SIAK, Petah.id - Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak Said Arif Fadilah dan Sujarwo terima surat mandat dari partai besutan Probowo Subianto (Partai Gerindra) untuk bertarung di Pilkada serentak Desember 2020 mendatang.Penyerahan SK dukungan Partai Gerindra itu langsung diserahkan oleh Ketua DPD Partai Gerindra Riau, Nurzahedi dan sudah ditanda tangani oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Sekjen Ahmad Muzani terhadap bakal calon Siak Said Arif Fadillah – Sujarwo dengan slogan PAS.”Terbitnya SK ini (Partai Gerindra) maka sudah tidak ada lagi teka teki arah dukungan Partai kemana untuk Kabupaten Siak,” ujar Androy Ade Rianda Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Siak, Sabtu (25/7/2020).Androy yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Siak meminta semua kader dapat konsisten berjuang untuk memenangkan pasangan bakal calon yang di usung partai Gerindra dan kader-kader partai untuk serius dan tidak agar tidak ada yang main- main.” Semangat kita hari ini sebagai kader Gerindra sudah di tetapkan pak Prabowo maka dengan itu kita tunjuk kan semangat baru Siak untuk memenangkan pasangan Arif-Sujarwo," ungkapnya dengan semangat.Lebih jauh dikatakan Androy, sebagai kader sudah berkoordinasi dengan seluruh kader di Kabupaten Siak untuk segera bergerak memenangkan pasangan Said Arif Fadillah-Sujarwo.” Kader- kader Gerindra sejak tadi sore telah melakukan koordinasi segera bergerak,”tutup Androy.
SIAK, Petah.id - Pasangan Said Arif Fadilah dan Sujarwo tidak hanya mendapat dukungan penuh dari Partai Golkar dengan delapan kursinya untuk memenangkan di Pilkada serentak Desember 2020 mendatang tapi juga dari Partai Gerindra.Partai Gerindra mendeklarasikan mendukung Said Arif dan Sujarwo pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 14.00 WIB di DPD Gerindra Jalan Arifin Achmad Pekanbaru.Ketua DPD Gerindra Nurzahedi menyerahkan langsung mandat tersebut. Artinya empat kursi Gerindra siap mengawal kemenangan Said Arif dan Sujarwo di Pilkada Siak.Said Arif Fadilah tak luput mengucapkan terima kasih kepada Partai Gerindra. Bagaimana pun baginya Gerindra adalah partai besar dan Arif mengaku bangga didukung penuh oleh Partai Gerindra.“Saya menyadari Partai Gerindra solid. Mendapat dukungan Partai Gerindra, sama artinya kami berada di atas angin. Apa yang menjadi harapan bersama, saya yakin menjadi kenyataan,” kata Arif.Ditambahkan Sujarwo, apa yang menjadi keinginan dan harapan Partai Gerindra menurutnya menjadi keinginan dirinya dan Said Arif.“Makanya kita sejalan. Bersama menjadikan Siak lebih baik dari saat ini. Kegigihan dan performa Gerindra bersama Said Arif dan Sujarwo, saya yakin kemenangan bisa diraih,” kata Sujarwo.Sujarwo juga yakin, beberapa partai masih akan mendukung pasangan Said Arif Fadilah dan Sujarwo. Dan dia sangat berterima kasih akan hal itu.Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Nurzahedi mengatakan pihaknya jatuh cinta dengan Said Arif dan Sujarwo karena keduanya bakal memenangkan Pilkada Siak.“Kami sudah mempelajari rekam jejak keduanya, dan keduanya akan memajukan Siak lebih baik lagi sebagaimana harapan kami,” ungkapnya.Hal senada juga dikatakan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Siak Sutarno yang hadir dalam deklarasi itu, menyebutkan, pertama keduanya orang yang layak dan pas untuk memimpin Kabupaten Siak, kedua, pasangan Arif Sujarwo, menurut dia sebagai Ketua DPC Gerindra juga telah dimandatkan oleh Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk memenangkan PAS.“Dengan mandat itu, kami akan mengerahkan DPC, PAC dan pengurus ranting dan semua anggota Fraksi Gerindra Kabupaten Siak,” katanya.Menurutnya, harapan menang untuk Said Arif dan Sujarwo. Setelah menang, Sutarno yakin keduanya dapat menjalankan roda pemerintahan dengan baik.
