Akibat Teror Harimau di Siak, Tiga Sekolah Diliburkan
Pendidikan

Akibat Teror Harimau di Siak, Tiga Sekolah Diliburkan

Siak,  Petah.id - Sebanyak tiga sekolah di Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau terpaksa diliburkan akibat teror harimau. Hal itu dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siak sebagai langkah antisipasi ancaman hewan buas diduga harimau yang sempat memangsa dua ekor anak sapi milik warga. Kadisdikbud Siak Mahadar menyampaikan pihaknya meminta satuan pendidikan yang berada di lokasi kejadian penemuan jejak harimau untuk melakukan proses belajar di rumah melalui daring. "Surat edaran itu dibuat sebagai antisipasi dan kewaspadaan terhadap ancaman hewan buas. Jadi sementara waktu ini beberapa sekolah kita liburkan dan belajar melalui daring," kata Kadisdikbud Siak Mahadar. Sekolah yang diliburkan itu yakni SD Negeri 07 Lubuk Dalam, SD Negeri 3 Lubuk Dalam dan SMP Negeri 3 Lubuk Dalam. Diimbau Mahadar, agar orang tua turut mendampingi anaknya pergi dan pulang sekolah untuk sementara waktu. Apalagi, tambah Mahadar, bagi yang melakukan aktivitas di kawasan hutan atau kebun agar tidak bepergian secara sendiri-sendiri. "Tetap waspada, jangan beraktifitas sendirian di hutan tepatnta di lokasi peristiwa dua ekor sapi yang diduga dimangsa harimau," tutup Mahadar. Sebelumnya diberitakan, Kemunculan harimau yang sudah  memakan dua ekor anak sapi di Kampung Lubuk Dalam, Kecamatan Lubuk Dalam, Siak semakin bikin resah warga. Sapi milik warga itu ditemukan tewas diduga dimangsa  harimau. satu ekor sapi dimakan di bagian ekor hingga punggung dan satu ekor sapi lagi digigit di bagian leher. Kepala BPBD Kabupaten Siak, Kaharudin mengataan saat ini pihaknta bersama tim dari kepolisian, TNI, Satpol PP dan BBKSDA Riau sudah memasang box trap di lokasi ditemukanna sapi tewas. "Tim bersama BBKSDA sudah turun ke lokasi memasang box trap dan kamera trap untuk perangkap harimau itu," ungkap Kepala BPBD Siak, Kaharudin, Selasa (7/2/2023). Untuk memancing harimau itu masuk ke dalam box trap, sapi yang sudah tewas dijadikan umpan. Hal itu dilakukan, tambah Kaharudin, karena kebiasaan harimau yang suka menyimpan sisa makanannya dan kembali lagi untuk mengambil sisa makanan tersebut. "Sapi bekas gigitan itu kita jadikan umpan di dalam box trap. hal itu untuk memancing harimau tersebut kembali untuk mengambil sisa makanannya," sebut Kahar. Kahar mengimbau agar masyarakat jangan panik atas peristiwa itu. ia pun mengajak warga agar mengurangi aktifitas di maam hari di wilayah tersebut. "Sementara waktu kurangilah aktifitas malam hari yang berada di lokasi tersebut. Baik itu kegiatan memancing atau lainnya.  Dan jangan panik, tim terus bekerja agar peraoalan ini bisa teratasi,"sebut Kahar. Sebelumnya,  Kemunculan harimau beberapa waktu terakhir terus bikin warga di Kabupaten Siak resah. Terbaru, seekor sapi milik warga di Kampung Lubuk Dalam, Kecamatan Lubuk Dalam, Siak tewas diduga dimangsa seekor harimau. Sontak peristiwa tersebut bikin warga di Siak semakin geger pasalnya beberapa waktu lalu kemunculan harimau juga tampak di Kota Siak dan Kecamatan Mempura. Dari informasi yang berhasil dihimpun, seekor sapi milik warga itu ditemukan dengan kondisi yang sudah tidak utuh pada Senin (6/2/2023) sekira pukul 11.00 Wib. Biasanya, sapi tersebut memang dilepasliarkan di kebun kelapa sawit milik salah satu perusahaan. "Benar. Hewan ternak warga ditemukan tidak utuh di Inti 7 PTPN V Lubuk Dalam. Diduga karena dimangsa Harimau," ungkap Kapolsek Lubuk Dalam, AKP JTP Silaban. Disampaikan JTP Silaban, peristiwa itu terjadi berkat laporan dari masyarakat soal penemuan tapak harimau di kebun sawit. Mendapati informasi tersebut, polisi bergeral cepat ke lokasi untuk menelusuri jejak harimau itu. alhasil ditemukan dua ekor sapi dalam kondisi tidak utuh. "Saat kita telusuri, terlihat bangkai seekor sapi yang diduga dimangsa Harimau. Saat ini kita masih di lokasi melakukan pengecekan," ucapnya. Terpisah, Humas BBKSDA Riau, Dian Indriati menyampaikan belum mendapat laporan terkait hal tersebut. "Kita belum dapat laporan adanya dugaan Harimau memangsa hewan ternak di Lubuk Dalam Siak. Saya akan teruskan ke pemangku wilayah soal ini," singkatnya.

