SIAK, Petah.id - Salah satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berinisial W (22) di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak akhirnya meninggal dunia. sebelum ia sempat kritis dan sempat mendapat mendapat perawatan di RSUD Tengku Rafi'an Kabupaten Siak.Dengan meninggalnya W warga Kecamatan Tualang, sudah 7 orang yang berstatus PDP di Kabupaten Siak meninggal dunia. Tiga orang diantaranya sudah keluar hasil swab-nya dan dinyatakan negatif.W (22) meninggal pada Jumat dini hari (8/5/2020) sekitar pukul 03.30 WIB. Ia dimakamkan sesuai standar protap Covid-19 di pemakaman Belantik Siak.Kadis Kesehatan Kabupaten Siak, Tony Chandra membenarkan pasien W warga Kecamatan Tualang meninggal dunia."Meninggal dunia pada pukul 03.30 WIB dan dimakamkan sesuai standar Covid-19 di Belantik, Siak," jelas Tony Chandra kepada awak media, Sabtu (9/5/2020).Sebelumnya, Pasien W dirawat di ruangan isolasi RSUD Tengku Rafian sejak tanggal 29 April 2020 lalu, dari pemeriksaan yang dilakukan tim medis, terdapat gangguan di paru-paru.Berdasarkan hasil pemeriksaan itu W ditetapkan sebagai PDP dengan penanganan yang diberikan sesuai protokol Covid-19. "Tes swab-nya sudah dikirim ke laboraturium provinsi Riau, namun, hasilnya sampai saat ini belum keluar," tandasnya.
SIAK, Petah.id - PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) menyerahkan bantuan sejumlah alat kesehatan (alkes) untuk mendukung upaya penanggulangan Covid 19 di Kabupaten Siak, yang akan dialokasikan pada RSUD Tipe D Kecamatan Minas. Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Bupati Siak Alfedri di gedung RSUD type D Minas, pada Jumat Pagi (8/5/2020).Bantuan yang diserahkan berupa 10 unit tempat tidur medis, baju Alat Pelindung Diri (APD) 145 pasang, masker bedah 1650 lembar, masker N-95 100 unit, hand sanitizer 312 unit, alat pengukur suhu tubuh 3 unit, serta 150 paket sembako.Usai menerima bantuan secara simbolis, Bupati Siak Alfedri selaku Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Siak mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas kepedulian PT Chevron kepada Rumah Sakit dan masyarakat dalam rangka penanganan Covid 19 di Kabupaten Siak." Kita ucapkan terimakasih atas bantuan PT Chevron, dan akan segera didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya," kata Alfedri.Bantuan yang diserahkan tersebut, merupakan tindak lanjut dari permintaan dukungan perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Siak dalam penanganan Covid 19, dan secara bertahap sebut Pemimpin Siak itu telah mendapatkan tanggapan positif.Sementara itu Sukamto, perwakilan manajemen PT CPI berharap bantuan yang diserahkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun instansi terkait Pemerintah Daerah yang menangani penyebaran Virus Covid-19."Semoga bantuan yang diserahkan ini bisa memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat kita," kata dia.Turut hadir menyaksikan penyerahan bantuan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Budhi Yuwono, Kadis Kesehatan Toni Candra, Kabag Humas dan Protokol Wan Syaiful Efendi serta Camat Minas Hendra Adi Nugraha.
