Pandemi Covid 19 Masih Berlanjut Hari Libur dan Cuti Bersama Berubah
Nasional

Pandemi Covid 19 Masih Berlanjut Hari Libur dan Cuti Bersama Berubah

Jakarta, Petah.id - Pemerintah telah menyepakati dan menetapkan perubahan untuk memutuskan, mengubah dua hari libur nasional dan meniadakan satu hari libur cuti bersama, berkaitan dengan penyebaran virus Covid 19 yang hingga saat ini masih belum tuntas. Hal itu diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Peninjauan SKB Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2021 yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, dihadiri oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas, Menaker Ida Fauziyah, dan Menteri PANRB Tjahjo Kumolo. “Sesuai dengan arahan Bapak Presiden untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan berkaitan dengan masalah merebaknya penularan dan penyebaran wabah COVID-19 yang sampai sekarang masih belum bisa tuntas, maka kemudian Bapak Presiden memberikan arahan agar ada peninjauan ulang terhadap masalah libur dan cuti bersama,” ujar Menko PMK dalam keterangan persnya, Jumat (18/06/2021).Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama (Menag), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Nomor 712 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menteri PANRB Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021. “Sesuai arahan Bapak Presiden dan hasil keputusan Rapat Koordinasi Tingkat Menteri, maka perlu dilakukan tindakan terukur dan efektif untuk mengendalikan penyebaran pandemi COVID-19. Pengubahan hari libur diterapkan pada hari raya keagamaan yang tidak ada ritual ibadahnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya long weekend,” ujar Muhadjir. Menko PMK menambahkan, keputusan pemerintah ini didasarkan pada pertimbangan untuk menghindarkan kemungkinan berkumpulnya masyarakat pada waktu tertentu. “Pemerintah perlu mengubah hari libur nasional dan menghapus Cuti Bersama Hari Natal 2021 untuk menghindari long weekend yang berpotensi mendorong penumpukan masyarakat pada waktu tertentu sehingga meningkatkan penyebaran COVID-19,” ujarnya. Adapun perubahan hari libur nasional cuti bersama tahun 2021 yang tertuang dalam SKB yang ditandatangani pada tanggal 18 Juni ini adalah sebagai berikut: 1. Hari Libur Nasional Tahun Baru Islam 1443 Hijriah yang semula jatuh pada hari Selasa tanggal 10 Agustus 2021 diubah menjadi hari Rabu tanggal 11 Agustus 2021; 2. Hari Libur Nasional Maulid Nabi Muhammad saw. yang semula jatuh pada hari Selasa tanggal 19 Oktober 2021 diubah menjadi hari Rabu tanggal 20 Oktober 2021; dan 3. Cuti Bersama Hari Raya Natal tanggal 24 Desember 2021 dihapuskan. Berikut daftar lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 berdasarkan SKB 3 Menteri terbaru: Libur Nasional 1. Jumat, 1 Januari, Tahun Baru 2021 Masehi 2. Jumat, 12 Februari, Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili 3. Kamis, 11 Maret, Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. 4. Minggu, 14 Maret, Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1943 5. Jumat, 2 April, Wafat Isa Al Masih 6. Sabtu, 1 Mei, Hari Buruh Internasional 7. Kamis, 13 Mei, Kenaikan Isa Al Masih 8. Kamis-Jumat, 13-14 Mei, Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah 9. Rabu, 26 Mei, Hari Raya Waisak 2565 10. Selasa, 1 Juni, Hari Lahir Pancasila 11. Selasa, 20 Juli, Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah 12. Rabu, 11 Agustus, Tahun Baru Islam 1443 Hijriah 13. Selasa, 17 Agustus, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 14. Rabu, 20 Oktober, Maulid Nabi Muhammad saw. 15. Sabtu, 25 Desember, Hari Raya Natal Cuti Bersama Rabu, 12 Mei, Cuti Bersama untuk Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah

Bertahan Ditengah Pandemi, Ada Bantuan Insentif Pemerintah Bagi Pelaku Usaha
Nasional

Bertahan Ditengah Pandemi, Ada Bantuan Insentif Pemerintah Bagi Pelaku Usaha

Pekanbaru, Petah.id - Pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif harus terus bertahan dari dampak pandemi COVID-19 dengan meningkatkan skala usaha mereka.  Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak pelaku usaha terutama UMKM untuk memaksimalkan program BIP 2021 yang diluncurkan dengan waktu pendaftaran mulai 4 Juni hingga 4 Juli 2021. Program ini diharapkan dapat membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya di tengah pandemi COVID-19 yang masih melanda.  "Saya yakin dengan BIP 2021, kita berikan kontribusi positif kepada bangsa ini dan kita dorong para pelaku usaha dapat berpartisipasi membangun usahanya dan menjadi pemenang," kata Menparekraf, Sandiaga Uno, Mengutip laman kemenparekraf.go.id, Minggu (19/6/2021). BIP 2021 dibagi menjadi dua kategori yakni, BIP Reguler dan BIP Jaringan Pengaman Usaha (BIP JPU). BIP Reguler untuk penambahan modal kerja dan/atau investasi aktiva tetap dalam rangka peningkatan kapasitas usaha dan/atau produksi pelaku usaha parekraf.  Sementara BIP Reguler, terbuka bagi pelaku parekraf sub sektor aplikasi, game developer, kriya, fasyen, kuliner, film/video dan animasi serta sektor pariwisata.  Kemudian, BIP JPU adalah penambahan modal kerja dan/atau investasi aktiva tetap, dalam rangka membantu pelaku usaha parekraf untuk keberlangsungan usahanya, khususnya akibat efek pandemi. Sasarannya adalah bagi pelaku parekraf pada sub sektor fasyen, kuliner, dan kriya.  Dana bantuan insentif ini dapat digunakan untuk modal kerja atau modal tetap, sewa beli software dan hardware, sewa ruang kerja atau pembayaran jasa.  Untuk informasi lebih lanjut, serta petunjuk teknis tentang cara pengajuan untuk dapat mengikuti program ini, dapat diunduh melalui website https://aksespembiayaan.kemenparekraf.go.id/bip/ . 

Kisah Sertu Eki Mulai dari Sekolah Pelayaran Hingga Menjadi Seorang Angkatan Laut
Nasional

Kisah Sertu Eki Mulai dari Sekolah Pelayaran Hingga Menjadi Seorang Angkatan Laut

Siak, Petah.id - Sertu Bah Yoto Eki Kurniawan sebelum bergabung dan menjadi seorang Angkatan Laut (AL) merupakan siswa dari SMK Pelayaran Yos Sudarso Cilacap. Kisah itu diceritakan Ayah kandungnya Kris Handoko yang akrab dipanggil Marno Kumis di kediamannya di Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Riau.Setelah Pak Marno dan Ibu kandung Eki, Rustini berpisah, sejak usia Eki 3 tahun, Pak Marno memulai komunikasi dengan Eki, ketika Eki duduk di bangku SMP, sejak itulah dia intens berkomunikasi dengan putranya itu.Bahkan, saat Eki sudah ke jenjang SMK, ayahnya pun mengunjunginya di Jawa."Saya mengunjungi Eki ketika Ia SMK. Saya berkunjung bersama anggota DPRD Siak Pak Rakip," terang Kris Handoko.Pada 2014, Eki magang di Batam, saat itulah dia singgah ke Siak. Selanjutnya, selesai magang Eki pun kembali singgah lagi ke Siak untuk pamit ikut tes TNI AL kepada ayahnya.“Segala izinnya dari orangtua, kami yang mempersiapkannya bersama Rakip, mantan Kades (Penghulu) Jatibaru,” jelas Kris Handoko.Semua berjalan lancar, dia lulus tanpa tanpa ada hambatan. Dan dia dinas di Kapal Selam Nanggala 402.Begitulah gigihnya Eki ingin menjadi seorang prajurit datang ke Kabupaten Siak untuk meminta restu sang ayah.“Tahun 2014 Eki datang ke Siak, meminta izin ke saya untuk masuk TNI. Saya izinkan, alhamdulillah langsung lolos 2015. Semua persyaratannya juga diurus dari sini,” kata Pak Marno.Saat Eki meminta izin untuk masuk TNI AL, lanjut Pak Marno, disitu keteguhannya bermula dengan memberi izin dan memberi kerelaan terhadap apapun yang akan terjadi.“Karena saya izinkan, ya saya harus siap dengan apapun setelah izin itu saya berikan,” ungkapnya.

