Prestasi DPMPTSP Siak Tingkat Nasional Diganjar dengan DID 5,5 Miliar
Siak

Prestasi DPMPTSP Siak Tingkat Nasional Diganjar dengan DID 5,5 Miliar

Siak, Petah.id - Kabupaten Siak kembali meraih Anugerah Layanan Investasi 2021 dengan nomine Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah dari Kementrian Investasi/BKPM.Penghargaan tersebut diberikan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Siak dengan nilai tertinggi.Atas raihan prestasi itu, DPMPTSP Siak mendapatkan ganjaran Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp5,55 miliar dari Kementrian Keuangan.Angka ini, merupakan tertinggi dari 25 kabupaten kota dan provinsi se-Indonesia.  Penghargaan itu langsung diterima oleh Kepala DPMPTSP Heriyanto di Ballroom 3 The Ritz-Carlton Hotel Pacific Place, SCBD Jalan Jenderal Sudirman No 35 Jakarta, Selasa (13/11) pagi.Acara puncak pada Rabu (24/11) di tempat yang sama, dan lima kabupaten kota serta provinsi akan mendapatkan penghargaan yang langsung diserahkan oleh Presiden RI Jowo Widodo.“Kami bagian dari lima yang berprestasi itu dan Wabup Husni Merza yang akan mewakili untuk menerima penghargaan tersebut,” jelas Heriyanto.Kabupaten Siak menembus kancah nasional dalam hal pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) dan kinerja percepatan pelaksanaan berusaha (PPB).Kepala DPMPTSP Heriyanto mengatakan apa yang diraih ini, merupakan bonus dari kerja keras dan kerja cerdas semua yang ada di dinas yang dikelolanya.“Terima kasih kepada Bupati Alfedri, Wabup Husni Merza, Sekda Arfan Usman dan semuanya yang telah mendukung kami, hingga berada di posisi ini,” ucap Heriyanto.Selain DID Rp5,55 yang akan masuk ke kas daerah, sebelumnya pihaknya juga mendapatkan perangkat komputer, laptop dan lainnya sebagai penunjang kerja.Dikatakan Heriyanto, untuk lima besar, dia mendapat informasi akan ada hadiah tambahan berupa perangkat dan kelengkapan kerja.“Banyak tahapan dan panjang prosesnya untuk sampai di sini. Kami benar benar berusaha untuk selalu menjadi yang terbaik. Karena kami ingin Pemerintah Kabupaten Siak ini terus berjaya dan masyarakatnya bahagia,” ucap Heriyanto.

Kumpulkan Koin, Selamatkan Kapal Kato
Peristiwa

Kumpulkan Koin, Selamatkan Kapal Kato

Siak, Petah.id - Masyarakat Peduli Kabupaten Siak (MPKS) dan Rumpun Melayu Bersatu Laskar Hulubalang Melayu Riau (RMB LHMR) gelar aksi simpatik kumpulkan uang koin di depan Istana Siak, Minggu (21/11/2021) pagi.Hal itu buntut dari hebohnya di media sosial tentang keprihatinan atas tidak terawatnya Kapal Kato yang ada di lingkungan Istana Siak oleh Pemda Siak.Dikatakan Wan Hamzah aksi mengumpulkan koin untuk memperbaiki Kapal Kato  yang juga salah satu cagar budaya Siak. Ia  menilai Kapal Kato tidak diperhatikan oleh pemda Siak."Kapal Kato itu bagian dari sejarah, tapi kondisinya sangat memprihatinkan. Padahal, berada di lingkungan Istana Siak," kata Wan Hamzah.Dijelaskan Wan Hamzah, seharusnya Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pariwisata lebih bisa memprioritaskan hal-hal yang penting dalam rangka siak lebih baik."Jangan sudah heboh, viral di media sosial baru pemerintah melakukan langkah. Seharusnya hal yang begitu tidak perlu diajari," jelas Wan Hamzah.Aksi simpatik ini, lanjut Wan Hamzah, sebagai bentuk kepedulian terhadap salah satu peninggalan Sultan Siak, yaitu Kapal Kato. "Kami menilai bahwa tidak ada keseriusan dari Pemerintah Daerah dalam menjaga atau memelihara peninggalan sultan kita yang telah menjadi salah satu objek cagar budaya. Dari situlah kami berangkat, tergugah hati untuk mengumpulkan koin yang nantinya insyaallah akan kami serahkan kepada Pemerintah Kabupaten Siak dalam hal ini Dinas Pariwisata,” tutur Wan Hamzah.

