Siak,Petah.id - Warga Koto Gasib sangat antusias mengikuti vaksinasi Polri yang digelar Polsek Koto Gasib di Lapangan Sepakbola Kampung Pangkalan Pisang pada Rabu (29/9) pagi.Sejak pukul 07.00 WIB, warga sudah berkumpul di lapangan. Sementara sesuai jadwal, vaksinasi baru dimulai pukul 08.00 WIB. Demikian dikatakan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan. Pihaknya mempersiapkan tempat untuk vaksinasi itu sejak malam.“Kami ingin vaksinasi berjalan aman dan lancar, tidak menimbulkan cluster baru,” ungkap Kapolsek Suryawan.Ada 520 dosis yang disiapkan. Dan untuk memperlancar proses vaksinasi, pihaknya bekerja sama dengan tim kesehatan dari Polres, PT Kimia Tirta Utama dan PT RAPP. Ada tiga dokter, tujuh perawat dan 10 tenaga administrasi. Jumlah itu sebenarnya masih kurang untuk melayani warga yang begitu antusias dan datang sejak pagi.“Kami menggelarnya di lapangan agar tidak terjadi cluster dan tidak terjadi kerumunan. Dan ini merupakan vaksinasi kedua yang kami gelar di tempat yang sama,” jelas Kapolsek Suryawan.Sementara Kapolres AKBP Gunar Rahadiyanto yang hadir dan meninjau proses vaksinasi itu mengaku senang atas antusias warga.Dikatakannya, berarti semakin tinggi kesadaran warga untuk melakukan vaksin. Sebab vaksinasi sejatinya memang untuk menjaga imun tubuh warga agar terjaga dari Covid-19.“Kami setiap hari melakukan vaksinasi terhadap warga. Vaksin Polri ini menyasar warga Siak di hampir semua tempat. Bahkan kami membuat gerai vaksin presisi di aula Mapolres Siak,” sebut Kapolres Gunar.Kapolres Gunar mengatakan, pihaknya tidak akan berhenti sampai seluruh masyarakat Siak mendapatkan vaksin. Sehingga tercipta kekebalan komunal.
Siak, Petah.id - Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) pada 2015 silam menjadi pembelajaran berharga bagi pemerintah.Pengembangan paradigma tentang pengendalian kebakaran hutan dan lahan dengan mengedepankan metode pencegahan.Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam setiap rapat koordinasi Nasional Pengendalian kebakaran hutan dan lahan diawali pada 2016 - 2020.Demikian dikatakan Kadaops Manggala Agni Siak, Ihsan Abdilah. Disebutkannya, perubahan paradigma ini terus dilakukan dalam aksi-aksi di lapangan terutama ditingkat tapak."Ada tiga langkah utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang menjadi solusi konkrit dan permanen," jelas Ihsan Abdillah.Pertama, kata Ihsan, penanganan dengan satuan tugas yang dikomandoi oleh presiden.Kedua, penerapan modifikasi cuaca untuk membasahi gambut.Dan ke Tiga, yakni penanganan kesadaran hukum masyarakat dalam keseharian dan livelihood."Untuk pembiayaan kegiatan peningkatan peran serta masyarakat MPA paralegal ini menggunakan pendanaan kolaborasi BNPB dengan KLHK," kata Ihsan.Upaya ini, tambah Ihsan, salah satu solusi permanen yg dirancang untuk pencegahan karhutla berbasis operasi lapangan. "Saat ini ada 40 desa yg dilakukan Kegiatan Pelatihan dan pencegahan karhutla ditingkat tapak," beber Ihsan.Di wilayah kerja Balai PPIKHL Wiliyah Sumatera Melalui Manggala Agni Daops Sumatera VI Siak melaksanakan kegiatan itu di 4 desa dengan jumlah peserta pelatihan dan patroli bersama sebanyak 99 orang.Empat desa itu yakni Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Meranti dan Desa Dosan, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak dan 12 Desa jangkauan, semua unsur satgas terlibat Manggala Agni, BPBD, TNI, POLRI, Aparat Desa MPA dan Masyarakat."Setiap desa kita merekrut masyarakat dan dilatih untuk berkesadaran hukum serta diajak untuk patroli di lokasi rawan dan melakukan himbauan dan sosialisasi pada masyarakat disekitar lokasi patroli pengecekan tinggi muka air, keringan gambut," tutur Ihsan.
