larangan mudik lokal juga bagian upaya langkah pencegahan guna menekan penyebaran Covid-19. Kemudian, larangan juga terkait meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi dalam berapa hari terakhir termasuk kasus meninggal dunia. Dari tambahan kasus baru tersebut, banyak terungkap klaster keluarga. Masalah Protokol Kesehatan (Prokes) masih menjadi persoalan yang harus diperbaiki lagi. Mulai memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan.Lebih lanjut Gubri menyampaikan, untuk melakukan penanganan COVID-19 secara ketat diperlukan upaya kerjasama semua pihak termasuk dalam mengawasi adanya penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah ditetapkan di masing-masing daerah."Termasuk juga harus mempersiapkan Rumah Sakit yang telah di persiapkan untuk menangani kasus COVID-19 dan obat-obatan serta semua yang berkaitan kebutuhan dari rumah sakit lainnya," katanya. Gubri juga mengingatkan saat ini masih dalam suasana bulan suci Ramadan. Ia berharap kepada masyarakat Riau khususnya untuk tetap mematuhi prokes COVID-19 secara ketat dan disiplin. "Karena itu harapan kami melalui media dalam hal ini dapat disampaikan kepada masyarakat kita agar mereka senantiasa disiplin juga menjalankan protokol kesehatan," tambahnya."Kepada pemerintah kabupaten dan kota yang telah menetapkan PPKM harus adanya kerjasama yang baik," pungkasnya.
Siak, Petah.id - Ulah masyarakat yang tak disiplin dalam penerapan protokol kesehatan disebut-sebut menjadi penyebab terjadi melonjaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Siak. Hal itu disampaikan Asisten I Budhi Yuwono yang juga Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Siak. Ia menyebutkan pertemuan-pertemuan yang dilakukan masyarakat tanpa Prokes yang ketat menjadi pemicu melonjaknya Covid-19 di Siak. "Penyebab tentu tidak disiplinnya masyarakat dalam penerapan protokol covid-19. Pertemuan-pertemuan tetap terjadi di tengah-tengah masyarakat," kata Budhi Yuwono. Saat ini pemerintah Kabupaten Siak terus berupaya agar dapat melakukan pencegahan dan pemutusan mata rantai penyebaran covid-19. "Penanggulangannya sudah diawali tadi Pak Bupati pimpin rakor evaluasi pengendalian covid-19 di Kabupaten Siak. Langkah-langkah yang diambil jelas melakukan tracing, traking dan treatmant," jelas Budhi. Pemda juga memperketat tentang penerapan pelaksanaan protokol covid-19. Sehingga acara-acara masyarakat yang tidak mendesak akan dilarang. "Perketat pelaksanaan protokol covid-19, pertemuan yang tidak mendesak akan kita larang," tegas Budhi. "Pasar ramadan yang terpusat dan terkoordinir tidak kita perkenankan. Kalau mau jual takjil silahkan depan rumah masing-masing," tambah Budhi. Operasi yustisi, kata Budhi lebih jauh, terus dilakukan agar masyarakat benar-benar mematuhi protokol kesehatan. "Pembagian masker juga masih terus dilakukan," kata Dia. Disinggung soal adakah larangan khusus tentang warga Siak yang keluar kota, Budhi menjawab tentang intruksi Kasatgas Nasional. "Untuk keluar kota sesuai instruksi kasatgas nasional tanggal 6-17 Mei 2021 dilarang," tutupnya.