SIAK, Petah.id - Bupati Siak Alfedri, meninjau pelaksanaan rapid test Covid-19 yang digelar di gedung olahraga kecamatan Tualang, Kamis pagi (7/5/2020).Rapid Test atau tes cepat corona covid-19 merupakan pengujian yang bertujuan untuk mendeteksi dini kasus Covid-19 sehingga pemerintah bisa melakukan tindakan tepat untuk pengobatan serta pemutusan rantai penyebaran virus.Rapid test dilakukan terhadap 174 warga Tualang yang berstatus ODP. Rapid test juga dilakukan terhadap tenaga kesehatan, TNI dan Polisi yang bertugas dan berinteraksi langsung dilapangan."Rapid Test ini sangat penting dilakukan untuk melihat kondisi selanjutnya dari 174 ODP yang ada Tualang ini," kata Alfedri.Alfedri bilang, akan melakukan uji Rapid test di kecamatan lain yang jumlah ODP banyak. Dengan pelaksanaan rapit test ini diharapkan ODP di kabupaten Siak jumlahnya, semakin melandai dan menurun."Rapid test hari ini kita prioritas untuk kecamatan Tualang, karena di sini selain penduduk nya padat, juga mobilisasi tinggi dan interaksi tinggi dengan daerah luar. Dengan adanya PSBB Kota pekanbaru dan PSBB daerah Sumatra Barat dan Medan menguntungkan buat kita karena orang di batasi untuk beriteraksi dan keluar,"harapnya.Kadis Kesehatan Tony Chandra menambahkan, setelah dilakukan Rapid tes sebanyak 40 orang baru 1 orang dinyatakan positif. Rapid tes ini dilakukan sebanyak 2 kali. Setelah dua kali pemeriksaan dinyatakan positif maka selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan VCR.Untuk rapid tes yang positif, pihaknya telah menyiapkan isolasi mandiri terkoordinir yang bertempat di asrama haji Kabupaten Siak. Lokasi tersebut sudah disiapkan petugas kesehatan, keamanan termasuk makanannya oleh Pemda.Kata Tony, setelah dua kali pemeriksaan hasilnya tetap positif, maka selanjutnya dilakukan swap tes untuk mengetahui apakah warga tersebut sudah terpapar virus corona. Jika Positif di lakukan isolasi di tempat yang pemerintah sediakan."Tahap awal ini kami sudah merencanakan 1000 rapid tes untuk seluruh kabupaten Siak, yang sudah datang ke Kabupaten Siak baru sekitar 680 dan yang sudah dilaksanakan sebanyak 238, ditambah 178," jelasnya.
SIAK, Petah.id - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Siak bekerjasama dengan Bank Riau Kepri Cabang Siak menyerahkan bantuan paket sembako kepada kaum dhuafa, janda tua, dan fakir miskin di Kecamatan Koto Gasib dan Bungaraya.Bantuan berjumlah 100 paket untuk dua kecamatan itu terdiri dari beras, tepung, gula dan minyak makan tersebut, diserahkan secara simbolis oleh Ketua PKK Kabupaten Siak Rasidah Alfedri dan Direktur Bank Riau-Kepri Cabang Siak Indra Gunawan."Bantuan ini berasal dari Bank Riau Kepri Cabang Siak, dan bekerjasama dengan TP PKK Siak untuk dua kecamatan, yaitu Koto Gasib dan Bungaraya" kata Rasidah menjelaskan, Selasa (5 Mei 2020) .Kemudian ia sampaikan pula, kegiatan penyaluran bantuan sembako untuk masyarakat tidak mampu tersebut telah berjalan di 7 kecamatan. Dan ini terselenggara berkat penyaluran dana CSR oleh sejumlah perusahaan dan BUMD di Kabupaten Siak."Program berbagi dari BRK ini adalah tahun kedua dengan jumlah yang sama namun tempatnya berbeda. Tahun lalu kami bagikan untuk kecamatan Siak dan Mempura" imbuhnya.Rasidah juga meminta agar bantuan ini tepat sasaran. Artinya utamakan warga miskin yang belum pernah menerima bantuan. Menurutnya tujuan pembagian sembako ini adalah Ia untuk meringankan beban hidup masyarakat, khususnya di saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan masa pandemi Corona.Sementara itu Direktur Bank Riau-Kepri (BRK) Cabang Siak Indra Gunawan menyampaikan bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial, terutama dalam masa wabah Covid-19 ini pihaknya turut membantu pemda. Diantaranya membagikan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan."Ini bentuk kepedulian BRK kepada masyarakat yang kurang mampu agar bisa menjalani ibadah puasa Ramadhan dengan baik. Kedepan kami juga akan menyalurkan bantuan dengan cara bertahap" jelasnya.Penyerahan bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di kantor Camat dan selanjutnya dibagi-bagikan oleh Penghulu masing-masing kampung. Selain itu, Ketua PKK Siak dan rombongan langsung menyerahkan bantuan kerumah-rumah warga.
