Pecepat Pembangunan Melalui Pemberdayaan Keluarga, TP PKK Siak Mou dengan 13 OPD
Siak

Pecepat Pembangunan Melalui Pemberdayaan Keluarga, TP PKK Siak Mou dengan 13 OPD

Siak, Petah.id - Tim Penggerak PKK Siak melakukan penandatanganan Mou dengan 13 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (9/5/2023) di Gedung Wanita, Siak. MoU tersebut langsung dilakukan KetuaTP PKK Siak, Hj Rasidah Alfedri bersama kepala OPD dan ketua organisasi keagamaan. Disampaikan Rasidah, penandatanganan nota kesepahaman berguna untuk membangun kesamaan persepsi guna mempercepat keberhasilan pembangunan melalui pemberdayaan keluarga. "MoU ini untuk menyamakan persepsi dengan OPD terkait akan peranan penting gerakan PKK sebagai mitra kerja untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan keluarga dan masyarakat melalui 10 Program Pokok PKK di kabupaten Siak,” ucapnya.Lanjut Rasidah, PKK tidak diperbolehkan lagi untuk menerima dana hibah dari pemda, oleh karena itu PKK bekerjasama dengan OPD terkait untuk melaksanakan kegiatannya. Selain itu pendanaan kegiatan PKK bersumber dari pihak lain atau melalui Corporate Social Responsibility (CSR).Rasidah juga meminta agar keluarga besar TP PKK harus bergerak mendukung dan mensosialisasikan program prioritas yang saat ini didengungkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.Adapun ke-13 OPD yang menandatangi MoU tersebut diantaranya DP3AP2KB, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Badan Kesbangpol, Dinas Perpustakaan dan Arsip, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian, Dinas Koperasi dan UMKM, DPMPTSP, Dinas Perikanan dan Peternakan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulagan Bencanan Daerah dan Badan Kontak Majelis Taklim serta Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia. (Infotorial) 

Delapan Unit Kendaraan ODOL Terjaring Operasi
Siak

Delapan Unit Kendaraan ODOL Terjaring Operasi

Siak, Petah.id - Upaya penertiban kendaraan over dimensi dan over load terus dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Siak bersama Polri, dan TNI. Sebanyak delapan unit terjaring razia dalam operasi tersebut di Kawasan Tertib Lalu Lintas Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL). Kepala Dinas Perhubungan Siak, Junaidi operasi rutin tersebut di bawah bidang lalu lintas. Kendaraan ODOL yang terjaring karena melebihi muatan dan tidak memakai jaring pengaman sesuai aturan. Hal itu tentu saja melanggar pasal 288 ayat 3 dan pasal 307 UU  No 22 tahun 2009.“Semua kendaraan ODOL yang kami jaring masuk dari arah Kecamatan dari Bungaraya dan Siak Kecil Bengkalis dengan tujuan Pangkalankerinci, Pelalawan dan Kecamatan Dayun Km 55, Kabupaten Siak,” terang Junaidi.Pihaknya menggelar operasi setiap dua pekan dengan sasaran, kir kendaraan, antisipasi ODOL, dan upaya meningkatkan PAD sesuai arahan Bupati Alfedri, Kapolres dan Kajari Siak.“Terhadap kendaraan yang terjaring kami terapkan sanksi tilang dan denda sesuai UU No 22 tahun 2009,” terangnya.Tak hanya berhenti pada operasi rutin saja, lebih jauh pihaknya juga membuat surat edaran ke peron dan pabrik kelapa sawit (PKS). “Tapi memang peron ini banyak bandel, makanya besaran denda ditentukan pengadilan,” kata Junaidi.Saat operasi digelar, lewat penjelasan sopir, didapat informasi bahwa mereka diperintahkan pemilik peron untuk memuat melebihi aturan.Hal itu pula selain berdasarkan UU, disebutkan Junaidi, pihaknya sudah mengajukan ke Bupati Alfedri, untuk membuat MoU dengan pihqk lepolisian dan TNI untuk penindakan ODOL Karena di dalam UU No 22 tahun 2009, Dinas Perhubungan dalam penindakan didampingi kepolisian dan TNI.Sejauh ini, kendaraan ODOL milik pribadi pengusaha, tidak memiliki izin khusus angkutan. Makanya kepada sopir disosialisasikan bahaya kendaraan kelebihan muatan, salah satunya menyebabkan jalan rusak karena tonase tidak sesuai kelas jalan. (Infotorial) 

