Kumpulkan Koin, Selamatkan Kapal Kato
Peristiwa

Kumpulkan Koin, Selamatkan Kapal Kato

Siak, Petah.id - Masyarakat Peduli Kabupaten Siak (MPKS) dan Rumpun Melayu Bersatu Laskar Hulubalang Melayu Riau (RMB LHMR) gelar aksi simpatik kumpulkan uang koin di depan Istana Siak, Minggu (21/11/2021) pagi.Hal itu buntut dari hebohnya di media sosial tentang keprihatinan atas tidak terawatnya Kapal Kato yang ada di lingkungan Istana Siak oleh Pemda Siak.Dikatakan Wan Hamzah aksi mengumpulkan koin untuk memperbaiki Kapal Kato  yang juga salah satu cagar budaya Siak. Ia  menilai Kapal Kato tidak diperhatikan oleh pemda Siak."Kapal Kato itu bagian dari sejarah, tapi kondisinya sangat memprihatinkan. Padahal, berada di lingkungan Istana Siak," kata Wan Hamzah.Dijelaskan Wan Hamzah, seharusnya Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pariwisata lebih bisa memprioritaskan hal-hal yang penting dalam rangka siak lebih baik."Jangan sudah heboh, viral di media sosial baru pemerintah melakukan langkah. Seharusnya hal yang begitu tidak perlu diajari," jelas Wan Hamzah.Aksi simpatik ini, lanjut Wan Hamzah, sebagai bentuk kepedulian terhadap salah satu peninggalan Sultan Siak, yaitu Kapal Kato. "Kami menilai bahwa tidak ada keseriusan dari Pemerintah Daerah dalam menjaga atau memelihara peninggalan sultan kita yang telah menjadi salah satu objek cagar budaya. Dari situlah kami berangkat, tergugah hati untuk mengumpulkan koin yang nantinya insyaallah akan kami serahkan kepada Pemerintah Kabupaten Siak dalam hal ini Dinas Pariwisata,” tutur Wan Hamzah.

Kenang : Sudah Berkeliaran Mengelilingi Rumah Warga dan Makan Hewan Ternak
Peristiwa

Kenang : Sudah Berkeliaran Mengelilingi Rumah Warga dan Makan Hewan Ternak

Siak, Petah.id  - Baru beberapa hari yang lalu memangsa hewan ternak, kini harimau kembali memakan ayam peliharaan dan berkeliling di sekitar rumah warga. Harimau yang diduga lebih dari satu ekor itu memakan hewan ternak ayam milik warga itu pada Kamis (18/11/2021) dini hari. Kenang salah warga Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit,  Kabupaten Siak, Riau harus terpaksa ikhlas karena ayam peliharaannya disantap harimau. Bahkan, dilihat jejak kaki harimau tersebut tampak mengelilingi rumahnya. Dikatakan Kenang, sejak dua hari yang lalu saat harimau memangsa hewan ternak milik warga teluk lanus lainnya, masyarakat sudah tidak berani lagi keluar rumah, apalagi saat sore hingga malam hari. “Warga siaga di kediaman masing-masing. Apapun yang terjadi wajib melaporkan kepada perangkat desa,” terang Kenang yang juga menjabat sebagai Kaur Pemerintahan Kampung Teluk Lanus. Menurutnya, dia cukup kaget ketika tahu rumahnya disatroni harimau. Dia langsung berkoordinasi dengan warga lainnya. Selanjutnya dengan menggunakan penerangan berupa obor, warga mengusir harimau yang sudah menyantap ternak peliharaan Kenang. “Dan melihat jejaknya, jumlahnya lebih dari satu ekor. Sebab sekeliling rumah saya, banyak jejak harimau,” ucap Kenang. Situasi ini, membuat seisi kampung menjadi sangat khawatir. Karena harimau dapat dipastikan posisi harimau saat ini berada di sekitar kampung. Artinya saat ini, kami saling mengintai. “Atas kejadian ini, kami mengimbau warga agar semakin berhati hati. Kami tidak ingin sampai ada korban jiwa,” kata Kenang. Menurut Kenang, sebenarnya mereka sudah memasang kamera trap atau kamera pengintai. Kamera itu sengaja ditinggal pihak BBKSDA Riau, untuk mengantisipasi kalau kalau harimau kembali masuk kampung. “Ada dua kamera yang kami pasang. Dan beberapa pemuda diajarkan teknik pengoperasiannya,” jelas Kenang. Atas apa yang terjadi pihak desa sudah berkoordinasi dengan kecamatan, Kabupaten dan BBKSDA Riau. “Kami berharap situasi seperti ini segera berakhir. Sebab kami ingin hidup normal. Beraktivitas seperti biasa, tanpa harus merasa cemas ketika hendak pergi ke kebun,” tutur Kenang.

