SIAK, Petah.id - Keberadaan Pondok Pesantren mendapat perhatian khusus bagi Pemprov Riau, hal itu dibuktikan dengan dibuatnya regulasi yang mengatur penyelenggaraan Pondok Pesantren sebagai alat untuk menggaransi agar lembaga pendidikan yang fokus dalam pembinaan agama bisa lebih eksis dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah.Dikatakan Gubernur Riau H. Syamsuar, M.Si pada kampanye Paslon Bupati dan Wakil Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo, Minggu (4/10/20) di Kediaman Gus Arkam, Kampung Bandar Sungai, Kecamatan Sabak Auh."Kami bersama DPRD telah menyiapkan Ranperda Penyelenggaraan Pondok Pesantren, menindaklanjuti UU penyelenggaran ponpes," kata H. Syamsuar.Syamsuar berjanji akan mensupport pembangunan Pondok Pesantren, baik itu secara infrastruktur maupun kebijakan."Kami siap membantu pembangunan Pondok Pesantren," kata H.Syamsuar. Sementara itu Sujarwo dalam kampanye dialogis itu mengajak para pengasuh ponpes dan santri untuk bangkit, ia menawarkan program entrepreneurship bagi santri. Selain memperkuat pendidikan agama, santri dibekali dengan kemampuan membangun usaha, sehingga setelah lulus nanti bisa mengambil peluang bisnis yang ada di daerah."Selain mendapat pendidikan agama yang cukup, santri kita bekali dengan kemampuan membangun bisnis. Menciptakan peluang usaha, sehingga setelah lulus nanti alumni pondok pesantren bisa berdakwah dan mengembangkan usaha untuk kemajuan ekonomi umat," kata Sujarwo.Menurut Sujarwo, saat ini sudah masanya pemuda melirik sektor bisnis, modal bukan menjadi sebuah alasan, namun kesunguhan mengambil peluang menjadi modal keberhasilan. "Kita siapkan pelatihan, modal kita bantu dengan program peningkatan UMKM. Kita siapkan program pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, kita siapkan jaringan pemasaran produk UMKM," kata Sujarwo.
SIAK, Petah.id - Lantunan solawat mengiringi kampanye untuk memenangkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo. Calon dengan no urut 3 ini dikampanyekan langsung oleh Faturahman bersama Gus Fuad.Kampanye dihadiri oleh Ketua DPD I Golkar Riau H. Syamsuar, Mantan Gubernur Riau Wan Abubakar, Ketua DPD II Golkar Siak Indra Gunawan, Ketua DPC Gerindra Siak Sutarno, Ketua PDI Perjuangan Siak H. Syahrul.Dalam bait-bait sholat yang dihadiahkan ke Baginda Nabi Muhammad, disampaikan Do'a untuk kemenangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo, bersama tujuan besar untuk kemajuan Siak.Pada kampanye dialogis yang berlangsung di kediaman Gus Arkam, Kampung Bandar Sungai ini, Sang Guru Faturahman secara tegas menyampaikan dukungannya memilih dan memenangkan Paslon No 3. Ia membawa hadirin berikrar, ihklas memberi dukungan demi kemajuan untuk Siak."Secara pribadi dengan tegas saya sampaikan, dari tiga calon yang ada, saya pilih Bapak Said Arif Fadillah dan Sujarwo. Pilihan ini melalui pertimbangan yang matang, demi kemajuan Siak ke depan. Saya percaya di tangan beliau Siak akan lebih maju," kata Faturahman.Keyakinan lebih kuat melihat adanya sosok Gubernur Riau H. Syamsuar yang memberi dukungan kepada pasangan No 3 ini, ditambah lagi dukungan dari Parlemen atau DPRD, yang mana kini Ketua DPRD Siak berada di pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo.Untuk menjalankan program pembangunan, dibutuhkan sinergitas antara Pemerintah dan DPRD, di pasangan no 3 ini ditunjukkan hal itu sudah ada. Dan untuk membangun Siak tidak cukup dengan cukup dengan APBD Siak saja, butuh uluran tangan bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau, di pasangan ini sudah jelas mendapat dukungan dari Gubernur Riau H. Syamsuar. Berdasarkan keyakinan itu, Faturahman dan Gus Fuad menjatuhkan pilihan pada pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo.Ingat SiakKetua DPD I Golkar Riau H. Syamsuar mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Siak sehingga ia terpilih menjadi Gubernur Riau."Saya besar dari Siak, mendapat dukungan dari masyarakat Siak, pasti saya ingat Siak," kata Syamsuar mengawali sambutan.Syamsuar