Mafia Kayu Anak Jenderal di Bengkalis Digulung Polda Riau
Bengkalis

Mafia Kayu Anak Jenderal di Bengkalis Digulung Polda Riau

Pekanbaru, Petah.id - Mafia kayu di hutan lindung daerah Siak Giam Kecil, Kabupaten Bengkalis digulung jajaran Tim Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau.Dari hasil penangkapan, Polda Riau berhasil mengamankan pelaku dan kayu hasil penebangan dari hutan lindung yang siap diangkut.Diketahui kayu tersebut milik Mat Ari alias Anak Jenderal. Di lokasi tim menemukan kegiatan pemuatan kayu log di tepi aungai Siak Kecil.Dari hasil penyisiran, kayu tersebut diduga dari pembalakan liar yang terjadi di Cagar Biosfer Siak Giam Kecil. Di lokasi juga ditemukan ratusan tual kayu dengan jenis campuran."Benar, kita gulung komplotan illegal logging di Sungai Mandau di Teluk Nibung dan juga Sungai Linau," kata Kapolda Riau Irjen Agung Setya Selasa sore (16/11/2021).Agung mengatakan komplotan mafia kayu yang dipimpin pelaku bernama Mat Ari alias Anak Jenderal itu ditangkap oleh tim gabungan yang diback up personel Brimob. Operasi penangkapan itu setelah sehari sebelumnya dilakukan patroli udara dan menemukan aktivitas perambah hutan dibeberapa lokasi/koordinat."Ini komplotan pimpinannya Mat Ari alias Anak Jenderal. Itu adalah lokasi yang kemarin saya lihat dari atas (patroli udara), kayu illegal logging dihanyutkan ke sungai oleh kelompok Mat Ari alias Anak Jenderal ini,” lanjut Irjen Agung.Kapolda memastikan  menindak tegas pelaku perambahan hutan. Penindakan tidak hanya sampai ke pekerja, tapi ia memastikan akan membongkar sampai ke pemodal.Sebelumnya, Agung mengatakan perambahan hutan menjadi pintu awal terjadinya kerusakan lingkungan di Riau. Semula hutan dirusak lewat penebangan liar. Setelah dijarah kayunya, hutan asri itu kemudian mulai mengering dan mulai dibakar pada musim kemarau.Tidak sampai 2-3 tahun, hutan itu dibakar dan berubah menjadi perkebunan yang digarap para pelaku secara ilegal dengan ditanami sawit. "Muaranya hutan lindung, kawasan Suaka Margasatwa di Giam Siak Kecil dan Kerumutan itu kemudian menjadi perkebunan. Maka kita cegah dengan menjaga agar tidak ada lagi aktivitas perambahan hutan, illegal logging dan sebagainya," kata Agung.Dilokasi Giam Siak Kecil, terlihat hutan yang tadinya hijau rimbun telah dijarah para pelaku illegal logging. Kayu-kayu alam itu ditebang dan diangkut lewat perairan.Dari udara, terlihat kayu-kayu ditebang dan diolah seperti gelondongan dan papan siap jual. Kayu diangkut dari hutan dengan para pelaku membuat rel dari kayu yang sudah disusun.Kayu dibawa dari hutan ke sungai dan diangkut ke darat. Terlihat banyak tumpukan-tumpukan kayu di dalam hutan. Demikianpun hutan di Kerumutan juga tak luput dari ulah penjarah. Nampak jejak penebangan kayu dan tenda-tenda biru berdiri di tengah rimbunnya hutan Kerumutan.Dikatakan Kapolda Agung, hal ini sebagai bukti negara hadir dan tidak boleh kalah dari kejahatan."Negara jangan sampai kalah sama penjahat," tutupnya.