Beri Penyuluhan Hukum ke Sekolah, Jaksa Ingatkan Bahaya Narkoba dan Cyber Bullying
Pendidikan

Beri Penyuluhan Hukum ke Sekolah, Jaksa Ingatkan Bahaya Narkoba dan Cyber Bullying

Siak, Petah.id - Upaya memberikan pengetahuan hukum sejak dini, Kejaksaan Negeri Siak (Kejari) melalui Bidang Intelijen melakukan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Kali ini, Kejaksaan Siak sasar murid di SMAN 1 Tualang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, Kamis (2/2/2023). Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Siak, Rawatan Manik mwnyampaikan petingnya pemahaman terhadap Cyber Bullying, Bullying dan pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika.Disampaikan Rawatan Manik kegiatan JMS juga memberikan penyuluhan hukum  terhadap siswa dan siswi mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. "Untuk adik-adik semua agar menghindari perilaku bullying ataupun cyber bullying, sebab hal itu merupakan perbuatan melawan hukum sehingga dapat dipidana," jelas Rawatan Manik dihadapan siswa san siswi di SMAN 1 Tualang. Rawatan Manik juga mengingatkan agar tidak bersentuhan terhadap narkoba,  baik sebagai pemakai maupun ikut serta mengedarkan barang haram tersebut. "Jauhi narkoba, karena itu berbahaya dan jelas pidananya. Apalagi zaman sekarang, peredaran narkoba tak memandang usia," ungkap Kasi Intel Rawatan Manik. Dalam kesempatan itu, Rawatan Manik  juga ingatkan orang tua dan guru untuk turut serta melakukan pengawasan terhadap kegiatan anaknya setiap hari. "Orang tua dan guru juga harus berperan aktif salam melakukan pengawasan terhadap anak. Ketahui setiap kegiatan anak setiap hari," pinta Rawatan. Perlu diketahui, kegiatan Jaksa Masuk Sekolah akan terus dilaksanakan di sekolah- sekolah yang ada di Kabupaten Siak terutama sekolah yang belum mendapat penyuluhan atau yang berada di daerah tinggi tingkat kejahatannya, sehingga  membutuhkan pengetahuan tentang hal-hal yang positif dari kegiatan Jaksa Masuk Desa. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Sekolah SMAN 1 Tualang H Heri Yulindo MPd, Camat Tualang Tengku Indra Putra dan ratusan siswa siswi SMAN 1 Tualang. 

Gak Ikut Ujian, 12 Pelamar PPPK Dinkes Riau Dinyatakan Tidak Lulus
Bengkalis

Gak Ikut Ujian, 12 Pelamar PPPK Dinkes Riau Dinyatakan Tidak Lulus

Siak, Petah.id - Sebanyak 12 orang pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi Tenaga Kesehatan Provinsi Riau dinyatakan gugur dan tidak lulus seleksi. 12 orang tersebut gugur lantaran tidak hadir dalam seleksi Computer Assisted Test (CAT) yang berlangsung selama dua hari, Selasa - Rabu Desember 2022 dengan total ada 606 peserta yang masuk daftar peserta ujian.Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Ikhwan Ridwan menyampaikan saat pelaksanaan ujian berlangsung ada 12 orang yang tidak hadir. Hari pertama ujian 6 orang dan hari kedua 6 orang. Mereka dinyatakan gugur karena tidak hadir saat ujian."Mereka yang tidak ikut ujian ini kita nyatakan gugur, totalnya ada 12 orang," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Ikhwan Ridwan, Rabu (7/12/2022).Pelaksanaan ujian CAT seleksi PPPK Nakes Riau dipusatkan di dua titik. Diantaranya ada di kantor BKN Regional Pekanbaru, Jalan Hangtuah dan di Poltekes Kemenkes Jalan Melur Sukajadi. Dijelaskan Ikhwan, selain di Kanreg BKN dan Poltekes, ada beberapa peserta ujian yang mengikuti ujian di luar provinsi Riau.Diantaranya di UPT BKN Batam, UPT BKN Padang, Poltekes Kemenkes Malang pada 7 Desember, di BKN pusat. Kemudian di Poltekes Kemenkes Padang. UPT BKN Jambi dan Poltekes Kemenkes Medan.Setelah mengikuti ujian seleksi, maka seluruh pelamar PPPK tinggal menunggu pengumuman kelulusan. Sesuai jadwal pengumuman kelulusan seleksi PPPK Nakes akan diumumkan pada 19 sampai 20 Desember 2022."Tapi ini masih tentatif dan sewaktu-waktu bisa berubah tergantung keputusan dari pemerintah pusat," katanya.Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Riau tahun ini membuka penerimaan tenaga PPPK. Total ada 7.688 lowongan yang dibuka. Rinciannya untuk formasi jabatan fungsional guru sebanyak 7.297 orang, tenaga teknis sebanyak 223 orang dan tenaga kesehatan sebanyak 168 orang. 

