Prestasi DPMPTSP Siak Tingkat Nasional Diganjar dengan DID 5,5 Miliar
Siak

Prestasi DPMPTSP Siak Tingkat Nasional Diganjar dengan DID 5,5 Miliar

Siak, Petah.id - Kabupaten Siak kembali meraih Anugerah Layanan Investasi 2021 dengan nomine Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah dari Kementrian Investasi/BKPM.Penghargaan tersebut diberikan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Siak dengan nilai tertinggi.Atas raihan prestasi itu, DPMPTSP Siak mendapatkan ganjaran Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp5,55 miliar dari Kementrian Keuangan.Angka ini, merupakan tertinggi dari 25 kabupaten kota dan provinsi se-Indonesia.  Penghargaan itu langsung diterima oleh Kepala DPMPTSP Heriyanto di Ballroom 3 The Ritz-Carlton Hotel Pacific Place, SCBD Jalan Jenderal Sudirman No 35 Jakarta, Selasa (13/11) pagi.Acara puncak pada Rabu (24/11) di tempat yang sama, dan lima kabupaten kota serta provinsi akan mendapatkan penghargaan yang langsung diserahkan oleh Presiden RI Jowo Widodo.“Kami bagian dari lima yang berprestasi itu dan Wabup Husni Merza yang akan mewakili untuk menerima penghargaan tersebut,” jelas Heriyanto.Kabupaten Siak menembus kancah nasional dalam hal pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) dan kinerja percepatan pelaksanaan berusaha (PPB).Kepala DPMPTSP Heriyanto mengatakan apa yang diraih ini, merupakan bonus dari kerja keras dan kerja cerdas semua yang ada di dinas yang dikelolanya.“Terima kasih kepada Bupati Alfedri, Wabup Husni Merza, Sekda Arfan Usman dan semuanya yang telah mendukung kami, hingga berada di posisi ini,” ucap Heriyanto.Selain DID Rp5,55 yang akan masuk ke kas daerah, sebelumnya pihaknya juga mendapatkan perangkat komputer, laptop dan lainnya sebagai penunjang kerja.Dikatakan Heriyanto, untuk lima besar, dia mendapat informasi akan ada hadiah tambahan berupa perangkat dan kelengkapan kerja.“Banyak tahapan dan panjang prosesnya untuk sampai di sini. Kami benar benar berusaha untuk selalu menjadi yang terbaik. Karena kami ingin Pemerintah Kabupaten Siak ini terus berjaya dan masyarakatnya bahagia,” ucap Heriyanto.

Kumpulkan Koin, Selamatkan Kapal Kato
Peristiwa

Kumpulkan Koin, Selamatkan Kapal Kato

Siak, Petah.id - Masyarakat Peduli Kabupaten Siak (MPKS) dan Rumpun Melayu Bersatu Laskar Hulubalang Melayu Riau (RMB LHMR) gelar aksi simpatik kumpulkan uang koin di depan Istana Siak, Minggu (21/11/2021) pagi.Hal itu buntut dari hebohnya di media sosial tentang keprihatinan atas tidak terawatnya Kapal Kato yang ada di lingkungan Istana Siak oleh Pemda Siak.Dikatakan Wan Hamzah aksi mengumpulkan koin untuk memperbaiki Kapal Kato  yang juga salah satu cagar budaya Siak. Ia  menilai Kapal Kato tidak diperhatikan oleh pemda Siak."Kapal Kato itu bagian dari sejarah, tapi kondisinya sangat memprihatinkan. Padahal, berada di lingkungan Istana Siak," kata Wan Hamzah.Dijelaskan Wan Hamzah, seharusnya Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pariwisata lebih bisa memprioritaskan hal-hal yang penting dalam rangka siak lebih baik."Jangan sudah heboh, viral di media sosial baru pemerintah melakukan langkah. Seharusnya hal yang begitu tidak perlu diajari," jelas Wan Hamzah.Aksi simpatik ini, lanjut Wan Hamzah, sebagai bentuk kepedulian terhadap salah satu peninggalan Sultan Siak, yaitu Kapal Kato. "Kami menilai bahwa tidak ada keseriusan dari Pemerintah Daerah dalam menjaga atau memelihara peninggalan sultan kita yang telah menjadi salah satu objek cagar budaya. Dari situlah kami berangkat, tergugah hati untuk mengumpulkan koin yang nantinya insyaallah akan kami serahkan kepada Pemerintah Kabupaten Siak dalam hal ini Dinas Pariwisata,” tutur Wan Hamzah.