Sesalkan Akumulasi Dua Pemain PS Siak, Asisten Pelatih Pukul Wasit
Olahraga

Sesalkan Akumulasi Dua Pemain PS Siak, Asisten Pelatih Pukul Wasit

Siak, Petah.id - Heboh video yang menunjukkan seorang asisten pelatih sepakbola memukul salah satu wasit pada laga divisi tiga di Riau.Diketahui, video yang menjadi buah bibir masyarakat  dan heboh di media sosial tersebut terjadi di Kabupaten Siak, Riau saat pelaksanaan laga kandang antara PS Siak melawan PS Duri pada Minggu (14/11/2021) petang.Asisten Pelatih PS Siak itu bernama Sunardi. Dikatakan Nardi, peristiwa itu buntut dari kekecewaannya terhadap keputusan wasit. Dua pemain PS Siak diakumulasi tanpa kesalahan fatal membuatnya kehilangan kendali.Dia menyayangkan keputusan yang diambil wasit, tanpa mempertimbangkan PS Siak di pertandingan berikutnya.“Saya sudah berusaha berbicara dengan wasit, namun diabaikan. Tentu saja saya menjadi hilang kendali,” terang Nardi.Sebelumnya dua pemain PS Siak cedera ketika berlaga dengan wahana. Saat berlaga dengan Duri, dua pemain diakumulasi. Namanya bermain sepakbola, tentu berusaha menghentikan bola, lalu mengambil alih, sama sekali tidak ada berkeinginan untuk mencederai lawan. “Kami sepakat untuk bermain secara sportif, sehingga lawan tidak cedera, karena kami berjuang untuk menembus liga II,” jelas Nardi.Apa yang terjadi pada Ahad (14/11) petang di menit ke-23, sesungguhnya bentuk kekecewaan atas keputusan wasit atau hakim.“Kami ingin menjadi tuan rumah yang baik selama laga kandang. Tapi kami juga ingin  dihargai tanpa mencederai proses permainan,” kata Nardi.

Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung di Rokan Hilir Riau, Disuruh Buka Baju dan Paksa Melakukan Hubungan Badan
Hukum

Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung di Rokan Hilir Riau, Disuruh Buka Baju dan Paksa Melakukan Hubungan Badan