menegaskan, terpilihnya dia menjadi Gubernur Riau berkat keberhasilan program pembangunan yang dilaksanakan di Siak. Salah satunya program pembangunan ketahanan pangan dan pertanian. Penyempurnaan keberhasilan program ini dititipkan kepada pasangan calon Said Arif Fadillah dan Sujarwo, sebagai orang nomor satu di Riau, ia siap membantu penyaluran bantuan untuk meningkatkan keberhasilan program tanaman pangan dan pertanian di Siak."Keberhasilan saya hingga dipilih oleh masyarakat dari Kabupaten lain adalah dari keberhasilan Program ketahanan pangan. Bagaimana kami bisa meningkatkan usaha pertanian padi, usaha pertanian pangan. Untuk tahun 2020 kedepan, usaha pertanian pangan menjadi sekala prioritas. Karena Pertanian pangan berdampak pada kebutuhan pangan dunia," kata Syamsuar."Untuk itu jalan usaha tani, termasuk jalan perkebunan kelapa sawit di lingkungan sini penting untuk peningkatan ekonomi masyarakat," kata orang nomor satu di Riau ini.Untuk itu, ia berpesan kepada calon pemimpin ke depan yakni Paslon no 3, untuk menyiapkan program dan usulan yang perlu dibantu oleh Pemprov dan Pemerintah Pusat."Kami akan membantu sesuai apa yang disusulkan dari Pemerintah Kabupaten Siak," kata Syamsuar.Sementara itu Sujarwo dalam kampanye dialogis itu menegaskan dirinya bersama Said Arif Fadillah telah merumuskan visi dan misi yang sangat sejalan dengan program pembangunan yang direkomendasikan Gubernur Riau.Di lingkungan pondok pesantren itu, Sujarwo mengajak para pengasuh ponpes dan santri untuk bangkit, ia menawarkan program entrepreneurship untuk para santri. "Selain memiliki dan mengamalkan ilmu agama, kami ingin santri bisa mandiri secara prekonomian. Untuk itu kami akan bikin pelatihan enterpreneur bagi santri, dengan harapan setelah lulus dari pondok pesantren, mereka bisa mengembangkan usaha dan berdakwah untuk kemajuan umat," kata Sujarwo.
SIAK, Petah.id - Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo melakukan kampanye dialogisnya di empat titik di Kecamatan Kerinci Kanan, Kamis (1/10/20). Kedatangannya disambut gemuruh dan antusias masyarakat.Di daerah transmigrasi perkebunan kelapa sawit yang akan menghadapi masa replanting itu, mantan Ketua Komisi II DPRD Siak itu meyakinkan bahwa perekonomian masyarakat bisa bangkit dengan menghidupkan kelompok-kelompok UMKM."Kita suport kaum ibu dan pemuda untuk membuat kelompok UMKM, kita latih bagaimana membuat dan mengemas produk dengan bagus dan berkualitas, dengan program bantuan modal, kita buka jalan pemasarannya. Dengan cara ini ekonomi rakyat akan bangkit," janji Sujarwo.Sujarwo meyakini masyarakat akan serius menggerakkan UMKM jika pemerintah membuka lebar jalan dan peluang pasar."Masyarakat mengadu akan menghadapi masa replanting, jika sawitnya ditumbang, masa penanaman tentu tidak ada lagi pendapatan dari kebun. Untuk itu kita tawarkan, buka usaha, bentuk UMKM," terang Sujarwo.Sujarwo juga menampung usulan masyarakat yang meminta agar saat replanting, masyarakat bisa melakukan tumpang sari tanaman di atas lahan yang baru ditanam bibit sawit baru. Hal itu akan menjadi kajian khusus, jika secara ilmu pertanian tidak menggangu pertumbuhan kelapa sawit, dan bisa berproduksi maksimal. Usulan itu akan disampaikan ke pihak ketiga yang mengelola program replanting, agar masyarakat diizinkan melakukan tumpang sari tanaman. "Ada yang usul, tumpang sari seperti jagung, kacang," kata Sujarwo.Dalam perjalanan kampanye itu, Sujarwo menyempatkan diri melihat usaha peternakan sapi yang dikembangkan masyarakat. Ia mengaku bangga dengan kelompok ternak yang sudah ada, hal itu menjadi bibit untuk mewujudkan Siak ke-depan menuju sentra peternakan sapi.Usai merampungkan agenda kampanye di empat titik, ia menyempatkan diri menjenguk tokoh masyarakat yang sedang mendapat ujian. "Iya, tadi menjenguk pak Noto Warisman, sudah dua tahun terbaring. Kami datang memberi semangat untuk terus berusaha untuk sembuh. Kami doakan beliau agar segera sembuh, bisa kembali beraktivitas seperti semula," terang Sujarwo saat ditanya wartawan.
