Siak, Petah.id - Polres Siak berhasil menangkap tiga orang pelaku spesialis pencuri hewan ternak sapi. Pelaku yakni S (58) warga Tenayan raya Kota Pekanbaru , AES ( 21 ) Warga Duri Kebupaten Bengkalis, dan SH (41) juga warga Duri Kabupaten Bengkalis.Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi mengungkapkan pencurian hewan ternak sapi terungkap saat adanya laopran dari warga terkait sapi peliharaannya hilang yang diduga dicuri.“Atas laporan tersebut tim langsung melakukan olah TKP dan introgasi awal saksi saksi serta melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana pencurian terhadap hewan ternak berupa sapi,” kata AKBP Asep Sujarwadi saat konferensi pers di Mapolsek Sabak Auh, Minggu (10/12/2023).Kemudian, pada 7 Desember 2023 tim mendapatkan informasi adanya transaksi jual beli sapi di salah satu kandang sapi milik warga yang berada di Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, yang mana diduga sapi tersebut merupakan hasil dari kejahatan.“Tim bergerak ke lokasi di Pekanbaru tempat jual beli sapi tersebut untuk memastikan informasi,” kata Kapolres Siak Asep.Ditambahkan Asep, saat tiba di lokasi jual beli sapi tersebut, tim menemukan fakta bahwa sapi tersebut adalah benar hasil dari kejahatan.Saat itu juga, tim dari Satreskrim Polres Siak mengamankan inisial S yang diduga sebagai pembeli atau penadah sapi hasil curian.“Saat diinterogasi awal, S mengaku membeli dari tersangka AES , dari keterangan S kita langsung melakukan penyelidikan tentang keberadaan AES dan mengamankan AES di Duri Kebupaten bengkalis,” tambah Asep.Lebih jauh dikatakan Asep, dari pengakuan AES, ia melakukan pencurian sapi tersebut bersama dua orang rekannya yakni R yang saat ini masih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) dan juga bersama SH yang tinggal tidak jauh dari kediaman AES.“Tim juga langsung bergerak mengamankan pelaku SH dan langsung membawa ke Polres Siak untuk dilakukan proses lebih lanjut,” lanjut Asep.Dari introgasi yang dilakukan tim, terkuak fakta bahwa pelaku sudah beraksi di 16 TKP yang berbeda.“Ada di Belilas Kabupaten Inhu (2 TKP), Rambah Hilir (1) ,Tandun (3 TKP) Kabupaten Rohul total (4 TKP), Malibur Kabupaten Bengkalis (2 TKP), Sorek (3 TKP) Kabupaten Pelalawan, Baserah Kabupaten Kuantan Singingi (1 TKP), Langkai Kabupaten Siak (1 TKP), Sosa (1 TKP) Kab. Padang Lawas Provinsi Sumut, Batu Langkah kecil (1) Muara Jambai (1 TKP) Gagal mobil dibakar warga Kabupaten Kampar total (2 TKP),” beber Asep Sujarwadi.“Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun dan pasal 363 Ayat (1) ke 1 dan ke 4 jo Pasal 56 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman selama-lamanya 7 tahun penjara,” tutup AKBP Asep.Salah seorang tokoh masyarakat dari Kecamatan Sabak Auh, Noto menyampaikan rasa terima kasih terhadap gerak cepat Polres Siak dalam menangkap para pelaku pencuri sapi yang sangat meresahkan warga.“Kami mewakili warga Kecamatan Sabak auh sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada bapak kapolres siak yang mana baru beberapa hari pada saat jumat curhat kemarin kami mengeluhkan banyak nya pencurian hewan ternak dan sekarang sudah di jawab dengan pengungkapan kasus ini, tetap semangat, kami mendukung penuh Polres Siak dalam menciptakan Kamtibmas di Kabupaten Siak,” tutur Noto.