Kenalkan Akang yang Memberi Ibunya Utangan dan Temui Teman Akrab SIAK, Petah.id - Tidak gila hormat karena dia tahu jabatan adalah titipan. Jabatan bisa datang dan pergi atau ditinggalkan dan meninggalkan. Itulah yang selalu Said Arif Fadilah ingat karena itu pesan ibunya.Setelah mengembalikan mobil dinas yang digunakannya saat menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Siak pada Rabu (15/7) pagi. Said Arif Fadilah sebenarnya ingin pamit dengan Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, namun Bupati sedang ada kegiatan di Tualang, sehingga keinginan dan niat baik itu harus diundur.“Saya hormati dia karena pimpinan saya. Saya hargai dia karena dia Bupati Siak. Makanya saya hendak pamit, datang tampak wajah, pergi tampak punggung, sebagai bentuk sportivitas,” ucap Arif bersemangat.Pernah berjanji mengajak ke kediaman Gunawan yang akrab disapa Akang (81), pemilik toko kelontong atau sembako di Pasar Cina Twon dan kini tinggal di Jalan Prona tidak jauh dari Polsek Siak. Siang itu, Arif Fadilah merealisasikan janjinya.Akang tinggal bersama anak dan menantunya. Istrinya masih sehat, namun pendengarannya sudah berkurang. Sedangkan akang pernah stroke dan kini sudah mulai pulih. Hanya ingatannya mulai melambat, sehingga saat Arif datang dia hanya tersenyum gembira dan dengan mata berbinar-binar menyapa dan menyambut Arif.“Ibu saya dulu berutang belanjaan kepada Akang ini. Tahu sendirilah berapa gaji guru saat itu. Akang tidak hanya mengutangkan kami, tapi banyak pekerja dan guru yang berutang di toko kelontongnya,” cerita Arif di hadapan Akang dan istrinya.Arif biasa saja menceritakan kehidupan masa kecilnya. Bahkan dia tidak sungkan memberi tahu ibunya berutang belanjaan untuk bertahan hidup sebagai guru dan membesarkan dia dan adik-adiknya yang sekolah. Bahkan dia menyebutkan ikut membantu ekonomi keluarga dengan mencari kayu bakar, menangkap ikan dengan sampan agar bisa dijual dan menyeberangkan orang-orang yang membutuhkan tumpangan.Akang mendengarkan dengan seksama. Setelah Arif bercerita, sambil menatap wajah Arif, Akang tersenyum sambil mengangguk-angguk.Selanjutnya Arif mengisahkan bagaimana Akang mendoakannya agar Arif kecil menjadi camat.“Ketika itu kami hendak pindah ke Pekanbaru. Saat itu sekitar tahun 1980. Ibu saya ada sisa utang Rp18 ribu. Karena hendak pindah dan sekalian pamit, ibu saya membayar utangnya. Namun, akang menolak. Dia bilang uang itu kasih kan Arif saja. Untuk sekolah Arif, biar dia jadi camat. Ucapan Akang itu sampai kini terus terngiang di telinga saya,” ucap Arif, yang disambut anggukan oleh Akang dengan air mata nyaris tumpah.Pertemuan itu bukan untuk sedih-sedihan. Arif hanya bernostalgia mengenang masa kecilnya, mengenang orang-orang yang sudah berjasa dalam sejarah hidupnya.“Tanpa mereka, tak mungkin saya bisa seperti ini. Tanpa orang-orang baik seperti mereka, bagaimana saya bisa tegar dan terus bersemangat belajar, membantu orangtua dan menjadi diri sendiri,” jelasnya.Tak lama berbincang dengan Akang, putranya bernama Aleng pulang. Begitu senangnya dia melihat Arif Fadilah ada di rumahnya.