Siak, Petah.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak bersama PT Bumi Siak Pusako (BSP) sepakat siap menuntaskan kasus stunting di Kabupaten Siak.Komitmen tersebut diktunjukkan Bupati Alfedri saat program bujang kampung ke -100 saat menyerahkan bantuan makanan kepada anak-anak di Kecamatan Tualang.Bupati Siak Alfedri mengatakan, Pemkab Siak bersama seluruh stakeholder terus bersinergi menekan angka stunting di kabupaten Siak.“Alhamdulillah, saat ini angka prevalensi stunting di Siak tinggal 2,7 persen, kita harapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama semuanya akan selesai. Kita target kan paling lambat akhir tahun 2024 ini kasus stunting nol persen," ujar Alfedri saat membagikan bahan makanan mencegah stunting di Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, di sela-sela program Bujang Kampung, Jumat (8/3/2024),Alfedri berharap tidak ada lagi anak-anak kurang gizi atau gizi buruk. Harapannya, generasi Kabupaten Siak, bisa menuju indonesia emas 2045."Kita ingin anak siak menjadi anak yang hebat, cerdas, berdaya saing, unggul, beriman dan bertakwa di masa datang," kata dia.Alfedri juga mengucapkan terimakasih kepada BSP yang memiliki kepedulian dan mendukung pemerintah dalam penurunan prevalensi tengkes atau stunting.“Kami sangat mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan oleh PT BSP melalui Corporate Social Responsibility (CSR) terus berkomitmen dalam membantu pemerintah daerah menurunkan angka stunting di siak,” kata dia.Senada dikatakan Corporate Secretary (Sekretaris Perusahaan) PT BSP Ardian Ardi, hal ini sebagai wujud kepedulian PT BSP sebagai BUMD kepada anak-anak di Kabupaten Siak.“Intervensi dalam percepatan penurunan angka stunting, bukan hanya tanggung jawab pemda namun semua pihak. Termasuk swasta untuk menjadi orang tua asuh agar anak-anak sampai 1000 hari kehidupannya bisa sehat, cerdas dan tumbuh dengan baik,” sebutnya.Paket makanan diberikan selama tiga bulan bantuan dikoordinir melalui puskesmas kecamatan adapun jumlah bantuan per bulan senilai Rp1,3 juta. Diharapkan setelah 3 bulan anak anak tidak lagi masuk di kategorikan tengkes atau stunting. (Infotorial)
Siak, Petah.id - Warga Siak terus dihebohkan dengan kemunculan binatang buas harimau di beberapa titik dengam waktnyany berdekatan. Pertama, warga Dusun Mungkal, Kampung Adat Penyengat, Kecamatan Sungai Apit yang dibuat geger kemunculan raja hutan tersebut. Di Dusun Mungkal, balita 2,5 tahun nyaris dimangsa harimau. Terdapat luka robek bekas cakaran pada bagian kaki bocah balita tersebut. Kemudian, di Kampung Paluh, Kecamatan Mempura juga dihebohkan dengan matinya seekor sapi betina yang diduga diterkam harimau. Dalam vidio yang beredar, kondisi tubuh sapi tersebut banyak robekan bekas terkaman harimau dan kondisi tubuh yang sudah tidak utuh.Tim Animal Rescue bersama BBKSDA, Polri dan TNI bergerak cepat dengan memasang kamera trap untuk melihat pergerakan harimau tersebut. Langkah tersebut berhasil menangkap gambar harimau berukuran jumbo. Ketua Tim Animal Rescue Siak Irwan Priyatna mengatakan, harimau yang tertangkap kamera trap yang dipasang oleh tim benar di Kampung Paluh, Mempura. "Tim memasang dua kamera trap tak jauh dari lokasi matinya sapi. Ternyata, harimau itu kembali lagi melihat mangsanya yang sudah mati tersebut dan tertangkap kamera," kata Irwan Priyatna. Saat ini, lanjut Irwan, pihaknya sedang menyiapkan Box Trap untuk menangkap harimau sumatera tersebut. "Kita sudah siapkan untuk pemasangan Boxtrap. Tinggal geser dimana posisi yang strategis untuk dipasang. Hal itu tentunya kami rapatkan dahulu dengan