840 Personel Diterjunkan Polda Riau Gelar Operasi Zebra Lancang Kuning 2021
Pekanbaru

840 Personel Diterjunkan Polda Riau Gelar Operasi Zebra Lancang Kuning 2021

Pekanbaru, Petah.id - Sebanyak 840 personel diterjunkan untuk menggelar Operasi Zebra Lancang Kuning 2021.Operasi yang digelar selama 14 hari mulai dari 15-28 November 2021 itu untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.Demikian kata Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Effendi saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Zebra Lancang Kuning - 2021 di Lapangan Mapolda, Senin (15/11/2021).Dikatakan Kapolda Agung, pihaknya akan mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif serta humanis dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam rangka meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas guna memutus penyebaran covid-19.“Gelar pasukan ini untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Polda Riau dalam pelaksanaan kegiatan Operasi Zebra Lancang Kuning 2021 dengan tujuan agar berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan,” kata Kapolda dalam amanatnya.Pihaknya, menurut Agung, tidak bisa berdiam diri dalam mengatasi persoalan lalu lintas. Kepolisian akan bertindak dan melakukan berbagai upaya dalam menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina serta memelihara kamseltibcarlantas.“Perlu dilakukan berbagai upaya untuk menciptakan situasi kamseltibcar lantas dengan memberdayakan seluruh  stake holder, supaya dapat diambil langkah yang komprehensif dalam menyelesaikan permasalahan lalu lintas dengan tuntas, dimana saat ini kita sedang menghadapi pandemi covid-19 sehingga sangat diperlukan peran serta stake holders dalam menciptakan kamseltibcarlantas dimasa pandemi covid-19,” lanjutnya.Dikatakannya, hal tersebut sejalan dengan tema operasi zebra lancang kuning 2021 yaitu “melalui operasi zebra lancang kuning 2021 kita tingkatkan disiplin protokol kesehatan dan tertib berlalu lintas dalam rangka mencegah penyebaran corina virus disease (covid-19) serta mewujudkan kamseltibcarlantas yang mantap menjelang natal tahun 2021 dan tahun baru 2022” dan diperlukan koordinasi bersama antar instansi pemerintah (stakeholder) termasuk unsur TNI.Irjen Agung memberikan penekanan kepada seluruh jajarannya untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.“Tunjukkan bahwa  saudara adalah polisi lalu lintas profesional, kenali psikologis masyarakat dan lakukan penegakan hukum dengan memberikan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya berlalu lintas di jalan,” pesan Agung.Agung meminta agar jajarannya melaksanakan upaya penegakan hukum secara persuasif dan menarik simpatik masyarakat dengan ramah, empati, simpatik dan sopan.“Hindari kegiatan kontra produktif yang dapat menurunkan citra Polri, selalu ingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat yaitu melaksanakan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas). Jalankan misi, gandeng stakeholder dan capailah tujuan operasi ini,” tutupnya.

Korban Jambret Di Pekanbaru : Terimakasih Pak Polisi Polda Riau, HP Saya Sudah Ditemukan, Tolong Pelaku Dihukum yang Berat
Pekanbaru

Korban Jambret Di Pekanbaru : Terimakasih Pak Polisi Polda Riau, HP Saya Sudah Ditemukan, Tolong Pelaku Dihukum yang Berat