Jakarta, Petah.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan Surat Telegram (TR) berupa perintah kepada jajaran Polda dan Kasatwil di seluruh Indonesia untuk melakukan pengamanan kunjungan kerja Presiden dengan humanis serta tidak reaktif. Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, perintah Kapolri ini guna menghindari anggapan mengkebiri kebebasan berpendapat dalam kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke sejumlah daerah yang diwarnai aksi penyampaian pendapat oleh masyarakat tidak terulang. Oleh karena itu, lanjut Argo, sesuai dengan Telegram Kapolri ke jajaran dengan nomor STR/862/IX/PAM.3/2021 tertanggal 15 September 2021. Untuk seluruh jajaran diwajibkan agar memperhatikan pedoman yang sudah diarahkan oleh Kapolri. Ada empat point penekanan."Yang pertama, setiap pengamanan kunker Presiden agar dilakukan secara humanis dan tidak terlalu reakif. Kedua, apabila didapati sekelompok masyarakat yang berkerumun untuk menyampaikan aspirasinya, sepanjang dibenarkan Undang-undang maka tugas pengamanan hanya mengawal rombongan tersebut, agar dapat berjalan dgn tertib dan lancar," kata Argo saat menyampaikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (15/9) malam.Kemudian, penekanan ketiga dalam arahan Kapolri yakni setiap Kasatwil menyiapkan ruang bagi masyarakat maupun kelompok yang akan menyampaikan aspirasinya, sehingga dapat dikelola dengan baik. "Sehingga nanti dari kepolisian setempat dapat memberikan ruang, kepada sekelompok yang akan menyampaikan aspirasinya dan kita siapkan ruang itu sehingga aspirasi bisa tersampaikan," tandas Argo. Dan keempat apabila ada kelompok masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi agar dikomunikasikan dengan baik secara humanis, dijelaskan bahwa tindakan untuk menyampaikan aspirasi tidak boleh menganggu ketertiban umum. "Ini kita sampaikan kepada jajaran agar dipedomani dan dilaksanakan dengan baik," demikian Argo.
Pekanbaru, Petah.id - Kepolisian Daerah Riau kembali menyalurkan vaksin. Kali ini, vaksinasi massal digelar di kampus Unri, Panam Pekanbaru, Selasa (14/9/2021) pagi. Sebanyak 2.400 dosis vaksin disediakan, dengan sasaran kalangan civitas, mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus.Vaksinasi massal di kampus Unri dihadiri langsung oleh Wakapolda Riau Brigjen Tabana Bangun Msi, didampingi para pejabat utama Polda Riau serta rektor dan pihak kampus, dengan mengambil lokasi di Fakultas Fisipol Unri Panam.Sejak pagi, para peserta vaksin sudah hadir dengan tertib dan terlihat antusias, didominasi mahasiswa.Wakapolda Riau Brigjen Tabana Bangun mengatakan, vaksinasi massal ini merupakan kerjasama Polda dengan Unri. Hal serupa juga sudah dilakukan Kepolisian dengan pihak-pihak lain, dengan tujuan mempercepat pencapaian target vaksinasi untuk membentuk kekebalan kelompok (Herd Immunity), sehingga angka penyebaran Covid-19 dapat ditekan."Ini sebagai salahsatu upaya kita bersama dalam penanggulangan Covid-19 di Riau khususnya kalangan civitas, mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus Unri. Kita berterima kasih kepada civitas dengan diselenggarakannya kegiatan tersebut," kata jendral bintang satu tersebut disela-sela tinjauannya.Ditegaskan Brigjen Tabana Bangun, percepatan pemberian vaksin kepada masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa bertujuan membentuk kekebalan kelompok. “Itu kita harap tercapai di tengah