Kenang : Sudah Berkeliaran Mengelilingi Rumah Warga dan Makan Hewan Ternak
Peristiwa

Kenang : Sudah Berkeliaran Mengelilingi Rumah Warga dan Makan Hewan Ternak

Siak, Petah.id  - Baru beberapa hari yang lalu memangsa hewan ternak, kini harimau kembali memakan ayam peliharaan dan berkeliling di sekitar rumah warga. Harimau yang diduga lebih dari satu ekor itu memakan hewan ternak ayam milik warga itu pada Kamis (18/11/2021) dini hari. Kenang salah warga Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit,  Kabupaten Siak, Riau harus terpaksa ikhlas karena ayam peliharaannya disantap harimau. Bahkan, dilihat jejak kaki harimau tersebut tampak mengelilingi rumahnya. Dikatakan Kenang, sejak dua hari yang lalu saat harimau memangsa hewan ternak milik warga teluk lanus lainnya, masyarakat sudah tidak berani lagi keluar rumah, apalagi saat sore hingga malam hari. “Warga siaga di kediaman masing-masing. Apapun yang terjadi wajib melaporkan kepada perangkat desa,” terang Kenang yang juga menjabat sebagai Kaur Pemerintahan Kampung Teluk Lanus. Menurutnya, dia cukup kaget ketika tahu rumahnya disatroni harimau. Dia langsung berkoordinasi dengan warga lainnya. Selanjutnya dengan menggunakan penerangan berupa obor, warga mengusir harimau yang sudah menyantap ternak peliharaan Kenang. “Dan melihat jejaknya, jumlahnya lebih dari satu ekor. Sebab sekeliling rumah saya, banyak jejak harimau,” ucap Kenang. Situasi ini, membuat seisi kampung menjadi sangat khawatir. Karena harimau dapat dipastikan posisi harimau saat ini berada di sekitar kampung. Artinya saat ini, kami saling mengintai. “Atas kejadian ini, kami mengimbau warga agar semakin berhati hati. Kami tidak ingin sampai ada korban jiwa,” kata Kenang. Menurut Kenang, sebenarnya mereka sudah memasang kamera trap atau kamera pengintai. Kamera itu sengaja ditinggal pihak BBKSDA Riau, untuk mengantisipasi kalau kalau harimau kembali masuk kampung. “Ada dua kamera yang kami pasang. Dan beberapa pemuda diajarkan teknik pengoperasiannya,” jelas Kenang. Atas apa yang terjadi pihak desa sudah berkoordinasi dengan kecamatan, Kabupaten dan BBKSDA Riau. “Kami berharap situasi seperti ini segera berakhir. Sebab kami ingin hidup normal. Beraktivitas seperti biasa, tanpa harus merasa cemas ketika hendak pergi ke kebun,” tutur Kenang.

Sesalkan Akumulasi Dua Pemain PS Siak, Asisten Pelatih Pukul Wasit
Olahraga

Sesalkan Akumulasi Dua Pemain PS Siak, Asisten Pelatih Pukul Wasit

Siak, Petah.id - Heboh video yang menunjukkan seorang asisten pelatih sepakbola memukul salah satu wasit pada laga divisi tiga di Riau.Diketahui, video yang menjadi buah bibir masyarakat  dan heboh di media sosial tersebut terjadi di Kabupaten Siak, Riau saat pelaksanaan laga kandang antara PS Siak melawan PS Duri pada Minggu (14/11/2021) petang.Asisten Pelatih PS Siak itu bernama Sunardi. Dikatakan Nardi, peristiwa itu buntut dari kekecewaannya terhadap keputusan wasit. Dua pemain PS Siak diakumulasi tanpa kesalahan fatal membuatnya kehilangan kendali.Dia menyayangkan keputusan yang diambil wasit, tanpa mempertimbangkan PS Siak di pertandingan berikutnya.“Saya sudah berusaha berbicara dengan wasit, namun diabaikan. Tentu saja saya menjadi hilang kendali,” terang Nardi.Sebelumnya dua pemain PS Siak cedera ketika berlaga dengan wahana. Saat berlaga dengan Duri, dua pemain diakumulasi. Namanya bermain sepakbola, tentu berusaha menghentikan bola, lalu mengambil alih, sama sekali tidak ada berkeinginan untuk mencederai lawan. “Kami sepakat untuk bermain secara sportif, sehingga lawan tidak cedera, karena kami berjuang untuk menembus liga II,” jelas Nardi.Apa yang terjadi pada Ahad (14/11) petang di menit ke-23, sesungguhnya bentuk kekecewaan atas keputusan wasit atau hakim.“Kami ingin menjadi tuan rumah yang baik selama laga kandang. Tapi kami juga ingin  dihargai tanpa mencederai proses permainan,” kata Nardi.