KPU Siak Belum Terima Pengajuan Nama Bacaleg dari Partai Politik
Politik

KPU Siak Belum Terima Pengajuan Nama Bacaleg dari Partai Politik

Siak, Petah.id - Sejak dibuka pendaftaran  oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Siak, belum satupun partai politik mengirimkan nama Bakal Calon Legislatif (Bacaleg). KPU sudah mulai membuka pendaftaran sejak 1 Mei 2023 sepekan lalu. Masa berakhir pendaftaran pada 14 Mei 2023 pukul 24.00 Wib. Ketua KPU Siak, Ahmad Rizal menyampaikan pihaknya sudah membuka pendaftaran sejak (1/5/2023). Namun, hingga saat ini belum satupun yang melakuan pendaftaran. "Sampai hari ini belum ada partai yang mendaftarkan calegnya ke KPU Siak," kata Ahmad Rizal singkat melalui pesan whatsapp, Senin (8/5/2023). “Pendaftaran terakhir kami buka sampai pukul 24.00 WIB dan sampai saat ini masih tetap batas waktu tidak ada tambahan,” tambah Ahmad Rizal.Ahmad Rizal berharap agar partai politik dapat menyegerakan melakukan pendaftaran bacalegnya. Sehingga, jika terdapat kekurangan administrasi fan sebagainya dapat bisa diperbaiki.  “Kami berharap partai datang secepat mungkin. Jangan menunggu akhir pendaftaran. Sehingga jika masih ada kekurangan persyaratan bacaleg masih bisa diperbaiki,” pinta  Ahmad Rizal.Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Siak, Syamsurizal Budi menyampaikan pihaknya saat ini sedang melakukan pemberkasan administrasi. "Sekarang lagi mengurus Silon dan administrasi lainnya. Hingga saat memang belum menemukan kendala yang signifikan," jelas Ketua DPC Demokrat Siak, Syamsurizal Budi. Pihaknya, tambah Syamsurizal, berencana akan mendaftarkan nama Bacalegnya pada 11 mei 2023."Kalau tak ada perubahan dan halangan insyaallah tanggal 11 mei nanti kami antarkan ke KPU," ungkapnya. Hal Senada juga disampaikan Ketua DPD II Partai Golkar, Indra Gunawan menyampaikan bahwa Partai Golkar saat ini sedang melakukan pemberkasan. "Kami segera membuat jadwal untuk mendaftarkan bacaleg ke KPU Siak,” kata Indra Gunawan.