SIAK, Petah.id - Jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kabupaten Siak meningkat drastis, dari 93 orang pada Jumat (27/03/2020) menjadi 392 orang per Senin (30/03/2020).Peningkatan itu juga dipengaruhi karena banyaknya pekerja Siak yang berada di Malaysia kembali ke Siak, dan ditambah kepulangan sejumlah mahasiswa yang berada sejumlah wilayah luar Provinsi Riau."Sudah kita laporkan jumlah PDP di Siak ada 2 orang, satu orang di RSUD Siak, dan satu lagi dari perawang yang dirawat di Rumah Sakit Tentara sementara itu jumlah ODP sebanyak 392 orang yang 65 orang Malaysia dan ada juga dari mahasiswa yang dari pulau Jawa, Jakarta dan lainnya," urai Bupati Siak Alfedri setelah acara Vidio Confrence di Kantoe Bupati Siak, Senin (30/03/2020) Siang.Pemda Siak juga menggalang donasi untuk warga kabupaten Siak yang terpapar wabah Covid-19 serta menggalang dana dari CSR perusahaan yang ada di Kabupaten Siak."Kita mendapat bantuan dari salah satu perusahaan sebanyak 1.500 liter cairan desinfektan dan akan kita bagikan ke relawan kampung yang nanti akan kita bentuk untuk secara bersama melawan wabah covid-19,"jelas Alfedri.Ditambahkannya, Pemkab Siak juga mendapat bantuan dari Provinsi 100 ton Bulog dan saat ini bantuan tersebut diletakkan di Gudang Bulog di Kecamatan Bunga Raya."Kita juga sudah menerima sebanyak 180 unit Rapid Test dan Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 50 unit,"tambah Alfedri.Rapid Test tersebut, lanjut Bupati Siak,akan kita gunakan untuk mengidentifikasi masyarakat Siak yang baru pulang dari Malaysia serta masyarakat lainnya yang baru saja pulang dari wilayah yang terpapar wabah Covid -19."Nanti Warga Siak yang baru pulang dari Malaysia akan kita lakukan pengecekan dulu menggunakan Rapid Test,"tutupnya.
SIAK,Petah.id - Pandemi Covid-19 membuat Pemerintah Kabupaten Siak mengalokasikan anggaran Rp28,9 miliar. Anggaran tersebut diambil dari DID, Alkes serta dana BLUD RSUD Siak.Bupati Siak Drs H Alfedri usai video konferensi dengan Gubernur Riau H Syamsuar mengatakan, pihaknya saat ini sangat konsen mengatasi agar Siak tidak menjadi pandemi Covid-19."Kami terus berupaya secara bersama-sama memutus mata rantai Covid-19. Kami menganggarkan sebesar Rp28,9 miliar dari dana DAK, DID, Alkes termasuk dana BLUD RSUD Siak. Anggaran itu juga kami persiapkan untuk sembako murah," jelas didampingi Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya, Senin (30/03/2020) Siang.Tidak hanya sampai di situ, Alfedri juga mengatakan, saat ini pihaknya sudah menginstruksikan Kepala Dinas Keseharan Siak untuk memberikan SK kepada para perawat yang secara serius bertugas menangani wabah Covid-19."Kita siapkan insentif untuk petugas medis yang betul-betul bertugas dalam menangani Covid-19. Saya minta ada SK dari Kadiskes Siak," kata Alfedri.Alfedri sangat berharap anggaran yang digelontorkan pihaknya ini tepat sasaran. Sehingga tidak ada lagi keluhan dari masyarakat maupun dokter dan perawat yang berada di garda terdepan.Selanjutnya Kapolres Doddy menambahkan hari ini, Selasa (31/3) melakukan penyemprotan desinfektan di kota dan permukiman.“Kami melakukan ini agar masyarakat benar benar terbebas dari Covid-19,” ungkap Doddy.
SIAK, Petah.id - Sebanyak 12 Stand Bazar turut memeriahkan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke X Tingkat Kecamatan Sungai Mandau, yang dilaksanakan di Kampung Tasik Betung. Diantara stand tersebut diisi oleh Pemerintah Kampung se-Kecamatan Sungai Mandau, Korwil Pendidikan, Perusahaan, dan instansi lain.Peserta Bazar dalam kesempatan itu memamerkan dan menjual berbagai produk unggulan ciri khas dari masing-masing kampung, diantaranya makanan ringan, kue tradisional, produk kerajinan tangan, buah-buahan, hasil pertanian dan lain sebagainya.Tidak terkecuali stand bazar kampung Muara Kelantan yang menampilkan hasil karya ibu-ibu UP2K dan warga berupa produk tas dan sepatu rajutan, makanan khas, serta beragam hasil pemanfaatan lahan pekarangan rumah dan perpustakaan kampung.Stand Bazar dan pameran yang dilaksanakan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Perempuan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Siak Rasidah Alfedri, Kamis (5/3/2020) kemarin."Sungai Mandau ini sudah dikenal dengan kemasan makanan yang bagus dan bersih," ucap Rasidah saat ditemui di salah satu stand bazaar.Artinya kata dia, masyarakat Sungai Mandau sudah paham bagaimana cara memasarkan produk-produk usahanya."Sekarang ini konsumen tidak hanya melihat kualitas produknya saja, tapi juga dari kemasan yang membungkusnya," sambung Rasidah.Karena itu lanjut dia, kemasan produk harus diupayakan cantik dan menarik, disertai dengan informasi masa berlaku, label halal, BPOM dan lain sebagainya.Di lain pihak Penghulu Kampung Bencah Umbai, Supriadi menuturkan, salah satu produk unggulan dari Kampungnya adalah jeruk nipis. Meski baru tahap uji coba tapi ia yakin jeruk nipis punya potensi besar."Ini milik salah satu warga kami dan hasil panen buah perdana dihasilkan sebanyak 200 kg, yang telah beli orang dari Perawang," terangnya.Ia juga menyebut masyarakat juga sangat antusias untuk menanam jeruk nipis tersebut, namun saat ini masih terkendala ketersediaan lahan.