Sepatu Olahraga Jadi Hadiah Terakhir untuk Sang Adik
Nasional

Sepatu Olahraga Jadi Hadiah Terakhir untuk Sang Adik

Siak, Petah.id - Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Kalimat sederhana itu menggambarkan sosok Sertu Bah Yoto Eki Kurniawan yang dinyatakan gugur di Kapal Selam Nanggala 402 di Perairan Bali beberapa waktu lalu.Sosok putra tunggal dari pasangan Kris Handoko dan Surtini itu lahir di Cilacap Kecamatan Cipari pada tahun 1994.Orang tua Eki, Kris Handoko dan Surtini sudah pisah sejak usianya memasuki 3 tahun. Lalu, Ayahnya berangkat ke Siak, Provinsi Riau, tinggal di Dusun Sri Mersing, Kampung Jatibaru, Kecamatan Bungaraya .Pak Marno menikah lagi dengan Kuswanti yang sudah memiliki dua anak, dan dari pernikahan Marno dan Kuswanti mereka juga dikaruniai tiga anak.Sementara Eki dan Ibu kandungnya tinggal di tanah Jawa.Disampaikan Kris Handoko yang akrab dipanggil Marno Kumis, tak ada firasat aneh saat kepergian Eki. Namun, biasanya setiap akan pergi dinas Eki selalu saja berpamitan kepada dirinya.Tapi, kata Marno,  kali ini Ia sama sekali tidak berpamitan. Cuma saja, Eki mengirimkan sepatu untuk adiknya yang tinggal bersama ayahnya di Kabupaten Siak.“Biasanya kirim baju buat saya kerja. Beberapa waktu sebelum bertugas tiba-tiba ngirim sepatu buat adiknya di sini. Itu yang saya heran,” jelas Marno.Ternyata, lanjutnya, usai mengirimkan sepatu itu menjadi komunikasi terakhir antara Pak Marno dengan Sertu Yoto Eki Setiawan." Ketika sepatu sampai, dikabarkan kapal selam pun dikabarkan hilang," jelasnya.Sepatu olahraga AL itu diberikan Eki untuk adiknya Thomas Probowo yang saat ini duduk di kelas XII SMAN 1 Bungaraya. “Apakah sepatu itu sebagai firasat, entahlah, saya tidak bisa menduga. Tapi yang pasti kami sangat kehilangan. Dan bagi adiknya dari lain ibu, Eki merupakan inspirasi,” tutur Kris Handoko.Sebelumnya,  Suasana mengharu biru terjadi di rumah kediaman keluarga Kris Handoko yang akrab disapa Marno Kumis dan istrinya Rusini di Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Siak, Riau.Kesedihan itu bermula saat  pemerintah menetapkan 53 awak kapal selam Nanggala 402 gugur dan di Perairan Bali.Anak mereka Sertu Bah Yoto Eki Setiawan turut gugur dalam kapal selam Nanggala 402 itu."Kami keluarga sangat kehilangan Eki. Mohon Doanya ya," ucap ayah Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, Kris Handoko dengan suara menahan tangis melalui telfon seluler.Diceritakan Kris Handoko, dirinya tidak mendapat firasat apa-apa atas peristiwa yang menimpa putra sulungnya itu."Biasanya setiap mau naik kapal, Eki pasti nelfon dan selalu bilang jangan berharap Eki kembali," kenang Marno Kumis terhadap anaknya Sertu Bah Yoto Eki Setiawan.