SIAK, Petah.id - Sebanyak 4.000 sertifikat tanah pada lahan eks HGU dibagikan oleh pemerintah pusat dan daerah Kabupaten Siak melalui program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Setidaknya, masyarakat di 10 desa/kampung di Kabupaten Siak mendapatkan program ini. Demikian dikatakan Perwakilan Winrock untuk Indonesia, Arif Budiman. Langkah itu merupakan upaya pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat. "Program ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam pengembangan budidaya gambut yang berkelanjutan dan komprehensif," kata Arif Budiman melalui rilisnya. Kata Arif, Winrock International berinisiatif mendukung percepatan program pemerintah di lahan TORA dan mendukung implementasi program Siak Hijau dengan mengembangkan dan melaksanakan proyek percontohan berbasis model bisnis berkelanjutan untuk kelompok tani lokal. "Tentunya dengan memasukkan prinsip pengelolaan hidrologi gambut yang tepat dan teknik budidaya gambut berkelanjutan (paludikultur)," jelasnya. "Uji coba ini juga melakukan penerapan praktik terbaik berkelanjutan terkait pasca panen dan pengembangan pasar termasuk mencari mitra swasta potensial untuk menginvestasikan model bisnis," tambah Arif. Dalam pelaksanaan kegiatan lapangan, kata Arif lebih jauh, salah satu pendampingan yang dilakukan oleh Winrock adalah melaksanakan pelatihan sekolah lapang kepada para petani mitra. Para petani ini telah di seleksi berdasarkan lokasi kegiatan dan juga komoditas yang akan dikembangkan. "Sekitar 20 petani sagu dari desa Mengkapan, Bunsur dan Lalang didukung dengan para perangkat desa akan mengikuti sekolah lapang yang di adakan oleh Winrock Bersama dengan Dinas pemerintah terkait," ungkapnya. Kata Arif, materi yang akan di sajikan meliputi tiga hal utama, yaitu: Implementasi prinsip-prinsip paludikultur untuk pertanian lahan gambut, Pengenalan prinsip-prinsip dasar bisnis model yang berbasis komunitas dan Implementasi prinsip-prinsip hidrologi untuk restorasi lahan gambut. Sekolah lapang ini, tambah Arif, terselenggara dengan dukungan penuh dari Pemda Kabupaten Siak terutama Dinas Perkebunan dan Pertanian serta Pemda Kabupaten Meranti terutama Dinas Perkebunan dan Holtikultura dengan tujuan untuk memberikan pelatihan langsung kepada para petani sagu untuk meningkatkan pengetahuan serta skil dalam melakukan praktik-praktik pertanian di lahan gambut secara berkelanjutan. "Kegiatan sekolah lapang ini akan berlangsung selama 4 hari yg di selenggarakann secara daring/online dan pertemuan langsung/off-line termasuk dengan praktik lapangan yg akan di laksanakan di demplot proyek di Desa Bunsur," tambah Arif. Untuk diketahui, acara pada hari pertama dilaksanakan dalam bentuk webinar dengan tautan zoom untuk mengikuti acara sbb: Tautan zoom: https://us02web.zoom.us/j/84148357516?pwd=VEVod20zZjdjSDNwMzVxUUV1TTlFUT09. Meeting ID: 841 4835 7516 Passcode: 585872 "Untuk acara sekolah lapang hari ke dua dan seterusnya akan di laksanakan dalam bentuk tatap muka langsung atau off-line," tutup Arif.