Siak, Petah.id - Warga digegerkan dengan aksi nekat yang dilakukan salah seorang warga Kampung Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau.Korban berinisial (WS) salah seorang karyawan di salah satu perusahaan di Kecamatan Tualang.Diketahui, WS melompat dari atas Jembatan Maredan Tualang ke Sungai Siak. Diduga, aksi nekat WS tersebut lantaran ia ingin mengakhiri hidupnya.Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi membenarkan persitiwa tersebut. Dikatakannya, saat ini tim sedang proses evakuasi dan melakukan pencarian terhadap korban.“Saat ini masih giat pencarian oleh tim gabungan,” ungkap Kapolres Siak Asep Sujarwadi, Kamis (26/10/2023).Ditambahkannya, pertama kali pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada warga yang melompat dari atas jembatan Meredan Tualang ke Sungai Siak pada Rabu (25/10/2023) sekira pukul 14.30 Wib.Tim langsung bergerak cepat ke lokasi peristiwa dan melakukan pencarian terhadap korban.Namun, lanjut Kapolres Asep, belum diketahui secara pasti penyebab WS nekat mengakhiri hidupnya.“Tim sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi,” jelas Kapolres Asep.Hingga saat ini, Kamis (26/10/2023) tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap WS di jalur Sungai Siak tepatnya diseputaran bawah Jembatan Maredan Tualang.
Siak, Petah.id - Seluas 2,5 hektar lahan di Kampung Rawang Air Putih, Kecamatan Siak ludes dilahap si jago merah. Kadaops Manggala Agni Siak Ihsan Abdillah mengatakan, saat ini tim gabungan sudah berhasil melakukan sekat kepala api agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak meluas. "Tinggal moping up, tinggal menyisakan asap yang berada di tengah-tengah sekatan jadi aman," kata Kadaops Manggala Agni Siak, Ihsan Abdillah, Selasa (3/10/2023) petang. Kebakaran itu, tambah Ihsan, sudah terjadi dua hari yang lalu. Pihaknya mendapatkan kabar bahwa terjadi Karhutla di Kampung Rawang Ait Putih pada Senin (2/10/2023) malam. "Pemadaman yang dilakukan oleh MPA sudah 2 hari, sedangkan Manggala Agni diminta bantuannya baru malam tadi," sebut Ihsan. Kerja keras dari tim gabungan membuat kebakaran sudah dapat dikendalikan dan sekatan sudah temu gelang menyisakan kebakaran di tengah areal kebakaran."Tinggal pendinginan saja lagi. Untuk luasan lahan yang terbakar seluas 2,5 hektar," ungkapnya. Ditambahkan Ihsan, lahan yang terbakar di Kampung Rawang Air Putih tersebut merupakan lahan warga dengan jenis tanah gambut. "Lahannya milik warga dengan jenis tanah gambut. Di atas lahan ada sawit, pakis dan resam yang memang mudah terbakar," jelas Ihsan. Ihsan mengimbau, agar masyarakat tidak membakar sampah maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Sebab lanjutnya, di tengah cuaca yang panas dan dapat membuat lahan mudah terbakar dan merambat. "Jangan membakar sampah dan lahan, apalagi di tengah kondisi seperti ini. Mari kita sama - sama menjaga agar langit tetap biru," tutupnya.