masyarakat. Vaksinasi juga kerja sama berbagai kalangan, tidak hanya kampus," yakin dia.Menurutnya, Covid-19 juga berdampak besar terhadap dunia pendidikan, termasuk perguruan tinggi di mana mahasiswa tidak bisa aktif dalam proses belajar mengajar secara tatap muka. Maka itu, dengan percepatan vaksinasi tentunya sangat penting guna mendukung pembelajaran di kampus."Penyelenggaraan pendidikan terutama perguruan tinggi terkendala pelaksanaannya, maka pelaksanan vaksinasi perlu dilakukan. Diharap bisa membentuk herd immunity di kalangan kampus. Sehingga aktivitas tatap muka berjalan normal kembali," ungkap Brigjen Tabana Bangun.Diyakininya, percepatan vaksinasi sudah berdampak dalam menekan laju penyebaran Covid-19, di mana dalam beberapa pekan belakangan angka pasien terinveksi Corona menurun ke angka di bawah 100 perhari. "Sampai kemarin, di Riau sudah di bawah 100. Kita berupaya dan terus berdoa, mudah-mudahan Riau bisa meminimalisir penyebaran Covid dan aktivitas segera normal," harapnya.Senada dengan itu, Rektor Unri Aras Mulyadi mendukung penuh percepatan vaksin yang digerakkan Polda Riau. Apalagi hari ini ada 2.400 dosis diberikan kepada pihaknya. “Kita akan tuntaskan hari ini pemberian vaksin. Di mana 70 persen untuk mahasiswa dan 30 persen lainnya bagi tenaga pendidik dan sebagian masyarakat sekitar," ujarnya."Kita sangat apresiasi, di mana salah satu kesiapan belajar tatap muka adalah persentase dari vaksinasinya. Saat ini, persentase tingkat vaksinasi di Unri dengan angka tenaga pendidik sudah 75 persen, mahasiswa 35 persen dari jlah 35 ribu orang," lanjut Aras Mulyadi.
Siak, Petah.id - Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) gelar rapat Paripurna tentang pergantian Ketua DPRD Siak dari Partai Golkar.Dalam rapat tersebut diusulkan pemberhentian Azmi sebagai Ketua DPRD Siak dan mengumumkan Indra Gunawan sebagai calon ketua baru mengisi sisa masa jabatan 2019-2024.Pergantian Ketua DPRD itu berdasarkan SK DPP Partai Golkar Nomor: B-642/Golkar/VIII/2021 tanggal 24 Agustus perihal persetujuan PAW pimpinan DPRD Siak, lalu Surat Instruksi DPD I Golkar Provinsi Riau Nomor: SI-07/DPD/Golkar-R/VIII/2021 tanggal 26 Agustus perihal tindaklanjut PAW pimpinan DPRD Siak dan SK DPD II Golkar Kabupaten Siak Nomor: B-07/DPD/Golkar-S/VIII/2021 tanggal 30 Agustus tentang calon pengganti pimpinan DPRD Siak."Sementara ini pimpinan dewan digantikan Plh. Untuk soal hasil keputusan itu akan disampaikan kepada Gubernur Riau melalui Bupati Siak untuk peresmiannya," kata Wakil Ketua II DPRD Siak, Andriy Ade Rianda saat menggelar rapat paripurna.Dijelaskan Androy, prosedur pergantian pimpinan di DPRD Siak sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2018 tentang pedoman penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota, dalam Pasal 36, 37 dan 38.Sebanyak 32 orang anggota DPRD yang hadir, terdiri dari 28 hadir di rapat paripurna sementara empat mengikuti paripurna secara daring. Sementara itu, Indra Gunawan mengatakan hal ini merupakan rangkaian dari perintah partai Golkar.Ia pun menyebut akan bersinergi dengan Forkopimda yang ada di Kabupaten Siak."Semoga kita semua bisa bersinergi membangun Siak untuk kepentingan masyarakat," ungkap Indra.Deretan prestasi mentereng yang diraih Indra Gunawan saat menjabat sebagai Ketua DPRD Siak periode 2014-2019.Indra berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai DPRD Kabupaten yang telah