SIAK, Petah.id - Jelang akhir tahun 2019 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menyerahkan dana hibah masing-masing sebesar Rp10,8 miliar kepada Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Siak dan Rp26,5 miliar kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Siak. Dana hibah yang diberikan kepada Bawaslu dan KPU Siak tersebut diperuntukkan untuk penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Siak tahun 2020.Berdasarkan informasi yang diterima awak media, dana hibah yang diberikan kepada Bawaslu dan KPU Siak itu dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Siak tahun 2019.Terkait penggunaan dana hibah Pilkada Siak tahun 2020 itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Siak Moh Royani melalui Sekretaris Bawaslu Siak Suhartoyo SE menyebutkan, untuk pembiayaan (pengawasan ,red) pada penyelenggaraan Pilkada Siak 2020 pihak Bawaslu Siak hanya menggunakan dana sekitar Rp10,5 miliar. Sedangkan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) sudah dikembalikan ke kas daerah."Iya, dana hibah yang diterima Bawaslu untuk pengawasan Pilkada Siak tahun 2020 sebesar Rp10,8 miliar. Namun, dari jumlah anggaran tersebut tidak semuanya terpakai, yakni ada SiLPA sekitar Rp300 juta lebih yang sudah kami kembalikan ke kas daerah pada tanggal 31 Maret 2021 kemarin," terang Suhartoyo, Senin (05/04/2021) siang, saat dikonfirmasi Petah.id.Saat ditanya terkait penyebab terjadinya SiLPA pada anggaran kegiatan di Bawaslu, Suhartoyo menjelaskan hal itu disebabkan karena seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh Bawaslu Siak mengacu pada perencanaan yang dibuat oleh Bawaslu RI Pusat."Selama penyelenggaraan Pilkada Siak 2020, kegiatan yang dilaksanakan oleh Bawaslu Siak mengacu pada perencanaan Bawaslu RI, sehingga berdasarkan acuan Bawaslu RI itulah terjadi kelebihan sisa anggaran, karena memang ada beberapa item kegiatan yang awalnya kami rencanakan untuk dilaksanakan, tapi batal untuk dilaksanakan, karena tidak masuk (tidak ada) dalam acuan Bawaslu RI," tutup Suhartoyo.Sementara itu, di tempat terpisah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Siak Ahmad Rizal SH, melalui Sekretaris KPU Siak Boby, juga menyebutkan bahwasanya pada anggaran kegiatan di KPU Siak juga terjadi SiLPA."Untuk SiLPA di KPU Kabupaten Siak sejumlah sekitar Rp3 miliar kurang. Dan untuk anggaran Pilkada yang sudah digunakan oleh KPU Siak saat ini sedang dilakukan audit oleh Inspektorat KPU dan audit BPK di KPU RI," papar Boby.Saat ditanya apakah pada pelaksanaan Pilkada Siak tahun 2020 lalu KPU Siak ada melibatkan rekanan (kontraktor, red) dalam merealisasikan kegiatan?, Boby justeru menyebut bahwasanya kegiatan KPU Siak banyak melalui sistem katalog."Kita kebanyakan memakai katalog sektoral dan katalog nasional dalam pelaksanaan Pemilu, dan seluruh barang logistik kita gunakan katalog yang telah ditetapkan oleh KPU RI," tutupnya.
Siak, Petah.id – Sebanyak 43 orang pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Siak dilantik di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, lantai II Kantor Bupati, Senin (15/3/2021). "Pejabat fungsional ini sudah lama di keluarkan SK nya oleh Bupati, namun karena kesibukan dan berbagai kegiatan dan pertimbangan sehingga hari ini bisa di kukuhkan,"ujar Asisten Admintrasi dan Umum Setda kabupaten Siak Jamaluddin sekaligus melantik. Jabatan fungsional itu, kata Jamal, merupakan pejabat profesional yang tidak tergantung dengan staf. Berdasar dari PP No 16 Tahun 1994 jo Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional PNS yang dimaksud dengan jabatan fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seseorang PNS dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri. "Jadi jabatan fungsional karir bapak dan ibu ditentukan tergantung keahlian atau keterampilan bapak ibu sendiri. Beda dengan jabatan struktural yang di emban kemarin ia memiliki staf," terang jamal. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi lebih mengutamakan jabatan fungisonal. Hal ini d lakukan untuk mempercepat pelaksanaan tugas di lingkungan birokrasi. "Pemerintah pusat menilai jabatan fungsional, baru dalam proses penyederhanaan birokrasi berupa perampingan eselon. Selain itu juga jabatan struktural dapat menghambat kelancaran pelayanan publik di instansi tersebut,"terangnya. Jamal berpesan, pejabat yang di lantik dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensi serta meningkatkan kapabilitas, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) terutama yang ditempatkan di Inspektorat. "Yang bertugas di Inspektorat, mereka auditor insternal di lingkup Pemkab Siak. Jadi saudara-saudara baik Auditor Maupun PPUPD (Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah) merupakan pengawas yang menjadi kewenanggan pemerintah kabupaten diharapkan memiliki integritas dan profesional dalam menjalankan tugas,"pinta Jamal. Ia berharap, bagi ASN yang baru saja mengemban jabatan baru, agar dapat memahami dan belajar peraturan perudang-undangan yang berkaitan dengan tugas pejabat yang baru di lantik. "Aturan itu merupakan alat bagi saudara-saudara dalam menjalankan tugas, dalam rangka meningkatkan SDM ikuti diklat dan dinas terkait dapat meningkatkan anggaran untuk peningkatan SDM aparatur," tegas Jamal. Yang terpenting kata Jamal, mampu berinovasi menciptakan sesuatu yang baru, untuk mempermudah pelayanan atau tugas di dinasnya masing-masing. Terlihat pelantikan tersebut menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Berikut jabatan fungsional dan jumlah yang di lantik : 1. Jabatan Fungsional Pamong Belajar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Siak 2 orang. 2. Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan Barang atau Jasa pada Setda kabupaten Siak 2 orang. 3. Jabatan Fungsional PPUP pada Inspektorat kabupaten Siak 12 orang 4. Jabatan fungsional Penera pada Dinas Perdagangan dan Industrial kabupaten Siak 2 orang. 5. Jabatan Fungsional Auditor pada Inspektorat kabupaten Siak 4 orang. 6. Jabatan Fungsional Arsiparis pada Dinas Perpustakaan kabupaten Siak 5 orang. 7. Jabatan Fungsional Pengendalian Dampak Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Siak 1 orang. 8. Jabatan Fungsional Dokter pada RSUD 1 orang. 9. Jabatan Fungsional Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan 1 orang. 10. Jabatan Fungsional Mediator hubungan Industrial pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Siak 1 orang 11. Jabatan Fungsional Satpol pada kantor Satpol PP kabupaten Siak 3 orang
Bogor, Petah.id - Kabar meninggalnya Anton Medan mengagetkan banyak orang. Ucapan belasungkawa pun ramai disampaikan banyak warganet di media sosial.Sosok bernama Ramdhan Effendi ini, diketahui tutup usia di kediamannya, Kompleks Pesantren At-Taibin, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (15/3/2021).Anton Medan dikenal sebagai pendakwah yang sebelumnya memiliki perjalanan di dunia hitam. Ia memperoleh hidayah setelah keluar dari dunia hitam.Anton Medan dikenal pernah merampok dan melakukan kejahatan lain yang membawa namanya cukup terkenal.Semua perjalanan kelamnya tersebut, dilewatinya dengan kenangan manis saat dirinya mendapat hidayah dan menjadi pendakwah.Hal itulah yang kemudian membuat nama Anton Medan saat ini meninggalkan kenangan manis bagi para warganet yang kemudian membanjiri ucapan duka untuk almarhum Anton Medan.Denny Siregar melalui akun Twitternya, yang mengucapkan duka cita terhadap meninggalnya Anton Medan.