Sosok Korban Nanggala 402 Sertu Bah Yoto Eki Setiawan di Mata Sang Ayah
Nasional

Sosok Korban Nanggala 402 Sertu Bah Yoto Eki Setiawan di Mata Sang Ayah

Siak, Petah.id - Gugurnya Sertu Bah Yoto Eki Setiawan di kapal selam Nanggala 402 di Perairan Bali meninggalkan kisah tersendiri bagi keluarganya.Ayah kandungnya, Kris Handoko sampaikan bahwa sosok Eki adalah putra yang mandiri.Sejak Kris Handoko dan Surtini berpisah, Eki ikut ibu kandungnya Surtini tinggal di Jawa." Eki anak yang mandiri, bahkan tak jarang Ia menelfon adiknya untuk mengajari prinsip hidup mandiri," kata Kris Handoko yang akrab dipanggil Marno Kumis di rumah kediamannya Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Riau.Kata Marno Kumis, pertemuannya dengan Eki pada 8/11/2020 waktu itu menjadi pertemuan terakhir Ia dengan putra sulungnya itu."Bulan 11/2020 itu Eki nikah, saya ke Jawa dan itu ternyata pertemuan saya terakhir dengannya," kata Kris Handoko.Tidak ada firasat, kata Kris Handoko lebih jauh, akan kepergian Eki untuk selamanya." Tidak ada firasat apa-apa, dan saya sudah ikhlas," kata Dia.Akan tetapi, lanjutnya, sebelumnya Eki  mengirimi adiknya di Siak sepatu olahraga Angkatan Laut (AL)." Itu terakhir dia kontak ke keluarga, tapi ke adiknya," tambahnya.Biasanya, kata Kris Handoko, setiap akan bertugas Eki selalu pamit dengan dirinya dan selalu berpesan jangan berharap Eki kembali." Pak, saya mau bertugas. Jangan berharap Eki kembali ya. Begitu selalu Eki berpesan kepada saya," kenang Marno Kumis.Sebelumnya, Suasana mengharu biru terjadi di rumah kediaman keluarga Kris Handoko yang akrab disapa Marno Kumis dan istrinya Rusini di Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Siak, Riau.Kesedihan itu bermula saat  pemerintah menetapkan 53 awak kapal selam Nanggala 402 gugur dan di Perairan Bali.Anak mereka Sertu Bah Yoto Eki Setiawan turut gugur dalam kapal selam Nanggala 402 itu."Kami keluarga sangat kehilangan Eki. Mohon Doanya ya," ucap ayah Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, Kris Handoko dengan suara menahan tangis melalui telfon seluler.