SIAK, Petah.id - Pasangan Calon nomor urut 3 Said Arif Fadillah melakukan kampanye dialogis di kediaman H Suwardi, Kampung Srigading, Kecamatan Lubuk Dalam, Kamis (1/10/20). Terlihat antusiasme masyarakat dalam menyambut kedatangan mantan Kadis Perhubungan Siak itu. Dalam kampanye dialogisnya, H Suwardi keluhkan kondisi MI di kampungnya yang selama ini jauh dari perhatian dari pemerintah daerah.Keluhan itu direspon positif oleh Said Arif Fadillah, usai pertemuan di kediaman, Arif langsung meninjau kondisi MI yang berusia tiga tahun itu."Di MI Srigading Cemerlang ini saya sebagai ketua yayasan, MI ini dibangun melalui swadaya masyarakat, kita ingin anak-anak mendapat pendidikan agama dengan baik. Alhamdulillah MI ini sudah 3 tahun berjalan, muridnya ada 68, kita punya 3 lokal dan satu kantor kecil yang nempel di lokal yang paling ujung," terang H Suwardi.Bangunan papan 3 lokal yang berhadapan dengan mushola itu dibangun dengan keihklasan masyarakat, ia berharap jika pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo menang, ke depan bisa membantu pembangunan MI yang dibanggakan masyarakat ini."Kami tidak ingin yang muluk-muluk, bukan pembangunan gedung mewah dan program yang megah yg dibutuhkan masyarakat. Sekolah dan pendidikan agama ini menjadi kebutuhan dasar, kami ingin anak-anak bisa nekat mendapat pendidikan agama dengan baik, di MI seperti ini lah anak belajar Alquran, belajar sholat dan menghafal doa, itu menjadi bekal bagi anak kami," pinta Suwardi.Ditambahkannya,MI Srigading Cemerlang itu sudah berdiri selama tiga tahun dan belum pernah disentuh pemerintah sama sekali. Bahkan jelasnya, pembangunan ini masih swadaya."Pemerinah itu peduli lah jangan cuma pencitraan dan kampanye lalu janji sana sini, bahkan untuk guru kami hanya bisa memberi gaji dari swadaya masyarakat dan itupun hasilnya masih jauh betul dari standar,"terangnya.Menanggapi usulan itu, Said Arif Fadillah menyampaikan, pembangunan di bidang keagamaan merupakan salah satu dari program yang digadang-gadangkan. Hal itu sejalan dengan visi dan misi yang telah dirumuskan dalam program pencalonannya dalam rangka membangun Siak ke depan.
SIAK, Petah.id - Pendukung fanatik Syamsuar bersuara di Empang baru, ia menyatakan pilihan ke pasangan Said Arif Fadillah-Sujarwo bukan karena suku, namun keinginan program pembangunan yang terus bersinambungan."Saya memilih pasangan pak Arif dan Sujarwo bukan karena Pak Arif Melayu dan pak Sujarwo orang Jawa, bukan karena sukunya. Sebelum menjatuhkan pilihan saya kaji semua calon yang ada, dan saya yakin hanya pasangan pak Arif dan Sujarwo yang bisa melanjutkan pembangunan yang dibuat bapak Syamsuar selama dua periode membangun Siak," tegas mantan Kades Empang Baru saat menghadiri kampanye Paslon Bupati no urut 3, di rumah kediaman Mujari.Atas dasar keyakinan itu, ia siap berjuang mengajak masyarakat dengan ikhlas untuk memenangkan pasangan Said Arif Fadillah-Sujarwo di Pilkada Siak kali ini. Iya menggugah keihklasan masyarakat untuk memilih No 3, keyakinannya, jika semua murni keihklasan masyarakat maka buahnya akan manis, pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat."Kita berjuang dengan ikhlas, Kalau semua dari masyarakat, maka hasilnya nanti akan kembali ke masyarakat," jelas Susilo.Rohayati, istri dari Mujari menuturkan semangat masyarakat sangat luar biasa dalam menyambut kehadiran Paslon no 3. Ia mengharapkan pembangunan yang berkesinambungan, jika keinginan masyarakat bisa diwujudkan, suatu kepastian bagi masyarakat untuk menjatuhkan pilihan.Dalam kampanye ini Said Arif Fadillah menyampaikan bahwa pertemuannya berpasangan dengan Sujarwo merupakan jalan kehendak Allah. Yang mana sebelumnya belum pernah terbayang bisa berpasangan dengan pemuda tangguh seperti Sujarwo."Bapak Sujarwo merupakan pemuda tangguh, dua periode menjabat sebagai Anggota DPRD Siak, perjuangannya benar nyata telah dirasakan oleh masyarakat. Sekarang dia menjatuhkan pilihan untuk mendampingi saya maju, sebuah keputusan yang pas. Dia rela mengorbankan jabatannya sebagai Ketua Komisi II DPDR Siak, untuk mimpi lebih besar membangun Siak," ujar Said Arif Fadillah.
