Petah.id - SZ (38) seorang guru honorer terpaksa diamankan diamankan oleh tim Satuan Reserse Kriminal Polres Sambas, karena mencuri 51 unit tablet inventaris SD Negeri 13 Pangkalan Bemban, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalbar Gadget tersebut rencananya akan dipergunakan untuk proses belajar siswa kelas 6, dengan berbasis teknologi informasi. Dikutip dari Kumparan.com, Kapolres Sambas, AKBP Robertus Bellariminus Herry Ananto Pratiknyo, melalui Kasat Reskrim Polres Sambas, Iptu Siko SP Suma, mengatakan pencurian tersebut terjadi pada Selasa (29/9), pada pukul 09.30 WIB. Siko memaparkan kronologis kejadian pencurian tersebut."Sebelumnya, pembelian 51 unit tablet tersebut, akan dipergunakan untuk proses belajar pembelajaran bagi siswa siswi kelas 6, dengan berbasis teknologi informasi," kata Siko. Dana yang dipergunakan untuk pembelian tablet tersebut bersumber dari dana BOS Afirmasi Pusat, yang memang diperuntukkan untuk pihak SD Negeri 13 Pangkalan Bemban. Total pembelian sebanyak 51 unit tablet tersebut, nilainya sekitar Rp 91 juta. “Setelah proses belajar mengajar selesai, biasanya tablet tersebut disimpan di dalam kardusnya, lalu diletakkan di ruang Kepala Sekolah (pelapor). Pada Selasa (29/9) pukul 09.30 WIB, Kepala Sekolah merencanakan untuk melakukan rapat bersama dewan guru, kemudian ia sempat duduk di ruang tamu yang pas kebetulan berhadapan dengan ruang kerjanya,” paparnya. “Saat itu pelapor melihat di depannya, biasanya ada terpampang Visi dan Misi SDN 13 Pangkalan Bemban, namun pada saat sedang duduk itu ternyata Visi dan Misi SDN 13 sudah tidak ada, setelah berpikir sejenak pelapor baru teringat kalau Visi Misi sekolah itu sudah dilepas dan disimpan di atas kotak atau kadrus Tablet (di dalam ruang kerja pelapor),” lanjutnya. Pada saat pelapor memeriksa tempat penyimpanan 51 unit tablet tersebut, ia terkejut, karena isi kotak tersebut hanya berisi air mineral gelas. “Saat pelapor berjalan menuju tempat penyimpanan tablet, ia terkejut, karena melihat isi kotak tablet itu seharusnya berisikan 51 tablet, berubah jadi air mineral gelas,” ungkapnya, Ditangkap di Tambora, Jakarta BaratMelihat kejadian tersebut, Kepala Sekolah langsung melaporkan hal ini kepada dewan guru yang ada di sekitar ruangan, dan memutuskan bersama-sama untuk mencarinya.“Setelah berusaha mencari, ternyata tidak ketemu. Akhirnya pelapor bersama dewan guru melakukan rapat, dan sepakat melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian,” jelasnya. Siko mengatakan, dari sejumlah penyelidikan, mengarah kepada tersangka. Akhirnya tersangka ditangkap pada saat ia berada di tempat kerja barunya, di Tambora, Jakarta Barat. “Pada saat ditangkap, tersangka tidak melakukan perlawanan. Selanjutnya tersangka di bawa ke Polres Sambas untuk dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, guna kepentingan proses penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.Sumber : Kumparan.com
JAKARTA, Petah.id - Peristiwa penembakan yang menewaskan seorang Pengusaha Pelayaran di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Insiden itu terjadi pada Kamis (13/8) sekitar pukul 12.00 WIB.Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto membenarkan peristiwa yang menewaskan satu orang itu. Dikutip dari Kumparan.com, Berikut rangkuman sejumlah fakta-fakta kasus penembakan di Kelapa Gading: Fakta-fakta Penembakan Sugianto, Pengusaha Pelayaran di Kelapa Gading1.Korban Penembakan Adalah Pemilik Perusahaan Pelayaran Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan identitas korban. Korban penembakan di Kelapa Gading merupakan seorang pemilik perusahaan pelayaran bernama Sugianto (51). “Kronologinya, pada saat dia mau pulang makan siang kebetulan korban ini kantornya sama rumahnya tidak terlalu jauh. Dia biasanya siang pulang, jam makan siang. Dan jalan kaki,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/8). “Korban pekerja swasta, dia pemilik perusahaan di perusahaan bidang pelayaran ya. Dia pemiliknya,” tambahnya. 