membangun hubungan kemitraan yang baik bersama kepala daerah dalam periode 2014-2019.Ia menjadi satu-satunya Dewan di Pulau Sumatera yang memperoleh penghargaan saat itu di Jakarta.Penghargaan itu diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo melalui Sekretaris Jenderal Kementrian Dalam Negeri RI, beserta perwakilan dari DPRD Kabupaten lainnya se-Indonesia.Untuk diketahui, penghargaan itu dberikan hanya kepada 10 DPRD Kabupaten yang menurut catatan negara melalui Kementerian Dalam Negeri dan salah satunya Kabupaten Siak mendapatkan penghargaan bergengsi ini dari sekian ratus DPRD kabupaten yang ada di Republik Indonesia.Tidak sampai disitu, selama lima tahun dipimpin Indra, DPRD Siak telah menghasilkan banyak produk prestasi dalam aspek bidang hukum baik berupa Peraturan Daerah (Perda), Perda Inisiatif dan Keputusan lainnya.Ada 64 Peraturan Daerah yang dihasilkan, dan 3 Perda Inisiatif DPRD Siak.Selain Perda, dikepemimpinannya DPRD Siak telah menghasilkan 69 Surat Keputusan dan 24 diantaranya Surat Keputusan atau persetujuan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Siak.
Generasi muda harus kuat dan tangguh. Sebagaimana kita ketahui, Indonesia sangat kaya akan sumber daya manusianya.Dengan jumlah penduduk yang mencapai 270 juta jiwa lebih, dimana 25 persennya adalah generasi milenial. Ditambah lagi generasi Z yang mencapai angka 27 persen, potensi kekuatan anak muda bangsa ini sungguh luar biasa.Namun, besar dari segi kuantitas saja tidak cukup jika tidak dibarengi tingginya kualitas. Dengan mendominasinya jumlah generasi muda yang ada di Indonesia tentu ini mengisyaratkan bahwa Indonesia punya potensi yang besar untuk membangun bangsa. Memiliki sumber daya manusia yang sangat banyak ibarat memiliki gunungan emas yang siap dimanfaatkan kapan saja dibutuhkan. Kawula muda merupakan generasi yang sangat produktif. Jika ini digali dengan sebaik-baiknya maka cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 sudah pasti akan terwujud.Indonesia akan melesat menjadi bangsa yang maju dan siap bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Keberadaan generasi muda yang begitu besar tentu harus disikapi dengan bijak oleh pemerintah. Karena potensi besar ini bukan hanya akan menimbulkan dampak positif saja tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan dampak negatif juga. Pemerintah harus peka terhadap keberadaan mereka dengan menyediakan ruang-ruang untuk berinovasi, menyalurkan bakat, kemampuan, dan mengembangkan diri. Jika hal tersebut tidak dilakukan, keberadaan mereka justru akan berbalik menjadi petaka bagi bangsa ini sendiri. Generasi muda harus siap menghadapi tantangan di masa depan. Ibarat lokomotif, sejatinya keberadaan mereka mampu menggerakkan denyut nadi kehidupan. Kaum muda harus diberdayakan sesuai dengan kapasitas masing-masing. Menempatkan mereka pada sektor-sektor yang tepat akan melampaui batas ketertinggalan selama ini. Sebagai generasi yang punya potensi besar, pemuda harus kuat, tangguh, tidak mudah menyerah dan berputus asa. Kaum muda sudah selayaknya mampu menempah diri dengan belajar dari hambatan dan kegagalan yang pernah dialami baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Orang yang gagal bukanlah orang yang gagal dalam hidupnya lalu berputus asa, namun orang yang gagal adalah orang yang tidak pernah mencoba. Sementara itu, kesuksesan bukanlah didapat dari kemudahan dan