Rokan Hilir, Petah.id - AN (37) warga Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir tega mencabuli anak kandungnya sendiri.Anaknya masih berusia 16 tahun dan masih berstatus sebagai seorang pelajar.AN berhasil dibekuk tim Opsnal Sat Reskrim Polsek Bagan Sinembah Polres Rokan Hilir atas dasar laporan dari ibu korban, Selasa (16/11/2021).Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto melalui Kasubbag Humas AKP Juliandi  membenarkan hal tersebut."Benar, kini tersangka sudah diamankan di Mapolsek Bagan Sinembah atas dugaan pencabulan," ungkap Juliandi.Kronologis peristiwa ayah mencabuli anak kandungnya di Rokan Hilir, Riau itu terkuak saat ibu korban melaporkan kelakuan sang suami terhadap polisi.Dijelaskan Juliandi, mulanya Ibu bersama adik kandung sedang menasehati korban agar tidak masuk sekolah jika tidak ada jadwal sekolah.Sebab, saat ini korban hanya sekolah tatap muka dua kali dalam seminggu.Ibu menyampaikan nasehat kepada korban  bahwa sang ayah sayang terhadap korban sehingga ibunya disuruh menegur korban.Mendengar hal itu, sontak korban langsung membantah perkataan dari ibunya."Mana ada ayah sayang mak, kalau sayang gak dilecehkannya aku," kata Juliandi tiru perkataan korban yang dilontarkan ke ibunya.Mendengar hal tersebut, Ibu beserta adiknya membujuk korban untuk jujur terkait apa yang sudah dilakukan oleh sang ayah."Dan pada saat itu korban mengaku bahwa ayahnya sudah memeluk dan membuka baju korban dan memaksanya untuk berhubungan badan," kata Juliandi.Tidak terima dengan perlakuan suami kepada anaknya, keesokannya ibu korban langsung mendatangi Polsek Bagan Sinembah untuk melakukan visum dan melaporkan kelakuan bejat sang ayah."Setelah menerima laporan ibu korban, Tim Opsnal Sat Reskrim Polsek Bagan Sinembah melakukan serangkaian penyelidikan, selanjutnya petugas berhasil meringkus tersangka tanpa ada perlawanan dan pelaku mengakui perbuatannya," tutup AKP Juliandi.

Waduh, Harimau Kembali Satroni Kampung Teluk Lanus Siak
Peristiwa

Waduh, Harimau Kembali Satroni Kampung Teluk Lanus Siak

Siak, Petah.id - Warga Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak kembali dihebohkan dengan munculnya harimau yang memangsa hewan ternak warga. Penghulu  Kampung Teluk Lanus terpilih, Syahroni mengatakan harimau memangsa ayam warga pada Senin (15/11/2021) sekira pukul 02.00 Wib. Kendati tak melihat secara fisik, namun warga melihat jejaknya, cakarannya menunjukkan bahwa apa yang terjadi merupakan ulah harimau. “Ada ceceran darah ayam, jejak kaki kaki, kandang dirusak dan cakaran di kayu kandang ayam,” jelas penghulu terpilih Syahroni. Dikatakan Syahroni, jumlah harimau di Kampung Teluk Lanus  lebih  dari lima ekor, sebab di sana memang habitatnya. “Kami sudah mengimbau warga untuk berhati hati. Tidak keluar rumah lagi jika hari sudah senja,” ungkap Roni. Roni juga meminta warga untuk berhati hati ketika pergi ke kebun. Usahakan berada di kebun tidak sendiri dan selalu waspada. “Bagi kami, hal ini masalah sangat serius. Meski kami berada di kampung habitat harimau dan buaya, kami ingin bertahan di sini. Sebab ini kampung kami,” kata Roni. Roni meminta pihak terkait ikut membantu , sehingga ada solusi atas situasi ini. Atas kejadian ini, aktivitas warga menjadi sangat terbatas dan membuat was was setiap akan beraktivitas di luar rumah, terutama di kebun. "Saya berharap ada solusi atas situasi ini. Sehingga warga dapat kembali tenang dalam beraktivitas,"  pintanya. Diketahui, kasus dua bulan  sebelumnya, harimau memangsa warga yang bekerja di salah satu perkebunan. Dan beberapa hari kemudian harimau berhasil ditemukan. Informasi yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polres Siak AKP  Noak yang turun ke lokasi kejadian, menemukan sejak harimau berbagai ukuran, ada yang masih basah, ada juga yang sudah mengering. “Saya yakin jumlahnya beberapa ekor. Sebab ukuran jejaknya berbeda beda,” terangnya belum lama ini.