2. Korban Tewas Akibat Ditembak 4 Kali Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban tewas di tempat usai ditembak pelaku sebanyak 4 kali. “Sekitar 50 meter dari kantornya tiba-tiba ada orang dari belakang mengacungkan senjata dan menembak yang bersangkutan sebanyak 4 kali dan meninggal dunia di tempat,” kata Yusri. Yusri mengatakan S ditembak dari arah belakang. Pelaku diduga berjumlah 2 orang. Usai melakukan aksinya para pelaku kemudian melarikan diri. “Menurut keterangan saksi yang ada di sana, pelaku penembakan satu orang, tapi ada satu orang yang menunggu di motor. Kemudian dia melarikan diri,” jelasnya. 3. Peran 2 Pelaku yang Tembak Mati Pemilik Perusahaan Pelayaran Polisi menyebut, pelaku diduga berjumlah 2 orang dan masing-masing memiliki peran tertentu. "Pelaku penembakan satu orang, tapi ada satu orang yang menunggu di motor," ujar Yusri. Yusri mengatakan, usai menembak S, keduanya langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.4. Polisi Temukan 4 Selongsong Peluru, Diduga Milik Pelaku Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, pihaknya menemukan 4 buah selongsong peluru yang diduga kuat miliki pelaku. “Tentunya kita menemukan empat buah selongsong peluru yang ada di TKP. Kemudian kita menemukan korban meninggal dunia di tempat, dan luka pengenaannya dari belakang,” kata Budhi kepada wartawan, Kamis (13/8). Budhi juga mengatakan saat ini pihaknya tengah mendata apakah ada barang berharga milik korban yang hilang. Sejauh ini pihaknya menemukan sebuah ponsel yang diduga milik korban. “Untuk saat ini kami belum melihat atau mendata apakah ada barang yang hilang atau tidak,” ujarnya.Polisi Periksa CCTV dan 6 Saksi Polisi terus berupaya mengungkap siapa pelaku di balik penembakan seorang Sugianto, pengusaha pelayaran di Kelapa Gading, siang tadi. Polisi sudah memeriksa 6 orang saksi di sekitar lokasi penembakan tersebut. "Baru kejadian, jadi sudah ada beberapa orang yang kita mintai keterangan, baik dari karyawan maupun security dan pegawai yang ada di sekitar ruko ini, kurang lebih ada enam orang," kata Budhi Herdhi. Selain saksi, polisi juga memeriksa CCTV di sekitar ruko Royal Gading Square tersebut. Mereka juga mendapati tidak ada barang yang hilang dari korban. "Untuk saat ini kami belum melihat atau mendata apakah ada barang yang hilang atau tidak. Tapi yang jelas kami menemukan ada handphone yang ada di TKP yang kemungkinan milik korban," kata Budhi. 5. Polisi Dalami Motif Penembakan Sugianto Polres Jakarta Utara menduga aksi penembakan pengusaha pelayaran bernama Sugianto (51) di Kepala Gading, Jakarta Utara, dilakukan 2 orang. Keduanya masih diburu kepolisian. Dari keterangan saksi di lokasi, pelaku menembak korban sebanyak 4 kali. Hal itu diperkuat dengan ditemukannya 4 selongsong peluru yang diduga milik pelaku. Belum diketahui pasti motif para pelaku, namun polisi terus mendalami kasus ini. “Masih kita dalami (motifnya). Masih penyelidikan,” kata Budi. Sumber : Kumparan.com