kesenangan, namun belajar dari sebuah kegagalan. Muda adalah kekuatan. Menjadi pemuda yang kuat dan tangguh tentu bisa dengan berbagai cara. Kondisi dunia yang sangat dinamis seperti saat ini merupakan tantangan yang berat bagi penduduknya termasuk para generasi muda. Seberapa resilien anak muda bangsa ini? Generasi muda yang kuat dan tangguh harus punya daya lenting yang besar untuk bangkit dari keterpurukan. Siapa yang mampu bertahan dan berdaya saing mereka akan survive.Namun, mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk itu, akan tenggelam dan kalah. Lantas, seperti apa orang-orang yang akan survive itu? Mereka adalah orang-orang yang memiliki kompetensi sebagai berikut : 1. Berpikir kritis (critical thinking)Kondisi negara dengan beragam permasalahan sangat membutuhkan orang-orang yang terbiasa berpikir kritis untuk menanganinya. Dengan kecerdasan yang dimiliki, mereka mampu menemukan solusi yang tepat pada setiap permasalahan 2. Tidak mudah menyerah Generasi kuat tidak mudah menyerah. Sebesar apapun hambatan yang dihadapi, mereka akan berusaha untuk melaluinya3. Kreatif dan inovatifPeka terhadap perkembangan zaman. Melihat setiap tantangan sebagai peluang, bukan hambatan4. Pekerja kerasSelalu bersungguh-sungguh, tidak lemah, tahan banting, dan bermental baja5. PemberaniHanya para pemberani yang mampu menghadapi tantangan besar di masa yang akan datang6. Selalu berpikir dan bertindak positifYang dibutuhkan untuk memajukan bangsa ini adalah orang-orang yang selalu berpikir dan bertindak positif tentunya7. Memiliki visi dan misi yang jelas dalam kehidupannyaPara visioner hidupnya akan terarah. Memiliki target pencapaian di setiap rencana yang mereka buat. Tentu hal ini sangat dibutuhkan bagi para calon negarawan kita. Jika setiap pemuda memiliki kriteria seperti yang diharapkan, ini adalah pertanda baik. Telah terkumpul kekuatan yang maha dahsyat untuk Indonesia yang terus bertumbuh. Seperti yang kita ketahui, saat ini begitu urgennya mempersiapkan future leader yang akan melanjutkan perjuangan menuju Indonesia yang lebih baik.Pemimpin masa depan yang akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat, demokratis, dan terbuka menerima keberagaman. Kondisi bangsa yang tidak stabil sangat membutuhkan pemikiran-pemikiran yang cemerlang dari para pemuda yang survive dan welcome terhadap keterbukaan.Cut Nyak Dien pernah berkata, “Penjagaan terbaik bagi generasi muda adalah contoh yang baik bagi generasi tua”.Dari kalimat diatas, dapat kita pelajari bahwa tidak selamanya yang layak menjadi contoh dan memegang kendali hanyalah generasi tua. Perilaku dan tindakan yang baik dari generasi muda juga bisa dijadikan teladan. Tidak selamanya hal-hal baik hanya dapat dicontoh dari kalangan yang lebih senior.Bangsa yang baik harus berlapang dada dan mau membuka pintu hatinya untuk selalu belajar meskipun dari yang lebih muda dengan tidak mengesampingkan generasi terdahulu yang lebih berpengalaman tentunya. Mau memberi kesempatan yang muda untuk menghimpun kekuatan.Itulah harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Berjuang bersama tentu akan lebih baik. Seperti yang telah dicontohkan para pejuang terdahulu dalam merebut kemerdekaan. Bersama kita kuat, bersatu kita bangkit. Together we are strong, united we rise.Penulis : Yusuf Nurohman