Ustaz Abdul Somad Dikabarkan akan Nikahi Gadis 19 Tahun
Nasional

Ustaz Abdul Somad Dikabarkan akan Nikahi Gadis 19 Tahun

Petah.id - Kabar terbaru datang dari Ustaz Abdul Somad atau UAS. Ustaz Abdul Somad dikabarkan akan segera menikah lagi. Kabar ini berembus setelah beredarnya surat persetujuan nikah atas nama UAS.Surat persetujuan nikah Ustaz Abdul Somad dan calon istrinya itu beredar luas di media sosial. Salah satu yang memposting surat persetujuan nikah UAS adalah akun Instagram Insert Live, Sabtu (24/4/2021).Mengutip SuaraRiau.id, dalam unggahan tersebut tampak ada pas foto Ustaz Abdul Somad dan perempuan muda berhijab.Perempuan itu bernama Fatimah Az Zahra Salim Barabud, usianya masih 19 tahun. Dia lahir  tanggal 1 Oktober 2001 dan berasal dari Jombang, Jawa Timur.Sementara surat persetujuan nikah itu tertanggal 1 Maret 2021.Beredar surat persetujuan nikah Ustaz Abdul Somad (UAS).Sontak dengan beredarnya surat persetujuan nikah Ustaz Abdul Somad , warganet bereaksi. Mereka ramai menyoroti sosok sang calon istri."Salfok sama tahun lahir nya, 2001," kata warganet."2001?? Omaigat... Blm genep 20 taun tu bocah," komentar warganet disisipi emoji nangis."Ya ampun kelahiran 2001 muda lagi," komentar warganet.Kendati begitu, belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak terkait kabar Ustaz Abdul Somad menikah lagi.Untuk diketahui, Ustaz Abdul Somad pernah menikah dengan Mellya Juniarti. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang anak.Namun pernikahan itu kadas. Ustaz Abdul Somad dan Mellya Juniarti bercerai pada 2019 lalu.Sumber : SuaraRiau.id

Orang Tua Sertu Yoto Eki Setiawan di Siak Merasa Kehilangan dan Terpukul
Nasional

Orang Tua Sertu Yoto Eki Setiawan di Siak Merasa Kehilangan dan Terpukul

Siak, Petah.id - Suasana mengharu biru terjadi di rumah kediaman keluarga Kris Handoko yang akrab disapa Marno Kumis dan istrinya Rusini di Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Siak, Riau.Kesedihan itu bermula saat  pemerintah menetapkan 53 awak kapal selam Nanggala 402 gugur dan di Perairan Bali.Anak mereka Sertu Bah Yoto Eki Setiawan turut gugur dalam kapal selam Nanggala 402 itu."Kami keluarga sangat kehilangan Eki. Mohon Doanya ya," ucap ayah Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, Kris Handoko dengan suara menahan tangis melalui telfon seluler.Diceritakan Kris Handoko, dirinya tidak mendapat firasat apa-apa atas peristiwa yang menimpa putra sulungnya itu."Biasanya setiap mau naik kapal, Eki pasti nelfon dan selalu bilang jangan berharap Eki kembali," kenang Marno Kumis terhadap anaknya Sertu Bah Yoto Eki Setiawan.Marno Kumis bersama Rusinimemperoleh informasi tentang kapal selam itu pada Kamis (22/4/2021) melalui salah satu stasiun televisi.Mendapati informasi tersebut, kata  Marno lebih jauh, ia mengontak keluarga dan menantunya yang saat ini berada di Sidoarjo, Jawa."Istrinya lagi hamil, dia baru menikah. Mereka sekarang tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur," jelasnya.Sementara itu, Ibu kandung Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, Rusini merasa sangat terpukul kehilangan putranya tersebut.Namun, Ia belum bisa berbicara banyak kepada awak media. Yang pasti, saat ini dirinya sangat terpukul dan terkenang dengan menantu serta cucunya yang masih dalam kandungan."Sudah yatim cucu ku masih dalam kandungan," kata Rusini pecah tak tahan menahan haru.Sementara itu, Kepala Dusun Srimersing, Gatot membenarkan bahwa anak dari Kris Handoko bertugas di Jawa sebagai anggota TNI Angkatan Laut telah menjadi korban tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala-402.“Benar, itu anaknya pak Kris Handoko Alias pak Marno Kumis, beliau adalah Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, anak pertamanya itu," kata Gatot.