Pekanbaru, Petah.id - Zelri Eka Putra (48), korban jambret sangat bersyukur dan mengucapkan trimakasih kepada aparat kepolisian Polda Riau.   Ucapan trimakasih itu diungkapkan Zelri  usai pengungkapan kasus jambret yang dilakukan oleh Subdit III Ditreskrimum Polda Riau. Sebab hanphone satu-satunya miliknya  terselamatkan berkat pengungkapan kasus jambret tersebut.   Zelri mengaku, bahwa handphone yang dijambret itu adalah satu-satunya hanphone yang dimilikinya. Ditambah, hanphone tersebut sangat dibutuhkan untuk keperluan anaknya sekolah secara daring.   “Waktu itu pas hari Jumat, saya bersama anak saya sedang mengendarai becak di jalan Soekarno Hatta Marpoyan. Tiba tiba datang pelaku merampas HP dari tangan saya dan kabur,” tutur Zelri.   “Saya sangat berterimakasi kepada bapak-bapak polisi. HP saya bisa kembali. Saya sangat membutuhkan HP ini untuk anak saya sekolah daring,” sambung Zelri kepada Wakapolda Riau, Brigjen Tabana Bangun, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, dan Dirreskrimum Polda Riau, Kombes Teddy Ristiawan, di Mapolda Riau, Rabu (10/11/2021).   Zelri mengaku sempat bingung saat hanphone miliknya dijambret, sebab tidak ada lagi hanphone yang akan digunakan untuk anaknya sekolah.   “Waktu dijambret itu ya saya bingung. Tapi ini saya sangat senang, hanphone saya bisa kembali, berkat bantuan bapak-bapak polisi,” ucap Zelri.   Begitupun yang dialami seorang ibu bernama Nurlaili (33), juga mengucapkan trimakasih kepada aparat kepolisian yang sudah menangkap para pelaku jambret. Sehingga handphone miliknya juga kembali ke genggaman tangannya.   Nurlaili mengaku sangat kesal saat dijambret, sebab hanphone miliknya dirampas pada saat ia sedang melakukan video call dengan anaknya.   “Kejadiannya hari Sabtu tanggal 6 Nopember,  kira kira jam 13.30 Wib saat saya berhenti disimpang 5 Labersa, saya sedang menelpon anak saya, kaca mobil terbuka, tiba tiba datang pelaku merampas HP saya dan langsung kabur menggunakan sepeda motor,” urai Nurlaili.   “Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada bapak polisi, sudah menangkap pencuri HP ini. Alhamdulillah pelaku sudah ditangkap dan HP saya dikembalikan oleh pak Polisi, hukum seberat beratnya pak,” ucapnya sumringah.   Terpisah Wakapolda Riau, Brigjen Tabana Bangun, mengatakan, handphone para korban sengaja dikembalikan (dipinjampakaikan) langsung karena dikhawatirkan handphone tersebut sangat dibutuhkan oleh para korban.   “Ini kita kembalikan dulu, nanti kalau dibutuhkan untuk pembuktian baru dipinjam lagi untuk kepentingan di kejaksaan ataupun di pengadilan nanti,” kata Tabana Bangun kepada para korban.   Selain Zelri dan Nurlaili, beberapa korban lain ikut datang ke Polda Riau untuk mengungkapkan terimakasih karena pelaku kejahatan jambret sudah ditangkap. Dan barang berharga mereka yang diambil dapat kembali dengan aman.   Bachtiar (65 tahun), Ketua RT dikelurahan Tangkerang Tengah menyampaikan syukur dan terimakasihnya kepada Polda Riau dengan ditangkapnya pelaku jambret yang meresahkan warganya.   “Terimakasih pak Kapolda Riau, kami dan warga senang, pelaku jambret sudah ditangkap. Membuat kami merasa sangat terbantu oleh Polisi,” ujar Bachtiar   Diketahui, Subdit III Ditreskrimum Polda Riau sudah menangkap 9 orang pelaku jambret yang sudah beraksi sebanyak 97 kali di Kota Pekanbaru.

Diduga Korupsi Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau Ditahan Jaksa
Hukum

Diduga Korupsi Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau Ditahan Jaksa