“Sejak kecil saya sudah kenalPak Arif. Ayah saya begitu senang dengannya. Karena Pak Arif orang baik dan sangat sopan kepada orangtua. Dia orang yang punya sikap dan berpendirian. Tak jarang ayah saya jika marah, mencontohkan, lihatlah Arif itu, ayahnya sudah tidak ada, namun dia baik dan sopan, serta singgung-sungguh dalam belajar. Makanya dia didoakan ayah saya menjadi camat,” cerita Aleng yang akan mendukung jika Pak Arif mencalonkan menjadi bupati.Keluar dari rumah Aleng, Arif mengajak menyeberang ke Menpura. Awalnya dia hendak menunjukkan kepiawaiannya mengayuh sampan. Namun sayang, sampan sudah tidak ada, sehingga harus naik perahu bermesin untuk ke Benteng Hulu, Mempura. Said Arif Fadilah Saat Mengemudikan Perahu/Sampan Arif adalah Arif, dia tidak canggung saat mengambil alih mengemudikan perahu bermesin. Arif benar-benar bisa mengemudikan perahu bermesin itu.Sekitar 100 meter dari tepian Sungai Siak di Benteng Hulu, Arif mengunjungi kediaman teman kecilnya. Di rumah sederhana, namun bersih itu lah temannya bernama Mustafa (59) tinggal.Mustafa ternyata terkena stroke. Sudah empat tahun belakangan hanya bisa terbaring di ruang tamu. Ketika Arif datang, Mustafa usai dibersihkan.“Mustafa ini teman saya sejak kecil. Dari SD sampai SMP saya berteman dengannya. Dia orangnya tidak banyak cerita, tapi penggurau,” ucap Arif mengenang masa kecilnya sambil menggenggam jemari sahabatnya itu.Mendengar itu, awalnya Mustafa telentang, lalu secara perlahan bergeser, kemudian memiringkan badannya sembari menatap Arif. Kedengarannya seperti tertawa, ternyata Mustafa menangis.“Menangis dia. Mungkin dia sedang mengenang bagaimana pertemanan kami dulu,” kara Arif yang mencoba menenangkan temannya itu, sambil mengatakan cepat sembuh ya. Aku doakan biar Allah angkat penyakit ini dan kita kembali berkumpul.Arif minta didoakan atas pencalonan dirinya sebagai Bupati Siak. Mustafa sahabatnya mengangguk dan melepasnya pergi dengan senyum.Selanjutnya Arif menunjukkan kediaman beberapa temannya. Arif menyebut mereka dengan nama panggilan masa kecil. Namun, tidak ada yang di rumah, sehingga Arif urung singgah.Melintasi Jembatan Benteng, Arif menunjukkan rumah mertua adiknya di wilayah Kampung Tengah, namun sedang tidak di tempat. Selanjutnya tidak jauh dari situ, Arif menunjukkan di tepian Sungai Siak itulah dia dulu tinggal.“Di dekat pohon durian itu dulu rumah kami. Sebelumnya di atas sana, ada rumah kakek kami, di sanalah kami tinggal,” kisah Arif bernostalgia mengenang masa kecilnya.Dikatakan Arif, dia adalah orang yang tak lupa dengan sejarah. Dia juga menyebutkan bahwa dia juga bukan tipe orang yang melupakan jasa orang terhadapnya.Baginya hidup terus berputar, semua ada masanya. Momen itulah yang kini ada di genggamannya dan akan diperjuangkannya, untuk perubahan. Untuk Siak yang lebih baik lagi.