Bernard Benjamin Van Aert dari BSP Cycling Team Tampil Sebagai Juara pada TdSi 2022
Olahraga

Bernard Benjamin Van Aert dari BSP Cycling Team Tampil Sebagai Juara pada TdSi 2022

Siak, Petah.id – Pelaksanaan Iven Tour de Siak (TdSi) 2022 pada  etape I  membawa tim dari Bumi Siak Pusako (BSP) Cycling Team meraih juara pertama.Bernard Benjamin Van Aert (25) memastikan diri sebagai pemenang setelah menaklukkan lintasan sepanjang 85 kilometer. Bernard  menempuh perjalanan selama 1 jam 48 menit 55 detik untuk menjadi kampiun.Bernard berhasil finish pada urutan pertama, menjadi sprinter terbaik (best sprint leader) serta memborong semua jersey (yellow jersey, green jersey, red and white jersey).Posisi ke dua disusul rekan satu timnya yakni Muhammad Andy Royan dengan catatan waktu 1 jam 49 menit 1 detik dan Barley Octavian Nugroho dari DrJ Cycling Team tampil finish pada posisi ketiga dengan catatan waktu 1 jam 49 menit 3 detik.“Ketiga pebalap yang meraih juara untuk etape I adalah pebalap Indonesia,” kata Race Director Balap Sepeda pada Tour de Siak 2022, Sandi Sampurno, Jumat (2/12/2022).Sementara itu, Dikatakan Bernard apa yang ia raih pada etape I ini merupakan kerja keras dan kerjasama sesama  tim dari BSP.“Dari awal kami sudah bekerja keras bersama tim dari BSP dan dari sprint pertama hingga ke tiga kita yang terdepan dan sampai pada finish,” jelas Bernard Benjamin Van Aert saat ditemui.Bernard bukan baru pertama kali tampil pada iven Tour de Siak. Disampaikannya, ini kali keempat ia tampil pada lintasan ini.Sehingga, lanjut Bernard, ia mengaku tidak merasa kesulitan pada lintasan etape I dengan 5 lap sepanjang 85 kilometer.“Lintasan etape pertama ini saya sudah hafal karena sudah empat kali mengikuti event Tour de Siak dengan menempuh lintasan sama. Jadi sudah terbiasa,” ucap Bernard senyum sambil mengatur nafas karena baru usai pertandingan.Disinggung capaian pada etape dua, Bernard optimis bisa tampil sebagai juara lagi. Pada etape selanjutnya ini, Bernard pun mengaku belum begitu hapal dengan lintasannya. Namun, Bernard dan tim akan bekerja keras agar memperoleh hasil yang maksimal.“Etape selanjutya kita gas om, mudah-mudahan hasilnya maksimal,” kata Bernard.

Cleorisya Ranggi Tsabita Bocah Siak dengan Sederet Prestasi, Terbaru Raih Juara Satu KSM se Kota Pekanbaru
Pendidikan

Cleorisya Ranggi Tsabita Bocah Siak dengan Sederet Prestasi, Terbaru Raih Juara Satu KSM se Kota Pekanbaru