Mewah, THR PNS Tahun Ini Cair 10 Hari Sebelum Lebaran
Nasional

Mewah, THR PNS Tahun Ini Cair 10 Hari Sebelum Lebaran

Pekanbaru, Petah.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan mencairkan tunjangan hari raya (THR) untuk PNS, TNI, dan Polri H-10 Lebaran idul fitri. Aturannya saat ini masih difinalisasi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani."(THR untuk) ASN dan prajurit TNI, Polri, ini difinalisasi oleh Bu Menteri Keuangan dan dibayar H-10, THR untuk pekerja sudah ada SE Menaker No. M/6/HK.04/IV/2021 dibayar secara penuh dan paling lama dibayarkan H-7 sebelum lebaran," jelas Airlangga dikutip dari mediacenter.riau.go.id.Surat Edaran tersebut tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.Airlangga mengatakan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) akan membentuk posko THR untuk melakukan pengawasan.“Kemenaker akan membuat posko THR untuk memonitor,” ujarnya.Sementara, tahun ini PNS juga bakal menerima THR dan gaji ke-13 secara penuh alias tanpa potongan. Hal itu disampaikan oleh eks direktur jenderal anggaran kementerian keuangan Askolani beberapa waktu lalu.Jika pemerintah akan membayarkan THR pada H-10 Lebaran dan Hari Raya jatuh pada pertengahan Mei 2021, maka THR akan cair pada awal Mei 2021 mendatang.Presiden Jokowi pun ikut mengingatkan pengusaha untuk memberikan THR kepada pekerjanya pada lebaran tahun ini meskipun ekonomi masih tertekan virus corona. Pasalnya, pemerintah sudah memberikan sederet stimulus kepada pengusaha swasta supaya bisa menghadapi tekanan pandemi covid-19."Pemerintah mendorong pihak swasta untuk memberikan THR bagi para karyawannya," ungkap Jokowi dalam akun resmi Instagramnya @jokowi.

Bencana Bertambah tapi Anggaran Berkurang Kepala BNPB Mengeluh
Nasional

Bencana Bertambah tapi Anggaran Berkurang Kepala BNPB Mengeluh

Jakarta, Petah.id  - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo curhat tentang anggaran lembaganya yang terus turun setiap tahunnya. Padahal kejadian bencana terus meningkat. Doni mengatakan, anggaran rutin BNPB dalam beberapa tahun menujukkan kecenderungan menurun. Pada 2015 anggarannya sebesar Rp 1,661 triliun, kemudian pada 2016 Rp 1,653 triliun, 2017 turun jauh menjadi Rp 1,084 triliun, 2018 pun turun lagi menjadi Rp 784 miliar, 2019 kembali turun jadi Rp 614 miliar, 2020 turun jadi Rp 430 miliar dan 2021 Rp 481 miliar. "Rata-rata penurunan sebesar 22,68% setiap tahunnya," ucapnya dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, Selasa (16/3/2021). Sementara kejadian bencana alam menurut catatannya terus meningkat setiap tahunnya. Sehingga ada kesenjangan besar dalam anggaran BNPB dengan kejadian bencana alam. "Kejadian bencana menunjukkan tren meningkat secara signfikan tiap tahunnya. Sehingga terdapat kesenjangan besar terhadap penyelenggaraan penanggulangan bencana dengan ketersedian sumber dana yang terbatas," ucapnya. Dirinya berharap ke depan anggaran rutin BNPB bisa ditambah. Dia juga berharap adanya penguatan kelembagaan dengan menambah 1 posisi di jajaran eselon I, 5 posisi di eselon 2 dan 7 UPT logistik. "Kemudian penataan jabatan fungsional bidang kebencanaan, penataan pencegahan mitigasi kesiapsiagaan literasi kebencanaan," tambahnya.   Sumber : detikcom    

Halaman

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: A non-numeric value encountered

Filename: pages/kategori-berita.php

Line Number: 51

Backtrace:

File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/pages/kategori-berita.php
Line: 51
Function: _error_handler

File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/public.php
Line: 159
Function: view

File: /home/u1605178/public_html/application/controllers/Main.php
Line: 242
Function: view

File: /home/u1605178/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

1 dari 8