Gegara Teror Harimau, Pemkab Siak Dirikan Posko Penanggulangan Satwa Liar
Siak

Gegara Teror Harimau, Pemkab Siak Dirikan Posko Penanggulangan Satwa Liar

Siak, Petah.id - Setelah menerkam dan menewaskan seorang warga bernama Andi Sukerman (33), teror harimau di Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak terus berlanjut. Beberapa warga melihat langsung penampakan si belang sedang berjalan di kebun - kebun warga. Kejadian itu tentunya membuat khawatir warga setempat dan melumpuhkan aktifitas ekonomi warga yang berkebun dikarenakan takut menjadi korban. Gerak cepat Pemerintah Daerah (Pemda) Siak setelah kejadian tewasnya seorang warga diduga dimangsa harimau itu terus berlanjut seperti memasang kerangkeng bersama tim BBKSDA, TNI, Polisi mendatangkan pawang harimau hingga terbaru mendirikan posko penanggulangan satwa liar. Didirikannya posko tersebut nantinya sebagai pusat informasi resmi terkait data penanggulangan satwa liar dari tim satgas yang melacak keberadaan hewan buas harimau dengan dilengkapi nomor telepon yang bisa di hubungi warga."Tim ini nantinya akan di pimpin BPBD, melibatkan unsur TNI-Polri, Satpol PP, BBKSDA. Posko ini didirikan sebagai pusat informasi resmi, supaya di tengah masyarakat tidak ada informasi simpang siur tentang keberadaan harimau  tersebut," ujar Wakil Bupati Siak Husni Merza, saat memimpin rapat persiapan satgas penanggulangan satwa liar, Sabtu (6/4/23) di ruang Zamrud Room, komplek Abdi Praja kediaman kedinasan Bupati Siak.Husni mengatakan, pihaknya terus berusaha segala macam cara, dengan sesuai ketentuan untuk menangkap satwa liar harimau yang beberapa hari terakhir terakhir telah membuat masyarakat resah."Target kita, bagaimana harimau di tangkap atau ditembak bius dan bisa kita evakuasi. Namun jika tidak bisa kita evakuasi pun, setidaknya ada jaminan kepada masyarakat bahwa kondisi sudah aman dan tidak mengancam masyarakat lagi," kata Husni.Posko ini, lanjut Husni, dijadikan tempat pengaduan masyarakat jika melihat keberadaan hewan buas harimau. Posko akan didirikan, sampai kondisi sudah benar-benar aman dan tidak mengancam masyarakat terkait keberadaan harimau di perkebunan masyarakat. "Jika masyarakat melihat hewan liar tersebut bisa langsung melaporkan ke satgas. Kita akan begerak cepat dan patroli kita lakukan secara periodik ke wilayah munculnya harimau. Posko nantinya, satgas menyiapkan senjata yang dibolehkan,” katanya.Ia mengimbau, agar masyarakat tidak keluar rumah pada malam hari, jika keperluan mendesak minimal keluar  dengan membawa teman.“Kami himbau masyarakat kalau tidak penting jangan keluar malam sediri, jika terpaksa betul minimal keluar berdua. Usahakan belanja untuk memenuhi kebutuhan hidup di siang hari, terutama masyarakat yang tempat tinggalnya di pinggir hutan,” imbaunya."Kami juga meminta kepada masjid-masjid dan mushala, untuk mendoakan petugas satgas ini saat menjalankan tugas diberikan perlindungan dari Allah SWT,” tutupnya.  (Infotorial). 

Teror Harimau Berlanjut, Ribuan Warga Kwalian Siak Gelar Pawai Obor Sambil Bersholawat
Religi

Teror Harimau Berlanjut, Ribuan Warga Kwalian Siak Gelar Pawai Obor Sambil Bersholawat