SIAK, Petah.id - Dukungan penuh diperlihatkan empat anggota DPRD Kabupaten Siak dalam kampanye yang dilakukan Sujarwo dan Said Arif Fadilah di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau.Empat anggota DPRD Siak yang mendampingi dan memastikan kemenangan Said Arif Fadilah dan Sujarwo di daerah pemilihan mereka adalah, Miduk Gurning, Jondris Pakpahan, Hendri Pangaribuan dan Ternando Simangunsong.Miduk Gurning mengatakan, jangankan kalah, seri saja pihaknya enggan. Seluruh pendukungnya dan timnya siap memenangkan Arif Fadilah dan Sujarwo.“Kami komitmen atas hal ini. Sebab kami lahir untuk berjuang dan memberikan yang terbaik menuju Siak lebih baik kedepannya,” ungkap Miduk Gurning.Hal senada juga dikatakan Anggota DPRD Siak Fraksi Golkar Jondris Pakpahan, ia mengaku tetap memperjuangkan pilihan terbaik yaitu Arif dan Sujarwo. “Keduanya sudah menang di hati kami. Kami memastikan orang-orang terdekat kami tahu harus seperti apa,” ucap Jondris.Sementara itu, Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo merasa yakin atas apa yang kini diperjuangkannya. Besar harapan masyarakat untuknya dan Said Arif Fadilah atas perubahan Siak.“Semua menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik. Karena kami memiliki konsep dan program untuk itu. Sebuah perubahan untuk kemajuan Siak ke arah yang lebih baik tanpa meninggalkan akar budaya Melayu yang mendunia dan religius,” jelas Sujarwo.Kampanye di sejumlah titik di Kandis, membuat Sujarwo tak ingin jemawa, namun dia yakin kesungguhan dan keinginan masyarakat untuk berubah begitu besar. Mereka begitu tulus menyuarakan perubahan Siak ke arah yang lebih baik sebagaimana harapan dan keinginan bersama.
SIAK, Petah.id - Wujudkan pilkada jujur dan adil Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Siak, melalui Zulfadli Nugraha ingatkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai honorer untuk tidak terlibat dalam politik praktis. "Like (menyukai) dan komen yang menyatakan dukungan yang dilakukan oleh PNS itu akan kita proses sesuai dengan aturan yang berlaku," Kata Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Siak, Zulfadli Nugraha, Minggu (27/09/2020) malam. Dijelaskannya, sanksi itu juga diberlakukan untuk honorer yang pendapatannya bersumber dari APBN/APBD (SK Bupati). "Namun honorer yang bersifat sukarela, THL itu dikembalikan kepada kebijakan kantornya atau oleh kepala dinasnya,"jelasnya. Terkait sanksi terhadap PNS yang melanggar netralitas, bawaslu akan meminta klarifikasi dari yang bersangkutan serta keterangan dari pihak-pihak terkait dan hasilnya akan direkomendasikan kepada KASN untuk ditindak lanjuti. " Untuk sanksi itu wewenang KASN, kami (bawaslu) hanya menindaklanjuti serta memproses yang bermasalah, dan hasilnya kami serahkan ke KASN," terangnya. Sementara itu bagi honorer tambah Fadli, hasil dari kajian Bawaslu akan diserahkan kepada pembina honorer tersebut (Kepala Dinas) untuk memberikan sanksi terhadap anggotanya. Khusus untuk honorer yang bersifat sukarela dan THL, Bawaslu akan melihat aturan dalam SK atau kontrak kerjanya dengan pihak dinas. "Tapi kalau di SK atau kontraknya tidak diatur supaya bersikap netral dalam ajang pemilu dan pilkada, maka Bawaslu bersifat persuasif dan hanya menghimbau kepada atasannya untuk mengingatkan yang bersangkutan supaya tidak terlibat politik praktis,"pungkasnya.