Mafia Kayu Anak Jenderal di Bengkalis Digulung Polda Riau
Bengkalis

Mafia Kayu Anak Jenderal di Bengkalis Digulung Polda Riau

Pekanbaru, Petah.id - Mafia kayu di hutan lindung daerah Siak Giam Kecil, Kabupaten Bengkalis digulung jajaran Tim Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau.Dari hasil penangkapan, Polda Riau berhasil mengamankan pelaku dan kayu hasil penebangan dari hutan lindung yang siap diangkut.Diketahui kayu tersebut milik Mat Ari alias Anak Jenderal. Di lokasi tim menemukan kegiatan pemuatan kayu log di tepi aungai Siak Kecil.Dari hasil penyisiran, kayu tersebut diduga dari pembalakan liar yang terjadi di Cagar Biosfer Siak Giam Kecil. Di lokasi juga ditemukan ratusan tual kayu dengan jenis campuran."Benar, kita gulung komplotan illegal logging di Sungai Mandau di Teluk Nibung dan juga Sungai Linau," kata Kapolda Riau Irjen Agung Setya Selasa sore (16/11/2021).Agung mengatakan komplotan mafia kayu yang dipimpin pelaku bernama Mat Ari alias Anak Jenderal itu ditangkap oleh tim gabungan yang diback up personel Brimob. Operasi penangkapan itu setelah sehari sebelumnya dilakukan patroli udara dan menemukan aktivitas perambah hutan dibeberapa lokasi/koordinat."Ini komplotan pimpinannya Mat Ari alias Anak Jenderal. Itu adalah lokasi yang kemarin saya lihat dari atas (patroli udara), kayu illegal logging dihanyutkan ke sungai oleh kelompok Mat Ari alias Anak Jenderal ini,” lanjut Irjen Agung.Kapolda memastikan  menindak tegas pelaku perambahan hutan. Penindakan tidak hanya sampai ke pekerja, tapi ia memastikan akan membongkar sampai ke pemodal.Sebelumnya, Agung mengatakan perambahan hutan menjadi pintu awal terjadinya kerusakan lingkungan di Riau. Semula hutan dirusak lewat penebangan liar. Setelah dijarah kayunya, hutan asri itu kemudian mulai mengering dan mulai dibakar pada musim kemarau.Tidak sampai 2-3 tahun, hutan itu dibakar dan berubah menjadi perkebunan yang digarap para pelaku secara ilegal dengan ditanami sawit. "Muaranya hutan lindung, kawasan Suaka Margasatwa di Giam Siak Kecil dan Kerumutan itu kemudian menjadi perkebunan. Maka kita cegah dengan menjaga agar tidak ada lagi aktivitas perambahan hutan, illegal logging dan sebagainya," kata Agung.Dilokasi Giam Siak Kecil, terlihat hutan yang tadinya hijau rimbun telah dijarah para pelaku illegal logging. Kayu-kayu alam itu ditebang dan diangkut lewat perairan.Dari udara, terlihat kayu-kayu ditebang dan diolah seperti gelondongan dan papan siap jual. Kayu diangkut dari hutan dengan para pelaku membuat rel dari kayu yang sudah disusun.Kayu dibawa dari hutan ke sungai dan diangkut ke darat. Terlihat banyak tumpukan-tumpukan kayu di dalam hutan. Demikianpun hutan di Kerumutan juga tak luput dari ulah penjarah. Nampak jejak penebangan kayu dan tenda-tenda biru berdiri di tengah rimbunnya hutan Kerumutan.Dikatakan Kapolda Agung, hal ini sebagai bukti negara hadir dan tidak boleh kalah dari kejahatan."Negara jangan sampai kalah sama penjahat," tutupnya.