“Innalillahi wa innailaihi radjiun.. Selamat jalan, bang Anton Medan,” ucapnya di Twitter dilansir dari Suara.com, Senin (15/3/2021).Ucapan duka juga disampaikan akun @musniumar rektor Ibnu Chaldun dalam cuitannya yang mendoakan almarhum Husnul Khotimah.“Inna lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un Sivitas Akademika Universitas Ibnu Chaldun Jakarta menyampaikan duka cita atas wafatnya H. Anton Medan. Kami mendoakan Husnul khatimah. Dosanya diampuni oleh Allah. Segala kebaikan diterima Allah. Aamiin,” kata @musniumar, Rektor Ibnu Chaldun dalam cuitannya.Ramdhan Effendi atau Anton Medan diketahui meninggal dunia pada Senin (15/3/2021) di Cibinong, Bogor. Kabar ini dibenarkan oleh Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa (PITI), Ipong Hembiring Putra.Salah satu hal yang paling disoroti dari perjalanan hidup Anton Medan adalah saat ia memutuskan menjadi mualaf dan berpindah agama.Ia mengaku mempelajari berbagai agama, di antarnya Islam aliran Muhammadiyah dan NU. Lantaran merasa bahwa Islam merupakan agama terbaik, ia pun mantap untuk menjadi seorang mualaf.Anton Medan mengemukakan bahwa dirinya ingin bertaubat dan menjadikan agama sebagai pedoman hidup.“Hidayah itu macam-macam, ada karena kawin, ada karena lingkungan. Kalau saya memang bertobat saya ingin cari agama yang terbaik dan benar sebagai pedoman hidup,” ujar dia kala itu.Sebelumnya, kabar meninggalnya sosok pendakwah Anton Medan disampaikan anak mendiang Delly Viki Ramdani, Senin (15/3/2021)."Tadi pagi saya kaget dengar bapak kurang sehat. Siang tadi jam 14.30 WIB dikabarin sudah tidak ada," ungkap putra keenam Anton Medan itu, Senin (15/3/2021).Anton Medan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, untuk mendapatkan pertolongan, tapi ternyata sudah wafat sejak di rumah.Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) itu wafat di usia ke-63 dalam kondisi menderita penyakit diabetes.Delly menyebutkan bahwa ayahnya sempat terjatuh dari tempat tidur beberapa hari terakhir yang membuat kondisi tubuhnya menjadi terpuruk.Kini, almarhum disemayamkan di rumah duka, menunggu para kerabat bertakziah. Meski belum ditentukan waktunya, pemilik nama tionghoa Tan Hok Liang itu akan dimakamkan di area pesantren, tepatnya di sebelah Masjid Tan Kok Liong.Kata Delly, dirinya masih menunggu saudara-saudaranya untuk menentukan waktu pemakaman.Sumber : Suara.com
Petah.id – Beredar kabar anak Presiden Jokowi, Kaesang Pengarep akan lamar Nadya Arifta pada bulan puasa ini. Ibunda Nadya Arifta, Sri Rahmawati tak menampik hal itu. Ia membenarkan jika saat ini anaknya Nadya sedang berpacaran dengan Kaesang. Sri minta doa agar lamaran Kaesang dan Nadya Arifta lancar. “Amin semoga lancar,” harap Sri, Senin (8/3/2021). “InsyaAllah, Doakan (lamaran) yang terbaik aja,” tambahnya. Dari sisi Kaesang, akhirnya ia juga telah angkat bicara mengenai kabar yang beredar. Dalam sebuah video yang beredar ia mengatakan bahwa dirinya sudah tak ada hubungan lagi dengan Felicia Tissue. Jadi gini, mas. Aku sebenarnya itu sudah ngomong untuk mengakhiri hubungan ini di pertengahan bulan Januari," tuturnya menjawab pertanyaan dari seseorang yang berada dalam video tersebut. Ia juga bahkan mengatakan bahwa dirinya telah dimaki-maki usai mengakhiri hubungan tersebut. "Dan di waktu itu juga aku juga dimaki-maki, tapi yo wes lah. Aku diam aja,” imbuhnya. Sebelumnya, Kaesang juga mengomentari perihal pihak keluarga Felicia yang mengumbar masalah tersebut ke publik. “Gimana ya, mas. Itu kan masalah pribadi, toh. Ngapain diumbar-umbar? Nggak etis,” komentarnya. Sumber : Suara.com