Pekanbaru, Petah.id – Diduga korupsi bimbingan teknis (Bimtek) fiktif Rp 500 juta Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau, Indra Agus Lukman ditetapkan tersangka dan langsung ditahan.   "Hari ini Kadis ESDM Riau inisial IAL kita tetapkan tersangka dan langsung ditahan," ujar Kepala Kejari Kuantan Singingi, Hadiman kepada merdeka.com Selasa (12/10) dikutip Petah.id. Dikatakan Hadiman, pihaknya tidak sembarangan menetapkan seseorang jadi tersangka. Sebab, sebelumnya penyidik Kejari Kuansing sudah memeriksa sejunlah saksi dan menemukan alat bukti keterlibatan Indra Agus saat menjadi pejabat di Pemkab Kuantan Singingi. "Ini pemeriksaan kedua kalinya terhadap IAL. Beberapa saksi juga sudah kita periksa," ucap Hadiman. Hadiman menjelaskan, pemeriksaan pertama Indra Agus mengaku tak enak badan dan minta izin pulang. Lalu jaksa mengagendakan pemeriksaan kedua, dan langsung melakukan penahanan. "Pemeriksaan oleh penyidik 2 kali sebagai saksi. Pertama sakit saat diperiksa, hari ini Pukul 09.00 Wib hadir lagi pemeriksaan. Lalu kita tetapkan sebagai tersangka pukul 14.30 Wib," tegas jaksa terbaik nomor 3 se Indonesia ini. Hadiman mengatakan, pemeriksaan Indra dilakukan setelah Kejaksaan menerima laporan dugaan korupsi dari masyarakat. Menurutnya, ada bimbingan teknis pertambangan dari Dinas Pertambangan dan ESDM Kuantan Singingi ke Bangka Belitung pada periode 2013-2014. Indra Agus saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas ESDM Kuantan Singingi. Kasus yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp500 jutaan itu terjadi pada 2014. Kegiatan bimtek itu terbukti fiktif lewat putusan bersalah terhadap mantan Bendahara Pengeluaran Dinas Pertambangan dan ESDM Kuansing, ED, dan mantan PPTK di Dinas Pertambangan dan ESDM Kuantan Singingi, AR. "Kegiatan fiktif Rp500 jutaan. Saat itu IA menjabat Kepala Dinas ESDM Kuansing," pungkas Hadiman.Sumber : Merdeka.com

Musnahkan 189 Kg Sabu dan 889 Ekstasi, Kapolda Perintahkan Tangkap DPO Debus
Kriminal