Perkumpulan Elang : Perhutanan Sosial jadi Solusi
Siak

Perkumpulan Elang : Perhutanan Sosial jadi Solusi

Siak, Petah.id -  Hampir 20 tahun masyarakat Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak berkonflik dengan PT Arara Abadi. Perjuangan masyarakat tak pernah surut untuk mengembalikan hak-hak mereka.Upaya dalam menjemput keadilan terus dilakukan oleh masyarakat. Sampai menemui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkumpulan ElangMasyarakat mengadukan serta berdiskusi  perihal konflik yang mereka alami dengan PT Arara Abadi. Demikian dikatakan Sekretaris Kelompok Tani Doral, Rizal datang mengadukan konflik yang selama ini dianggap merugikan masyarakat.Rizal tak datang sendiri, Ia bersama Andi Putra mantan Camat Pusako yang juga tokoh masyarakat di Kampung Dosan itu.Disampaikan Rizal, konflik dengan PT Arara Abadi itu terjadi karena masyarakat dianggap menggarap lahan yang menjadi konsesi perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) tersebut. "Acap kali tanaman dan kebun masyarakat dimusnahkan oleh perusahaan dengan berbagai cara mulai dari mencabut hingga meracuni tanaman," keluh Rizal.Dalam konflik tersebut, bentrok fisik pun tak terelakkan antara masyarakat dengan karyawan perusahaan."Tahun 2011 Security PT Arara Abadi bersama brimob mengusir demonstran dengan melepaskan anjing," ungkap Rizal sedih.Lebih lanjut dikatakan Rizal, tahun 2014, masyarakat Desa Dosan juga pernah berunjuk rasa ke Kantor Bupati menuntut keadilan haknya atas tanah yang telah di rampas oleh PT Arara Abadi. Terbaru, Oktober 2021 Masyarakat mengusir alat berat milik PT Arara Abadi yang sedang bekerja di tanah mereka."Kami masyarakat sudah menggarap lahan yang berada di Doral, Kampung Pusako sejak tahun 1990 jauh sebelum PT Arara Abadi mendapatkan izin di sana," jelasnya.“Pada saat kami di situ belum ada kami mengetahui bahwa di situ telah terbit HPH HTI Arara Abadi,” sambungnya.Mengetahui adanya wilayah konsesi di daerah tersebut, masyarakat saat itu dijanjikan oleh perusahaan akan mengeluarkan lahan masyarakat dari kawasan konsesi yang baru terbit.“Nanti kami akan dikeluarkan dari Kawasan HPH HTI PT Arara Abadi sesuai dengan SK Menteri 743 tahun 96 itu. Namun, hingga saat ini Rizal mengaku lahan mereka belum juga dikeluarkan dari areal konsesi," terang Rizal mengingat kejadian itu.Sementara itu, masyarakat Kampung Dosan sudah menguasai lahan Doral dan berkebun disana dengan jenis tanaman seperti karet sagu dan lain-lain yang dibuktikan dengan surat kepemilikan lahan yang diterbitkan oleh desa pada tahun 1990.Sedangkan PT Arara Abadi mendapatkan izin dari Menteri Kehutanan pada tahun 1996 dan mulai beroperasi pada tahun 2002 yang ditandai dengan pembuatan portal di Kilometer 3 Jalan Doral.Rizal menyebutkan semenjak adanya perusahaan HPH HTI tersebut terjadi beberapa dampak yang mereka rasakan.Mulai dari masyarakat terusir dari lahan yang telah lama mereka kelola, masyarakat tidak bisa mengelola kebun yang telah ditanami karena akses ditutup perusahaan, bahkan sering terjadi bentrok antar masyarakat dengan pihak keamanan perusahaan hingga sering terjadinya kebakaran lahan."Jadi memang terjadi kesenjangan sosial di tingkat masyarakat saat ini," ungkapnya.Hal senada juga dikatakan Andi Putra, mantan camat Pusako. Disampaikannya hadirnya PT Arara Abadi mengganggu ketenangan masyarakat Doral Kampung Dosan.“Dahulunya masyarakat hidup di sana tenang, bisa berkebun dengan baik tidak ada masalah. Namun seiring berjalannya waktu sampai di tahun-tahun 2000-2005 mulailah muncul konflik antara masyarakat dengan perusahaan. Konflik itu muncul setelah perusahaan masuk di lahan-lahan masyarakat,” ujar Andi yang juga putra asli kelahiran Dosan.Sementara itu, Direktur Eksekutif Perkumpulan Elang, Janes Sinaga mengaku pihaknya sudah sejak lama mendampingi masyarakat Dosan sejak konflik terjadi.Ia menganggap tahu betul bagaimana perjuangan masyarakat dalam mendapatkan hak mereka atas kebun dan lahan tang sudah sejak lama dikelola. "Konflik antara masyarakat dengan perusahaan ini harus segera dicarikan solusinya oleh pemerintah agar tidak berlarut-larut dan dikhawatirkan semakin meluas," tegas Janes Sinaga.Janes khawatir, jika dibiarkan konflik antara masyarakat dan perusahaan Arara Abadi akan meluas."Konflik harus segera dicarikan jalan keluarnya, kita khawatir ke depan akan terjadi konflik yang lebih besar bahkan hingga menelan korban jiwa,” beber Janes. Menurut Janes, salah satu solusi yang dapat digunakan adalah dengan memberikan akses kelola pada masyarakat melalui program perhutanan sosial di lahan-lahan yang sudah di garap oleh masyarakat. Selain itu, tambahnya, untuk pemukiman dan fasilitas umum harus dikeluarkan dari kawasan hutan dan konsesi dengan skema Tanah Objek Reforma Agraria (TORA)."Saat ini kami tengah mendampingi masyarakat untuk mengusulkan pengajuan perhutanan sosial ke kementerian LHK. Kita berharap usulan yang akan diajukan oleh masyarakat Dosan ini dapat dikabulkan oleh kementerian sehingga masyarakat dapat berkebun dengan tenang,” sebut Janes.“Untuk pemukiman dan fasilitas umum kita ajukan agar dikeluarkan dari kawasan hutan dengan skema TORA," tutup Janes.

