Ular Sanca Seberat 120 Kg Dilepasliarkan BBKSDA Riau
Pelalawan

Ular Sanca Seberat 120 Kg Dilepasliarkan BBKSDA Riau

Pekanbaru, Petah.id - Seekor Ular Sawah atau Sanca Batik dengan berat 120 kilogram dan panjang sembilan meter berhasil ditangkap Amar di Areal  Kebun Sawit Desa Sungai Buluh, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau.Ular Malayopython Reticulatus atau Python Reticulatus itu diserahkan Amar kepada BBKSDA Riau pada Selasa (21/9/2021).Demikian dikatakan Plh Kepala Balai Besar KSDA Riau, Hartono. Setelah menerima satwa tersebut, Balai Besar KSDA Riau segera melepasliarkan di habitatnya."Kami lepas disalah satu kawasan konservasi yang jauh dari pemukiman penduduk," jelas Hartono.Untuk melepas ular yang ditaksir berusia 30 tahun itu di tempat yang aman, tim harus menempuh perjalanan dengan jalan kaki masuk ke dalam kawasan sekitar satu jam."Medannya menyusuri sungai, perbukitan, cuaca sedang hujan. Tapi Alhamdulillah tak menyurutkan semangat tim untuk melepas liarkan ular tersebut ke alamnya," ungkap Hartono.Dijelaskan Hartono, meski ular tersebut bukan salah satu satwa dengan status kategori tidak dilindungi, namun dalam perjanjian internasional tentang spesimen tumbuhan dan satwa liar yang mengakibatkan kelestarian spesies tersebut terancam (CITES)."Jenis ular ini masuk dalam kategori appendiks II  yaitu spesies yang tidak terancam kepunahan, tetapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan," jelasnya.Pengaturan tersebut, kata Hartono lebih jauh, berupa adanya pembatasan kuota tangkap atau ambil yang tidak dilindungi yang masuk dalam appendik CITES ataupun non appendik CITES.Kuota itu, tambahnya, ditetapkan oleh Dirjen KSDAE setiap tahunnya berdasarkan rekomendasi dari LIPI dan berlaku untuk satu tahun, adapun dasar dalam penetapan kuota.Hal itu sudah berdasarkan Kepmenhut nomor 447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar."Setelah dilakukan pelepasliaran ular itu terlihat sangat bersemangat masuk ke dalam semak untuk kemudian menyatu dengan lingkungan barunya. Semoga dapat hidup sehat di lingkungan barunya," tutur Hartono.Kronologis Penangkapan Ular Sanca BatikUlar tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Amar. Ditemukan Amar saat ingin mengolah lahan kebun tersebut. Namun, saat melintasi ia mendapati seekor ular sawah yang berukuran besar. Amar yang juga pencinta reptil tak ingin ular tersebut dibunuh warga lalu berinisiatif memindahkannya ditempat yang aman dan jauh dari pemukiman penduduk serta menyerahkan kepada BBKSDA Riau.