SIAK, Petah.id - Hari pertama kampanye yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten Siak untuk Pasangan Arif - Sujarwo di Zona 3 disambut antusias oleh masyarakat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak." Masyarakat sangat antusias, ingin Siak lebih baik lagi," ujar Calon Wakil Bupati Siak, Sujarwo disela-sela kampanyenya, Minggu (27/09/2020) sore.Ditambahkannya, masyarakat dalam penyampaian menginginkan kejelasan lapangan pekerjaan serta pembangunan yang merata hingga pelosok desa di tengah-tengah kota industri." Lapangan pekerjaan dan pembangunan yang merata menjadi harapan masysarakat kedepannya kepada kami, dan insyaallah itu menjadi PR besar untuk kami (Arif-Jarwo) selesaikan jika dipercaya memimpin Kabupaten Siak mendatang,"tambah anggota DPRD Siak dua periode yang baru mengajukan pengunduran diri.Lebih jelas dikatakan Sujarwo, ia bersama Arif Fadilah kedepan juga konsen terhadap kebangkitan ekonomi efek dari pandemi covid 19 yang melanda." Kita tau secara sadar, akibat covid 19 banyak masyarakat yang kesukitan secara ekonomi, dan kedepan ini menjadi konsen kami juga untuk meningkatkan perekonomian di Siak,"tutup Sujarwo.
SIAK, Petah id - Genderang perang sudah ditabuh, nomor urut sudah dipilih dan Said Arif Fadilah dengan Sujarwo mendapatkan nomor urut 3.Arif dan Sujarwo semringah, keduanya gembira mendapatkan nomor 3, karena sesuai dengan tiga partai pengusung yaitu, Partai Golkar, PDIP dan Gerindra.“Semua nomor bagus dan kami bersyukur mendapatkan nomor tiga ini. Ini pasti nomor terbaik yang diberikan Allah,” ungkap Said Arif Fadilah.Lebih jauh dikatakan Arif, Allah sudah atur semuanya. Pencabutan nomor ini adalah proses dan selain diusung tiga partai, angka tiga ini diharapkan memudahkan masyarakat dengan cara merapatkan dan menegakkan tiga jari yaitu jari tengah, manis dan kelingking. Sedangkan telunjuk dan jempol disatukan membentuk lingkaran,seperti simbol oke dengan jari.Sementara Sujarwo yakin, mereka memenangkan kontestasi ini. Sebab nomor tiga adalah nomor terbaik yang diberikan Allah kepada mereka.“Satukan ujung jari jempol dan telunjuk membentuk lingkaran, rapat dan tegakkan jari tengah, manis dan kelingking,” ajaknya.Sementara di luar gedung Tengku Mahratu, tempat berlangsungnya pencabutan suara, tim pendukung bersemangat dan menunjukkan euforia.“Kami bangga dan senang, kami mendapatkan nomor urut tiga,” ungkap Andri, salah seorang dari tim pemenangan PAS.
SIAK, Petah.id - Tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati ditetapkan untuk bertarung di Pilkada Siak, yakni pasangan Alfedri-Husni, Said Arif Fadillah-Sujarwo dan Said Abubakar Asegaf-Reni Nurita. Demikian disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Siak Ahmad Rizal usai Pleno penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak, Rabu (23/9/20) di Kantor KPU Siak. "Berkas tiga pasangan calon memenuhi syarat," terang Ahmad Rizal.Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, besok, Kamis (24/9/20) pencabutan No urut pasangan calon dan akan digelar di Gedung Tengku Maharatu Siak."Besok Pencabutan No urut pasangan calon, kami tegaskan, pasangan calon tidak boleh membawa masa. Yang boleh masuk ruangan, hanya 5 orang dari tiap pasangan calon," terang Ahmad Rizal.Kebijakan pembatasan jumlah peserta yang bisa mengikuti pencabutan no urut itu dilakukan mengikuti protokoler Covid. Di lain pihak, Ketua Bawaslu Siak Moh. Royani menegaskan, penerapan protokoler Covid 19 harus diterapkan disetiap tahapan pemilu. Hal itu menjadi perhatian khusus oleh Bawaslu, jika ditemukan pelaksanaan tahapan yang tidak mengindahkannya, Bawaslu tidak segan-segan menghentikan kegiatan yang berlangsung."Terkait prosedur penindakan, kami sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid 19 dan Polres Siak," ujar Moh Royani.
Halaman
Severity: Warning
Message: A non-numeric value encountered
Filename: pages/kategori-berita.php
Line Number: 51
Backtrace:
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/pages/kategori-berita.php
Line: 51
Function: _error_handler
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/public.php
Line: 159
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/application/controllers/Main.php
Line: 242
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once