Serahkan Bantuan Bebek Petelur PT KTU Berharap Bisa Bangkitkan Perekonomian Masyarakat
Siak

Serahkan Bantuan Bebek Petelur PT KTU Berharap Bisa Bangkitkan Perekonomian Masyarakat

Siak, Petah.id - Melalui CSR kewirausahaan PT Kimia Tirta Utama (KTU) terus menggalakkan pemberdayaan bagi masyarakat di sekitar perusahaan.Beberapa waktu lalu, desa yang berada di ring satu perusahaan kembali mendapat bantuan bibit ikan Gurame sekaligus pakannya untuk MPA Mandiri di Desa Kuala Gasib.Kali ini, perusahaan Group Astra ini juga membagikan bantuan bebek petelur, pakan dan alat penetas untuk masyarakat Buatan I, Kecamatan Koto Gasib yang diserahkan langsung oleh  Hardiman selaku CDO PT KTU. Budi, selaku kelompok tani yang menerima langsung bantuan tersebut mengaku senang dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PT KTU.Menurutnya, PT KTU telah memperhatikan dan membantu pemberdayaan ekonomi di tengah-tengah masyarakat di situasi saat ini.Kata Budi, pihaknya benar-benar merasakan dampak positif akan keberadaan PT KTU di lingkungannya."Perusahaan sudah banyak memberikan sumbangsih terhadap kemajuan desa kami baik berupa bantuan beasiswa anak sekolah, sarana prasarana dan sekarang bantuan untuk pemberdayaan ekonomi berupa bebek petelur lengkap dengan pakan dan alat penetas telurnya," kata Budi sembari menerima bantuan dari PT KTU.Ia pun berharap agar kedepannya hubungan perusahaan dan masyarakat bisa berjalan harmonis."Sekali lagi terima kasih kami sampaikan kepada pihak manajemen PT KTU atas sumbangsihnya terhadap desa kami.  Semoga keharmonisan perusahaan dengan masyarakat tetap  terjaga dengan baik dan PT. KTU semakin sukses kedepannya,” tutur Budi.Sementara itu, Administratur PT KTU Hubbal K Sembiring yakin masyarakat bisa sukses dalam beternak bebek petelur.Kegiatan ini, sambung Hubbal, sebagai wujud participative meeting antara perusahaan, perangkat desa dan masyarakat di sekitar perusahaan.“Saya yakin bantuan ini akan sangat bermanfaat dan berdaya guna tinggi karena disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar mampu dalam budidaya dan beternak bebek petelur. Besar harapan saya kesempatan ini digunakan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat penerima bantuan untuk memanfaatkan dan mengembangkan budidaya dan ternak bebek petelur ini  agar dapat meningkatkan pendapatan keluarga mereka,” terang Administratur PT KTU Hubbal K Sembiring.Hal senada juga dikatakan CDO PT KTU Hardiman. Sambutan hangat membuat perusahan merasa semakin dekat masyarakat."Terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat desa saya berharap budidaya bebek petelur ini akan memberikan tambahan penghasilan sehingga tercipta masyarakat yang tangguh dari segi ekonomi," tutupnya.Tampak hadir dalam acara tersebut Hardiman selaku CDO perusahaan, Asisten Fire Protection Hendra Novianto dan Eri Apriadi perwakilan CSR PT KTU.