SIAK, Petah.id - Bupati Siak Alfedri menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Siak Sri Indrapura Kabupaten Siak dan Kabupaten Kota lainnya di Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta, Senin (24/02/20).Rapat yang dipimpin Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional tersebut, menindaklanjuti Surat yang dilayangkan Pemkab Siak Tanggal 5 Februari 2020 yang lalu, perihal Permohonan Persetujuan Substansi Dokumen RDTR Kawasan Perkotaan Siak Sri Indrapura Tahun 2020-2040. Turut hadir bersama Bupati dalam pertemuan, Ketua dan Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Siak Sujarwo dan Zulfaini, serta sejumlah pimpinan OPD terkait.Pemimpin Siak itu dalam pemaparannya menjelaskan kepada pimpinan rapat, terkait Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Siak Sri Indrapura, diantaranya seputar latar belakang penyusunan RDTR, tujuan penataan Bagian Wilayah Perkotaan (BWP) dan pembagian Sub Bagian Wilayah Perkotaan (SWBP), potensi kawasan, isu strategis, muatan RDTR, serta harapan percepatan Perda RDTR.“Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) meliputi perkotaan Siak Sri Indrapura, sebagai pusat koleksi dan distribusi skala regional meliputi Kecamatan Siak dan Kecamatan Mempura, dikarenakan Kawasan Kesultanan Siak Sri Indrapura dan sekitarnya merupakan Kawasan Strategis Provinsi Riau dari segi sosial budaya, yang diperkirakan akan menjadi kawasan yang memiliki potensi investasi. Karena itulah Kecamatan Siak dan Mempura masuk kriteria Penyusunan RDTR Online Single Sistem (OSS) dari Kementerian Perekonomian” kata Bupati Alfedri.Dijelaskannya, hal tersebut dalam rangka mengimplementasikan Perpres Nomor 24 Tahun 2018 tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik melalui penyederhanaan regulasi, dan mempermudah birokrasi perizinan dengan menyatukan pengajuan, proses, dan pengeluaran perizinan berusaha melalui sistem pengelolaan perizinan terpadu elektronik OSS. Bagi daerah yang belum memiliki RDTR sebut Bupati Alfedri, investor atau pelaku usahanya diwajibkan mengajukan izin lokasi melalui sistem OSS.“Karena itulah, perlunya percepatan penyusunan RDTR ini sebagai dasar perizinan pemanfaatan ruang, dengan mengutamakan kabupaten dan kota tujuan investasi, dalam mendukung kemudahan berusaha melalui pelaksanaan perizinan investasi terpadu secara daring atau OSS” harapnya.Ia juga berharap RDTR tersebut dapat segera ditetapkan dan dapat digunakan menjadi instrumen pengendalian dalam pemanfaatan ruang di Kawasan Perkotaan Siak Sri Indrapura, dan sinkron dengan kebijakan sektoral dan pusat. Sehingga percepatan pengesahan Ranperda menjadi PERDA akan menjadi dasar hukum nantinya dalam pengembangan kawasan.Selain itu Alfedri juga menjelaskan tujuan dari zonasi BWP yaitu mewujudkan aspek keruangan yang harmonis antara budaya, wisata dan lingkungan Kawasan Perkotaan Siak Sri Indrapura, yang secara administratif merupakan bagian dari Kecamatan Siak dan Kecamatan Mempura, dengan luas 5.852,82 Ha dan terbagi dalam 7 Kampung dan 3 Kelurahan. Dalam rancangan tersebut, BWP Perkotaan Siak Sri Indrapura terbagi menjadi empat Sub BWP diantaranya Kawasan Cagar Budaya, pusat pemerintahan Kabupaten Siak, perekonomian Pasar Belantik, serta kawasan wisata dan perekonomian.Untuk mendukung argumentasinya, Bupati dalam kesempatan itu juga memaparkan beberapa isu strategis dalam RDTR, diantaranya selain sektor migas, perekonomian Kabupaten Siak saat ini sangat bergantung kepada sektor pertanian dan industri pengolahan, peningkatan kontribusi sektor jasa terutama peningkatan daya saing sektor pariwisata melalui pengembangan, promosi, dan pembenahan tata kelola pariwisata, peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang belum dapat menopang percepatan pembangunan daerah, pengembangan Kota Pusaka, serta predikat Siak sebagai Kabupaten Hijau.Ia juga menjelaskan untuk konsep pengembangan SBWP prioritas, tema pengembangan yang diusung adalah “Pengembangan Destinasi Wisata Halal Berpadu Dengan Konsep Pelestarian Budaya”.