Musnahkan 189 Kg Sabu dan 889 Ekstasi, Kapolda Perintahkan Tangkap DPO Debus

Pekanbaru, Petah.id - Selama periode September 2021, Polda Riau dan jajaran berhasil mengungkap setidaknya 10 kasus tindak pidana narkoba dengan menangkap 22 orang pelaku serta barang bukti 189,31 kg sabu dan 889 butir ekstasi.   Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Effendi menggelar konferensi pers pada Senin (11/10/2021) dihalaman Mapolda merincikan 8 kasus ditangani Ditresnarkoba dan 2 kasus lainnya di Polres Bengkalis.   “Pada Jumat (24/9), Subdit I menangkap YF (30 tahun), AS (20 tahun), MS (22 tahun), MA (19 tahun) dan AS (20 tahun) dengan barang bukti 86,57 kg sabu di TKP jl. Bandes Gg. Nelayan Sungai Parit Paman Kel. Tanjung Palas Kec. Dumai Timur Kota Dumai. Pelaku menyembunyikan narkotika jenis shabu di dalam sebuah box berwarna biru yang berisikan 5 (lima) buah tas hitam. Sebelumnya, pada  Selasa (7/9) tim mengamankan (7/9) BB sabu 45,55 kg sabu dari 3 TSK YT (35 tahun), JU (34 tahun dan DR (44 tahun) di jl. Pelajar Pangkalan kecamatan Rupat. Dimana pelaku menggunakan sepeda motor dan membawa keranjang menyembunyikan barang bukti tersebut didalam 2 (dua) buah karung plastik. Selanjutnya pada Rabu (25/8) tim menangkap RPP (23 tahun) dengan BB 3,93 kg sabu di PT. Indah Cargo Pekanbaru jl. Nangka Kota Pekanbaru. Pelaku menggunakan modus pengiriman narkoba melalui jasa pengiriman, tim berhasil mengamankan sebuah kardus besar yang berisikan 4 (empat) kotak makanan yang disuga berisikan narkotika jenis shabu,” papar Agung.   Subdit I lanjut Agung, juga mengamankan tersangka NS (29 tahun) pada Sabtu (18/8) berikut BB 2,94 kg sabu dan 889 butir ekstasi di loket CV Jambi Indah Trans jl. Durian Pekanbaru. Tersangka NS menyembunyikan narkotika jenis shabu dan pil ekstasi di dalam sebuah tas warna berwarna hitam. Kemudian pada Kamis (26/8) mengamankan tersangka AY (35 tqhun) dgn BB 7,27 gram sabu di Jl Tuah Karya Tampan Pekanbaru dimana modus tersangka menyembunyikan narkotika jenis shabu di dalam plastik bening didalam saku celana sebelah kanan tersangka.   Pengungkapan kasus narkoba juga berhasil diungkap oleh Subdit II Ditres Narkoba yang pada Minggu (16/9) menangkap  YU (32 tahun) dan JT (43 tahun) dengan barang bukti 373,34 gram sabu disebuah rumah di jl. Datuk Laksamana Kota Dumai. Tersangka menyembunyikan BB di dalam mesin cuci yang ada di rumahnya.   Pada Kamis (26/8), Subdit III Ditresnarkoba mengamankan ES (31 tahun) dan HT (24 tahun) berikut BB 1,93 kg sabu di jl. Kaharuddin Nasution, Bukit Raya Kota Pekanbaru. Kedua tersangka menyembunyikan narkotika jenis shabu di dalam sebuah plastik warna merah. Dan pada Rabu (15/9), Subdit III juga mengamankan EP (39 tahun) berikut BB 229,5 gram sabu di Jl Bintara Labuh Baru Timur Kota Pekanbaru, dimana tersangka mengembunyikan barang bukti didalam plastic bening yang dibalut dengan tissue.   2 kasus lainnya diungkap oleh Satres Narkoba Polres Bengkalis yang pada Kamis (9/9) berhasil mengamankan  WW (23 tahun), RD (22 tahun) dan MI (22 tahun) berikut barang bukti sabu 39.16 kg di jalan Tj. Jati tepatnya di belakang RSUD Kota Dumai serta pada Senin (13/9) berhasil mengamankan WAH (26 tahun), ROB (39 tahun) dan MRP (25 tahun) di Sidomulyo Barat, Tampan Kota Pekanbaru.   Didampingi Ka BNNP Riau serta Dir Narkoba, Kapolda Riau optimis, pihaknya bersama semua stake holder akan mampu menangani persoalan peredaran narkoba di provinsi Riau.   “Tidak ada ruang bagi peredaran narkoba di provinsi Riau, baik sindikat jaringan internasional maupun sindikat lokal. Saya bersama seluruh stake holder, baik BNNP Riau dan lainnya ingin memberikan jawaban atas persoalan peredaran narkoba di Provinsi Riau,” terang Irjen Agung.   Agung mensinyalir peredaran narkoba masih dikendalikan oleh kelompok-kelompok lama yang sudah beberapa kali terlibat dengan peredaran.   “Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang ada di perairan bahwa iming-iming untuk menjadi bagian menjadi bagian dari peredaran narkoba itu sangat besar disana, ingatlah itu sesuatu tidak halal dan melanggar agama apapun serta melanggar hukum pidana yang akan kita tegakkan setegak-tegaknya. Dan saya ingin memastikan barang bukti ini akan di musnakan secara keseluruhan dengan cara yang di atur dalam UU agar kemudian kita semua memastikan bahwa proses hukum ini bersih, transparan, akuntabel dan dapat di percaya,” janji Agung.   Agung mengaku, pihaknya bersama BNN Provinsi Riau akan terus menggiatkan operasi narkoba ini dan tidak akan pandang bulu terhadap siapapun.   “Hari ini saya umumkan DPO atas nama Debus agar dikejar dan di tangkap dimanapun berada, seluruh jajaran saya perintahkan tangkap debus yang menjadi otak yang belum tertangkap dan saya minta masyarakat dapat membantu menginformasikan keberadaan DPO ini,” tegasnya.

Tim Polda Riau Gulung 7 Pelaku dan Amankan 87 Kg Sabu, Kapolda Ingatkan Masyarakat Tak Tergiur Bujuk Rayu Sindikat
Kriminal

Tim Polda Riau Gulung 7 Pelaku dan Amankan 87 Kg Sabu, Kapolda Ingatkan Masyarakat Tak Tergiur Bujuk Rayu Sindikat