JAKARTA, Petah.id - Malang betul nasib Sudianto (51) pengusaha pelayaran yang ditemukan tak bernyawa lagi usai ditembak oleh orang tak di kenal di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Terdapat luka tembak dibagian kepala dan punggung."Kita menemukan bahwa korban meninggal dunia di tempat dan luka pengenaannya dari belakang. Dari belakang, ada (luka tembak di) punggung dan kepala," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto di lokasi kejadian, Ruko Royal Square Gading, Jl Pengangsaan II, Kelapa Gading, Jakut, Kamis (13/8/2020).Polisi telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Dari hasil olah TKP itu, ditemukan 4 buah selongsong peluru."Barang bukti yang diamankan tadi saya sampaikan kita menemukan empat buat selongsong peluru yang ada di TKP kami temukan," ungkapnya.Diberitakan sebelumnya, penembakan terjadi di siang bolong di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Peristiwa ini menewaskan seorang pengusaha pelayaran, Sudianto (51).Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan aksi penembakan maut itu terjadi di Ruko Royal Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pukul 12.00 WIB. Korban saat itu hendak pulang ke rumahnya untuk makan siang."Kronologisnya pada saat dia mau pulang makan siang, kebetulan korban ini kantornya sama rumahnya tidak terlalu jauh. Dia biasanya siang pulang, jam makan siang dan jalan kali," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/8).Jarak rumah korban dengan kantornya sekitar 50 meter. Saat sedang berjalan kaki, korban tiba-tiba ditembak dari belakang. Saat itu pelaku melepaskan 4 kali tembakan.Setelah melakukan penembakan, 2 pelaku melarikan diri. Saat ini kasus penembakan di Kelapa Gading ini masih diselidiki polisi.Sumber : Detik.com
SIAK, Petah.id - Sambutan hangat datang dari masyarakat Kecamatan Tualang untuk Said Arif Fadhilah (SAF) salah satu Bakal Calon Bupati (Bacabup) Kabupaten Siak saat datang untuk bersilahturahmi kepada warga.Silih berganti Arif mendatangi rumah-rumah sahabat lamanya, sebab masyarakat menilai Arif Fadhilah salah satu sosok yang berhasil membangun Kecamatan Tualang, mulai dari Camat penghubung saat Siak masih di bawah Kabupaten Bengkalis." 7 tahun lebih diabdikan dirinya untuk masyarakat Kecamatan Tualang saat Siak masih di bawah Kabupaten Bengkalis,hingga Tualang menjadi Kecamatan Sendiri," terang Ruslan, Kamis (18/06/2020) sore.Dikatakannya, selain putra daerah asli kelahiran Siak, SAF dinilainya berhasil membangun selama ia menjadi camat penghubung sampai menjadi camat pembantu di Kecamatan Tualang."Mulai ia mendirikan yayasan Untuk anak-anak SMA agar anak anak perawang bisa meraih pendidikan yang layak, yang saat ini SMA itu diberikan kepada Pemda Siak dan menjadi SMAN 1 Tualang. hingga membangun jalan pertiwi dulunya yang sekarang dikenal dengan jalan Pelindo. Dan tu semua menggunakan dana pribadi,"puji Ruslan yang akrab dipanggil Babe.Hal senada juga disampaikan oleh Anton selaku Ketua Paguyuban Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) Provinsi Riau. Sosok Arif Fadhilah merupakan sosok yang tegas dan berani." Kabupaten Siak saat ini sangat membutuhkan sosok pemimpin yang berani dan tegas, dan saya kenal betul Sosok Bang Arif ini,"jelasnya.Tak sampai disitu, Anton juga mengaku selain tegas dan berani, Arif Fadhilah merupakan orang yang selama ini selalu menjaga kesetiakawanan, bahkan menurut Anton, Arif hampir setiap saat mengunjungi sahabat sahabat lamanya saat menjadi camat Tualang."Bang Arif ini orang yang setiakawan salut saya dengan beliau.apalagi saya dengar ia bakal maju sebagai calon Bupati Siak, ini tentunya kabar baik untuk masyarakat Kabupaten Siak khususnya Kecamatan Tualang untuk siak lebih baik,"tegasnya.Sementara itu, Arif Fadhilah sendiri mengakubahagia masih diberi umur yang panjang sehingga terus bisa bertemu dengan masyarakat Kecamatan Tualang. Ia pun berharap nantinya pemerataan pembangunan di Kecamatan Tualang bisa terwujud."Bahagia saya bisa bertemu sahabat-sahabat saya, dan tentunya semua masyarakat Kecamatan Tualang. saya berharap pemerataan pembangunan di Kecamatan Tualang dapat terwujud dengan maksimal,"tutupnya.
