Pamit Pergi Memancing Ucok Dikabarkan Hilang di Hutan Danau Zamrud
Peristiwa

Pamit Pergi Memancing Ucok Dikabarkan Hilang di Hutan Danau Zamrud

SIAK, Petah.id - Ucok warga Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau dikabarkan hilang di hutan Danau Zamrud Kilometer 100 sejak tiga hari yang lalu.Hal itu dibenarkan tetangga dan teman Ucok sendiri, Razi. Dijelaskannya, Ucok pergi dari rumah pamitan untuk pergi memancing bersama pamannya." Sejak senin siang dia pergi pamitnya memancing sama oom nya, tapi oom nya siang Selasa sudah pulang, oom nya pun sudah mencari didalam hutan itu tapi tak ketemu," kata Razi kepada Petah.id, Rabu (18/11/2020) malam.Ditambahkannya, Ucok dan pamannya berangkat menggunakan dua motor, namun informasi yang Ia dapat ucok dan pamannya berpisah sesampai di hutan Danau Zamrud itu."Infonya mereka terpisah di hutan itu. makanya Selasa malam rabu  melaporkan ke pihak Desa Benteng Hilir," kata Razi."Besok pagi, Kamis (19/11/2020) pihak keluarga mengajak seluruh masyarakat mengajak bergabung untuk mencari Ucok kedalam hutan Zamrud dan berkumpul di kediaman orang tua ucok," tambah Razi.Sementara itu, berdasarkan dari postingan Facebook milik BPBD Kabupaten Siak pada Rabu (18/11/2020), pihaknya juga sedang mencari korban yang hilang di hutan Zamrud Km 100 dan belum menemukan ucok."Proses pencarian korban hilang di hutan Zamrud Km 100  Dayun oleh tim TRC BPBD Kabupaten Siak, korban saat ini belum ditemukan, pencarian akan kembali dilakukan esok hari. Mohon doa agar korban ditemukan dalam keadaan selamat," tulis Facebook BPBD Siak.

Hilang 4 Hari, Rahmat Ucok Akhirnya Ditemukan
Peristiwa

Hilang 4 Hari, Rahmat Ucok Akhirnya Ditemukan

SIAK, Petah.id - Sempat 4 hari menghilang di Hutan Danau Zamrud, Rahmat Ucok (21) akhirnya ditemukan pada Kamis (19/11/2020) petang.Mengenakan kaos warna hijau, Ucok tampak didampingi masyarakat beserta tim pencarinya keluar dari hutan danau zamrud itu."iya bang sudah diketemukan, alhamdulillah, tadi vidio ucok ketemu juga sudah beredar," kata Razi, Kamis (19/11/2020).Ketemunya Rahmat Ucok juga dibenarkan Kabid Damkar BPBD Kabupaten Siak Irwan Priyatna. Ia berkeyakinan bahwa Ucok masih bisa bertahan hidup didalam hutan tersebut."Alhamdullilah, Allah SWT melindungi nya, kami yakin dia masih hidup. Kalaupun tersesat   masih bisa bertahan hidup. Karena dia sejak sekolah selalu aktif manjat gunung dan keluar masuk hutan, punya pengetahuan  survival juga," jelas Irwan Priyatna melalu pesan Whatsapp.Ditanyakan bagaimana proses tim bertemu dengan Ucok, Irwan sampaikan didalam hutan masih ada kendala sinyal."Maaf signal disini  lelet,"jelasnya.Sementara itu, dalam vidio berdurasi 2 menit 37 detik itu tampak Ucok mengenakan baju hijau dan tersenyum saat bertemu orang tuanya. Tim dan masyarakat yang turut mencari ucok juga langsung memanjatkan doa atas ketemunya ucok tersebut.Sebelumnya diberitakan, Rahmat Ucok (21) warga Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau dikabarkan hilang di hutan Danau Zamrud Kilometer 100 sejak tiga hari yang lalu saat pergi memancing bersama pamannya Tunggal.Hal itu juga dibenarkan tetangga dan teman Ucok sendiri, Razi. Dijelaskannya, Ucok pergi dari rumah pamitan untuk pergi memancing bersama pamannya." Sejak senin siang dia pergi pamitnya memancing sama oom nya, tapi oom nya siang Selasa sudah pulang, oom nya pun sudah mencari didalam hutan itu tapi tak ketemu," kata Razi, Rabu (18/11/2020) malam.