Inovasi SMAN 2 Sungai Apit Ubah Limbah Nenas Jadi Sabun Kertas
Ekonomi

Inovasi SMAN 2 Sungai Apit Ubah Limbah Nenas Jadi Sabun Kertas

Siak, Petah.id – Sungai Apit merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Siak sebagai penghasil nenas terbesar di provinsi Riau.   Peluang ini dilirik oleh SMAN 2 Sungai Apit untuk memanfaatkan limbah nenas sebagai salah satu ekonomi kreatif. Demikian dikatakan kepala SMAN 2 Sungai Apit Siti Sarifah SAg. Limbah nanas di Sungaiapit, menurutnya belum dimanfaatkan, terutama kulit dan daunnya.   “Sehingga kami mendapatkan ide untuk memanfaatkan limbah nenas ini menjadi sesuatu yang berdaya guna, dan bernilai ekonomis. Serta menjadi bisnis ekonomi kreatif nantinya,” terang Kepala Sekolah Siti Sarifah.   Ditambahkan Siti Sarifah, apalagi di masa pandemi  Covid-19 ini, semua orang dituntut mentaati protokol kesehatan dengan 5M, salah satunya mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.   “Maka kebutuhan untuk hidup bersih ini memicu kami  menginovasi pembuatan sabun kertas dari limbah nenas, di mana kertasnya terbuat dari daun nenas, sedangkan sabunnya ditambahkan ekstrak kulit nenas,” terang Kasek Siti Sarifah.   Menurut Siri Sarifah, ide pertama berasal dari anggota Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), kemudian dibimbing oleh guru kimia SMAN 2 Sungaiapit Lena Artika SPd, didukung Kepala Sekolah Siti Sarifah SAg serta tim, juga support seluruh majelis guru dan TU, OSIS dan tentunya difasilitasi oleh pihak sekolah.   Dijelaskan Siti Sarifah, iven hanya momen. SMAN 2 Sungaiapit, memang ada program unggulan, diantaranya program kewirausahaan.   Hal ini sejalan dengan terpilihnya sekolah kami menjadi salah satu sekolah penggerak dari 382 sekolah tingkat menengah se-Indonesia,” terangnya.   Di dalam sekolah penggerak, ada kegiatan projek berupa keterampilan wirausaha, sejalan juga dengan visi misi sekolah, yang akan membentuk peserta didik menjadi interpreneur yg tangguh.   Ketika iven Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) diluncurkan oleh Puspresnas, sangat sesuai dengan kegiatan di dalam KIR SMAN 2.   “Maka lomba FIKSI ini, merupakan salah satu langkah kami untuk mengembangkan produk inovasi kami,” terangnya.   Perjuangan menjadikan limbah nenas atau limbah organik yakni kulit nenas dan daun nenas menjadi barang yang bermanfaat, dengan cara mencoba membuat sabun yang dalam pembuatannya dilakukan beberapa kali pengulangan, agar pH sabun yang dibuat  memenuhi standar.   Begitu juga dengan pembuatan kertasnya, mulai dari tekstur yang kasar, hingga diulang beberapa kali, sampai benar benar halus walaupun belum sehalus yang diharapkan.   “Produk ini kami beri mama PiWaPaSo atau Pineapple Waste Paper Soap. Harganya Rp7.000 per kemasan. Untuk sekarang kami belum memasarkan, karena masih dalam proses perbaikan produk dan diusahakan untuk mendapatkan izin produk melalui BPOM,” jelas Siti Sarifah.   Setelah produk diperbaiki dan mendapatkan izin, pihaknya akan memasarkan produk itu.   “Kami sudah membuat perjanjian kerja sama dengan koperasi sekolah, dengan koperasi umum dan dengan PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), serta dengan PT BSP,” ucapnya.   Sesungguhnya, sekolahnya memilih limbah nenas, karena memang Sungaiapit salah satu penghasil nenas terbesar di Provinsi Riau. selain itu di SMAN 2 Sungaiapit terdapat kegiatan kewirausahaan kebun nenas, sehingga setiap kelas ada kebun nenas.   “Langkah selanjutnya agar tidak hanya satu produk, kami akan membuat inovasi inovasi baru  memanfaatkan limbah di sekitar kami agar produk yang kami hasilkan beragam,” kata dia.   Atas capaian ini, Siti Sarifah sebagai kepala sekolah  mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung pembuatan sabun kertas dari limbah nenas.