pihak teknis terkait BBKSDA Riau," sebut Irwan. Irwan memprediksi, dari gambar yang berhasil ditangkap oleh kamera trap, Harimau Sumatera tersebut berukuran dewasa. "Sepertinya harimau yang di Paluh Mempura itu harimau sumatera dewasa," tutur Irwan. Sebelumnya diberitakan, Warga Kampung Paluh, Kecamatan Mempura dihebohkan dengan beredarnya informasi seekor sapi yang tewas dalam kondisi tidak utuh. Diduga, hewan ternak milik warga tersebut mati lantaran dimangsa harimau.Ketua Animal Recue Siak Irwan Priyatna mengatakan, saat ini pihaknya bersama tim BBKSDA Provinsi Riau melakukan investigasi di lokasi kejadian dan menemukan jejak harimau sumatera.“Hasil investigasi di lokasi ditemukan jejak harimau dan bekas terkaman dan cakaran pada bagian leher sapi yang sudah tewas,” kata Irwan Priyatna, Minggu (3/3/2024).Ia mengimbau agar warga menjauhi lokasi kejadian dan sementara waktu untuk tidak pergi kekebun hingga situasi dinyatakan aman.“Imbauan buat warga agar menjauhi lokasi kejadian. Untuk sementara jangan ke kebun dulu, kalau keluar rumah jangan sendirian. Kurangi aktivitas dimalam hari. Kalau terpaksa keluar rumah jangan sendirian. Usahakan hewan ternak dimasuk kan kedalam kandang dan di ikat,” imbau Irwan.Sementara itu, Camat Mempura Harland Winanda Mulya membenarkan peristiwa matinya seekor sapi milik warga Kampung Paluh bernama Yuda yang diduga dimangsa hewan buas harimau.Kendati demikian, kata Herland, ia belum dapat memastikan bahwa sapi yang mati diterkam harimau."Benar sapi milik warga tewas diduga diserang binatang buas. Tapi kami belum dapat memastikan binatang buas itu harimau atau bukan," kata Camat Mempura, Harland, Minggu (3/3/2024).
Siak, Petah.id - Penghargaan Adipura sebagai kota kecil terbersih disandang oleh Kabupaten Siak. Ini penghargaan kali ke enam yang diraih kabupaten Siak dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Kabupaten Siak sudah berturut turut mendapatkan Adipura kota terbersih. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Menteri KLHK Alue Dohong kepada Wakil Bupati Siak Husni Merza di Auditorium Dr Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (5/3/2024). Wakil Bupati Siak Husni Merza mengaku bersyukur dengan apa yang didapat oleh Kabupaten Siak hari ini. "Alhamdulillah Kabupaten Siak kembali meraih penghargaan adipura tahun 2023 dengan kategori Kota Kecil Terbersih. Ini penghargaan kali ke enam secara berturut turut diterima Siak," kata Wabup Husni Merza. Ditambahkan Husni, apa yang diraih hari ini harus menjadi motivasi untuk terus menjaga kebersihan, mengelola sampah dengan baik sehingga kedepannya terbebas dari tumpukan sampah, dan pencemaran lingkungan.Lanjut Husni, ia menyampaikan rasa terimakasih terhadap para petugas kebersihan di Kota Siak ynag sudah bersusah payah menjaga Kota Siak tetap bersih. "Atas nama Pemerintah Kabupaten Siak, kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, khususnya para petugas kebersihan yang telah membantu dalam menjaga kebersihan di Kota Siak Sri Indrapura, sehingga penghargaan Adipura tahun 2023 bisa kita raih," tambah Husni.Kendati demikian, kata Husni lebih lanjut, kita jangan berpuas diri dahulu. Perlu kiranya, bisa meraih penghargaan tertinggi dari penghargaan adipura, yakni penghargaan adipura kencana di tahun berikutnya. "Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Siak akan berupaya untuk meraih penghargaan adipura kencana, melalui program-program dan inovasi dalam meningkatkan kebersihan dan mengelola lingkungan khususnya sampah dengan sebaik mungkin di seluruh kecamatan se Kabupaten Siak," tutur Husni. (Infotorial).