Cerita Rahmat Ucok Bertahan Dalam Hutan Rimba Saat Hilang
Peristiwa

Cerita Rahmat Ucok Bertahan Dalam Hutan Rimba Saat Hilang

SIAK, Petah.id – Mendadak suasana pecah mengharu biru datang dari rumah kediaman orang tua Rahmat Ucok (21) saat menyambut Ucok setelah 4 hari dikabarkan hilang di Hutan Danau Zamrud, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak,Riau. Kedatangan Ucok yang sempat dikabarkan hilang itu dengan cepat tersiar sehingga masyarakat yang penasaran turut datang kerumahnya di Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Diakui Ibu Kandung Rahmat Ucok, Martini bahwa dirinya mengaku sangat gelisah sejak dirinya mengetahui anaknya hilanmg di dalam hutan.“ Sejak tau Ucok hilang sampai hari ini saya tidak ada makan Cuma minum air putih saja dan sangat gelisah sekali,” terang Martini, Kamis (19/11/2020) petang di Rumah Kediamannya.Diceritakannya, Ucok hilang tidak jauh dari tempat parker sepeda motornya sendiri. Dan Ucok sendiri berupaya keras untuk keluar dari hutan tersebut namun tidak menemukan jalan keluar. “Jarak Ucok ditemukan Cuma 1 kilometer dari sepeda motor yang Ia bawa untuk pergi memancing itu. Ucok sendiri berupaya keluar dari hutan tersebut  mencari jalan pulang dengan cara mematahkan dahan kayu yang Ia lewati namun Ucok merasakan dirinya hanya berputar disitu saja,” Kata Martini setelah mendengar pengakuan dari anaknya Rahmat Ucok. Selama di hutan, kata Martini Lebih jauh, Ucok  bertahan hidup dengan cara memakan ikan hasil pancingannya, meminum air sungai yang ada didekat situ. Sesekali, Ucok memakan buah punak. “ikan lele hasil pancingannya Ia bakar dan dimakan sedangkan untuk minum Ucok mengandalkan air sungai yang ada dekat situ,” kata Komeng sapaan akrab dari Martini. Upaya Martini untuk Menemukan Rahmat Ucok Setelah mengetahui anak ke 3 nya hilang Martini tidak ingin berpangku tangan dan hanya berpasrah diri. Sejak kabar pilu Ia terima dirinya langsung menelfon BPBD Kabupaten Siak untuk meminta pertolongan agar bisa menemukan Rahmat Ucok. “Saya juga memberitahu keluarga besar dan pihak pemerintahan Desa agar kiranya mau membantu mencari Ucok yang hilang di Hutan Zamrud saat pergi memancing,” jelasnya. Dimalam ke Dua kehilangan Ucok, Martini juga berusaha bertanya kepada “orang pintar” untuk memastikan kondisi dan letak Ucok di hutan tersebut. “Ada beberapa orang pintar saya temui untuk melihatkan kondisi Ucok dan semua jawabannya sama bahwa Ucok masih di dalam hutan tersebut,” kata Bu Martini. “Malam ke dua Ucok hilang pun kami Kembali masuk hutan tersbut dengan membawa Gong dan gendang supaya Ucok dapat mendengar suara itu dan bisa menemukan jalan keluar,” tambahnya.  Meski usaha malam itu, lanjut Martini, tidak membuahkan hasil dirinya meyakini dapat menemukan Ucok dan berdoa agar anak ke 3 nya itu dalam kondisi sehat.Kamis (19/11/2020) keluarga bersama masyarakat dibantu pihak Desa, TNI, Polisi dan BPBD Kabupaten Siak Kembali memasuki hutan tersebut untuk melanjutkan pencairan Ucok yang sudah 4 hari menghilang.“Alhamdulillah ba’da Dzuhur Ucok ditemukan oleh tim yang melakukan pencarian,”kata Martini dengan mata berkaca-kaca. Dalam kesempatan itu Ia sangat bersyukur dan menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu bahkan medoakan hingga Ucok Kembali kepangkuannya.“Terima kasih atas bantuan semua pihak, Allah yang dapat mebalas kebaikan semuanya yang sudah membantu mencari Ucok hingga ketemu,” Pungkasnya.