Ahli filsafat Romawi kuno menggunakan istilah black swan (angsa hitam) untuk menggambarkan fenomena yang tidak mungkin terjadi. Hal tersebut didasarkan pada pengamatan mereka bahwa semua angsa berwarna putih (asumsi tersebut valid hingga tahun 1790, ketika spesies angsa hitam ditemukan di Australia oleh peneliti Inggris). Lebih lanjut, Nassim Nicholas Taleb dalam bukunya The Black Swan, menjelaskan bahwa black swan adalah suatu peristiwa yang tidak diduga sebelumnya akan terjadi dan setelah peristiwa tersebut terjadi maka efeknya sangat dahsyat dan dapat mengubah dunia untuk selamanya. Covid-19 adalah black swan yang kita hadapi saat ini. Sejak masuk ke Indonesia pada Maret 2020, pandemi ini telah mengubah banyak cara hidup kita ke hal-hal yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Sholat jaga jarak, kemana-mana menggunakan masker dan anak-anak bersekolah dari rumah adalah beberapa di antaranya. Covid-19 memberikan pukulan telak bagi perekonomian masyarakat kita. Kebijakan PSBB, PPKM darurat PPKM level 1-4 dan sejenisnya tanpa dibarengi dengan kompensasi yang setimpal bagi masyarakat tak ubahnya seperti mengurung burung di dalam sangkar tanpa dikasih makan. Ada yang masih beruntung bisa bekerja dari rumah dan tetap mendapat gaji, namun lebih banyak lagi masyarakat yang bukan pegawai kantoran harus bekerja di pagi hari untuk makan di malam hari. Namun demikian, lebih baik menyalakan lilin daripada sekedar mengutuk kegelapan. Banyak hal yang bisa kita lakukan sesuai dengan porsi kita masing-masing untuk membantu menyelamatkan ekonomi rakyat. Seperti semut kecil yang membawa setetes air untuk disiramkan ke api yang membakar Nabi Ibrahim AS. Air itu tentunya tak cukup untuk memadamkan api, tapi setidaknya itu menunjukkan kontribusi kita. Siapa tahu kebaikan kecil tersebut menular, memicu orang lain untuk melakukan hal yang sama atau syukur-syukur menggugah pihak yang berwenang untuk membuat kebijakan yang lebih baik.Berbagi MakananBagi rakyat kecil bisa makan adalah hal yang paling utama, mustahil untuk berbicara mengenai gagasan pada orang yang lapar.Dengan demikian sungguh keliru kalau kepada orang yang untuk makan sehari-hari saja susah malah disuruh ikut pelatihan online. Dalam kondisi darurat seperti ini yang mereka butuhkan adalah makanan bukan pelatihan. Setelah masalah perut terpenuhi, baru bisa masuk ke hal-hal yang lain.Kita bisa berbagi makanan kepada mereka yang membutuhkan, bisa dengan cara berkeliling, membagikan makanan di lokasi yang tetap setiap harinya (misalnya Masjid) atau sekedar menggantungkan makanan di papan yang ditempeli tulisan bahwa siapa saja boleh mengambil. Membeli dari warung tetanggasangat penting untuk membeli dagangannya, tempatnya mungkin sempit, barang yang dijual mungkin tidak lengkap, pengemasannya mungkin tidak rapi tapi percayalah seribu dua ribu rupiah yang kita belanjakan disana akan sangat berarti buat mereka.Kalau barang yang dijual harganya sedikit lebih mahal daripada di toko-toko besar tak perlu dipermasalahkan, sebab keuntungan mereka memang cuma sedikit. Mereka jualan untuk cari makan bukan untuk kaya. Pun demikian kalau tidak ada kembalian dan diganti dengan permen diterima saja dengan senyuman untuk anak cucu di rumah. Memberi dari mereka membuat kita mendapatkan tiga hal yaitu barang yang dibutuhkan, mempererat silaturahmi dan keutamaan sedekah.Demikian juga kalau ada tetangga atau kerabat yang posting dagangan, bantulah melariskan dagangan mereka, beli dengan harga wajar, syukur-syukur