Siak, Petah.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyelimuti wilayah Kota Siak, Riau.Kendati kabut asap tidak tebal, namun warga Siak memerlukan informasi tentang kualitas udara di Kota Istana tersebut. Adi (35) salah seorang warga Siak mengaku sangat membutuhkan informasi terkait kualitas udara saat ini. "Meskipun kabut asapnya tipis kita juga perlu mengetahui bagaimana kualitas udara saat ini, apakah baik-baik saja atau sebaliknya," kata Adi kepada Petah.id, Selasa (3/10/2023) petang. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Siak melalui Kapala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkuhan Hidup Ardayani mengatakan, papan informasi terkait Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Siak rusak. Sehingga, saat ini tidak bisa melihat bagaimana informasi kualitas udara di Kota Siak. "Ada 3 alat ISPU di Siak semuanya rusak dan itu membuat kita tidak mengetahui bagaimana informasi terkait kualitas udara saat ini di Siak," kata Ardayani, Selasa (3/10/2023) petang. Ke tiga alat monitoring udara di Siak tersebut berada di dekat Simpang Kwalian, di Kecamatan Tualang berada di dekat kantor camat, dan di Kecamatan Kandis juga berada di dekat kantor camat lama. Disampaikan Arda, ke tiga papan informasi tersebut sudah lama rusak dan hingga saat ini belum diperbaiki. "Jadi alat monitoring kualitas udara itu milik provinsi dan gawean provinsi, jadi kita tidak bisa memperbaikinya menggunakan APBD Siak. Alat tersebut pun sudah lama rusak dan belum diperbaiki hingga saat ini," ungkap Arda. Menurut Arda, alat monitoring kualitas udara tersebut sangatlah penting berada di dalam suatu wilayah agar masyarakat dapat mengetahui kualitas udara saat ini. "Alat itu sangat penting emang, apalagi dalam situasi kabut asap seperti saat ini. Sehingga, alat tersebut dapat memberikan informasi kepada warga terkait kualitas udara," beber Arda. Ditambahkan Arda, kondisi keuangan daerah saat ini tidak memungkinkan untuk bisa membeli alat tersebut. Sehingga lanjutnya, Ia berharap ada bantuan baik dari pusat maupun provinsi terkait alat tersebut. "Alat itu kan mahal, kita gak bisa menganggarkan itu karena kondisi keuangan saat ini. Sejak kemarin kita emang mengharapkan bantuan itu dari pusat," ungkapnya. Lebih jauh dikatakan Arda, informasi tentang mutu udara mudah dipahami oleh masyarakat, hasil pemantauan mutu udara dari stasiun pemantauan otomatis kontinu disampaikan dalam bentuk Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)."ISPU itu sendiri merupakan angka tanpa satuan, digunakan untuk menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu dan didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika dan makhluk hidup lainnya," lanjutnya. Dibeberkan Arda, khusus untuk daerah rawan terdampak kebakaran hutan dan lahan, informasi ini dapat digunakan sebagai early warning system atau sistem peringatan dini bagi masyarakat sekitar. "Tujuan disusunnya ISPU agar memberikan kemudahan dari keseragaman informasi mutu udara ambien kepada masyarakat di lokasi dan waktu tertentu serta sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan upaya-upaya pengendalian pencemaran udara baik bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," tutupnya. Sebelumnya diberitakan, Kota Siak diselimuti kabut asap kirimam dari Karhutla yang terjadi di Sumatera Selatan. Demikian dikatakan Kadaops Manggala Agni Siak Ihsan Abdillah, ia menyebutkan kabut asap yang sudah sepekan menyelimuti Kota Siak merupakan asap kirimam dari Sumsel. "Ini kabut asap dari luar, karena di daerah kita Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih terkendali,” kata Kepala Manggala Agni Daops Siak, Ihsan Abdillah, Selasa (3/10/2023). Ihsan tak menampik jika saat ini di Kabupaten Siak terdapat Karhutla di Kampung Rawang Air Putih, Kecamatan Siak, namun kejadian itu baru dua hari yang lalu dan saat ini tim sedang berjibaku memukul mundur kepala api agar padam. “Tapi kabut asap tipis ini sudah seminggu, Karhutla baru saja dua hari lalu, dan tidak begitu luas,” ucapnya.