Siak, Petah.id - Cleorisya Ranggi Tsabita (14) salah satu siswi di SMP Indonesian Creative School, Pekanbaru, Riau kelas 9 dapati peringkat satu pada Kompetisi Sains Madrasah (KSM) se -Kota Pekanbaru. Cleo sapaan akrabnya mengungguli 42 peserta KSM bidang IPA terpadu terintegrasi pada nilai keislaman lainnya. Ia berhasil meraih skor 70. KSM tingkat Tsnawiyah ini bakal berlanjut untuk tingkat provinsi, dan Cleo yang akan mewakili kota Pekanbaru.Orang tua Cleo, Benny Chairuddin mengaku bangga atas perolehan prestasi yang diraih anak sulungnya itu. Dikatakan Benny, lomba sains kali ini merupakan tantangan baru bagi anaknya itu. Sebab, menurut Benny lomba itu memiliki tantangan tersendiri bagi Cleo. "Alhamdulillah, pengumuman juara ini dilaksanakan panitia KSM pada 14 Agustus kemarin dan Cleo mendapat peringkat pertama, " ungkap Benny. Dijelaskan Benny, lomba KSM itu merupakan ajang kompetisi sains yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.Kompetisi Sains Madrasah itu pada awalnya hanya diperuntukkan bagi siswa madrasah (ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah) saja. Namun, sejak 2016 KSM dapat diikuti siswa yang berasal dari SD, SMP maupun SMA."Karena perlombaan ini berbasis nilai ke islaman sementara Cleo dari sekolah biasa tentunya itu menjadi tantangan tersendiri bagi dia. Cleo memang pandai bikin orang tuanya bangga," puji Benny.Diceritakan Benny, mulanya Cleo meminta izin kepadanya untuk mengikuti lomba tersebut. Dinilai positif, orang tua Cleo memberikan izin dan memotivasi nya untuk meraih prestasi. "Dia minta izin langsung saya setujui. Sebab hal positif seperti itu harus selalu didukung agar anak terus bisa berkarya, " jelas Benny. Bagi Benny, selama itu memiliki tujuan yang baik. Ia dan istrinya selalu mendorong anaknya untuk maju dan berkembang. "Dorong apa yang anak mau kembangkan. Selama itu tujuannya baik. Bebaskan dia mengembangkan potensi dia tugas sebagai orang tua hanya mendorong dan mendukungnya,"kata Benny yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur RSUD Tengku Rafian Siak. Cleo itu, menurut Benny, ia kategorikan anak yang cukup mandiri dan cukup berprestasi. Sudah banyak perolehan prestasi yang diraih Cleo. Terbaru, selain juara satu pada Kompetisi Sains Madrasah (KSM) se -Kota Pekanbaru, pada 6 Agustus 2022 Cleo juga memperoleh prestasi membanggakan tingkat nasional. Ia meraih medali perunggu Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2022 bidang IPA jenjang SMP/MTS. OSN merupakan ajang kompetisi tahunan dalam bidang sains bagi murid SD, pelajar SMP, dan siswa SMA sederajat di seluruh Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (PPN) di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) RI. Siswa yang mengikuti kompetisi ini adalah siswa-siswi terbaik dari seluruh provinsi se Indonesia yang telah lulus seleksi tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Pada 23 Juli 2022, Cleo berhasil meraih juara I Pra Olimpiade Sains Nasional tingkat provinsi Riau. Komptesi ini diadakan oleh Lembaga Bina Sains Indonesia bidang IPA. Sederet prestasi itu tak membuat Benny terlalu memanjakan anaknya itu. Namun, di tengah kesibukan menjalankan aktivitas sebagai dokter dan direktur rumah sakit, Benny tetap memprioritaskan untuk mendidik anaknya. "Saya tetap sampaikan kepada Cleo agar tetap rendah hati, dan terus berjuang. Jangan cepat berpuas diri. Terus berkarya dan gali potensi diri," kata Benny. Cleo seperti sudah langganan menjuarai kompetisi sains sejak SD. Juara demi juara tidak hanya ia dapatkan di tingkat nasional bahkan hingga tingkat internasional. Pada 2019 lalu, ia berhasil meraih medali perunggu di ajang International Mathematics and Science Olympiade (IMSO) 2019 di Vietnam. Waktu itu ia masih duduk di bangku kelas 6 SD Sains Tahfiz  Islamic Center Siak. Ajang IMSO tersebut berlangsung pada 26-30 November 2019. Cleo mewakili Indonesia dari Tim Klinik Pendidikan MIPA. Kegiatan bergengsi ini diikuti oleh 192 Peserta Matematika dan 161 peserta Sains dari 24 Negara, yaitu Amerika Serikat, Arab Saudi, Bulgaria, China, Filipina, Hong Kong, India, Iran, Kamboja, Kazakhstan, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Tajikistan, Thailand, Uni Emirate Arab, Vietnam dan Indonesia. Cleo bersaing ketat dengan peserta dari seluruh negara yang hadir.Waktu itu, Cleo baru berumur 12 tahun. Ia murid pertama SD Sains Tahfiz Islamic Center Siak yang berhasil mencuri perhatian dunia pendidikan di Riau. Ia satu-satunya dan pertama kali murid SD asal Siak berhasil masuk rombongan Indonesia menghadapi ajang IMSO 2019 di Vietnam.Cleo tidak hanya cerdas di bidang sains dan matematika, namun juga piawai bermain piano dan fasih bahasa Inggris. Benny bercerita, sebagai orangtua ia hanya menyediakan fasilitas untuk anak-anaknya. Cleo bisa tampil di berbagai ajang dan kompetensi bergengsi merupakan capaian dari usaha Cleo sendiri."Apa keinginannya, ya dari dia sendiri, tanpa paksaan atau tekanan dari kami sebagai orangtua," kata Benny.Menurut Benny, Cleo memang mempunyai bakat di bidang Sains dan Seni. Sederet prestasi yang diraih Cleo hingga melangkah ke ajang IMSO, OSN, KSM dan lain-lain adalah karena proses yang dilalui. Cleo terbilang anak yang gigih, usaha maksimal atas apa yang diinginkannya."Di rumah ya seperti anak kebanyakan saja,  tidak harus menyendiri untuk belajar terus menerus. Kalau ia ingin bermain ia bermain, kalau ingin nonton ia nonton, tapi kalau ingin belajar kadang dia bisa belajar sampai larut malam," kata Benny.Sejak SD, Cleo sudah memiliki sederet prestasi yang membanggakan. Ia pernah mendapat Gold Award kategori individual contest pada International Science Competition (ISC) 2019 yang ditaja oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) di Bogor. Kegiatan itu berlangsung di Darmawan Park Sentul, Kabupaten Bogor pada 24-27 Oktober 2019. Ada 163 peserta dari empat negara yang mengikuti kompetisi ISC, di antaranya, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Cleo juga  pernah membawa pulang piala dari kompetisi piano yang ia ikuti.  Ia juga pernah juara melukis, mendongeng, vocal, Juara OSN tingkat SD, juara Olimpiade Bahasa Inggris, kemudian Finalis nasional lomba mendongeng FL2N, Finalis nasional Olimpiade Sains kuark, juara pada ajang International Math & Science Olympiad (IMSO) di Vietnam. Cleo pernah bercerita kepada orang tuanya bahwa Ia senang berkumpul dan bertemu orang- orang hebat. Menurutnya, hal itu yang menambah semangat dan motivasi Cleo untuk terus mengembangkan diri."Seperti saat dia masuk karantina tingkat nasional dan internasional. Dia berkumpul dengan anak-anak pintar lainnya sehingga menambah motivasinya," beber ayah dua anak itu. Diketahui, leo merupakan siswi kelas 9 SMP Indonesia Creative School. Ia anak pertama dari pasangan dr. H. Benny Chairuddin, Sp. An, M. Kes, MARS dan Khamelia Destri Anggraini, ST, MT.Jejaknya bersekolah di SMP Indonesian Creative School juga diikuti oleh adiknya, Keyneta Mayza Nareswari yang duduk di bangku kelas 8. Cleo dan Keyneta pernah sekolah di SD Islamic Center Siak, karena orangtuanya bertugas dan tinggal di Siak. 