SIAK, Petah.id - Bupati Siak Alfedri bersama unsur Forkompimda, ikuti Rapat Koordinasi (Rakor) terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau secara virtual. Rakor itu dipimpin langsung oleh Gubernur Provinsi Riau Syamsuar, Wakil Gubernur Provinsi Riau Edi Natar serta unsur Forkompimda Provinsi Riau. Saat membuka rapat koordinasi terkait dengan pengendalian kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) khususnya di Provinsi Riau melalui virtual, Gubernur Provinsi Riau Syamsuar mengatakan ada beberapa arahan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait dengan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). "Terkait dengan pengendalian Karhutla, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberikan beberapa arahan dan pedoman untuk menangani kebakaran hutan dan lahan," kata Syamsuar. Arahan tersebut diantaranya prioritas upaya pencegahan melalui deteksi dini, monitoring areal rawan hotspot dan patroli lapangan. Ke Dua, Monitoring dan pengawasan harus sampai kebawah, libatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa dalam penanganan Karhutla. Ajak tokoh agama dan masyarakat untuk memberikan edukasi terus menerus kepada masyarakat. Ke Tiga, cari solusi yang permanen agar korporasi dan masyarakat membuka lahan dengan tidak membakar. Ke Empat, penataan ekosistem lahan gambut dalam kawasan hidrologi gambut harus terus dilanjutkan. Ke Lima, jangan biarkan api membesar harus tanggap dan jangan terlambat sehingga api sulit di kendalikan dan selanjutnya Ke Enam, langkah penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi, berikan sanksi yang tegas sehingga ada efek jera. Sementara itu, Bupati Siak Alfedri melaporkan bahwa titik api di Kabupaten Siak sampai saat ini berjumlah 28 titik api, dengan total lahan yang terbakar sekitar 79 Hektar. "Sesuai dengan laporan dari Dasbord aplikasi pemantau titik api (Lancang Kuning), di Siak hari ini memang benar masih ada 4 titik api, yakni di Kampung Temusai Kecamatan Bungaraya. Dan Alhamdulillah titik api tersebut sudah bisa dikendalikan dengan cara membuat skat bakar. Mudah-mudahan dalam 1 atau 2 hari kedepan api sudah padam," papar Alfedri. Terkait dengan penanganan Karhutla di Kabupaten Siak, Pemda juga telah melaksanakan rapat koordinasi bersama unsur Forkompimda, pihak Kecamatan, dan unsur terkait lainnya pada 10 Februari 2021. "Selain itu, kami juga telah menetapkan status siaga darurat bencana akibat Karhutla dari tanggal 1 februari sampai 31 Oktober 2021," jelasnya Untuk tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Siak mendapatkan dukungan Kanal Blocking dari BRG sebanyak 25, yang berada di Kecamatan Koto Gasib, Mempura dan Bungaraya. "Jadi total keseluruhan kanal Blocking di Kabupaten Siak berjumlah 279 kanal Blocking. Sementara untuk embung di Kabupaten Siak berjumlah 103," ucap Alfedri, diruang Bandar Siak, Lantai II Kantor Bupati Siak, Selasa (8/3/2021). Alfedri juga menjelaskan bahwa untuk tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Siak juga telah menganggarkan pengadaan alat untuk pemadaman Karhutla yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBHDR) yang sudah di verifikasi dan divalidasi oleh tim dari Kementerian Kehutanan. "Alat tersebut diantaranya, untuk mobil Water Bombing 5 unit, mobil untuk angkutan logistik dan orang 6 unit , serta mobil angkutan peralatan 6 unit," jelas Alfedri. Selain mobil, juga ada dianggarkan 74 unit pompa mesin diantaranya pompa induk 6 unit, pompa jinjing 44 unit, pompa apung 6 unit dan pompa tunggu 18 unit. Serta kendaraan roda dua 12 unit.