Siak, Petah.id – Ribuan masyarakat yang berada di Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak gelar pawai obor sambil bersholawat dan berdoa agar dijauhkan dari marabahaya. Hal itu dilakukan warga lantaran beberapa waktu terakhir kampung Kwalian diteror binatang buas harimau. Lurah Kampung Rempak, Agusri mengatakan Ia bersama warga lainnya melakukan ini lantara warga semakin cemas atas keberadaan harimau yang beberapa waktu terakhir meneror warga. Ditambahkan Agusri, dalam dua hari terakhir sudah dua warga yang melihat si Raja Hutan masih berkeliaran di perkebunan masyarakat.  “Teror harimau ini membuat masyarakat cemas. Sudah ada  warga yang melihat, malam kemaren, kemaren siang, dan tadi," kata Agusri. Lebih lanjut dikatakan Agusri, setelah menewaskan satu orang warganya bernama Andi Sukerman (33), harimau ternyata masih berkeliaran di sekitaran kampung, beberapa orang warga bepergian ke kebun miliknya melihat sosok harimau setinggi satu meter dengan panjang dua meter. Diimbau Agusri, agar para petani karet dan sawit utnuk tidak bepergian  ke kebun secara sendirian. Ia menyarankan agar warga pergi kekebun secara berkelompok dan bergantian. Hal itu dilaukan guna untuk saling menjaga keselamatan. “Soal ke kebun ini memang soal ekonomi, susah kita melarangnya, tapi  ini soal keselamtan. Saya berharap agar warga ke kebun secara berkelompok dan bergantian,” ungkap Agusri. Sementara itu, Kepala Lingkungan (Kaling) Sukasari RW 3 RW 4, Abdul Patahuddin menjelaskan pawai obor ini merupakan tradisi tolak bala, tradisi seperti ini biasanya dilakukan masyarakat untuk mengusir marabahaya yang sedang mengancam keselamatan masyarakat. "Benar ini tradisi kami masyarakat Melayu, sama halnya dengan Ghatib Beranyut. Dengan pawai obor tolak bala ini, kami memohon ampun kepada Allah, jika kami atau salah satu dari warga ada yang berbuat salah, semoga dosa kami diampuni, sekaligus memohon kepada Allah agar harimau yang hadir di kampung kami segera bisa dijinakkan," terang Abdul Patahuddin.  

1.068 Penyandang Disabilitas di Siak Dapat Perhatian Khusus Bupati Alfedri
Siak

1.068 Penyandang Disabilitas di Siak Dapat Perhatian Khusus Bupati Alfedri

Siak, Petah.id - Sekitar 1.068 penyandang disabilitas di Kabupaten Siak mendapat perhatian khusus oleh Bupati Siak Alfedri. Hal itu tampak dari MoU yang dijalin Pemkab Siak bersama Yayasan Amaliah Keluarga Sakinah Indonesia. Kerjasamaitu dijalin dalam bidang literasi keuangan dan wirausaha syariah, program ta'awun serta keagamaan islam. MoU itu dibuat Pemkab Siak dikhususkan bagi penyandang disabilitas dan masyarakat miskin se Kabupaten Siak yang dilaksanakan oleh Yayasan Fajar Amanah, Kecamatan Tualang, Rabu (3/5/2023). Bupati Siak Alfedri mengucapkan syukur atas penandatanganan MoU yang dilaksanakan antara Yayasan Amaliah Keluarga Sakinah Indonesia dengan pemerintah kabupaten Siak dan Baznas Kabupaten Siak untuk penderita disabilitas. "Alhamdulillah, pemerintah Kabupaten Siak mengapresiasi adanya penandatanganan MoU bersama Yayasan Amaliah Keluarga Sakinah Indonesia," kata Alfedri disaksikan Wakil Bupati Siak Husni Merza dan Kepala Dinas Sosial Wan Idris. Disampaikan Bupati Alfedri, Pemkab Siak sangat serius dalam dalam memberikan perlindungan, hak dan fasilitas terhadap penyandang disabilitas. "Perlindungan bagi disabilitas sudah tertuang dalam Perda nomor 12 tahun 2022 sehingga sudah ada payung hukum bagi sekitar 1.068 orang disabilitas di Kabupaten Siak," jelas Alfedri. Ditambahkan Alfedri, berbagai programsudah dibuat Pemkab Siak untuk penanganan pelayanan dan pemberdayaan untuk disabilitas di Siak. Seperti dicontohkan, lanjut Alfedri, pihaknya memberikan bantuan terhadap Rp300.000 untuk 323 orang penderita disabilitas berat yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing. "Tidak hanya itu, ada sekitar 84 orang disabilitas yang kami beri bantuan berupa tongkat, alat pendengar, kursi roda dan bantuan lainnya," tambah Alfedri. Tidak sampai disitu, Alfedri ingatkan para camat, kepala OPD dan penghulu kampung untuk mempekerjakan penyandang disabilitas di kantornya. Hal itu sesuai dengan undang-undang nomor 8 tahun 2016 yang menyebutkan bahwa pemerintah harus mempekerjakan penyandang disabilitas sekitar 2 persen baik di instansi pemerintah, kecamatan dan desa. "Hal ini akan saya pantau terus," tegas Bupati Alfedri. Sementara itu, Ketua Yayasan Amaliah Keluarga Sakinah Indonesia, Murniati Mukhlisin mengucapkan terimakasih atas dukungannya yang telah diberikan oleh pemerintah Kabupaten Siak kepada anak disabilitas. "Alhamdulillah, perhatian Pemkab Siak terhadap anak-anak disabilitas sangat tinggi dan lengkap, seperti perlindungan terhadap anak disabilitas yang telah diatur oleh Perda dan Perbup, fasilitas dan bantuan bagi penyandang disabilitas," ucap Murniati. Selain itu, Muniarti juga menginformasikan bahwa tadi pagi pihaknya sudah memberikan motivasi kepada anak-anak disabilitas tentang bagaimana cara Rasulullah SAW dalam berbisnis syariah. "Ternyata anak-anak kita banyak yang semangat dalam berbisnis khususnya bisnis syariah, seperti ucapan papan bunga. Semoga kedepannya akan ada Balai Latihan Kerja bagi penyandang disabilitas agar mereka bisa mengembangkan minatnya," katanya. Pada kesempatan itu, juga dilaksanakan penandatanganan MoU antara Yayasan Amaliah Keluarga Sakinah Indonesia dengan Baznas Kabupaten Siak, tentang Kerjasama Bidang Literasi dan Proteksi bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Siak. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan Fajar Amanah Muhammad Bakri serta tamu undangan lainnya. (Infotorial) 