Siak, Petah.id - Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Lintas Dayun- Perawang tepatnya di Kilometer 11 Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak Selasa (26/9/2023) malam.Kali ini laka lantas itu melibatkan sebuah mobil Mitsubishi Xpander Nomor Polisi BM 1357 OD dengan truk pengangkut kelapa sawit.Dari informasi yang dihimpun Petah.id tampak sebuah mobil Mitsubishi Xpander mengalami rusak parah diduga akibat benturan tabrakan. Terlihat bumper mobil Xpander berwarna hitam itu mengalami ringsek parah dengan kaca depan mengalami pecah.Di lokasi peristiwa dikabarkan seorang pria meninggal dunia akibat lakalantas tersebut. "Untuk berapa orang di dalam mobil saya kurang tahu persis, yang jelas satu orang meninggal dunia," kata salah satu pengendara yang melintas. Ia menyebutkan, tampak beberapa orang mengalami luka parah dan saat ini sudah dilarikan ke Puskesmas terdekat guna untuk mendapatkan pertolongan medis.Berdasarkan informasi yang diperoleh petah.id sebuah mobil Xpander yang ditumpangi korban dari arah Kabupaten Siak hendak menuju Kota Pekanbaru.Sementara itu, Kasatlantas Polres Siak AKP Fandri melalui Kanit Turjawali Satlantas Polres Siak Ipda Muhammad Suwanto membenarkan adanya peristiwa lakalantas tersebut. "Memang ada Laka di Gasib, nanti kami infokan kembali, tim sedang bergerak untuk evakuasi," sebut Wanto. Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti penyebab peristiwa nahas tersebut terjadi.
Siak, Petah.id - Peristiwa pemukulan terhadap korban berinisial ML (27) warga Kampung Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang ini dipicu adanya perselisihan adu mulut antara korban dan pelaku berinisial TZT (23), Selasa (5/9/2023).Kapolsek Tualang Kompol Arry Prasetyo melalui Kanit Reskrim Polsek Tualang, AKP Adi Susanto menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, kejadian penganiayaan dengan pembacokan itu disebabkan cekcok mulut antara pelaku dan korban.Diduga pelaku tak terima (emosi-red), sehingga pelaku gelap mata dan memukul korban hingga mengalami luka dan berlumuran darah. Atas kejadian itu, kata AKP Adi Susanto, pihak keluarga korban melaporkan ke Polsek Tualang."Korban dan pelaku ini berteman, pemicunya karena cekcok mulut saja, hingga menyangkut harga diri sehingga pelaku reaktif berlebihan," kata AKP Adi Susanto kepada Petah.id.AKP Adi Susanto menuturkan, saat ini pelaku dan barang bukti berupa sepotong papan sepanjang setengah meter serta satu buah teko plastik warna hijau yang diduga digunakan pelaku melakukan tindak pidana penganiayaan sudah pihaknya amankan."Pelaku dan barang bukti sudah kita amankan guna untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut' tegasnya.AKP Adi Susanto menghimbau agar masyarakat dapat menjaga lisan dan perkataan serta rasa saling menghormati sesama demi tercipta suasana ketertiban."Jangan sampai gara ucapan kita menyebabkan perselisihan dan berurusan dengan hukum," ucapnya.Sebelumnya, pemuda berinisial TZT (23) warga Jalan Pertiwi, Kampung Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang diringkus tim Unit Reskrim Polsek Tualang diduga melakukan tindak pidana penganiayaan dengan pembacokan terhadap korban berinisial ML (27), pada Jumat (1/9/2023) lalu.Pelaku ditangkap tim Unit Reskrim Polsek Tualang di sebuah rumah petak di Jalan Pertiwi Gang. Sawmill, Kampung Pinang Sebatang Timur.