Rumah Warga Dusun Tanjung Medan Pusako Diduga Dibakar OTK
Peristiwa

Rumah Warga Dusun Tanjung Medan Pusako Diduga Dibakar OTK

Siak, Petah.id - Satu unit rumah milik warga Dusun Tanjung Medan, Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, Siak ludes dilalap si jago merah.Diduga rumah tersebut  sengaja dibakar oleh Orang Tak Dikenal (OTK) saat pemilik rumah pergi kekebun milik tetangganya.Rumah tersebut milik Ijub, salah seorang petani di Jalan Doral, Kampung Dosan, Kecamatan Pusako.Demikian dikatakan Johan, peristiwa yang menimpa sahabatnya itu terjadi pada Kamis (11/11/2021) sekira pukul 14.30 Wib."Kejadiannya kemarin sore, diduga  dibakar Orang Tak Dikenal (OTK), ketika beliau (korban) lagi bekerja di kebun tetangganya, ada apa ? Kenapa kok tega pelakunya ya," ungkap Johan, Jumat (12/11/2021).Disampaikan Johan, ia sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa sahabatnya itu. Ia tidak menyangka para pelaku bisa sekejam itu dengan membakar rumah masyarakat yang mencari nafkah di lokasi tersebut. "Saya sangat prihatin mendengar kabar ini, semoga korban tabah dan  pelakunya bisa segera tertangkap,  dan kalaupun tidak tertangkap, semoga pelaku diberikan ganjaran yang setimpal oleh Allah SWT," pinta Johan.Hal senada juga dikatakan Rambe, tetangga Ijub. Ia juga merasa kaget setelah di TKP dijumpai rumah milik Ijub hangus  terbakar rata dengan tanah, bahkan rumah Ijub yang ditinggali saudaranya itu, hanya tersisa sepeda motor, itupun diselamatkan oleh scurity PT.AA."Saya sampai disitu api sudah padam, orang-orang yang ada disana termasuk security sudah balek semua, dan diduga kuat itu dibakar oleh OTK, karena kereta (motor) yang ada di rumah itu diselamatkan oleh Security dan dibawa ke pos scurity KM 7, soalnya kami ambil motor itu kesitu tadi malam," jelas Rambe.Rambe menduga, api berasal dari areal depan rumah, karena hanya dapur yang tersisa setelah terbakar.Kecurigaan Rambe tidak sampai disitu, Ia menduga ini perbuatan orang yang tidak suka dengan keberadaan mereka di sana."Kalau saya lihat titik api berasal dari depan, pasalnya dapur yang dibelakang aman dan yang anehnya lagi motor kok bisa diselamatkan dari amukan api sedangkan motor itu berjarak sekitar satu meter dari rumah yang terbakar. Semalam kita juga kasih baju satu pasang untuk Rais, saudara Ijub yang tinggal disitu, karena pakaian mereka habis terbakar," ungkapnya."Kami berharap, hal ini bisa diusut dan pelaku bisa diketemukan. Berharap juga agar korban yang tinggal di rumah itu bisa diberikan bantuan," sambung Rambe.Sementara itu, Ketua Rukun Tetangga (RT) Sodikin ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa rumah Ijub yang berada di KM 12 terbakar dan dirinya akan mengecek ke TKP."Dengar informasi memang iya terbakar, namun pihak korban atau masyarakat yang tinggal disana belum melaporkan hal ini kepada saya, dan insyaallah hari ini kita akan lihat kesana. Kami berharap, pelaku segera tertangkap dan diberikan hukuman yang setimpal, " jelas Sodikin.Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardiyanto melalui Kapolsek Bungaraya IPTU Jefri Purba ketika dikonfirmasi  mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan dari masyarakat.Ia mengimbau kepada masyarakat apabila ada tindakan pidana agar segera melaporkan ke pihak yang berwajib agar segera dilakukan tindakan secepatnya."Belum ada laporan. Kami berharap kepada masyarakat apa bila ada gangguan Kamtibmas atau tindakan pidana agar segera melaporkan kepada pihak berwajib ( polisi) agar bisa segera dilakukan tindakan dan olah TKP," tegasnya.Kata Kapolsek, Polri adalah pengayom masyarakat, untuk itu dimohon kerjasamanya  bersama Polri untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif."Apabila masyarakat melapor tentu kami akan segera  melakukan tindakan secepatnya agar kasus tersebut bisa segera terungkap. Dan terimakasih atas informasinya ini akan kami tindak lanjuti," Tutur Jefri Purba.