139.093 Orang Kunjungi Siak Sepekan Libur Lebaran
Siak

139.093 Orang Kunjungi Siak Sepekan Libur Lebaran

Siak, Petah.id - Liburan pada momen Idul Fitri banyak dimanfaatkan keluarga untuk pergi berlibur dan berwisata. Kabupaten Siak dengan berbagai macam destinasi menjadi salah satu tujuan untuk  berwisata bersama keluarga. Banyak tempat nan elok dan menawan yang disuguhkan untuk memanjakan para pengunjung untuk berkeliling di Kota Istana. Setiap tahunnya, beberapa spot wisata jadi tujuan utama bagi pengunjung, salah satunya yang menjadi favorit yakni istana kebanggaan masyarakat Siak, Istana Asyerayah Al Hasyimiyah. Wajar saja Istana Siak menjadi salah satu tempat wisata yang paling diminati. Karena, bangunan megah dan kokok itu menjadi saksi bisu kemahsyuran Kerajaan Siak pada masa itu.Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Tekad Perbatas Setia Dewa melalui Kabid Destinasi Paula Chandra menyampaikan bahwa pengunjung tahun ini meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya. "Tahun sebelumnya libur lebaran hanya 58 ribu orang, kali ini mencapai 139.093 orang mengunjungi tempat wisata di Siak," kata Paula, Selasa (2/5/023). Dikatakan Paula, peningkatan kunjungan wisata ke Siak tentunya tak luput dari inovasi dan keramah tamahan masyarakat Siak terhadap para wisatawan. Setidaknya, ada 15 tempat wisata yang menjadi tujuan wisata di Siak yang ramai dikunjungi. Adapun 15 destinasi wisata dan jumlah orang yang mengunjungi yakni Istana Asserayah Al Hasyimah 25.749 orang, Tangsi Belanda 423 orang, Rumah Datuk Pesisir 1.0736 orang, Skywalk Tengku Buwang Asmara 42.525 orang, Embung Dayun 9.318 orang, Taman Tengku Agung 15.449 orang, Taman Rusa 4.635 orang, Bandar Tepian Sungai Jantan 20.599 orang, Makam Sultan Syarif Kasim 2.066 orang, Taman Rajawali 764 orang, Makam Koto Tinggi 411 orang ditambah 5 wisatawan mancanegara, Queen Star Waterpark 2.320 orang , Balairung Sri 26 orang , Picnic Village 736 orang dan Sigaran Jiwa 3.335 pengunjung."Data tersebut sesuai dengan apa yang kami laporkan ke propinsi," ujar Paula.Kedepan, lanjut Paula, menumbuhkan tingkat wisatawan ke Siak, pihaknya akan terus berbenah. Mulai dari penambahan spot wisata baru hingga persoalan perbaikan sarana dan prasarana. "Kami berharap masyarakat dapat berperan juga bersama untuk memajukan pariwisata. Memanfaatkan kunjungan wisata untuk menambah income masyarakat," tuturnya. Dari semua tempat wisata, Sky Walk Tengku Buwang Asmara paling banyak diminati pengunjung. Sebanyak 42.525orang yang menikmati Kota Siak dari tepian Sungai Jantan. Posisi Sky Walk membujur di tepian Sungai Jantan yang berlokasi di Kampung Tengah, Mempura. (Infotorial) 