Siak, Petah.id - Kecelakaan lalu lintas terjadi antara satu unit mobil innova dengan nomor polisi D 1433 AAQ dengan sepeda motor di Jalan Lintas Siak - Gasib, Kampung Kuala Gasib, Kecamatan Gasib, Kabupaten Siak, Selasa (5/9/2023) siang. Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi mengatakan atas peristiwa tersebut, seorang atas nama Harry Suryadi (28) warga Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura menghembuskan nafas terakhir di tempat. Sedangkan 3 orang lainnya atas nama Taufik Surya Buana mengalami luka pada bagian jari patah dan dirujuk ke RSUD Siak, Nanang Muh Son mengalami luka pada bagian paha dan di pinggang saat ini dirujuk ke RS Pekanbaru dan Mumin Rifai mengalami luka-luka dan dirujuk ke RS pekanbaru. "Akibat lakalantas tersebut 1 orang meninggal dunia dan 3 orang lainnya mengalami luka-luka dan dirujuk ke rumah sakit," kata Kapolres Siak AKBP Sujarwadi kepada Petah.id, Selasa (5/9/2023) petang. Kronologisnya, kata Kapolres, satu unit Mobil Toyota Kijang Inova D 1433 AAQ datang dari arah Perawang hendak menuju Siak.Sesampainya di lokasi kejadian, tambahnya, mobil yang dikendarai hendak mendahului kendaraan yang berada di depannya. "Dikarenakan dari arah berlawanan terdapat kendaraan lain kemudian mobil innova tersebut membanting stir ke kiri sehingga menyebabkan keluar beram," tambah AKBP Asep. Kemudian, lanjutnya, setelah keluar beram, dari arah berlawanan juga ada mobil sehingga mobil innova tersebut kembali banting stir ke arah kanan. Mobil hilang kendali melebar ke badan jalan sebelah kanan dan pada saat bersamaan datang dari arah berlawanan satu unit sepeda motor Yamaha Grand Filano yang kendarai Harry. "Dikarenakan jarak yang sudah dekat dan tidak terhindarkan lagi maka terjadilah kecelakaan lalu lintas," lanjut kapolres. Atas peristiwa tersebut, tim dari Satlantas Polres Siak bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara dan menolong para korban untuk dibawa ke rumah sakit. AKBP Asep mengimbau kepada seluruh pengendara agar mematuhi peraturan lalu lintas dan utamakan keselamatan. "Saat ini barang bukti sudah kami amankan. Dan kami mengimbau agar seluruh masyarakat agar mematuhi peraturan lalu lintas, utamakan keselamatan dari pada kecepatan, keselamatan yang pertama dan yg utama," tutupnya.
Siak, Petah.id - Warga Kampung Temusai, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau dihebohkan dengan penemuan sosok mayat laki-laki, Senin (28/8/2023). Penemuan jasad sosok laki-laki paruh baya tersebut sontak membuat warga berduyun-duyun untuk melihat dan memastikan identitas jenazah. Terakhir diketahui, jenazah tersebut bernama Darwis (58) merupakan warga Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh. Kapolsek Bungaraya AKP Selamet menyampaikan, tidak ditemukannya tanda kekerasan pada jasad korban. Saat ini, jenazah juga telah diserahkan ke pohak keluarganya. "Dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah sudah kita serahkan ke keluarganya," kata Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi melalui Kapolsek Bungaraya AKP Selamet saat dikonfirmasi melalui saluran telepon genggamnya.Kapolsek menjelaskan, pada Senin (28/8/ 2023) sekira pukul 07.05 WIB, saksi satu David Pratama saat melewati jalan menuju Pos Damkar PT TKWL dan melihat sesosok mayat di jalan perkebunan RT 02 RW 05 Dusun Teluk Musahab, Kampung Temusai.Pada saat pertama ditemukan, posisi mayat berada di sebelah kiri jalan dengan kondisi terlentang dan kaki sebelah kiri tertimpa sepeda motor. Kemudian saksi memeriksa korban dan selanjutnya meminta pertolongan kepada masyarakat dan menelfon saksi dua Efrizal. Ternyata, saksi dua mengenali korban."Diantara kedua saksi yang menuju pos Damkar melihat mayat tersebut sudah tergeletak di pinggir jalan. Sementara, saksi yang lain mengenali korban dan segera meminta pertolongan warga," tambah Kapolsek.Lanjut Kapolsek mengatakan, beberapa barang milik korban tidak ada yang hilang. Diantaranya, satu unit sepeda motor merk Suzuki Smas warna hitam dengan nomor polisi BM 2675 NN, satu buah tas ransel warna hitam yang berisikan satu unit HP merk Redmi warna biru hitam, uang senjumlah Rp 522.000, satu papan obat promag,satu bungkus rokok in kretek, satu buah dompet warna coklat dan photo copy KTP atas nama Sakun."Di dalam tas ransel korban, selain beberapa barang uang dan barang lain ditemukan juga obat merk Promag satu papan," tutupnya.