Diduga Diserang Harimau, Bocah Perempuan 12 Tahun Tewas di Inhil Riau
Peristiwa

Diduga Diserang Harimau, Bocah Perempuan 12 Tahun Tewas di Inhil Riau

Siak, Petah.id - Konflik antara manusia dengan satwa liar kembali terjadi di Desa Teluk Kabung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Ahad (30/10/2021) malam. Dimana seorang bocah perempuan berusia 12 tahun berinisial MS diduga tewas diterkam binatang buas harimau. Demikian dikatakan BKSDA Riau melalui Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Riau, disampaikan M Mahfud pihaknya mendapatkan informasi itu dari Kepala Unit PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa (MSK). "Korban merupakan anak salah satu pekerja di PT Usaha Berkat Fangarato (UBF), salah satu kontraktor penanaman di PT MSK," jelas Mahfud. Dari hasil pengecekan tim di lokasi,  kata Mahfud, kejadian konflik merupakan lokasi sedang dilakukan aktivitas penanaman. Kronologis penyerangan satwa liar tersebut  disebutkan saksi-saksi diperkirakan terjadi Ahad (31/10/2021) sekitar pukul 00.05 WIB. Hal itu bermula saat ibu korban mendengar jeritan minta tolong MS yang sedang tidur bersamanya di dalam camp (pondok kerja). Saat terbangun, ibu korban  melihat secara samar anaknya seperti diseret keluar dari pondok kerja. Sehingga, ibunya langsung keluar pondok namun tidak melihat anaknya karena saat itu suasana begitu gelap. Selanjutnya, ibu korban masuk pondok dan mengambil senter. Kemudian, mencari keberadaan anaknya. “Lebih kurang 60 meter dari camp, korban ditemukan ibunya dalam kondisi meninggal dunia dengan bekas luka cakaran dan gigitan di bagian kepala serta tengkuk korban,” jelas Mahfud. Mendapati anaknya dalam kondisi tak bernyawa, ibu korban panik dan langsung meminta teman sesama pekerja di camp di sekitar lokasi. “Menurut keterangan tim yang turun ke lapangan saat kejadian bapak korban tidak berada di camp karena sedang belanja keperluan untuk lokasi kerja,” jelas Mahfud. Dibantu oleh pekerja lainnya langsung menghubungi keluarga korban yang berada di PT Bina Duta Laksana (BDL) dan menghubungi Sekuriti PT MSK. Tiba sekitar pukul 01.05 WIB, pihak Sekuriti PT MSK langsung mengevakuasi korban dan dibawa ke Pos P3K dalam kondisi sudah meninggal. “Membantu mengetahui penyebab kematian MS, dilakukan visum oleh pihak kepolisian dan medis dengan hasil diagnosis awal kematian disebabkan oleh Death on arrival ec. Gigitan binatang buas. Korban selanjutnya dibawa ke rumah duka dan dimakamkan,” ungkap Mahfud. Dari informasi yang diperoleh, Mahfud mengatakan, pihaknya langsung memerintahkan Resort Balai Besar KSDA terdekat menyampaikan belasungkawa terhadap korban, bersama dengan pihak perusahaan serta bersama sama dengan pihak perusahaan dan TNI melakukan mitigasi konflik satwa. "Jadi hasil investigasi di lokasi, tim menemukan bekas cakaran pada dinding pondok kerja yang terbuat dari plastik terpal dan jejak yang diduga adalah jejak satwa liar harimau Sumatra,” ujar Mahfud. Tidak ingin terjadi konflik selanjutnya tim langsung memberikan sosialisasi dan imbauan terhadap karyawan dan masyarakat di sekitar lokasi agar tetap waspada. "Jangan memasang jerat atau melakukan tindakan anarkis terhadap satwa liar yang dilindungi termasuk harimau sumatra," jelasnya. Sedangkan, tindakan pihak perusahaan memutuskan untuk menghentikan aktifitas sementara dan memindahkan seluruh pekerja yang berada di TKP dan sekitarnya ke camp induk PT MSK. “Tim dilapangan juga memasang camera trap di lokasi kejadian sebanyak 3 unit. Kemudian, 1 November 2021 Balai Besar KSDA Riau melaksanakan rapat bersama para pihak untuk merumuskan rencana tindaklanjut penanganan konflik,” kata Mahfud. Kemudian, untuk rencana tindak lanjut, saat ini tim di lapangan sedang melakukan identifikasi terhadap individu satwa yang berkonflik dengan penambahan pemasangan camera trap sebanyak 10 unit yang mencakup wilayah konsesi dan sekitarnya. Untuk mengetahui satwa yang menyerang MS, tim juga memasang umpan pada titik-titik tertentu dalam rangka menarik pergerakan satwa ke camera trap. Kemudian, memasang jerat di sekitar jalur jelajah satwa bersama pihak terkait. “Tim di lapangan juga turut mendorong perusahaan untuk meningkatkan patroli dan pengawasan pada pusat-pusat aktivitas kerja. Selanjutnya, mengusulkan pihak perusahaan untuk merubah pola penempatan pondok kerja lapangan (mobile camp) menjadi lebih terpusat sehingga para pekerja bisa lebih terkontrol dan saling menjaga serta lebih menjamin keamanan dari serangan satwa liar,” kata Mahfud. Upaya sosialisasi terkait mitigasi konflik juga dilakukan terhadap para pekerja dan pihak yang berada di sekitar lokasi serta mendorong perusahaan untuk lebih meningkatkan peran satgas penanganan konflik dan melakukan patroli secara mobil. “Kami mengimbau semua pihak yang memiliki izin yang di dalamnya merupakan wilayah jelajah pergerakan harimau sumatera agar bisa menciptakan kondisi kerja yang bersahabat dan lebih antisipatif. Dengan peningkatan pengawasan melalui patroli baik pengawasan pekerjaan maupun aktivitas ilegal, seperti perburuan atau pemasangan jerat, melakukan himbauan kewaspadaan secara rutin, melakukan operasi sapu jerat, melakukan monitoring satwa liar secara rutin, dan melaporkannya,” pungkas Mahfud.