Siak, Petah.id – Harimau kembali meneror warga di Kabupaten Siak tepatnya di Kampung Paluh, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau. Akibat keganasan raja hutan tersebut, satu ekor sapi milik warga tewas dengan kondisi robek dan tak utuh. Sepekan sebelumnya, 3 ekor binatang buas harimau juga meneror warga di Dusun Mungkal, Kampung Adat Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Siak. Kemunculan harimau tersebut nyaris menerkam balita 2,5 tahun yang sedang tidur di dalam rumahnya. Kemunculan harimau dibeberapa titik di Kabupaten Siak membuat Ketua Tim Animal Rescue Siak, Irwan Priyatna mengimbau agar masyarakat khususnya di lokasi kejadian untuk sementara waktu tidak bepergian ke kebun lantaran situasi belum kondusif. Dikatakan Irwan Priyatna, hal itu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. “ Untuk sementara waktu jangan ke kebun dulu, atau keluar rumah jangan sendirian. Aktifitas malam hari dikurangi dan jauhi lokasi kejadian,” pinta Ketua Animal Rescue Siak, Irwan Priyatna. Ditambahkan Irwan, saat ini pihaknya bersama BBKSDA Riau, Polisi dan TNI sudah melakukan investigasi di lapangan. Dari temuam yang didapat, sapi warga yang tewas besar kemungkinan diserang harimau. ”Di lokasi ditemukan jejak harimau dan bekas terkaman dan cakaran pada bagian leher sapi yang sudah tewas,” sebut Irwan. Sebelumnya diberitakan, Warga Kampung Paluh, Kecamatan Mempura dihebohkan dengan beredarnya informasi seekor sapi yang tewas dalam kondisi tidak utuh. Diduga, hewan ternak milik warga tersebut mati lantaran dimangsa harimau. Ketua Animal Recue Siak Irwan Priyatna mengatakan, saat ini pihaknya bersama tim BBKSDA Provinsi Riau melakukan investigasi di lokasi kejadian dan menemukan jejak harimau sumatera. “Hasil investigasi di lokasi ditemukan jejak harimau dan bekas terkaman dan cakaran pada bagian leher sapi yang sudah tewas,” kata Irwan Priyatna, Minggu (3/3/2024). Ia mengimbau agar warga menjauhi lokasi kejadian dan sementara waktu untuk tidak pergi kekebun hingga situasi dinyatakan aman. “Imbauan buat warga agar menjauhi lokasi kejadian. Untuk sementara jangan ke kebun dulu, kalau keluar rumah jangan sendirian. Kurangi aktivitas dimalam hari. Kalau terpaksa keluar rumah jangan sendirian. Usahakan hewan ternak dimasuk kan kedalam kandang dan di ikat,” imbau Irwan. Sementara itu, Camat Mempura Harland Winanda Mulya membenarkan peristiwa matinya seekor sapi milik warga Kampung Paluh bernama Yuda yang diduga dimangsa hewan buas harimau. Kendati demikian, kata Herland, ia belum dapat memastikan bahwa sapi yang mati diterkam harimau. "Benar sapi milik warga tewas diduga diserang binatang buas. Tapi kami belum dapat memastikan binatang buas itu harimau atau bukan," kata Camat Mempura, Harland, Minggu (3/3/2024). Saat ini, tambah Herland, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan BPBD Siak dan BBKSDA untuk memastikan hal tersebut. "Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak BPBD Siak dan BBKSDA," tambah Harland. Ia mengimbau agar sementara waktu ini bagi warga yang beraktifitas di kebun untuk tidak bepergian seorang diri. "Sementara waktu warga pergi kekebun jangan sendirian, minimal berdua orang lah. Sampai situasi benar-benar aman," imbau Harland.