Waduh, Harimau Kembali Satroni Kampung Teluk Lanus Siak
Peristiwa

Waduh, Harimau Kembali Satroni Kampung Teluk Lanus Siak

Siak, Petah.id - Warga Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak kembali dihebohkan dengan munculnya harimau yang memangsa hewan ternak warga. Penghulu  Kampung Teluk Lanus terpilih, Syahroni mengatakan harimau memangsa ayam warga pada Senin (15/11/2021) sekira pukul 02.00 Wib. Kendati tak melihat secara fisik, namun warga melihat jejaknya, cakarannya menunjukkan bahwa apa yang terjadi merupakan ulah harimau. “Ada ceceran darah ayam, jejak kaki kaki, kandang dirusak dan cakaran di kayu kandang ayam,” jelas penghulu terpilih Syahroni. Dikatakan Syahroni, jumlah harimau di Kampung Teluk Lanus  lebih  dari lima ekor, sebab di sana memang habitatnya. “Kami sudah mengimbau warga untuk berhati hati. Tidak keluar rumah lagi jika hari sudah senja,” ungkap Roni. Roni juga meminta warga untuk berhati hati ketika pergi ke kebun. Usahakan berada di kebun tidak sendiri dan selalu waspada. “Bagi kami, hal ini masalah sangat serius. Meski kami berada di kampung habitat harimau dan buaya, kami ingin bertahan di sini. Sebab ini kampung kami,” kata Roni. Roni meminta pihak terkait ikut membantu , sehingga ada solusi atas situasi ini. Atas kejadian ini, aktivitas warga menjadi sangat terbatas dan membuat was was setiap akan beraktivitas di luar rumah, terutama di kebun. "Saya berharap ada solusi atas situasi ini. Sehingga warga dapat kembali tenang dalam beraktivitas,"  pintanya. Diketahui, kasus dua bulan  sebelumnya, harimau memangsa warga yang bekerja di salah satu perkebunan. Dan beberapa hari kemudian harimau berhasil ditemukan. Informasi yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polres Siak AKP  Noak yang turun ke lokasi kejadian, menemukan sejak harimau berbagai ukuran, ada yang masih basah, ada juga yang sudah mengering. “Saya yakin jumlahnya beberapa ekor. Sebab ukuran jejaknya berbeda beda,” terangnya belum lama ini.

Mantapkan Menuju 2024, Golkar Siak Gelar Pelatihan Kader
Politik

Mantapkan Menuju 2024, Golkar Siak Gelar Pelatihan Kader

Siak, Petah.id - DPD II Partai Golkar Kabupaten Siak gelar pelatihan kader serta rekruitmen fungsionaris dan petunjuk teknis musyawarah desa atau musyawarah kelurahan.Acara tersebut berlangsung selama dua hari di Kecamatan Mempura dan Kecamatan Tualang.Demikian dikatakan Sekretaris DPD II Partai Golkar Siak Robi Cahyadi. Disampaikannya, acara tersebut rangkaian dari konsolidasi jelang tahun 2024."Acara itu bagian dari konsolidasi untuk persiapan tahun 2024. Mulai dari penguatan kader hingga pada persoalan fungsionaris dan mandataris," kata Robi Cahyadi kepada Petah.id.Selain itu, kata Robi, acara tersebut melakukan petunjuk secara teknis untuk percepatan pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) bagi pengurus dan kader."Jadi kami ingin seluruh pengurus dari tingkat kabupaten hingga ke desa-desa sudah memiliki KTA," ungkap Robi.KTA tersebut, lanjut Robi, nantinya jadi semangat baru baru para pengurus dan kader dalam menyongsong 2024."Golkar Siak terus membangun konsolidasi hingga ke desa-desa dan kelurahan untuk memenangkan pilpres, pileg dan pilkada di 2024," beber Robi.Robi menargetkan, pada tahun 2021 ini seluruh kepengurusan sampai tingkat desa bisa diselesaikan.Tidak hanya pengurus, tapi pembentukan organisasi sayap juga harus menyentuh hingga ke desa - desa sesuai dengan perintah DPP Partai Golkar."Tahun 2021 soal kepengurusan dan organisasi sayap seperti AMPG dan KPPG harus sudah selesai di setiap kecamatan dan desa se Kabupaten Siak," pinta Robi.Robi juga berharap tahun 2021 ini bisa dengan segera melakukan mandataris fungsionaris untuk caleg kabupaten segera dirampungkan."Selain konsolidasi kepengurusan hingga tingkat desa, soal mandataris fungsionaris caleg kabupaten juga akan rampung di tahun 2021 ini," jelasnya.