PEKANBARU, Petah.id - Berbekal akurasi informasi, pada Jum'at (25/9/2021) pukul 05.30 wib, Tim Subdit I Ditresnarkoba dipimpin AKBP Hardian Sik melakukan penggeledahan dipondok kayu di Jalan Bangdes Sungai Parit Kota Dumai.   Di TKP tersebut Tim  berhasil mengamankan 5 orang. Kemudian Tim melanjutkan penggeledahan disekitar pondok dan menemukan box berwarna biru berisikan 5 (lima) buah tas berwarna hitam yang didalamnya diduga narkotika jenis shabu sebanyak 87 (delapan puluh tujuh) bungkus.   Berikutnya Tim melakukan pengembangan di Jalan Moh Yamin dan Jalan Pelajar Kota Dumai dan menangkap 2 (dua) pelaku lain yang bekerja sebagai transporter (becak laut) dengan peran sebagai pembawa narkotika jenis sabu tersebut dari Boya (lampu suar navigasi lalu lintas laut) perbatasan Malaysia Indonesia.   Tujuh tersangka tersebut diantaranya AS (20 tahun), MA (19 tahun), YF (30 tahun), MS (22 tahun), AS (20 tahun), DA (54 tahun) dan AG (52 tahun)   Barang Bukti berhasil diamankan berupa - 87 bungkus narkotika jenis shabu didalam 5 buah tas. - 1  buah box plastik persegi warna biru tempat disimpan tas yang berisi narkotika. - 5 buah handphone merk Nokia, Oppo dan Samsung - 1 unit kapal 10 m dengan 3 mesin Yamaha 200 - 1 unit kapal kayu tanpa mesin   Kapolda Riau Irjen Agung Setia saat menggelar konferensi pers bersama Kepala BNNP Riau Brigjen Robinson Siregar, Dir Resnarkoba Kombes Victor Siahaan, Kabid Humas Kombes Narto, Kabid Labfor AKBP Yani Nursyamsu serta perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejaksaan Negeri Bengkalis menegaskan tidak ada ruang bagi peredaran narkoba di Provinsi Riau.   “Saya tegaskan tidak ada ruang bagi sindikat narkoba disini, baik itu sindikat internasional maupun sindikat lokal. Semakin lama yang saya tangkap orangnya semakin terpelajar dan memiliki intelektual yang memadai untuk tidak terjerumus dalam perdagangan Narkoba,” tegas Agung.   Agung nenjelaskan pihaknya bersama seluruh stake holder, baik BNNP Riau dan lainnya ingin memberikan jawaban atas persoalan peredaran narkoba di Provinsi Riau.   “Ini adalah masalah hukum tentu jawabannya adalah bagaimana mereka berproses hukum sebagaimana mestinya agar di hukum seberat-beratnya dan kita tahu peredaran ini masih dikendalikan oleh kelompok-kelompok lama yang sudah beberapa kali terlibat dengan peredaran,” sambungnya.   Irjen Agung juga mengingatkan masyarakat yang ada di perairan agar tidak tergoda oleh rayuan pelaku narkoba.   “Bahwa iming-iming untuk menjadi bagian menjadi bagian dari peredaran narkoba itu sangat besar disana, ingatlah itu sesuatu tidak halal dan melanggar agama apapun serta melanggar hukum pidana yang akan kita tegakkan setegak-tegaknya,” janji jenderal dua bintang tersebut.   Kapolda menjelaskan para pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan Ancaman Hukuman mati atau penjara paling singkat 5 (lima) tahun, paling lama 20 tahun.