Siak, Petah.id - Warga Kampung Paluh, Kecamatan Mempura dihebohkan dengan beredarnya informasi seekor sapi yang tewas dalam kondisi tidak utuh. Diduga, hewan ternak milik warga tersebut mati lantaran dimangsa harimau. Ketua Animal Recue Siak Irwan Priyatna mengatakan, saat ini pihaknya bersama tim BBKSDA Provinsi Riau melakukan investigasi di lokasi kejadian dan menemukan jejak harimau sumatera. “Hasil investigasi di lokasi ditemukan jejak harimau dan bekas terkaman dan cakaran pada bagian leher sapi yang sudah tewas,” kata Irwan Priyatna, Minggu (3/3/2024). Ia mengimbau agar warga menjauhi lokasi kejadian dan sementara waktu untuk tidak pergi kekebun hingga situasi dinyatakan aman. “Imbauan buat warga agar menjauhi lokasi kejadian. Untuk sementara jangan ke kebun dulu, kalau keluar rumah jangan sendirian. Kurangi aktivitas dimalam hari. Kalau terpaksa keluar rumah jangan sendirian. Usahakan hewan ternak dimasuk kan kedalam kandang dan di ikat,” imbau Irwan. Sementara itu, Camat Mempura Harland Winanda Mulya membenarkan peristiwa matinya seekor sapi milik warga Kampung Paluh bernama Yuda yang diduga dimangsa hewan buas harimau. Kendati demikian, kata Herland, ia belum dapat memastikan bahwa sapi yang mati diterkam harimau. "Benar sapi milik warga tewas diduga diserang binatang buas. Tapi kami belum dapat memastikan binatang buas itu harimau atau bukan," kata Camat Mempura, Harland, Minggu (3/3/2024). Saat ini, tambah Herland, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan BPBD Siak dan BBKSDA untuk memastikan hal tersebut. "Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak BPBD Siak dan BBKSDA," tambah Harland. Ia mengimbau agar sementara waktu ini bagi warga yang beraktifitas di kebun untuk tidak bepergian seorang diri. "Sementara waktu warga pergi kekebun jangan sendirian, minimal berdua orang lah. Sampai situasi benar-benar aman," imbau Harland. Lebih jauh dikatakan Harland, dari vidio yang beredar, memang warga melihat beberapa jejak mirip tapak harimau. "Informasi dari warga dan vidio yang beredar, warga memang melihat banyak jejak harimau di lokasi matinya seekor sapi tersebut," lanjutnya. Lanjut Harland, ia mendapat kabar dari warga soal matinya seekor sapi diduga dimangsa harimau itu pada pagi hari sekira pukul 07.00 Wib. "Saya pagi dapat kabar itu, kalau kejadiannya kemungkinan pada dini hari atau saat subuh," tuturnya. Dari vidio yang beredar, tampak seekor sapi berjenis betina mati di tepi parit di salah satu kebun milik warga dengan kondisi tubuhnya yang terkoyak-koyak.
Jakarta, Petah.id - Sekretaris Daerah Siak Arfan Usman menghadiri pelantikan Pj Gubernur Riau SF Hariyanto oleh Mendagri Muhamad Tito Karnavian yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Jakarta, Kamis (29/2/2024).Arfan hadir bersama kepala daerah lainnya se-provinsi Riau, turut hadir dan berikan ucapan selamat kepada Pj Gubernur SF Hariyanto resmi sebagai Pejabat Gubernur Riau. "Selamat kepada Pj Gubernur Riau SF Hariyanto atas pelantikan ini. Semoga dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan amanah membawa kemajuan bagi Provinsi Riau," ujar Arfan Usman. Semoga PJ Gubernur baru dilantik mampu mengemban amanah dengan penuh integritas dan dedikasi untuk masyarakat Riau ke arah yang lebih baik.Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam menjalankan roda pemerintahan provinsi Riau kedepannya, diharapkan mampu berlaku adil dan menghadirkan perubahan yang positif bagi masyarakat Riau.Sementara itu, Mendagri percaya bahwa SF Hariyanto dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaiknya 8 bulan kedepan hingga terpilihnya gubenur riau yang baru di lantik."Saya percaya Insyaallah saudara (SF Hariyanto) akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan," tegas Tito.