Petah.id – Teluk Tomini, Tojo Una Una, Sulawesi Tengah (Sulteng), diguncang gempa magnitudo 5,2 akibat adanya aktivitas sesar lokal. Demikian dikatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)Disampaikan Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono bahwa gempa bumi tersebut merupakan gempa bumi dangka akibat aktiitas sesar lokal."Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal," kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Sabtu (12/8/2023) seperti dikutip dari Suara.com.Ia menambahkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,68 Lintang Selatan (LS) dan 121,25 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 56 km arah barat laut Kota Tojo Una Una, Sulawesi Tengah, pada kedalaman 10 km."Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan Teluk Tomini, Tojo Una Una, Sulawesi Tengah (Sulteng), diguncang gempa magnitudo 5,2 akibat adanya aktivitas sesar lokal."Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal," kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Sabtu (12/8/2023).Ia menambahkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,68 Lintang Selatan (LS) dan 121,25 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 56 km arah barat laut Kota Tojo Una Una, Sulawesi Tengah, pada kedalaman 10 km."Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.Ia mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi itu memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip), dengan parameter update magnitudo 5,1.Ia mengemukakan gempa yang terjadi pada pukul 20.20.15 WIB dirasakan di Kota Ampana dengan skala intensitas III-IV MMI (Modified Mercally Intensity), artinya bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.Kemudian, di daerah Poso dengan skala intensitas III MMI dimana getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu."Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," katanya.Daryono menyampaikan hingga pukul 20.40 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).Ia mengimbau kepada masyarakat agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa."Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," tuturnya.Selain itu ia juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.Sumber : Suara.com
Siak, Petah.id - Lahan milik warga seluas dua hektar terbakar di Kampung Tumang, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau. Kapolsek Siak Kompol Syafril SH MH tak menampik peristiwa yang melahap dua hektar lahan milik warga yang terbakar. Dikatakan Kompol Syafril, pihaknya bersama tim saat ini sedang berjibaku untuk memadamkan api. "Benar adanya dan saat ini tim sedang melakukan proses pemadaman. Luas yang terbakar sekitar dua hektar," kata Kompol Syafril, Rabu (26/7/2023) Hingga saat ini, tambah Kompol Syafril, tim terus melakukan pemadaman agar api tidak menjalar ke area lainnya. "Setelah kemarin dilakukan sekat cincin untuk mengepung api supaya tidak menjalar ke area lainnya," tambahnya. Sebanyak 50 orang tim gabungan dari Polri, TNI, Masyarakat Peduli Api (MA) dan lainnya masih berada di lokasi bertungkus lumus memadamkan si jago merah yang melahap lahan warga. "50 personil gabungan diterjunkan untuk memadamkan api," jelas Kompol Syafril. Dituturkan Kompol Syafril, pihaknya tak henti-hentinya untuk melaksanakan patroli serta mengimbau masyarakat agar tidak membersihkan lahan dengan cara membakar. "Kami dari kepolisian selalu melaksanakan patroli serta memberi imbauan kepada warga agar tidak membersihkan lahan dengan cara membakar apalagi dimusim kemarau saat ini," tuturnya.
Halaman
Severity: Warning
Message: A non-numeric value encountered
Filename: pages/kategori-berita.php
Line Number: 51
Backtrace:
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/pages/kategori-berita.php
Line: 51
Function: _error_handler
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/public.php
Line: 159
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/application/controllers/Main.php
Line: 242
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once