SIAK, Petah.id - Setelah menyatakan pensiun dan maju sebagai Kandidat Bupati Siak berpasangan dengan Sujarwo sebagai wakilnya. Said Arif mengembalikan mobil dinas yang selama ini menemaninya saat menjadi Kadis Perhubungan Pemkab Siak.Mobil XTrail BM 1538 S warna abu abu diterima oleh Plt Kadishub Junaidi. Junaidi dan Arif Fadilah menandatangani berkas serah terima mobil dinas itu.Arif sebenarnya baru akan pensiun pada 2021. Tapi karena menjadi kontestan pada Pilkada Siak Desember 2020 dia memilih pensiun lebih awal.Terkait kinerja Arif Fadilah selama ini, disebutkan Junaidi, sangat bagus. Menurutnya banyak bantuan APBN yang telah diperjuangkannya, salah satunya Kapal Benawa. KapalBenawa kini digunakan untuk pelayanan masyarakat di Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit.Tidak hanya sampai di situ, angkutan sekolah gratis juga diadakan untuk pelajar di Kecamatan Minas-Kandis.“Hubungan Arif dengan instansi vertikal terjalin sangat harmonis. Dan satu hal yang menjadi kebanggaan saya, semuaprogram Dishub Siak berjalan dengan baik,” jelas Junaidi.Belakangan, Pelabuhan Roro di Mengkapan dari anggaran APBN senilai Rp7 miliar untuk awal, tahap kedua Rp60 miliar.“Roro ini nantinya melayani pelayaran dari Riau ke Kepri. Rintisan zaman Arif.Pembangunan fisiknya zaman Arif sudah berjalan 50 persen,” jelasnya.Menurutnya loyalitas ke pimpinan tak usah diragukan lagi. Dan satu lagi yang menjadi kelebihannya adalah, sangat bagus dan peduli kepada bawahan.Sementara Said Arif Fadilah mengembalikan mobil dinas dalam keadaan baik dan bersih sebagai bentuk tanggung jawabnya.“Karena saya sudah pensiun, makanya saya tidak pantas lagi menyimpan mobil dinas. Masih ada yang lebih berhak menggunakannya, karena mobil itu milik negara,” jelas Arif Fadilah.Untuk diketahui, Pengembalian kendaraan dinas itu ditandai dengan penandatangan berkas serah terima, disaksikan langsung oleh puluhan pegawai yang sedang 'ngantor'.Meski SAF sudah pensiun, tampak tanda penghormatan pegawai kepada mantan pimpinannya itu. Mulai dari pintu masuk hingga ke ruang penandatanganan berkas, tampak pegawai menyapa, menghampiri, bersalaman bahkan ada yang memeluk SAF.
SIAK, Petah.id - Tak ada yang bisa memungkiri pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo diusung Partai Golkar untuk bertarung di Pilkada Siak.Pasangan yang berkarakter dan memiliki kharisma ini, menjadi harapan masyarakat Siak untuk memimpin dan menjadikan Siak lebih baik lagi.Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) resmi mendukung Said Arif Fadilah dan Sujarwo sebagai pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati untuk Pilkada Siak 2020.Dengan diterimanya SK Nomor : SKEP-62/DPP/GOLKAR/VII/2020, tentang Pengesahan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Siak dari Partai Golkar, pasangan Arif-Sujarwo dipastikan "berlayar" karena telah mengantongi 8 kursi. Dimana partai golkar Kabupaten Siak saat pileg beberapa waktu lalu tampil sebagai pemenang dan dapat mengusung calon sendiri tanpa koalisi."Insya Allah saya dan sujarwo juga berkomunikasi dengan beberapa partai lain dan semoga segera menyusul,"kata Said Arif Fadilah.Dikatakan Arif, dirinya merasa bangga dan berterima kasih kepada Partai Golkar atas kepercayaan terhadap dirinya dari partai berlambang pohon beringin itu dalam kontestasi pilkada serentak 2020 mendatang." Tadi SK nya langsung Ketum Golkar Airlangga Hartarto yang memberikan kepada kami (Arif-Sujarwo), dan saya yakin dengan kemampuan serta soliditas partai golkar siak kita siap menang," jelasnya. Sementara itu, Wakil Ketua Bapilu Partai Golkar Riau, Ikhsan ST membenarkan bahwa DPP Partai Golkar memberikan SK pengesahan untuk pasangan Said Arif Fadilah dan Sujarwo untuk pilkada Siak 2020."SK Golkar langsung Ketum Airlangga Hartarto yang memberikan di Kantor DPP Golkar Jakarta,"cakap Ikhsan, Minggu (13/07/2020) Siang.Ditambahkannya, bermodal 8 kursi di DPRD Siak, Partai Golkar sudah memenuhi syarat untuk mengusung paslon Arif-Sujarwo di Pilkada. Kendati demikian, Golkar tetap membutuhkan koalisi dengan partai politik lainnya."Meski sudah memenuhi syarat, kita tetap membuka diri untuk berkoalisi dengan parpol lainnya, seperti PDIP, Gerindra, Hanura, Demokrat dan parpol lainnya," pungkas Ikhsan.