Tolak Saat Terjaring Razia Satpol PP, Terapis Pijat di Pekanbaru Teriak dan Meronta
Pekanbaru

Tolak Saat Terjaring Razia Satpol PP, Terapis Pijat di Pekanbaru Teriak dan Meronta

Pekanbaru, Petah.id – Sambil teriak dan meronta, sejumlah wanita terapis pijat SPA di Kota Pekanbaru, Riau, tolak saat akan digelandang oleh Satpol PP. Mereka terjaring Razia Operasi yustisi yang digelar Satpol PP sejak Jumat malam hingga Sabtu (9/10/2021) dinihari. Razia tersebut menyasar sejumlah tempat hiburan malam, SPA, karaoke, billiard, sampai tempat kuliner malam. Salah satu yang menjadi sasaran Satpol PP adalah Glamour Spa di Jalan Tuanku Tambusai. Di sana, petugas mendapati sejumlah terapis pijit sedang menanti tamu. Lantas, petugas terpaksa membawa para terapis dan juga karyawan tersebut ke kantor Satpol PP lantaran tidak memiliki kartu identitas atau KTP domisili. Petugas sempat adu mulut dengan para terapis. "Janganlah bawa kami, takut ditahan. Masa kami pakai baju seperti ini," ujar satu terapis saat hendak dibawa. "Tolong mohon kooperatif, kami hanya mendata di kantor. Jangan buang waktu, masih banyak yang harus dirazia," papar Kabid Ops Satpol PP kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra. Tim pun kemudian bertolak menuju lokasi razia lainnya. Razia berlanjut ke Pocket Jalan Sultan Syarif Kasim, Pujasera 88 Jalan Sultan Syarif Kasim serta The Platinum Jalan Lokomotif. "Dari Glamour SPA, kami mengaman karyawan atau terapis sebanyak 9 orang. Pria 3 orang dan wanita 6 orang. Mereka akan didata. Dari banyaknya masyarakat yang terjaring razia, mereka masih tidak punya KTP domisili," terang Reza. Operasi yustisi itu digelar berdasarkan Perda Kota Pekanbaru Nomor 5 tahun 2002 tentang ketertiban umum. Ada juga Perda Nomor 12 tahun 2007 tentang ketertiban sosial. Selanjutnya, Perda Nomor 14 tahun 2006 tentang Miras. Petugas juga melakukan sosialisasi tentang Surat Edaran Pengetatan Aktivitas dan Edukasi Pelaksaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Kota Pekanbaru.Sumber : SuaraRiau.id