Perkumpulan Elang : Perhutanan Sosial jadi Solusi
Siak

Perkumpulan Elang : Perhutanan Sosial jadi Solusi

Siak, Petah.id -  Hampir 20 tahun masyarakat Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak berkonflik dengan PT Arara Abadi. Perjuangan masyarakat tak pernah surut untuk mengembalikan hak-hak mereka.Upaya dalam menjemput keadilan terus dilakukan oleh masyarakat. Sampai menemui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkumpulan ElangMasyarakat mengadukan serta berdiskusi  perihal konflik yang mereka alami dengan PT Arara Abadi. Demikian dikatakan Sekretaris Kelompok Tani Doral, Rizal datang mengadukan konflik yang selama ini dianggap merugikan masyarakat.Rizal tak datang sendiri, Ia bersama Andi Putra mantan Camat Pusako yang juga tokoh masyarakat di Kampung Dosan itu.Disampaikan Rizal, konflik dengan PT Arara Abadi itu terjadi karena masyarakat dianggap menggarap lahan yang menjadi konsesi perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) tersebut. "Acap kali tanaman dan kebun masyarakat dimusnahkan oleh perusahaan dengan berbagai cara mulai dari mencabut hingga meracuni tanaman," keluh Rizal.Dalam konflik tersebut, bentrok fisik pun tak terelakkan antara masyarakat dengan karyawan perusahaan."Tahun 2011 Security PT Arara Abadi bersama brimob mengusir demonstran dengan melepaskan anjing," ungkap Rizal sedih.Lebih lanjut dikatakan Rizal, tahun 2014, masyarakat Desa Dosan juga pernah berunjuk rasa ke Kantor Bupati menuntut keadilan haknya atas tanah yang telah di rampas oleh PT Arara Abadi. Terbaru, Oktober 2021 Masyarakat mengusir alat berat milik PT Arara Abadi yang sedang bekerja di tanah mereka."Kami masyarakat sudah menggarap lahan yang berada di Doral, Kampung Pusako sejak tahun 1990 jauh sebelum PT Arara Abadi mendapatkan izin di sana," jelasnya.“Pada saat kami di situ belum ada kami mengetahui bahwa di situ telah terbit HPH HTI Arara Abadi,” sambungnya.Mengetahui adanya wilayah konsesi di daerah tersebut, masyarakat saat itu dijanjikan oleh perusahaan akan mengeluarkan lahan masyarakat dari kawasan konsesi yang baru terbit.“Nanti kami akan dikeluarkan dari Kawasan HPH HTI PT Arara Abadi sesuai dengan SK Menteri 743 tahun 96 itu. Namun, hingga saat ini Rizal mengaku lahan mereka belum juga dikeluarkan dari areal konsesi," terang Rizal mengingat kejadian itu.Sementara itu, masyarakat Kampung Dosan sudah menguasai lahan Doral dan berkebun disana dengan jenis tanaman seperti karet sagu dan lain-lain yang dibuktikan dengan surat kepemilikan lahan yang diterbitkan oleh desa pada tahun 1990.Sedangkan PT Arara Abadi mendapatkan izin dari Menteri Kehutanan pada tahun 1996 dan mulai beroperasi pada tahun 2002 yang ditandai dengan pembuatan portal di Kilometer 3 Jalan Doral.Rizal menyebutkan semenjak adanya perusahaan HPH HTI tersebut terjadi beberapa dampak yang mereka rasakan.Mulai dari masyarakat terusir dari lahan yang telah lama mereka kelola, masyarakat tidak bisa mengelola kebun yang telah ditanami karena akses ditutup perusahaan, bahkan sering terjadi bentrok antar masyarakat dengan pihak keamanan perusahaan hingga sering terjadinya kebakaran lahan."Jadi memang terjadi kesenjangan sosial di tingkat masyarakat saat ini," ungkapnya.Hal senada juga dikatakan Andi Putra, mantan camat Pusako. Disampaikannya hadirnya PT Arara Abadi mengganggu ketenangan masyarakat Doral Kampung Dosan.“Dahulunya masyarakat hidup di sana tenang, bisa berkebun dengan baik tidak ada masalah. Namun seiring berjalannya waktu sampai di tahun-tahun 2000-2005 mulailah muncul konflik antara masyarakat dengan perusahaan. Konflik itu muncul setelah perusahaan masuk di lahan-lahan masyarakat,” ujar Andi yang juga putra asli kelahiran Dosan.Sementara itu, Direktur Eksekutif Perkumpulan Elang, Janes Sinaga mengaku pihaknya sudah sejak lama mendampingi masyarakat Dosan sejak konflik terjadi.Ia menganggap tahu betul bagaimana perjuangan masyarakat dalam mendapatkan hak mereka atas kebun dan lahan tang sudah sejak lama dikelola. "Konflik antara masyarakat dengan perusahaan ini harus segera dicarikan solusinya oleh pemerintah agar tidak berlarut-larut dan dikhawatirkan semakin meluas," tegas Janes Sinaga.Janes khawatir, jika dibiarkan konflik antara masyarakat dan perusahaan Arara Abadi akan meluas."Konflik harus segera dicarikan jalan keluarnya, kita khawatir ke depan akan terjadi konflik yang lebih besar bahkan hingga menelan korban jiwa,” beber Janes. Menurut Janes, salah satu solusi yang dapat digunakan adalah dengan memberikan akses kelola pada masyarakat melalui program perhutanan sosial di lahan-lahan yang sudah di garap oleh masyarakat. Selain itu, tambahnya, untuk pemukiman dan fasilitas umum harus dikeluarkan dari kawasan hutan dan konsesi dengan skema Tanah Objek Reforma Agraria (TORA)."Saat ini kami tengah mendampingi masyarakat untuk mengusulkan pengajuan perhutanan sosial ke kementerian LHK. Kita berharap usulan yang akan diajukan oleh masyarakat Dosan ini dapat dikabulkan oleh kementerian sehingga masyarakat dapat berkebun dengan tenang,” sebut Janes.“Untuk pemukiman dan fasilitas umum kita ajukan agar dikeluarkan dari kawasan hutan dengan skema TORA," tutup Janes.