SIAK, Petah.id - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Siak, mengadakan konferensi pers terkait dengan update informasi penanganan penyebaran covid-19 di Kabupaten Siak, yang dilaksanakan pada Rabu sore (27/5/2020).Dalam kesempatan ini, Asisten I Setda Kabupaten Siak Budhi Yuwono selaku kepala sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Siak mengatakan bahwa, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Siak seluruhnya berjumlah 4425 orang, dengan rincian yang sudah selesai pemantauan 3726 orang, yang masih dipantau 634 orang, dan orang tanpa gejala (OTG) 25 orang.Masih kata Budhi, Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 57 orang, dengan rincian yang sedang dirawat 0, PDP meninggal dunia 8 orang, sudah sembuh 45 orang, PDP terkonfirmasi positif 3 orang. Dan pasien positif Covid-19 4 orang, dengan rincian yang sudah sembuh 1 orang, sedang dalam perawatan 3 orang."Penambahan jumlah ODP ini merupakan hasil dari pelaksanaan PSBB, karena setiap orang yang masuk ke Siak, kita pantau dan kita suruh untuk melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari dirumah masing-masing,"jelas Budhi.Menambah penjelasan dari Asisten I Setda Kabupaten Siak, Kadis Kesehatan Toni Candra mengatakan bahwa untuk pasien positif Covid-19 di Kabupaten Siak sedang dirawat di RSUD Tengku Rafi'an."3 Pasien positif Covid-19 tersebut, merupakan santri yang mondok di pesantren magetan,"kata Toni.Sebelumnya, ada 38 santri asal Kabupaten Siak yang mondok di pesantren Magetan. Dari 38 orang santri, 31 sudah dipulangkan karna hasilnya negatif, 4 orang sedang menunggu hasil swapnya, dan 3 orang dinyatakan positif Covid-19."Kami mohon kejujuran dan keterbukaan dari seluruh masyarakat Kabupaten Siak, jika masih ada santri dari Magetan yang belum terpantau, mohon laporkan segera demi memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Siak,"harap Kadis Kesehatan itu.Saat ini, sambung Toni, di asrama haji ada 7 orang yang ditetapkan sebagai PDP, yakni 4 orang santri Magetan, 1 orang santri gontor, 1 orang orang tua santri dan 1 orang yang baru pulang dari luar negeri."7 orang tersebut sedang menjalani isolasi diri di asrama haji dan sudah melaksanakan pemeriksaan rafites dan swap, kita tinggal menunggu hasil dari pemeriksaan tersebut paling lama sabtu malam mendatang,"jelas Toni.