Siak, Petah.id - Sebanyak tiga ekor harimau kembali satroni rumah warga di Dusun 3 Mungkal, Kampung Adat Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Siak pada Rabu (28/2/2024) sekira pukul 20.00 Wib.Sebelumnya, tiga ekor harimau juga masuk ke dalam rumah warga di lokasi dusun yang sama. Bahkan, harimau yang masuk ke dalam rumah warga tersebut hampir menerkam seorang balita 2,5 tahun di dalam rumahnya. Sontak kejadian tersebut membuat heboh warga sekaligus bikin situasi mencekam di kampung tersebut. Penghulu Kampung Adat Penyengat Abok Agustinus mengatakan, malam hari ia baru mendapatkan kabar dari warga bahwa tiga ekor harimau itu kembali ke rumah warga. Mendapati kabar tersebut, Abok bersama Bhabinkamtibmas bergegas menuju lokasi. Ia ke Dusun Mungkal tersebut menggunakan perahu motor. Memakan waktu hingga 30 menit perjalanan dari rumahnya. "Tiba di lokasi, warga kami kumpulan satu tempat. Sayapun bermalam di lokasi tersebut bersama yang lainnya," kata Abok Agustinus. Ditambahkan Abok, sapaan akrab Penghulu Kampung Adat Penyengat, saat ini pihaknya bersama BBKSDA akan melakukan langkah pengusiran harimau tersebut dengan melakukan Bele Kampung Dolo. "Bele Kampong Dolo itu sendiri merupakan salah satu adat istiadat di Kampung Adat Penyengat dalam memberi sajian dan meminta harimau tidak menganggu warga," jelas Abok. Selain itu, lanjut Abok, pihaknya juga akan memasang jebakan kerangkeng harimau di titik lokasi kemunculan. "Dikarenakan BBKSDA hanya punya satu kerangkeng, sementara harimaunya ada tiga jadi kita minta bantuan pihak perusahaan sehingga akan dipasang tiga kerangkeng," lanjutnya. Langkah tersebut akan ditempuh pihaknya dan BBKSDA jika ritual Bele Kampong Dolo tidak berhasil mengusir harimau tersebut. "Apa bila setelah dilakukan bele kampung tidak bisa mengusir harimau, maka disepakati untuk dipasang perangkap. Kami tidak ingin ada korban, makanya kami terus mencari cara agar harimau pergi, sehingga aktivitas warga kembali normal,” tuturnya.Sementara itu, warga yang melihat harimau sumatera tersebut pun tak luput mengabadikannya melalui vidio. Dalam sekejap, vidio tersebut beredar luas di masyarakat. Dalam vidio tersebut terdengar suara warga mengatakan " Wah besar, itu dia (harimau) mau kesana lagi itu pak, mau ke rumah warga. Dia mutar lagi itu pak," ucap salah seorang warga di dalam vidio tersebut.
Pekanbaru, Petah.id - SF Hariyanto dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI) M Tito Karnavian menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Riau. SF Hariyanto dilantik di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementrian Dalam Negeri RI, Jakarta, Kamis (29/2/2024). Diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Presiden Joko Widodo, Mendagri Tito Karnavian mengambil sumpah jabatan terhadap SF Hariyanto. Pelantikan SF Hariyanto sebagai Pj Gubernur Riau tertuang dalam Surat Keputusan Presiden Nomor 36/P/2024 tentang Pengesahan Pemberhentian Gubernur Riau dan Pengangkatan Penjabat Gubernur Riau. Adapun sumpah jabatan yang dibacakan SF Hariyanto tersebut berisi tentang hak dan kewajibannya sebagai pemimpin di Riau. "Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai Penjabat Gubernur Riau dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat bangsa dan negara," ujar SF Hariyanto. Usai dilakukan pengambilan sumpah jabatan, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan Pj Gubernur Riau oleh SF Hariyanto dan Mendagri, Tito Karnavian. Sementara itu, Mendagri percaya bahwa SF Hariyanto dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaiknya demi kemajuan Provinsi Riau. "Saya Mendagri, M Tito Karnavian atas nama Presiden Republik Indonesia, Jokowi, dengan resmi melantik SF Hariyanto sebagai Penjabat Gubernur Riau," ujar Tito saat melantik. "Saya percaya Insyaallah saudara (SF Hariyanto) akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan," harapnya. Untuk diketahui, SF Hariyanto sebelumnya menjabat di pemerintahan Syamsuar-Edy Nasution sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau. Penunjukan Ir SF Hariyanto MT sebagai Pj Gubernur Riau pasca masa jabatan Gubernur Riau Edy Natar Nasution berakhir pada 20 Februari 2024 lalu.