dilebihkan bayarnya. Jangan malah minta harga kawan. Hal tersebut akan menyulitkan usaha mereka dan menjatuhkan mental mereka. Kalau belum bisa membeli, bantu dengan share postingan mereka atau memberikan kalimat-kalimat positif yang membuat mereka tetap semangat.Pun demikian, kalau ada teman yang mencoba berkarya lewat media semisal youtube bantulah dengan memberikan like, subscribe serta komen positif. Tak usah terlampau pelit karena like dan subscribe itu gratis sedangkan menyenangkan hati orang itu insya Allah berpahala.Membeli dari pedagang kelilingSetiap hari ada pedagang keliling yang lewat di depan rumah kita. Bermacam-macam barang dijajakan, dari makanan seperti kue-kue, sampai barang-barang seperti remote tv dan baterai jam tangan. Usahakanlah untuk membeli barang dagangan mereka. Siapa tahu mereka sudah berkeliling seharian dan belum ada barang yang terjual sedangkan ada anak istri yang belum makan, kontrakan yang belum dibayar dan tagihan listrik yang masih nunggak. Sedikit dari kita bisa jadi sangat berarti bagi mereka.Ada juga penjual jasa keliling seperti tukang sol sepatu, tukang servis jok motor dan sejenisnya. Mereka adalah pejuang terhormat yang memeras keringat untuk keluarganya. Kepada mereka, ketika kita memang tidak bisa menggunakan jasanya, tak ada salahnya untuk memberikan sedekah. Peran Media Sosial dan Gotong RoyongGunakanlah media sosial untuk mengkampanyekan kegiatan positif. Kalau hal-hal konyol dan tidak berfaedah saja bisa viral maka kebaikan tentunya lebih layak untuk diviralkan. Siapa tahu itu akan menggugah orang lain untuk melakukan hal yang sama atau untuk ikut berpartisipasi. Ada orang yang punya uang tapi tidak punya waktu luang, sebaliknya ada yang punya tenaga dan waktu luang tapi memiliki keterbatasan dana.Disinilah pentingnya gotong royong. Yakinlah bahwa masih banyak orang baik di negeri ini. Ketika masyarakat bersatu dan bergotong royong serta menjalankan peran sesuai kapasitasnya masing-masing maka dampak Covid-19 bagi ekonomi rakyat bisa diminimalisir.Penulis : Komaryatin, S.Pd
Rohil, Petah.id - Sebanyak 26 paket alat tulis untuk anak-anak sekolah diserahkan Komandan Batalion B Pelopor Sat Brimob Polda Riau AKBP Dody Wirawijaya beserta Ibu Bhayangkara Mira Hasibuan, Wilda Iwan Rusmana dan Santi Eko.Sejumlah paket alat tulis tersebut dibagikan kepada anak sekolah kurang mampu di dua desa yakni Kepenghuluan Seminai dan di Kampung KM 3, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau."Bantuan tersebut dibagikan sebagai bentuk kepedulian Sat Brimob Polri kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Danyon.Tidak hanya itu, Kata Danyon, penyerahan alat tulis kepada anak sekolah ini merupakan bentuk dukungan satuannya kepada anak-anak sekolah di Kabupaten Rokan Hilir."Anak sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang harus dicerdaskan, sehingga prioritas bantuan sangatlah penting untuk menambah motivasi mereka," ungkap Danyon.Selain itu, sambungnya, giat ini dilakukan untuk warga menengah kebawah di tengah pandemi ini sangat berdampak pada kehidupannya. Untuk mengurangi dampak sosial, kata Danyon lebih jauh, dikarenakan sejumlah kegiatan ekonomi yang dihentikan sementara, pihaknya telah membantu dengan membagikan sembako dan membuka dapur umum."Dalam mendistribusikan bantuan pihaknya berkordinasi dengan Babinkabtimnas dan pengurus RT setempat agar bantuan tepat sasaran," tutupnya.