Innalillahi, Datuk Seri Al Azhar Tutup Usia
Pekanbaru

Innalillahi, Datuk Seri Al Azhar Tutup Usia

Pekanbaru, Petah.id - Riau berkabung, salah satu tokoh masyarakat Datuk Seri Al Azhar dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru, Selasa (12/10/2021) malam. Kabar ini tersiar dari pesan di Aplikasi percakapan WhatsApp, dalam pesan tersebut menuliskan menuliskan bahwa Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau itu meninggal pada 12 Oktober 2021 Pukul 22.04 WIB. "Innalillahi wainna ilaihi rojiun. 12 Oktober 2021 Pukul 22.04 wib, Ayah Irfan (Dt. Seri Al azhar) berpulang ke rahmatullah. Mohon dimaafkan bila ada kesalahan yg terbuat dg sengaja/tidak pada Bapak/Ibu, kakak/Adik sekalian. Kami mohon dapat dibantu dengan doa terbaik utk kepergian ayahanda tercinta kami ini. Irfan bin Al azhar. Terima kasih atas segala support yang diberikan," tulis pesan di WA, dikutip pada Selasa (12/10/2021). Sebelumnya diberitakan, kondisi kesehatan Ketua MKA LAM Riau, Datuk Seri Al Azhar membaik pasca operasi yang dijalani di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru pada Selasa (5/10/2021). Menurut perwakilan keluarga, Datuk Al Azhar sudah bisa berkomunikasi dan sudah dibolehkan makan makanan yang disediakan pihak rumah sakit. "Datuk Seri Al Azhar sudah sadar, dan sudah bisa diajak komunikasi bicara," jelas adik Al Azhar, Alang Rizal saat dikonfirmasi SuaraRiau.id, Kamis (7/10/2021) yang dikutip Petah.id. Meskipun demikian, Al Azhar belum bisa dipindahkan ke ruang biasa lantaran masih harus menjalani observasi secara intensif pasca operasi empedu. Pihak keluarga, Alang Rizal mengungkapkan dokter anestesi ICU sudah melepaskan alat bantu yang dipasang di mulut Datuk Seri Alazhar diganti alat pernapasan biasa. Alang pun meminta kepada semua terutama masyarakat Riau untuk mendoakan kesembuhan Datuk Seri Al Azhar. "Terpenting dari pihak keluarga mohon doa supaya beliau cepat pulih dan beraktivitas seperti biasa," ungkap dia    Sumber : SuaraRiau.id

Tolak Saat Terjaring Razia Satpol PP, Terapis Pijat di Pekanbaru Teriak dan Meronta
Pekanbaru

Tolak Saat Terjaring Razia Satpol PP, Terapis Pijat di Pekanbaru Teriak dan Meronta

Pekanbaru, Petah.id – Sambil teriak dan meronta, sejumlah wanita terapis pijat SPA di Kota Pekanbaru, Riau, tolak saat akan digelandang oleh Satpol PP. Mereka terjaring Razia Operasi yustisi yang digelar Satpol PP sejak Jumat malam hingga Sabtu (9/10/2021) dinihari. Razia tersebut menyasar sejumlah tempat hiburan malam, SPA, karaoke, billiard, sampai tempat kuliner malam. Salah satu yang menjadi sasaran Satpol PP adalah Glamour Spa di Jalan Tuanku Tambusai. Di sana, petugas mendapati sejumlah terapis pijit sedang menanti tamu. Lantas, petugas terpaksa membawa para terapis dan juga karyawan tersebut ke kantor Satpol PP lantaran tidak memiliki kartu identitas atau KTP domisili. Petugas sempat adu mulut dengan para terapis. "Janganlah bawa kami, takut ditahan. Masa kami pakai baju seperti ini," ujar satu terapis saat hendak dibawa. "Tolong mohon kooperatif, kami hanya mendata di kantor. Jangan buang waktu, masih banyak yang harus dirazia," papar Kabid Ops Satpol PP kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra. Tim pun kemudian bertolak menuju lokasi razia lainnya. Razia berlanjut ke Pocket Jalan Sultan Syarif Kasim, Pujasera 88 Jalan Sultan Syarif Kasim serta The Platinum Jalan Lokomotif. "Dari Glamour SPA, kami mengaman karyawan atau terapis sebanyak 9 orang. Pria 3 orang dan wanita 6 orang. Mereka akan didata. Dari banyaknya masyarakat yang terjaring razia, mereka masih tidak punya KTP domisili," terang Reza. Operasi yustisi itu digelar berdasarkan Perda Kota Pekanbaru Nomor 5 tahun 2002 tentang ketertiban umum. Ada juga Perda Nomor 12 tahun 2007 tentang ketertiban sosial. Selanjutnya, Perda Nomor 14 tahun 2006 tentang Miras. Petugas juga melakukan sosialisasi tentang Surat Edaran Pengetatan Aktivitas dan Edukasi Pelaksaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Kota Pekanbaru.Sumber : SuaraRiau.id

Halaman 1 dari 4