Kronologis Hilangnya Rahmat Ucok di Hutan Danau Zamrud
Peristiwa

Kronologis Hilangnya Rahmat Ucok di Hutan Danau Zamrud

SIAK, Petah.id -  Pusdalop BPBD Kabupaten Siak Biyan jelaskan kronologi kehilangan Rahmat Ucok (21) yang dikabarkan hilang di Hutan Danau Zamrud Kecamatan Dayun sejak Senin (16/11) saat pergi memancing dengan pamannya Tunggal.Diceritakan Biyan, Rahmat Ucok berpamitan pergi bersama pamannya untuk pergi memancing  dengan berbekal Minuman, Makanan, GPS, Senapan Angin, Kompas dan HT." Sampai lokasi hutan Zamrud itu, Ucok  ingin pergi ke arah Timur sedangkan pamannya mengajak ke selatan," jelas Biyan.Sambil berpisah, Tunggal berpesan kepada Ucok untuk bertemu kembali ditempat titik mereka berpisah." Lalu berpisah mereka dan Ucok pergi ke arah timur. Sementara HT yang dipegang mereka hanya bisa berkomunikasi dengan jarak 5 kilometer. awalnya bisa berkomunikasi, setelah itu dikontak pamannya lagi tak bisa masuk," kata Biyan.Pamannya terus mencari Ucok hingga ke arah timur, namun tak kunjung bertemu hingga sampai ke titik mereka berpisah.Dengan kondisi di tengah hutan dan pamannya mencari Ucok sendirian, Tunggal panik dan memutuskan pulang kerumah orang tua Ucok di Benteng Hilir, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak untuk mengabarkan bahwa Ucok hilang."Malamnya pamannya pergi lagi ke hutan sampai tengah malam dan menginap di pos manggala agni, subuh pamannya balek," urai Biyan.Pagi Selasa ( 17/11), lebih jauh diceritakan Biyan,  Tunggal selaku pamannya kembali mencari dan masuk lagi kedalam hutan Danau Zamrud itu namun Ucok masih belum ditemukan." Selasa malam Rabu orang tua Ucok menelfon BPBD untuk melaporkan bahwa anaknya hilang dan kejadiannya sejak Senin (16/11)," kata Biyan.Berangkat dari laporan tersebut BPBD Kabupaten Siak langsung ambil tindakan." Malam kami dapst info Rabu (18/11) pagi rapat dan rembuk dan memutuskan untuk berangkat ke hutan Danau Zamrud mencari Ucok," jelas Biyan.Biyan bersama 10 orang rekannya dari BPBD Siak terus melakukan pencarian di hutan tersebut hingga pukul 16.00 Wib namun Ucok masih belum ditemukan."Jam 4 sore kami pulang karena situasi mendung, petir kuat kali, dan mau hujan," jelasnya.Pencarian Ucok didalam hutan Zamrud tersebut tidak berjalan mulus, Biyan bersama rekannya mengalami beberapa kendala seakan-akan pihaknya sedang disesatkan." Didalam hutan itu seperti kami yang disesatkan, alat Kompas yang kami bawa jarumnya berputar terus tak berhenti sehingga tidak bisa melihat arah. maka dari itu untuk menghindari Magrib kami putuskan untuk pulak dan melanjutkan pencarian Ucok besok pagi," kata Pusdalop BPBD Kabupaten Siak itu.Namun, kata Biyan, pihaknya akan turun kehutan zamrud lagi dan berjuang agar Ucok segera di temukan." Mohon doanya agar Ucok selamat dan tim yang mencari selalu diberi kemudahan," pinta Biyan.