“Kedepan untuk Konsep SBWP kawasan prioritas, akan dibagi dua yaitu zona inti dan zona penunjang. Zona inti Kawasan Cagar Budaya Siak Sri Indrapura merupakan pelindungan mutlak dengan pengembangan dan pemanfaatannya diarahkan sebagai Kawasan bersejarah dengan fungsi utama sebagai fungsi edukasi, kegiatan budaya dan sosial, ikon wisata internasional, pusat bisnis dan perdagangan terbatas” jelasnya.Sedangkan Zona penyangga ungkapnya berupa ruang hijau dan tidak berfungsi untuk kepentingan komersial. Dimana zona penyangga ditentukan berdasarkan kebutuhan perlindungan zona inti, dan terhadap gangguan atau ancaman terhadap Benda, Bangunan, Struktur, Situs, dan Kawasan Cagar Budaya.
SIAK, Petah.id - Puluhan Warga Merempan Hilir berkumpul di Balai Desa, Kantor Penghulu kampung Merempan Hilir, kecamatan Mempura. Kehadiran mereka mendengarkan paparan yang di sampaikan Bupati Siak H Alfedri terkait penyaluran bantuan Program BAZnas kabupaten Siak."Hari Ini kami secara langsung mendengarkan apa yang menjadi usulan masyarakat Merempan Hilir. Bincang-bincang ini terkait meningkatkan kesejahteraan masyarakat, lewat bantuan yang dananya bersumber dari BAZnas Siak,"ujar Bupati Siak Alfedri, pada acara Audiensi Langsung Bupati Siak dengan Masyarakat Kurang Mampu Kampung Merempan Hilir terhadap Program BAZ Kabupaten Siak, Ahad, (23/02/20).Lanjutnya, tatap muka langsung ini, baru dua kampung di mulai setelah minggu kemarin di lakukan di Kampung Buantan Besar kecamatan Siak, dan sekarang di Merempan Hilir. Diharapkan warga membuat usulan harus cocok dengan karakteristik tanah di sini, itu pun jika jenis bantuan usah pertanian."Ada yang mengusulkan modal usaha tanam ubi racun, ini sangat saya dukung, karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Di banding sawit, Kalau sawit kita stop dulu. Atau usaha lain seperti jagung, cabe dan bawang ini juga di butuhkan di pasar,"terangnya.Dirinya berharap, melalui tatap muka langsung turun kedesa, akan di temui warga miskin atau lansia yang belum masuk ke dalam data terpada penerima bantuan Pemerintah seperti program PHK,KIP dan KIS."Melalui pertemuan langsung seperti ini, kemiskinan dapat di ketahui dan data yang ada dengan mudah di up date. Saya berharap setiap usulan yang masuk di akomodir kemudian di bahas di tingkat kabupaten, bulan depan kita sudah mulai, namun tidak semua usulan kita bantu, tapi kita lakukan secara bertahap,"harapnya.Dirinya meminta kepada tim semua usulan dibuatkan matrik, mana yang paling prioritas itu yang dibantu, Ia juga berharap bantuan ini bersumber dari dana zakat. Mudah mudahan Allah Ridho dengan usaha ini, dan dana zakat dari daerah ini semakin bertambah."Hari ini kita berjumpa bukan terhakir, saya mintak tim program ini tolong di kongkritkan, Kalau Bapak ibu hari ini menerima bantuan dana zakat, Besok bapak ibu yang berzakat, untuk bantuan tahun ini akan di bantu 20 unit rumah layak huni dari Kementrian PUPR, semoga Allah Ridho dengan usaha kita,"tutup Alfedri.Dari usulan yang di sampaikan warga jenisnya berpariasi, ada yang meminta rumah layak huni, bantuan alat pertanian, modal usaha, alat nelayan, ternak, modal usah, serta bantuan bagi lansian, Fakir yang tidak memiliki penghasilan. Untuk Kampung Merempan Hilir warga akan di bantu berjumlah 53 orang.Pertemuan Itu berlangsung cair, di buka oleh Kepala Bapeda Kabupaten Siak Wan Yunus di dampingi Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Siak Robiati, Sekcam Mempura, Komisioner BAZnas kabupaten Siak serta di hadiri puluhan masyarakat Merempan Hilir.