Kontribusi Dalam Dunia Pendidikan, PT KTU Gelar Training Komite Bisa Secara Virtual
Pendidikan

Kontribusi Dalam Dunia Pendidikan, PT KTU Gelar Training Komite Bisa Secara Virtual

Siak, Petah.id - Training Komite Bisa merupakan salah satu Program Astra Cerdas dari Departemen Education and Social Engagement, dalam mengoptimalkan peran guru dan anggota komite di masing-masing satuan pendidikan atau sekolah Demikian dikatakan Administratur PT KTU Hubbal K Sembiring. Dia hadir membuka acara training untuk memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Kegiatan ini merupakan program dari salah satu pilar Astra, yaitu Astra Cerdas. Tujuannya agar tercapai pelayanan pendidikan yang berkualitas di sekolah binaan. “PT KTU melalui program-program CSR akan berupaya memberikan kontribusi positif untuk kepentingan pendidikan di wilayah ring satu,” ucap Hubbal. Hubbal berharap training yang dilaksanakan dua hari dapat memberikan manfaat untuk peningkatan kompetensi peserta yang akan diterapkan di satuan pendidikan masing-masing. “Besar harapan kami, kegiatan ini bisa diikuti dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi, sehingga materi yang disampaikan narasumber dapat terserap maksimal dan diterapkan untuk peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah masing-masing,” tambah Hubbal. Peran komite di satuan pendidikan sangat penting, karena komite merupakan lembaga mandiri yang beranggotakan orangtua (wali) peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. Tugas komite sekolah memberi pertimbangan, penentuan, dan pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam satuan pendidikan, diantaranya kebijakan program sekolah, menindaklanjuti saran dan aspirasi dari peserta didik, wali, dan masyarakat serta pengamatan komite sekolah atas kinerja sekolah. Pelatihan ini bekerja sama dengan Yayasan Sakola Berbagi, dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan di bawah naungan PT Astra Agro Lestari yang memiliki sekolah binaan. Salah satunya adalah PT KTU sebagai upaya pendampingan terkait peningkatan kualitas pendidikan di sekolah binaan di desa ring satu. Acara Training Komite Bisa ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak yang diwakili oleh Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak Supriyadi MPd, Korwilcam Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Koto Gasib Sutikno MPd, Kepala SDN 18 Pangkalan Pisang, Kepala SDN 05 Pangkalan Pisang, Kepala SMP 3 Koto Gasib, Kepala MTs Miftahul Jannah, Kepala PAUD dan TK Awal Mulia, Kepala SDS KTU, Kepala SMP KTU dan 45 guru dan komite perwakilan masing-masing sekolah binaan. Hubbal ingin kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan PT KTU, dan berjalan dengan lancar serta membawa dampak positif bagi sekolah binaan di area ring satu. Narasumber Sisworo Hadi dari Sakola Berbagi memberikan materi mengenaioptimalisasi peran komite di satuan pendidikan. Ada juga materi tentangdiferensiasi dalam pembelajaran, sesuai kurikulum sekolah penggerak. Pembahasan tentang program Literasi dan Ide Big Book untuk Negeri sebagai APE Interaktif dalam PBM, juga menjadi bagian dari materi Sisworo Hadi. “Acara pelatihan virtual ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru, kepala sekolah, dan komite sekolah dalam pengelolaan manajemen sekolah di masing-masing instansi,” ucap Sisworo. Hari pertama training, seluruh peserta diajak untuk melakukan diskusi per kelompok terkait peran komite dan pembelajaran berdiferensiasi. Selanjutnya, di hari ke dua seluruh peserta diajak berdiskusi terkait membuat cerita pendek untuk dijadikan Big Book. “Seluruh peserta training terlihat sangat antusias, hal ini dibuktikan dengan aktifnya forum diskusi di kelompok kelas masing-masing,” terang Sisworo Hadi. Sementara Kabid SD Disdik Siak Supriyadi, menyampaikan perlu adanya penyamaan persepsi bahwa komite adalah organisasi yang terlepas dari satuan pendidikan, namun mereka bisa memantau dan berkoordinasi dengan sekolah. “Komite adalah perpanjangan tangan dari sekolah dan orang tua untuk memberikan masukan kepada sekolah agar lebih baik untuk menciptakan suasana belajar mengajar yang kondusif,” kata Supriyadi. Dia juga menambahkan, adanya program ini diharapkan dapat membantu dalam memberikan wawasan dan ide baru di dunia pendidikan.Tak lupa ucapan terima kasih juga disampaikan kepada PT KTU sebagai penggagas acara ini.“Diferensisasi pembelajaran dengan beberapa rancangan pembelajaran lebih efektif dan efisien untuk murid dan pelajar, sehingga tidak bosan mengikuti pelajaran dan semoga program ini bisa diaplikasikan ke semua sekolah,” tuturnya.

Digelar Secara Serentak, SMP se-Kabupaten Siak Laksanakan Asesmen Nasional
Pendidikan