Geger, Warga Siak Nampak Harimau Sumatera Tinggi Satu Meter dan Panjang Dua Meter
Peristiwa

Geger, Warga Siak Nampak Harimau Sumatera Tinggi Satu Meter dan Panjang Dua Meter

Siak, Petah.id - Teror harimau di Siak belum usai. Setelah beberapa pekan lalu memangsa salah seorang warga Kwalian Kelurahan Kampung Rempak, Siak, kini si Belang kembali menampakan wujudnya di salah satu kebun milik warga setempat. Sontak pengakuan warga yang bernama Ujang melihat sosok harimau tersebut bikin heboh warga Siak. Ujang merupakan warga Kampung Rawang Air Putih, Kecamatan Siak, Riay. Pengakuannya, Ia melihat harimau dengan tinggi satu meter dan panjang 2 meter di Jalan Pesantren samping Waterpark di depan pembibitan kelapa sawit pada Kamis (4/5/2023) pagi. Ujang juga menemukan jejak harimau di sekitar pembibitan kelapa sawit tersebut. Tampak jejaknya tak jadi melintaso sebuah parit tanpa jembatan. Dikatakan Ujang, melihat tapaknya, harimau itu tak ikut menyebrangi parit, tapi memutar arah. "Tingginya sekitar satu meter dan panjang dua meter. Dari tapaknya, harimau tak menyebrangi parit, tapu memutar arah," kata Ujang dalam vidio yang beredar.Kapolsek Siak Syafril mengimbau warga agar selalu waspada, sebab harimau masih berkeliaran. "Kami minta warga untuk sementara tidak melakukan aktivitas di kebun," katanya. Disebutkannya, hal itu untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga. Sementara sebelumnya, pada Rabu (3/5) sekitar pukul 03.00 WIB, warga melihat ada sinar mata berwarna merah dengan tinggi sekitar satu meter, berada di sekitar Sekolah Dasar (SD) Kwalian. Sementara Lurah Kampung Rempak Agusri menjadwalkan akan melakukan pertemuan dengan warga Kwalian yang sudah tidak ke kebun sejak harimau memangsa warganya, pada Kamis (4/5) sekitar pukul 20.00 WIB.