SIAK, Petah.id - Bupati Siak Alfedri melakukan penanaman perdana program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau Replanting di Kampung Empang Pandan Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak."Alhamdulillah, hari ini kita melakukan penanaman perdana peremajaan kelapa sawit, atau replanting yang akan di laksanaan di Kampung Empang Pandan, Kecamatan Koto Gasib, kabupaten Siak dengan luas 122,8 Ha dari total lahan yang ada di sini kurang lebih 900 Ha,"kata Bupati Siak Alfedri saat di temui usai acara, penanaman perdana Jum'at (14/2/2020) siang.Di jelaskannya, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di kecamatan Koto Gasib ini merupakan program dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Untuk tahap pertama luas lahan sawit yang akan dilakukan peremajaan seluas 122, 8 Ha dengan jumlah petani sebanyak 55 orang.Pelaksanan replanting itu di dukung oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP Riau) yang siap mensupport para petani yang lahannya di replanting harus menunggu 30 bulan sampai berbuah. Dengan melakukan pendampingan BPTP bersama para petani melakukan budidaya tanaman tumpang sari di lahan sawit yang di remajakan."Kita tidak ingin melakukan replanting yang tujuannya untuk mengatasi kemiskinan, namun memunculkan kemiskinan baru, makanya dengan adanya dukungan BPTP Provinsi Riau kita mendapat dukungan, bagaimana nanti masyarakat diberikan pendampingan menjelang sawitnya panen, bagaimana nanti ada usaha tani, akan diupayakan penanaman jagung, padi gogo, kedelai dan semangka,"terangnya.Dirinya berharap dari luas lahan yang belum di replanting, untuk tahap kedua juga dapat di bantu melalui dana BPDPKS. Alfedri juga mondorong Gapoktan, Kelompok Tani dan Koprasi Sawit agar membuat program peremajaan kebun sawit dengan baik.Sementara itu Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pandan Jaya Agus Slaim Siregar mengatakan, merasa terharu dengan di lakukannya peremajaan sawit ini. Karena butuh waktu cukup lama menanti program ini.Ia menjelaskan, Batang sawit yang ada sekarang tidak lagi produktif, tentu berdampak pada hasil yang di panen dan berpangaruh juga dengan pendapatan keluarga. Dari informasi yang di dapat batang sawit yang ada di kampung Empang Pandan tahun tanam antara tahun 1982-1983."Bagi kami peremajaan ini sangat penting di lakukan, karena usia sawit kami lebih dari 25 tahun. Kami berharap setelah tahap pertama berhasil, kami juga mencoba usul untuk dilakukannya peremajaan sawit tahap kedua, ayo para petani untuk menuntaskan peremajaan kebun sawit rakyat ini,"ungkapnya.Pelaksanaan replanting Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau Replanting di Kampung Empang Pandan Kecamatan Koto Gasib di dukung oleh PT Palma Inti Lestari sebagai mitra dalam medukung budi daya Sawit serta di dukung oleh Bank Riau Kepri.Hadir pada acara itu Kepala BPTP Provinsi Riau, Ketua Dirjen BUN Pusat, Wakil Ketua Dewan Siak, Kadis DPMK Siak, Camat Koto Gasib, Perwakilan PT Palma Inti Lestari, Perwakilan PT Bijan Inti Mekar. Pengurus Gapoktan se Kecamatan Koto Gasib serta perwakilan Dari PT Bank Riaukepri.
Halaman
Severity: Warning
Message: A non-numeric value encountered
Filename: pages/kategori-berita.php
Line Number: 51
Backtrace:
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/pages/kategori-berita.php
Line: 51
Function: _error_handler
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/public.php
Line: 159
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/application/controllers/Main.php
Line: 242
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once