13 Atlit dari Siak Wakili Riau Berjuang di PON Papua
Siak

13 Atlit dari Siak Wakili Riau Berjuang di PON Papua

Siak, Petah.id -  Sebanyak 13 orang atlit dan 6 orang pelatih terbaik dikirim dari Kabupaten Siak untuk memperkuat kontingen dari Provinsi Riau pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX di Papua.Demikian dikatakan Ketua Komite Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Siak, Nassarudin. 13 atlit yang dikirim untuk bertanding ke Papua itu mewakili dari 7 cabang olahraga."Tujuh cabang olahraga itu adalah cabang Sepatu Roda, Wushu, Panahan, Bola Basket, Sepak Takraw dan Angkat Berat. Mari Kita doakan anak-anak ini menang," ujarnya Nassarudin.Sebelum ke bertandang ke Papua, saat ini seluruh atlit yang mewakili Riau itu melakukan pusat pelatihan Training Center di bawah pengawasan KONI Riau yang dipusatkan di Labersa, Kota Pekanbaru."Mereka saat ini sedang fokus training center dan sudah berjalan dua minggu. Bertanding di musim pandemi ini dibutuhkan disiplin yang tinggi dengan menjaga kesehatan tubuh yang terpenting menerapkan protokol kesehatan," terangnya.Ia selalu berharap, para atlit dan pelatih disiplin waktu dan selalu jaga kesehatan. Fokus pada latihan, semoga menjadi yang terbaik.Berikut nama-nama atlit beserta cabang olahraga dari Siak yang akan dikirim pada PON di Papua :1. Cabang Anggar ada Dwi Angga Mayudha, Ayu Pani dengan pelatih Zulkifli2. Cabang angkat berat, Yanuarius Sihura, Sri Rahayu3. Cabang Bola Basket ada Argus Sanuyudy4. Cabang olahraga Panahan, Atlit Muhammad Afdi dengan asisten pelatih Siswanto5. Cabang olahraga Sepak Takraw, atlit Angga Tri Kusdianto, Dion Pramudana, Puput Melayani dengan pelatih Anton Prawoto6. Sepatu Roda, Tengku Anggito Wicaksono, Tengku Wahyu Gunawan, Jovi Juliardo7. Cabang olahraga Wushu, atlit Ahmad Ferdianto, pelatih Sukarjak.Kantongi Banyak Prestasi, Almad Siregar Dipercaya Bawa Tim Silat Riau JuaraNama Almad Siregar (32) mantan atlit Silat asal Siak yang banyak mengantongi prestasi kembali muncul jelang keberangkatan kontingen Riau ke Papua.Kali ini, Almad tampil bukan lagi sebagai atlit. Melainkan sebagai seorang pelatih dari cabang olahraga silat.Almad mengaku bersyukur kembali  dipercaya mendampingi atlit silat dari Riau menuju PON ke Papua." Alhamdulillah masih dipercaya mendampingi atlit silat dari Riau bersama pelatih lainnya, semoga bisa mendapatkan hasil yang maksimal," kata Almad.Membawa atlit silat Riau ke PON di Papua diakui Almad menjadi tanggung jawab yang luar biasa Ia emban. Almad meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat agar mendapatkan hasil yang maksimal."Ini merupakan tanggungjawab berat bagi saya. Minta doa dan dukungan agar duta olah raga dari Provinsi Riau mampu meraih hasil terbaik," pinta Almad.Saat ini Almad menjadi seorang Aparatur Negeri Sipil (ASN) dan bekerja di Dispora Provinsi Riau dan aktif melatih silat di PPLP.Dikisahkan Almad hingga dia menjadi seorang ASN dari seorang atlit silat. Pada PON Riau tahun 2012, Almad meraih juara satu dan mendapat medali emas, saat itu, Gubernur berjanji siapa yang meraih juara satu atau dapat emas akan di angkat menjadi pegawai negeri."Alhamdulillah, saya sekarang sudah ASN," kata Almad senyum sumringah.Almad dibesarkan dari Perguruan Silat Kemenyan Putih, Silat itu merupakan Silat Melayu Siak.Berikut sederet prestasi yang dibawa Almad mengharumkan nama Kabupaten Siak, Provinsi Riau hingga Indonesia.Almad pernah meraih emas pada Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) ASEAN tahun 2009 di Thailand. Almad juga pernah meraih medali emas pada kejuaraan Sijori (Singapura, Johor, dan Riau) di Johor 2009, emas pada Kejurnas Dewasa di Riau tahun 2011, Emas PON Riau tahun 2012, mendapat medali Perak di Kejuaraan Dunia 2012 di Thailand, medali Perak di Asean South Championship 2013, Perak Pra Sea Games 2013 dan meraih medali Perunggu pada Pra PON tahun 2015.Sementara itu, karirnya sebagai seorang pelatih pernah membawa tim Silat Ke even Sijori berhasil meraih 1 Emas 2 Perak di Johor 2016, 3 emas 2 Perak 1 Perunggu di event Porprov Kampar dan 1 emas 2 Perak pada Pra Pon Jakarta 2019 lalu.

Halaman 1 dari 6