Digelar Secara Serentak, SMP se-Kabupaten Siak Laksanakan Asesmen Nasional

Siak, Petah.id - Sebanyak 3.966 pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kabupaten Siak laksanakan Asesmen Nasional (AN).Ujian itu sudah dilaksanakan sejak Senin (4/10) sampai Kamis (7/10) secara serentak."Asesmen nasional adalah evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk pemetaan mutu sistem pendidikan dengan menggunakan instrumen asesmen kompetensi minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar,” jelas Kadis Pendidikan Lukman.Dikatakan Lukman, beberapa instrumen yang dimaksudkan adalah AKM adalah pengukuran kompetensi peserta didik dalam Literasi Membaca dan Literasi Matematika (Numerasi).Sementara survei karakter adalah pengukuran terhadap sikap, kebiasaan, nilai-nilai, berdasarkan enam aspek profil pelajar Pancasila.Lukman juga menjelaskan apa itu survei lingkungan belajar. Survei lingkungan belajar merupakan pengukuran kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran pada satuan pendidikan.“Dalam pelaksanaan AN, peserta didik mengikuti AKM, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Sedangkan guru dan kepala satuan pendidikan yang melaksanakan AN wajib mengikuti survei lingkungan belajar,” urai Lukman.Diterangkan Lukman, AN jenjang SMP sudah dimulai sejak Senin sampai Kamis (4-7/10) yang diikuti oleh 109 Satuan Pendidikan jenjang SMP se- Kabupaten Siak dengan jumlah peserta 3.966 peserta didik. Pelaksanaan AN di Satuan Pendidikan diwajibkan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, wajib memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, sesuai dengan ketentuan Pos AN dan SKB 4 Menteri.Sementara pelaksanaan AN selama 2 hari ini masih ada kendala, umumnya satuan pendidikan yang menggunakan moda online (daring), sebagian besar tidak berjalan lancar. “Bagi satuan pendidikan yg belum berhasil melaksanakan AN pada hari pertama dan kedua, oleh Kemendikbud diberikan kesempatan untuk melakukan AN ulang pada Rabu-Kamis (6-7/10) dan Senin-Kamis (11-14/10),” terang Lukman.Untuk jenjang SD, pelaksanaan AN dijadwalkan pada 8-18  November, diikuti oleh 251 SD, dengan jumlah peserta 6.557 peserta didik. Sedangkan untuk pendidikan kesetaraan diikuti oleh 8 PKBM, dengan jumlah peserta 255 peserta didik.Dijelaskan Lukman, pelaksanaan ANBK pada umumnya berjalan lancar dan baik pada pelaksanaan 2 hari ini, namun kendala yang terjadi bagi sekolah yang melaksanakan secara online terjadi gangguan pada jaringan dan sistem yang ada di Kemendikbudristek. Menurutnya bisa jadi dikarenakan ANBK dilaksanakan secara serentak seluruh Indonesia. Bagi Sekolah yang melaksanakan secara semionline tidak ada masalah.“Kepada sekolah yang melaksanakan secara online agar kembali mendata seluruh peserta yang mengalami kendala dan tidak bisa menyelesaikan AN sesuai jadwal awal,” ungkap Lukman.Lukman meminta agar melaporkan lansung kendala tersebut kepada Kemendikbudristek melalui sistem yang tersedia untuk bisa dijadwal ulang.

 Kadisdik Lukman : Pembiasaan Penerapan Prokes
Pendidikan

Kadisdik Lukman : Pembiasaan Penerapan Prokes

Siak, Petah.id - Sebanyak 80 persen sekolah di Siak melakukan PTM terbatas paska melandainya kasus Covid-19.Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, Lukman. Disebutkannya, sekolah yang melaksanakan PTM terbatas itu sudah memenuhi daftar periksa standar prokes."Setiap sekolah harus melakukan penyempurnaan kelengkapan tentang standar prokes. Sekolah juga harus mengantongi rekomendasi dari satgas kecamatan dan bekerja sama dengan puskemas setiap kecamatan," kata Lukman.Sekolah yang melakukan PTM terbatas, gurunya pun harus sudah melakukan vaksin terlebih dahulu. Hal itu dilakukan karena tidak ingin adanya cluster baru.Di Kabupaten Siak sudah 81 persen guru yang sudah divaksin dari total 8918 total tenaga pengajar yang ada."Guru yang sudah di vaksin 81 persen lebih dari total  8918 total guru untuk tingkat TK, SD, SMP, MI, MTS. Artinya sebanyak 1470 orang yang belum vaksin," ungkap Lukman.Dari sisa yang belum divaksin tersebut, lanjut Lukman, diantaranya memang memiliki kondisi tubuh yang tidak memungkinkan untuk melakukan vaksin."Kondisi badan mereka memang tidak bisa divaksin  karena memang memiliki riwayat sepeti ada yang kena Gula, Komorbid dan sebagainya," lanjutnya.Saat ini, Disdikbud Siak terus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan agar semua pihak bisa saling mengawasi dengan ketat demi keberlangsungan PTM terbatas.Untuk tahap awal, kata Lukman lebih jauh, proses belajar masih dalam rangka pembiasaan murid dan siswa tentang penekanan sosialisasi penegakan prokes."Masih masa transisi sehingga belum fokus pada inti pembelajaran. Macam manapun yang paling utama adalah kesehatan mereka," kata Dia.Setiap sekolah lebih mengedepankan tentang pshycososial dari peserta didik, tidak dianjurkan atau memaksa murid maupun siswa untuk memahami pembelajaran.Diakui Lukman, hal itu tentunya menjadi tugas yang berat bagi peserta didik agar bisa mengimbangi kebiasaan murid yang selama ini sudah dua tahun belajar dengan daring."Kalau dianalisa terdapat pengaruh terhadap anak murid dengan lama nya tidak melakukan sekolah tatap muka. Ada perbedaan kebiasaan setelah dilaksanakannya PTM yang sudah dua tahun hampir tidak sekolah tatap muka," ungkap Lukman.Dicontohkannya, persoalan sikap terjadi perbedaan kebiasaan karena lamanya sekolah daring.Kendati antusiasme untuk bersekolah tinggi namun untuk menyerap pembelajaran memang menurun. "Masih banyak kami temui murid ke sekolah tidak membawa buku. Makanya juga pemerintah mengantisipasi dengan beberapa kebijakan, istilahnya sistem terjadinya loss learning (kerugian belajar)," ujarnya.Yang terpenting, kata Lukman, saat ini pihaknya terus berupaya agar PTM terbatas ini bisa dilaksanakan secara terus hingga membentuk kembali kebiasaan siswa untuk belajar.Dengan itu, menekan terjadinya cluster baru di sekolah, pihaknya membentuk satgas di masing-masing sekolah untuk kerja keras mengawasi dan mengontrol serta melakukan sosialisasi termasuk dengan orang tua murid dan yang menjemput murid." Untuk orang tua murid jangan menjemput anak tidak memakai masker. Dan salah satu fungsi satgas mengingatkan itu secara berkelanjutan," tambahnya.Satgas dibentuk dari gabungan tenaga pengajar dan komite. Satgas hanya relawan tanpa di gaji.Dibentuknya satgas murni bagaimana penerapan prokes di sekolah berjalan dengan maksimal.Kata Lukman, ada kekhawatiran untuk murid ditingkat SMP karena mobilitas anak-anak diusia itu sangat tinggi."Tak jarang kami temui anak-anak setelah pulang sekolah masih nongkrong diluar tanpa prokes. Maka dari itu kami sangat mengimbau untuk orang tua murid untuk sama-sama mengawasi anaknya di rumah," pintanya.Dijelaskannya, jika hal terburuk terjadi adanya sekolah yang menjadi cluster, pihaknya akan menutup sekolah tersebut dengan skala tingkat kampung." Kita berharap hal itu tidak terjadi. Namun, jika kecolongan maka sekolah tersebut akan ditutup level kampung. Misalnya sekolah tersebut ada di Kampung  A, maka sekolah yang ada di Kampung A tersebut akan ditutup menghindari penyebaran lebih luas," beber Lukman.Akan tetapi, sampai hari ini belum ada informasi soal cluster di sekolah yang ada di Siak.Disdikbud terus melakukan monitoring ke sekolah-sekolah diberbagai kecamatan. Dan soal adanya klaster baru belum ada."Kemarin kami monitoring di Kecamatan Minas, Tualang , Siak dan Mempura belum ada terjadi, dan penerapan prokes di sekolah tersebut memanglah ketat," tutupnya.