Siak, Petah.id – Pemerintah Kecamatan Mempura prioritaskan pembangunan infrastruktur dan penanganan stunting pada tahun yang akan datang.Hal itu diungkapkan saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) di aula pertemuan Kantor Camat Mempura, Kampung Benteng Hilir, Senin (27/2/2024).Wakil Bupati Siak Husni Merza menyampaikan isu-isu penting prioritas mengarah kepada usulan pembangunan tahun 2025 dan rembuk stunting, karena isu ini, penting untuk menyamakan persepsi pembangunan di tingkat nasional, Provinsi Riau, Kabupaten Siak dan kecamatan."Segala program prioritas pemerintahan Kabupaten Siak masih terus bergerak dan bergulir, diantaranya mewujudkan perekonomian yang maju dan berdaya saing melalui pengembangan sektor pertanian, industri, usaha UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata dan sektor produktif lainnya,” kata Wakil Bupati Siak, Husni Merza.Ditambahkan Husni, segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan matang. Apalagi dalam membuat kebijakan pembangunan yang berkelanjutan. Sebab, kita belum mengetahui tantangan kedepannya yang harus dihadapi.Mengangkat tema ‘memantapkan infrastruktur dasar yang inklusif sumber daya manusia yang berkualitas serta tata kelola pemerintahan yang amanah’, musrembang di Kecamatan Mempura kali ini diharapkan dalam pelaksanaanya dapat menyentuh sendi kehidupan di masyarakat."Infrastruktur jalan menjadi salah satu kebutuhan krusial di tengah-tengah masyarakat. Karena, disetiap kampung berbeda kebutuhannya. Tentunya, ini menjadi perhatian khusus kami pemerintah daerah dan mengarahkan OPD terkait untuk segera merespon dan turun langsung melihat kondisi di lapangan, apakah skala prioritas atau perencanaan kedepannya segera teratasi,” jelas Husni.Selain itu, pemerintah daerah kabupaten Siak akan terus berupaya menyelesaikan stunting melalui program yang sudah ada, seperti pemberian bantuan asupan gizi komplit dan pengawasan langsung oleh petugas kesehatan dari Puskesmas atau Pustu yang ada dilingkungan masyarakat tersebut.Sementara itu, dr Liza Novita sosialisasi terhadap penanganan stunting terus dilakukan hingga keceruk ceruk desa. Menurutnya, pengetahuan persoalan stunting harus dikampanyekan secara luas bahkan sampai kepada pasangan yang baru saja menikah."Pemantauan langsung di lapangan oleh petugas kami terus berjalan dan segala upaya dilakukan, baik memberikan pengetahuan tentang asupan makanan tambahan untuk anak balitanya. Dan selain itu, sosialisasi tentang pentingnya pengetahuan terhadap stunting ini juga menyasar calon-calon pasangan pengantin baru dan kami jalin kerja sama dengan kantor urusan agama (KUA) kecamatan mempura,” ungkap Dr Liza Novita. (Infotorial).
Siak, Petah.id - PT Kimia Tirta Utama terus berkomitmen terhadap keselamatan dan kesehatan terhadap para pekerja. Dikatakan Administratur PT KTU Teddy Yohendra Siregar, tenaga kerja merupakan aset perusahaan. Sehingga, perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan menjadi perhatian penting. Karena itulah, PT Kimia Tirta Utama (KTU) melakukan peringatan acara Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). “Peringatan ini sekaligus untuk mengingatkan kita semua bahwa kesehatan dan keselamatan kerja bersama harus kita upayakan secara bersama-sama,” ujar Administratur PT KTU, Teddy Yohendra Siregar. Apel bulan K3 dilaksanakan di halaman kantor perusahaan perkebunan kelapa sawit Grup Astra Agro. Teddy membacakan amanah K3 yang berasal dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Poin utama yang diangkat adalah pentingnya menempatkan keselamatan dan kesehatan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas yang dilakukan di lingkungan perusahaan. “Semua yang menyangkut risiko harus diantisipasi bersama oleh pekerja, oleh keluarga, oleh manajemen,” kata Teddy. Ia menegaskan bahwa semua risiko harus terindentifikasi dan bisa dicegah sehingga tidak terjadi kecelakaan atau ancaman membahayakan kesehatan bagi pekerja. Pada kesempatan itu Teddy juga menegaskan komitmen perusahaan dengan moto "Zero Fatal Accident". Menurutnya, bukan sekadar kata atau tujuan yang harus dicapai. Zero fatal accident harus menjadi sebuah tekad bersama untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari risiko kecelakaan fatal. Selain disaksikan para karyawan, kegiatan tersebut juga dihadiri para pimpinan perusahaan, seperti Kepala Tata Usaha Angga Febryan, Kepala Teknik, Risman Hadi Susanto, Kepala Pabrik, Darwan Karo-Karo, Kepala Kebun Rayon 2, Indra Lazuardy, Kepala Kebun Rayon 1, M Ricky Marianto, seluruh staff, mandor 1 dan karyawan bagian administrasi. Peringatan Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat budaya K3 di PT KTU. Dengan partisipasi aktif dari semua pihak terkait, perusahaan ini diyakini dapat terus meningkatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja, memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh pekerja, dan menjadi teladan dalam aspek K3 di dunia industri.
Halaman
Severity: Warning
Message: A non-numeric value encountered
Filename: pages/kategori-berita.php
Line Number: 51
Backtrace:
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/pages/kategori-berita.php
Line: 51
Function: _error_handler
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/public.php
Line: 159
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/application/controllers/Main.php
Line: 242
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once