Rumah Warga Dusun Tanjung Medan Pusako Diduga Dibakar OTK
Peristiwa

Rumah Warga Dusun Tanjung Medan Pusako Diduga Dibakar OTK

Siak, Petah.id - Satu unit rumah milik warga Dusun Tanjung Medan, Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, Siak ludes dilalap si jago merah.Diduga rumah tersebut  sengaja dibakar oleh Orang Tak Dikenal (OTK) saat pemilik rumah pergi kekebun milik tetangganya.Rumah tersebut milik Ijub, salah seorang petani di Jalan Doral, Kampung Dosan, Kecamatan Pusako.Demikian dikatakan Johan, peristiwa yang menimpa sahabatnya itu terjadi pada Kamis (11/11/2021) sekira pukul 14.30 Wib."Kejadiannya kemarin sore, diduga  dibakar Orang Tak Dikenal (OTK), ketika beliau (korban) lagi bekerja di kebun tetangganya, ada apa ? Kenapa kok tega pelakunya ya," ungkap Johan, Jumat (12/11/2021).Disampaikan Johan, ia sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa sahabatnya itu. Ia tidak menyangka para pelaku bisa sekejam itu dengan membakar rumah masyarakat yang mencari nafkah di lokasi tersebut. "Saya sangat prihatin mendengar kabar ini, semoga korban tabah dan  pelakunya bisa segera tertangkap,  dan kalaupun tidak tertangkap, semoga pelaku diberikan ganjaran yang setimpal oleh Allah SWT," pinta Johan.Hal senada juga dikatakan Rambe, tetangga Ijub. Ia juga merasa kaget setelah di TKP dijumpai rumah milik Ijub hangus  terbakar rata dengan tanah, bahkan rumah Ijub yang ditinggali saudaranya itu, hanya tersisa sepeda motor, itupun diselamatkan oleh scurity PT.AA."Saya sampai disitu api sudah padam, orang-orang yang ada disana termasuk security sudah balek semua, dan diduga kuat itu dibakar oleh OTK, karena kereta (motor) yang ada di rumah itu diselamatkan oleh Security dan dibawa ke pos scurity KM 7, soalnya kami ambil motor itu kesitu tadi malam," jelas Rambe.Rambe menduga, api berasal dari areal depan rumah, karena hanya dapur yang tersisa setelah terbakar.Kecurigaan Rambe tidak sampai disitu, Ia menduga ini perbuatan orang yang tidak suka dengan keberadaan mereka di sana."Kalau saya lihat titik api berasal dari depan, pasalnya dapur yang dibelakang aman dan yang anehnya lagi motor kok bisa diselamatkan dari amukan api sedangkan motor itu berjarak sekitar satu meter dari rumah yang terbakar. Semalam kita juga kasih baju satu pasang untuk Rais, saudara Ijub yang tinggal disitu, karena pakaian mereka habis terbakar," ungkapnya."Kami berharap, hal ini bisa diusut dan pelaku bisa diketemukan. Berharap juga agar korban yang tinggal di rumah itu bisa diberikan bantuan," sambung Rambe.Sementara itu, Ketua Rukun Tetangga (RT) Sodikin ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa rumah Ijub yang berada di KM 12 terbakar dan dirinya akan mengecek ke TKP."Dengar informasi memang iya terbakar, namun pihak korban atau masyarakat yang tinggal disana belum melaporkan hal ini kepada saya, dan insyaallah hari ini kita akan lihat kesana. Kami berharap, pelaku segera tertangkap dan diberikan hukuman yang setimpal, " jelas Sodikin.Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardiyanto melalui Kapolsek Bungaraya IPTU Jefri Purba ketika dikonfirmasi  mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan dari masyarakat.Ia mengimbau kepada masyarakat apabila ada tindakan pidana agar segera melaporkan ke pihak yang berwajib agar segera dilakukan tindakan secepatnya."Belum ada laporan. Kami berharap kepada masyarakat apa bila ada gangguan Kamtibmas atau tindakan pidana agar segera melaporkan kepada pihak berwajib ( polisi) agar bisa segera dilakukan tindakan dan olah TKP," tegasnya.Kata Kapolsek, Polri adalah pengayom masyarakat, untuk itu dimohon kerjasamanya  bersama Polri untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif."Apabila masyarakat melapor tentu kami akan segera  melakukan tindakan secepatnya agar kasus tersebut bisa segera terungkap. Dan terimakasih atas informasinya ini akan kami tindak lanjuti," Tutur Jefri Purba.

Satlantas Polres Siak akan Gelar Operasi Zebra Lancang Kuning 2021, Perhatikan Jadwalnya
Siak

Satlantas Polres Siak akan Gelar Operasi Zebra Lancang Kuning 2021, Perhatikan Jadwalnya

Siak, Petah.id - Polres Siak akan menggelar Operasi Zebra Lancang Kuning 2021 dalam waktu dekat.Demikian dikatakan Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardiyanto melalui Kasat Lantas AKP Rosna Meilani. Disampaikan Rosna, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan operasi zebra itu.Rosna mengatakan, pihaknya secara serentak akan menggelar operasi Zebra Lancang Kuning 2021 bersama personil Lantas yang berada di Polsek jajaran. "Operasi Zebra lancang kuning tahun ini, akan dimulai pada Senin (15/11) mendatang hingga 14 hari kedepan yang akan berakhir pada 28 November mendatang," terang Kasat Lantas Polres Siak, AKP Rosna Meilani.Disampaikannya, giat tersebut bertujuan agar masyarakat Kabupaten Siak selalu melengkapi surat menyurat dalam berkendara serta mematuhi peraturan lalu lintas agar tidak menerima sangsi saat operasi zebra nantinya. "Sosialisasi ini bertujuan agar Polisi bisa menjadi sahabat ditengah masyarakat, karna polisi merupakan bagian dari masyarakat itu sendiri," ujar Rosna. Tampak dilapangan, personil satlantas polres siak memberikan imbauan berupa brosur kepada warga yang melakukan pengurusan SIM di Satpas SIM Polres Siak. Selain di Satpas SIM, personil Satlantas Polres Siak juga memberikan imbauan tersebut di beberapa titik keramian, seperti di pasar, persimpangan lampu merah, dan melalui akun media sosial Polres Siak."Mari kita sukseskan Operasi Zebra Lancang Kuning 2021 ini, dengan mematuhi peraturan lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Siak menuju Zero Exsiden,"  tutup AKP Rosna.

Halaman 1 dari 39