Pemkab Siak Perketat Pengawasan PTM Terbatas Cegah Cluster Baru
Pendidikan

Pemkab Siak Perketat Pengawasan PTM Terbatas Cegah Cluster Baru

Siak, Petah.id – Pemkab Siak dan Satgas Penanggulangan Covid-19 terus memperketat pengawasan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas agar tidak menjadi cluster baru. Hal itu dilakukan guna mencegah kekhawatiran dan keresahan para pelajar dan murid.   Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19, Budhi Yuwono yang juga Asisten I Setkab Siak mengatakan sampai saat ini, PTM terbatas di Siak masih aman, tidak ada cluster baru.   “Pengawasan yang kami lakukan tanpa diketahui murid dan pelajar. Kami melakukan pengawasan secara terpadu, melibatkan guru, orangtua dan pemangku kepentingan. Kami ingin murid dan pelajar tetap konsentrasi dan tenang berada di sekolah,” terang Budhi Yuwono.   Standarnya dimulai dari orangtua. Para orangtua yang melepas anaknya ke sekolah, memastikan anaknya sehat, dan mengenakan masker. Mengingatkan anaknya untuk rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak berkerumun.   “Kepada guru agar memastikan murid atau pelajar pergi ke sekolah dalam keadaan sehat. Dan mengajar dengan prokes ketat,” terang Budhi Yuwono.   Satgas terus melakukan pengawasan dan memastikan sekolah memenuhi standar yang telah ditetapkan, salah satunya guru wajib sudah vaksin. Dan tidak mengajar jika dalam keadaan sakit, serta mematuhi prokes.   “Pengetatan pengawasan terpaksa kami lakukan agar tidak ada cluster baru di sekolah. Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pihak sekolah. Kami benar benar ingin PTM tetap terus berlangsung,” tutur Budhi.

Halaman

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: A non-numeric value encountered

Filename: pages/kategori-berita.php

Line Number: 51

Backtrace:

File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/pages/kategori-berita.php
Line: 51
Function: _error_handler

File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/public.php
Line: 159
Function: view

File: /home/u1605178/public_html/application/controllers/Main.php
Line: 242
Function: view

File: /home/u1605178/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

1 dari 4