SIAK, Petah.id - Pemerintah Kabupaten Siak resmi menandatangani adendum Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Dana Pilkada 2020, pasca tertunda akibat pandemi COVID-19.Penandatanganan adendum selain oleh Pemkab Siak, penandatanganan juga dilakukan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Polres Siak selaku penyelengara Pilkada yang dilaksanakan secara serentak.Bupati Siak Alfedri menyampaikan guna kelancaran pelaksanaan tahapan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak yang sempat tertunda karena pandemi Covid-19, hari ini dilakukan penendatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD)."Hari ini kita melakukan penandatangan NPHD bersama komisioner KPUD, Bawaslu dan Polres Siak sebagai penyelengara Pilkada kabupaten Siak, ini dilakukan dalam rangka menyesuaikan arahan dari pemerintah pusat. Bagaimana Pilkada dalam suasana Covid19, dapat dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan penangganan Covid 19,"kata Alfedri di ruang pertemuan Bupati, Kamis (9/7/2020).Dikatakannya, agar Pilkada berjalan aman dan lancar di tengah new normal ini, diperlukan penyesuaian keperluan oleh pihak penyelengara agar aman dari dampak dan resiko Covid 19, seperti pembelian alat APD (alat pelindung diri), kemudian ada jumlah pemilih per TPS (tempat pemunggutan suara) dulu 800 sekarang mejadi 500 orang."Artinya dengan perubahan ini jumlah TPS bertambah, tentu diperlukan penyesuaian-penyesuaian dari sisi anggaranya, begitu juga pola kampaye terjadi perubahan dengan memperhatikan protokol kesehatan, ada keperluan dalam pengamana protokol kesehatan covid 19, ada juga penyesuaian dari teknis di lapangan, penyesuaian revisi anggaran namun tidak menambah pagu,"terangnya.Masih kata dia, dengan di tandatangannya Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sesuai ketentuan pemerintah telah mencairkan seluruh anggaran Pilkada kabupaten Siak 2020.Sementara itu Ketua KPUD Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPID) Kabupaten Siak Ahmad Rizal menyampaikan, Adendum NPHD dilakukan tanpa penambahan anggran. Namun yang direvisi hanya teknis pencairan. Dari semula tiga tahap menjadi dua tahap."Hal itu sudah sesuai dengan Permendagri no 41 tahun 2020,"ungkapnya.Dijelaskanya, Selaku pihak penyelenggara Pilkada, dirinya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah kabupaten Siak yang selalu siap memberikan dukungan untuk menyukseskan Pilkada kabupaten Siak, sesuai aturan dan perundang-undangan berlaku."Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemda Siak yang selalu siap memberikan dukungan demi menyuskseskan Pilkada Siak yang akan di gelar secara serentak pada 9 Desember 2020 mendatang,"ucapnya.Dengan di tandatangani adendum naskah NPHD, hari ini 100 persen anggaran pilkada Siak yang jumlahnya 26,4 milyar masuk kerekening KPU Daerah Siak.Sesuai tahapan Pilkada Siak, KPU Daerah Siak saat ini sedang berlangsung pemutakhiran data pemilih, yang akan dilakukan pencocokan data pemilih dari rumah kerumah, yang dilakukan oleh petugas pemutakhiran data pemilih.