SIAK, Petah.id - Pemerintah Kabupaten Siak, mengikuti Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan yang di taja oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, secara live malalui media Televisi Republik Indonesia (TVRI) di hadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Presiden Ma'ruf.Kegiatan ini bertujuan untuk mendoakan Indonesia bebas dari COVID-19, sekaligus membangkitkan kepedulian dan rasa kemanusiaan bangsa dalam menghadapi pandemi global ini.Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan live bersama Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan seluruh Tokoh Agama di Indonesia ini, di pimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Siak H Jamaludin, di hadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak Muharom, para Tokoh Agama, Ulama, dan Lintas Agama di Kabupaten Siak, bertempat di Ruang Pucuk Rebung Kantor Bupati Siak, Kamis (14/5/20).Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Siak H Jamaludin dalam arahannya mengatakan, kurang lebih sudah 2 bulan Negara Indonesia ini terkena wabah Covid-19, alhamdullilah dengan adanya PSBB di beberapa kota terutama DKI, Bandung dan Surabaya, penularannya tidak terlalu tajam."Untuk itu pemerintah melalui menteri agama mengambil kebijakan bersama untuk melaksanakan doa kebangsaan dan kemanusiaan ini, mengajak kepada seluruh elemen unsur agama yang ada di Indonesia untuk berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing," Sebutnya.Lebih lanjut Jamal meminta kepada semua untuk memohon dan berdoa kepada tuhan masing-masing, supaya wabah corona bisa berangsur-angsur hilang dari dunia ini dan semua bisa pulih kembali normal hidup seperti biasanya, karena pengaruh dari wabah Corona ini luar biasa merubah peradaban manusia."Oleh sebab itu kita bersama berdoa kepada tuhan yang maha kuasa, mudah-mudahan apa yang kita inginkan melalui doa kebangsaan dan kemanusiaan ini bisa terwujud. Kemudian kita kembali hidup normal, rukun, damai, dan bekerja seperti biasa serta sama-sama membangun negeri yang kita cintai ini," pungkasnya.Di akhir acara dilakukan penandatanganan dukungan bersama dari lima lintas agama untuk mendukun Kabupaten Siak melaksanakan PSBB yang sudah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI terhadap 5 Kab/Kota yang ada di Provinsi Riau, yang insyaalah akan dimulai pada 15-29 Mei mendatang. Dan juga himbauan kepada lintas agama untuk mensosialisasikan kepada masyarakat umat masing-masing untuk dapat mengikuti PSBB dengan baik.
SIAK, Petah.Id - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Siak sebut sebanyak 92 peserta Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di Siak dinyatakan gugur dihari pertama.Peserta yang dinyatakan gugur itu karena tidak berhadir saat ujian yang sudah dijadwalkan hari Senin (27/1/2020) di Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II, Kecamatan Mempura Kabupaten Siak, Riau.Dikatakan Kepala Bidang Administrasi Kepegawaian, Novit Rizal, mereka yang tidak hadir tidak dapat mengulang ujian CPNSnya dan langsung dinyatakan gugur."Tidak jelas kenapa mereka tak hadir, sayang padahal sudah lulus administrasi. Sesuai aturan yang tidak hadir langsung gugur, tak ada ujian susulan," terang Novit Rizal.Dari data yang berhasil dihimpun, untuk Sesi I peserta yang tidak hadir sebanyak 30 peserta, Sesi II 20 peserta, Sesi III 15 peserta, Sesi IV 13 peserta dan Sesi V sebanyak 14 peserta tak hadir.Setiap sesi diisi oleh 200 peserta. Perhari tes dilaksanakan 5 sesi. Total pelamar sebanyak 4.681, kemudian dibagi menjadi 24 sesi atau tes dilaksanakan sampai 5 hari kedepan.Novit Rizal menambahkan, sesuai dengan peraturan terbaru Badan Kepegawaian Negara (BKN), bagi peserta yang mengikuti tes harus hadir 60 menit sebelum ujian dimulai. Peserta harus melakukan registrasi kembali."Setelah absen kehadiran, peserta harus registrasi ulang, untuk mendapatkan PIN login ke sistem Computer Assisted Test (CAT). Dan peserta harus menunjukkan kartu SCASN dan KTPnya," Jelasnya.Ia juga menegaskan, peserta yang terlambat untuk mengikuti tes tersebut tidak akan ditolerir, sebab ada mekanisme yang harus diketahui setiap peserta sebelum melaksanakan tes."Kalau terlambat ya tidak bisa masuk, SOPnya begitu. Didalam kelas nanti ada simulasi dari pengawas BKN soal login sekitar 5 menit sebelum ujian," Tutupnya.Peserta yang telah lulus administrasi mengikuti tes SKD CPNS itu, harus menyelesaikan Tes Intelijensi Umum (TIU) sebanyak 35 soal, Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal, dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebanyak 30 soal. Setiap sesi ujian terdapat 100 soal dan memakan waktu 90 menit.
Halaman
Severity: Warning
Message: A non-numeric value encountered
Filename: pages/kategori-berita.php
Line Number: 51
Backtrace:
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/pages/kategori-berita.php
Line: 51
Function: _error_handler
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/public.php
Line: 159
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/application/controllers/Main.php
Line: 242
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once