Siak, Petah.id - Ucapan selamat Hari Adhyaksa memenuhi halaman dan gerbang Kejaksaan Negeri (Kajari) Siak. Tidak hanya Bupati Siak saja yang memberi ucapan lewat papan bunga, tapi sejumlah dinas, camat, hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).Dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Siak Dharmabella Tymbaz mengaku terharu, meski dia belum lama berada di Siak, namun mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Siak dalam penegakan hukum.“Sebenarnya, kegiatan kami tidak boleh dibesar-besarkan, meski sebelum hari H, ada sejumlah rangkaian kegiatan kami, seperti anjangsana ke panti asuhan, pemberian bantuan dan kegiatan sosial lainnya. Hal itu sepenuhnya sebagai bentuk rasa syukur kami, atas indahnya berbagi,” sebut Kajari Dharmabella.Sesuai dengan tema Hari Adhyaksa ke-61 tahun 2021 ini, Berkarya untuk Bangsa, Kajari Dharmabella menyampaikan arahan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin agar jaksa bekerja dengan hati nurani.Hal itu disampaikan Kajari Siak Dharmabella saat melakukan upacara Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 yang digelar secara daring di Kantor Kejaksaan Negeri Siak."Pak Jaksa Agung ingatkan kami untuk bekerja dengan hati nurani apalagi terkait penanganan perkara warga soal covid-19," kata Dharmabella Tymbaz, Kamis (22/7) pagi.Dikatakan Kajari, ke depan pihaknya akan memberikan sanksi tegas, terukur dan proporsional dalam penegakan hukum di wilayah Kabupaten Siak.Ia tidak ingin penegakan hukum makin memberatkan masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini."Dan pastikan sanksi yang dikenakan mampu memberikan efek jera. Terapkanlah tuntutan yang proporsional berdasarkan hati nurani," sambungnya.Selain itu, tambahnya, terkait situasi pandemi di tanah air, Jaksa Agung Burhanuddin pun mengingatkan kejaksaan memiliki tanggung jawab besar dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19."Jaksa Agung meminta jajaran kejaksaan mengerahkan segala sumber daya dan kewenangan demi mengamankan serta menjaga ketersediaan dan kestabilan harga obat, alat kesehatan, dan ketersediaan oksigen medis yang saat ini sangat dibutuhkan rakyat," terangnya.Upacara secara virtual yang dilakukan secara serentak se-Indonesia itu pun menekankan agar institusi kejaksaan dapat berperan aktif terutama dalam penanganan Covid-19 dan peningkatan ekonomi nasional.Selain itu, kejaksaan juga diminta agar mendorong penyerapan anggaran dari seluruh pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan Covid-19. "Jangan sampai ada penyimpangan atau terhambat karena administrasi, sebab setiap penyimpangan yang menyangkut orang banyak akan ditindak tegas," ujarnya.Disinggung soal program kerja ke depan, Dharmabella Tymbaz juga akan melakukan pendekatan di bidang hukum dengan pola pencegahan. Pihaknya akan berupaya bersinergi dengan pemerintah daerah agar mampu mendongkrak penghasilan asli daerah serta pengamanan aset Kabupaten Siak."Kami berkomitmen akan hadir di setiap lini dengan program-program yang ada di desa maupun pemerintah daerah. Tak hanya itu memantau, mengawasi pengelolaan dana desa dengan gotong royong dan tanggung jawab," katanya.
Siak, Petah.id - Pemerintah Kabupaten Siak sudah menemukan formasi CPNS dan PPPK untuk 2021 ini. Hal ini setelah diajukan ke Kemenpan-RB.Demikian dijelaskan Kabid Administrasi Kepegawaian BKSDM Siak Nofitrizal. Lebih jauh dikatakannya, saat ini pihaknya tinggal menunggu proses menerimaaan. “Kami mengusulkan angka PPPK guru memang banyak di atas 1.099, dan itu terealisasi 1.085,” jelas Nofitrizal.Dengan rincian PPPK tenaga guru 1.085,PPPK tenaga kesehatan 52, CPNS tenaga kesehatan 50, PPPK tenaga teknis 8 dan CPNS tenaga teknis 29, sehingga totalnya 1.234 formasi.“Kami berharap peluang ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dan dapat mempersiapkan diri, sehingga menjadi bagian dari formasi itu,” sebut Nofitrizal.
Halaman
Severity: Warning
Message: A non-numeric value encountered
Filename: pages/kategori-berita.php
Line Number: 51
Backtrace:
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/pages/kategori-berita.php
Line: 51
Function: _error_handler
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/public.php
Line: 159
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/application/controllers/Main.php
Line: 242
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once