SIAK, Petah.id - Masuk sebagai salah satu dari 270 Daerah yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Siak mulai melakukan berbagai persiapan.Salah satu Kesiapan tersebut adalah mempersiapkan dan penyesuaian anggaran pelaksanaan Pilkada yang telah di sepakat bersama melalui dana Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPAD) khususnya dana penanganan covid 19 untuk kebutuhan tahapan Pilkada.Dikatakan oleh Pj Sekda Siak Jamaluddin, setelah mengikuti Rapat pembahasan Webinar kesiapan pelaksanakan Pilkada serentak 2020, melalui Video Confrence, di ruang rapat Siak meeting room, Lantai Dua Kantor Bupati Siak, Rabu (10/6/2020)."Dari hasil rapat tadi, Pilkada serentak akan tetap dilaksanakan pada tanggal 9 desember 2020, karena pertimbangan jika diundur lagi akan banyak pemimpin daerah yang kosong di Indonesia,"kata Jamaluddin saat diwawancara.Selain itu, sambungnya, karena pelaksanaan Pilkada 2020 dilaksanakan dalam masa pandemi Covid-19, Daerah penyelenggara Pilkada harus tetap menerapkan Protokol Kesehatan."Protokol kesehatan yang akan diterapkan pada Pilkada serentak nantinya adalah tetap memakai masker, menjaga jarak, dan penyediaan alat pelindung diri, dan alat cuci tangan,"jelas Pj Sekda Siak itu.
SIAK, Petah.id - Menghadapi Pilkada Serentak 2020 mendatang, Wakil Ketua Bidang Bappilu Partai Golkar Provinsi Riau, Ikhsan ST minta kepada seluruh kader golkar di setiap daerah untuk tetap solid dan serius dalam memenangkan calon yang akan diusung."Ada 9 Kabupaten Kota yang akan melakukan pilkada serentak di Provinsi Riau, dan kita Partai Golkar sudah memformulasikan langkah langkah pemenangan di tengah pandemi covid 19, maka dari itu kita meminta seluruh kader untuk tetap solid dan serius,"cakap Wakil Bappilu Golkar Provinsi Riau, Ikhsan ST, Selasa (09/06/2020).Dijelaskannya, di Kabupaten Siak, Ikhsan meminta pengurus dan Fraksi Golkar untuk serius dalam memenangkan calon dan kembali ke akar rumput."Kita juga meminta kepada fraksi untuk turun kesetiap dapilnya masing masing dalam rangka mendorong calon yang akan diusung Golkar untuk menang,"kata Ikhsan.Dijelaskannya, hal itu merupakan hasil dari intruksi dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk wilayah Riau dan target nasional harus bisa berhasil memenangkan 60% dari 9 Kabupaten Kota yang ikut serta dalam pilkada serentak." Jika ada kedapatan ada anggota Fraksi yang coba coba melawan perintah partai, maka sesuai dengan PO Partai Golkar kita akan berikan sanksi tegas,"tambahnya.Sementara itu, kata Ikhsan, Ketua DPD I Partai Golkar Riau, Drs H Syamsuar juga komit akan turun kesetiap daerah yang melakukan Pilkada serentak dalam agenda memenangkan calon yang akan diusung Partai Golkar."Ketua DPD I Golkar yang juga menjabat sebagai Gubernur Riau saat ini juga komit akan turun langsunh memimpin pemenangan partai golkar di daerah daerah," tutupnya.