Kepergok Ngintip Mandi, RA Habisi dan Rampok Tetangga Kontrakannya
Kriminal

Kepergok Ngintip Mandi, RA Habisi dan Rampok Tetangga Kontrakannya

Siak, Petah.id -  Kasus pencurian dengan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak akhirnya terungkap.Demikian dikatakan Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardiyanto. NY (25)  ditemukan tewas bersimbah darah di rumah kontrakan Jalan Hangjebat, Gang Melati, RT 14 RW 05, Kelurahan Perawang, Siak, Sabtu (16/10) sekira pukul 16.30 Wib merupakan seorang honorer di Samsat Tualang."Tersangka berinisial RA (22). Pengungkapan kasus ini adalah berkat kerja keras serta upaya dari Satreskrim Polres Siak dengan Polsek Tualang," kata AKBP Gunar Rahardiyanto.Dikatakan Kapolres Siak, kronologis kejadian berawal dari RA mengintip korban NY di kamar mandi pada Sabtu pagi. Selanjutnya, karena aksinya diketahui oleh NY, RA menarik korban secara paksa dan mengancamnya dengan sebilah pisau Cutter. "Korban diancam, tetapi melakukan perlawanan. Setelah itu RA membenturkan kepala NY, hingga mencekik lehernya dan mengakibatkan NY meninggal dunia. Tidak sampai disitu saja, pelaku juga melakukan pemerkosaan terhadap NY," ungkap Kapolres Siak. Tak puas dengan memperkosa dan membunuh, RA kata Kapolres Siak, menggasak harta benda milik NY. "Sepeda motor merk Supra X, tas sandang, cincin emas dan dua unit handphone dibawa pelaku," sambung AKBP Gunar. Barang bukti yang diamankan oleh pihak Kepolisian yakni satu buah sapu dengan kondisi gagang patah, ikat rambut warna biru, satu helai baju lengan pendek warna merah jambu dan satu helai celana warna merah jambu motif batik. "Tersangka kita ancam pasal 340 KUHPidana subsider 338 KUHPidana. Ancaman penjara 15 tahun atau seumur hidup," pungkasnya.

Halaman 1 dari 13