Minta Evaluasi PBPH di Siak, Surat Ketua DPRD Direspon Menteri LHK
Lingkungan

Minta Evaluasi PBPH di Siak, Surat Ketua DPRD Direspon Menteri LHK

Siak, Petah.id - Ketua DPRD Siak Indra Gunawan meminta pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengevaluasi Permohonan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kecamatan Sungai Apit, Siak.Hal ini disebabkan karena pengajuan PBPH pada Hutan Produksi (HP) dari Koperasi Jasa Mutiara Tasik Belat dan Koperasi Simpan Pinjam Sungai Lubuk Meranti ini diduga hanya digerakkan segelintir orang, tanpa ada skema yang jelas untuk kesejahteraan masyarakat banyak, khususnya masyarakat di Kampung Teluk Lanus, Rawa Mekar jaya, KKecamatan Sungai Apit, Siak."Alhamdulillah surat kami mendapat respon dari Ibu Menteri Siti Nurbaya. Kami diundang rapat di Jakarta akhir pekan lalu, dan semakin terang terlihat bahwa pengajuan izin ini patut diduga hanya menguntungkan segelintir orang, dan mengabaikan kepentingan rakyat banyak khususnya rakyat Teluk Lanus, Rawa Mekar Jaya, Siak," kata Indra dalam keterangannya pada media, Senin (1/5/2023).Dari dua pengajuan PBPH ini belum terdapat program yang menyentuh masyarakat miskin dan miskin ektrim, tidak terdapat program pembangunan jangka panjang dan tidak terlihat keberpihakan secara ekonomi untuk masyarakat tempatan.Bahkan, lanjut Indra, ketika ditanya kepada ketua koperasi apa tujuan dan maksud mengusulkan program PBPH, Ketua koperasi tidak dapat menjawab, seolah-olah Ketua Koperasi tidak tau tentang program yang diajukan."Ada apa ini? Jika para pihak tidak transparan, bukan tidak mungkin akan terjadi konflik vertikal di masyarakat. Apalagi izin prinsip sudah keluar, sementara mayoritas masyarakat tidak tau apa-apa. Siapa di balik pengajuan izin ini? Jangan sampai ngakunya Koperasi tapi hanya mengakomodir kepentingan elit semata," kata Indra."Dari data lapangan yang berhasil kami himpun, di satu wilayah yang sama Teluk Lanus, Rawa mekar jaya dan desa sekitar, ada sekitar 4-5 PBPH yang dikuasai segelintir pihak saja. Bahkan surat penolakan PBPH dari NGO sudah ada sejak Januari 2023 lalu," tambahnya.Dalam rapat  tersebut turut ikut melakukan pembahasan PBPH dihadiri pihak KLHK, DLHK Provinsi, Wakil Bupati Siak Husni Merza dan jajaran, ketua koperasi. Dari hasil pertemuan tersebut, akan ditindaklanjuti pembahasan di daerah yang melibatkan banyak pihak, dan hasilnya akan dilaporkan kepada Menteri LHK. "Kami berharap Ibu Menteri bersedia mempertimbangkan pengajuan PBPH di Siak ini. Jika perlu batalkan izin prinsip jika terbukti hanya mengakomodir kepentingan segelintir oknum, bukan rakyat Teluk Lanus, Rawa mekar jaya secara keseluruhan," tegas Indra.Indra menambahkan bahwa Teluk Lanus, Rawa mekar jaya Sei Apit merupakan wilayah atau dapilnya. Karena itu, ia siap mendampingi masyarakat sampai hak rakyat benar-benar terpenuhi.Seluruh ijin PBPH di wilayah Kabupaten Siak idealnya diajukan koperasi dengan melibatkan Bumdes atau Bumkam, sehingga ada bagi hasil yang jelas dan transparan untuk masyarakat tiga desa dalam jangka waktu panjang."Kita tidak ingin terjadi kerusakan lingkungan di Siak, karena sekarang saja Harimau sudah masuk ke Kota Siak karna kawasan hutan sudah rusak. Kami juga menolak penguasaan sepihak untuk mendapatkan izin PBPH. Sudah bukan saatnya lagi rakyat dibodoh-bodohi," katanya tegas.

Halaman

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: A non-numeric value encountered

Filename: pages/kategori-berita.php

Line Number: 51

Backtrace:

File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/pages/kategori-berita.php
Line: 51
Function: _error_handler

File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/public.php
Line: 159
Function: view

File: /home/u1605178/public_html/application/controllers/Main.php
Line: 242
Function: view

File: /home/u1605178/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

1 dari 113