SIAK, Petah.id - Mahkamah Partai Golkar bacakan putusan sela tentang mengembalikan Kepengurusan DPD II Partai Golkar Kabupaten Siak hasil musda dengan surat Keputusan KEP-07/DPD/GOLKAR-R/IX/2016, Jumat (13/03/2020) di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta.Dihadapan peserta sidang, Jon kenedi Aziz sebagai Hakim Mahkamah Partai membacakan isi dari putusan sela tersebut, diantaranya yakni Menyatakan pengurus DPD Partai golkar Kabupaten Siak berdasarkan surat keputusan DPD Partai Golkar Provinsi Riau nomor KEP-07/DPD/GOLKAR-R/IX/2016 tanggal 29 September 2016 tentang pengesahan komposisi dan Personalia Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten Siak masa bhakti 2016-2020, berwenang menjalankan roda organisasi dan tugas kepartaian di DPD Partai Golkar Kabupaten Siak.Point berikutnya ialah memerintahkan kepada DPP Partai Golkar menyampaikan penetapan ini kepada DPD Partai Golkar Provinsi Riau untuk dilaksanakan.Tampak hadir dalam sidang tersebut pihak pemohon Indra Gunawan SE sebagai ketua harian DPD II Golkar Siak dan pihak termohon DPD I Riau yang dihadiri oleh Asmui beserta penasehat hukumnya dan Ketua DPRD Siak Azmi.
SIAK, Petah.id - Jelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golongan Karya (Golkar) Riau sejumlah pandangan bermunculan, pasalnya berhembus kabar Gubernur Riau Drs H Syamsuar turut ikut serta mencalonkan diri yang akan bersaingan dengan Arsyadjuliandi Rahman.Pengamat Politik Riau, Saiman Pakpahan menilai Syamsuar dan Andi Rahman merupakan sosok yang sama-sama dialiri darah kuning sebagai tanda kader yang lahir dari Ibu kandung Golongan Karya.Terkait siapa berpeluang? Saiman memandang ada beberapa hal penting yang harus disampaikan menjelang Musda Partai Golkar di awal Maret nanti."Tradisi Partai Golkar yang selalu berkuasa menjadi catatan penting bagi petinggi partai golkar di tingkat pusat untuk mengayunkan pendulum suaranya.Untuk sampai pada agenda normatif kekuasaan, maka pilihan yang paling Pas untuk menduduki Kursi Ketua DPD I Parsti Golkar Riau adalah dia yang sedang berkuasa (Syamsuar), karena akan memiliki surplus dalam kerangka politik dan pemerintahan," cakap Pengamat Politik Riau, Saiman Pakpahan, Senin (24/02/2020).Dicontohkan Saiman, pada pemilu 2014, di bawah tangan dingin Syamsuar sebagai ketua DPD II Partai Golkar Siak, Golkar dapat merebut kembali kejayaan dengan kemenangan.Sementara itu, Lanjut Saiman,Mantan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman yang hari ini adalah ketua Partai Golkar definitif merupakan lawan tanding Syamsuar ketika Pemilihan Gubernur Riau beberapa waktu yang lalu. "Dibawah kepemimpinan Andi Rahman, perahu Golkar mulai 'oleng', dan raihan kursi di DPRD mengalami beberapa penurunan. Kondisi ini tidak mungkin dipertahankan, (apalagi kekuasaan tidak lagi dipegang oleh Andi Rahman) jika Golkar Riau ingin mendulang kembali kejayaan partai seperti dahulu kala, sebab Riau dikenal dengan basis Golkar," kata Saiman.Dijelaskan Saiman, Golkar dan Kekuasaan tidak dapat dipisahkan, keinginan partai Golkar untuk melaksanakan Musda di awal Maret nanti memberikan ruang pertaruhan antara petahana (mantan Gubri dan ketua definitif partai Golkar Riau) dan calon lawan tanding syamsuar( Gubernur Riau ).Lebih lanjut dikatakan Saiman, dominasi PDI P dalam pileg dan pemilukada beberapa waktu lalu di Indonesia, harus diawasi secara serius oleh Partai Golkar, terutama di Riau, karena ini menjadi pertaruhan ketua umum partai Golkar secara Nasional."Untuk bisa melawan partai pemenang di pilleg 2019, Partai Golkar harus mampu memaksimalkan semua sumber daya mereka, terutama basis kekuasaan," tutup Saiman.
Halaman
Severity: Warning
Message: A non-numeric value encountered
Filename: pages/kategori-berita.php
Line Number: 51
Backtrace:
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/pages/kategori-berita.php
Line: 51
Function: _error_handler
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/public.php
Line: 159
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/application/controllers/Main.php
Line: 242
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once