PEKANBARU, Petah.id - Peningkatan jumlah hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama enam hari di bulan Maret 2021 terjadi di dua desa di pesisir pulau Merbau dan Bengkalis Provinsi Riau. Sejak tanggal 1 sampai 5 Maret 2021 di kedua desa yakni di Desa Pelkun Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis dan Desa Dedap Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat sebanyak 560 titik hotspot. "Melihat peningkatan hotspot di dua desa tersebut, kami telah menerjunkan tim pemadaman awal, yakni dari Polsek dan Polres sebanyak 35 personel. Namun karena kondisi lapangan yang cukup sulit, tim tersebut kualahan. Sehingga kami putuskan untuk menerjunkan tim pemadam lanjutan dari Polda sebanyak 73 personel, yang sejak tanggal 5 kemaren turun ke kedua desa tersebut dan hari Sabtu ini saya bersama Dansat Brimob turun bersama-sama anggota di lapangan memadamkan api hari ini," terang Irjen Agung Setya Sabtu pagi (6/3/2021) Pada sebelumnya (3/3/2021) yang lalu, Irjen Agung dan istri juga telah turun langsung ke lokasi lahan terbakar, yakni di Tanjung Kapal Pulau Rupat Bengkalis. Turunnya Irjen Agung Setya ke lokasi pemadaman untuk memompa semangat dan mengarahkan bantuan pemadaman prajurit TNI, anggota Polri, petugas Damkar dan BPBD, perusahaan serta masyarakat yang tak pulang berhari-hari untuk padamkan api. “Karhutla di kedua desa tersebut akan kita padamkan siang malam, tetap semangat, jangan kendor, gaspol," ujar Irjen Agung meyakinkan. Berdasarkan data diperoleh dari Dashboard Lancang Kuning pada dua hari sebelumnya (1 hingga 2 Maret 2021), sama sekali tak ada ditemukan hotspot atau titik api di Desa Pelkun, Kecamatan Bantan, Bengkalis dan Desa Dedap, Merbau, Kepulauan Meranti. Baru pada keesokan harinya (2 hingga 3 Maret 2021) ditemukan hotspot dengan tingkat kepercayaan medium 4 titik dan high 2 hotspot di Desa Dedap Merbau. Pelan tapi pasti, esok harinya (3 sampai 4 Maret 2021), didua desa tersebut menyala dengan 44 titik api. Perinciannya, tingkat kepercayaan low atau rendah 5, medium 30 dan tinggi atau high 9. Peningkatan luar biasa terjadi 4 sampai dengan 5 Maret 2021. Di kedua desa tersebut ditemukan 248 titik api dengan tingkat kepercayaan low 7, medium 191 dan high 50 di dua desa tersebut, yakni di Pelkun dan Dedap. Lonjakan tertinggi terjadi pada tanggal 4 hingga 5 Maret 2021. Di Desa Pelkun, Bantan, Bengkalis dan Dedap, Merbau, Kepulauan Meranti, dijumpai 262 titik api. "Mulai 1 hingga 6 Maret 2021, di Desa Dedap, Merbau, Kepulauan Meranti, kita sudah melakukan 929 kegiatan pemadaman dari tim yang diterjunkan yakni POLRI, TNI, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat peduli api dan lainnya, hal itu untuk mengepung api agar cepat padam," terang Irjen Pol Agung Setya. Menilik dari data Badan Restorasi Gambut menunjukan tinggi air gambut diwilayah kebakaran dalam status rawan, sehingga kesulitan besar kita adalah mendapatkan air untuk pemadaman. Pembuatan embung dan penambahan mesin pompa beserta slang air terus dilakukan. "Doakan hari ini kita bisa padamkan," harap Agung.
Halaman
Severity: Warning
Message: A non-numeric value encountered
Filename: pages/kategori-berita.php
Line Number: 51
Backtrace:
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/pages/kategori-berita.php
Line: 51
Function: _error_handler
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/public.php
Line: 159
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/application/controllers/Main.php
Line: 242
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once