M Nasir : Itu Sulit Terealisasi
Siak

M Nasir : Itu Sulit Terealisasi

SIAK, Petah.id - Calon Bupati Siak nomor urut satu, Sayyed Abubakar Assegaf janji jika dirinya terpilih akan putihkan pembayaran kredit sawit Pemda 1 dan 2 yang ada di Kabupaten Siak.Hal itu tertuang dalam kesepakatan bersama di atas materai 6.000 yang ditandatangani petani sawit Kampung Perincit, Kecamatan Pusako dan Sayyed Abubakar Assegaf.Saat dikonfirmasi SAA tak menampik hal tersebut, iya mengatakan hal itu dilakukannya sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat." Iya untuk kesejahteraan masyarakat," ungkapnya singkat saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Senin (26/10/2020).Saat ditanyakan langkah seperti apa yang akan dilakukan dalam proses pemutihan tersebut, SAA mengaku akan mengatur hal itu dikemudian hari." Akan diatur di kemudian hari.Yang penting roh awalnya adalah membangun kebun sawit untuk kesejahteraan rakyat menggunakan APBD," jelasnya."Kenapa sekarang rakyat terlilit hutang dan  tak pernah mendapatkan sertifikat tanah mereka sampai hari ini," pungkas mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat itu.Sementara itu, Direktur PT Persi M Nasir mengakui sudah mendengar informasi tentang program pemutihan yang digaungkan ke petani. Dikatakannya hal itu akan sulit terealisasi sebab sudah ada aturan yang mengatur.Lebih jauh dikatakan M Nasir, berdasar dari aturan yang ada bahwa kebun yang telah dibangun oleh pemda wajib dikembalikan investasinya ke pemda melalui PT Persi dengan jangka waktu panjang sesuai perjanjian kredit yang sudah dibuat."Ya, saya sudah dapat info dan tembusan dokumen tersebut, bahwa program ini dibuat untuk membantu masyarakat salah satunya kebun sawit, sesuai aturan yang ada bahwa kebun yang telah dibangun oleh pemda wajib di kembalikan investasinya ke pemda melalui PT Persi dengan jangka waktu panjang sesuai perjanjian kredit yang sudah dibuat. Jadi program pemutihan yang di gaungkan ke petani sulit terealisasi karena aturannya sudah ada," kata Direktur PT Persi M Nasir saat dikonfirmasi awak media, Senin (26/10/2020).

Bobol SDN 04 Buatan II, Oknum Guru ASN Dibekuk Polsek Koto Gasib
Hukum

Bobol SDN 04 Buatan II, Oknum Guru ASN Dibekuk Polsek Koto Gasib

SIAK, Petah.id - Entah apa yang ada di benak oknum ASN satu ini, sehingga berani mencuri di sekolah tempatnya bekerja. Dan hasil tes urinenya positif menggunakan narkoba.Sebagaimana diceritakan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan, pada Ahad (11/10) pihaknya mendapat laporan dari Kepala SD 04 Buata II Anuzur (55), telah terjadi pencurian terhadap barang inventaris sekolah, berupa sembilan unit tablet merk Evercroos, satu unit layar monitor merk LG 14 inci,1 unit CPU dan keyboard merk HP.“Pencurian itu diketahui terjadi pada Sabtu (10/10) sekitar 09.00 WIB,” jelas Kapolsek Ipda Suryawan.Pencurian diketahui ketika Kepala SDN 04  Anuzur menyuruh seorang honorer menyusun dan menata barang-barang inventaris di ruangannya.Namun, honorer tidak melihat beberapa barang inventaris berupa sembilan unit tablet merk Evercroos warna hitam, satu unit layar monitor merk LG 14 inci, kemudian, satu unit CPU dan keyboard komputer merk HP.Mengetahui  barang inventaris tersebut sudah tidak ada, kepada sekolah dan honorer berusaha mencari di semua ruangan seisi sekolah. Mereka jug menanyakan kepada penjaga sekolah, namun tidak diketahui di mana barang inventaris tersebut berada.“Lalu Anuzur mengumpulkan semua guru untuk mencari di mana barang-barang inventaris tersebut berada, lalu salah seorang guru berinisial BA (42) mengatakan, Gatot yang telah mencuri barang-barang inventaris tersebut. Sebab Gatot pernah memberinya uang Rp1 juta dan mengatakan, uang tersebut hasil menjual barang-barang inventaris milik sekolah,” jelas Ipda Suryawan.Atas kejadian tersebut disebutkan Kapolsek Ipda Suryawan, pelapor merasa dirugikan sekitar Rp25 juta dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Koto Gasib guna pengusutan lebih lanjut. Kemudian dikatakan Suryawan, sekitar pukul 16.00 WIB, personel Polsek Koto Gasib berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian tersebut tanpa adanya perlawanan. “Ps Kanit Reskrim Bripka Leonar Pakpahan SH melakukan penyidikan kepada salah seorang guru SDN 04 yaitu BA (42). Dia mengakui telah melakukan pencurian terhadap barang-barang inventaris sekolah.Sedangkan keterlibatan Gatot menjualkan barang inventaris itu,” jelas Kapolsek Suryawan.Tidak hanya sampai di situ, BA (42) yang saat ini sedang menjalani penyidikan di Polsek Koto Gasib, dilakukan tes urine dan ternyata hasilnya positif menggunakan narkoba. “Sementara saat ini, personel di lapangan sedang melakukan pengembangan kasus ini, berikut mengumpulkan barang bukti yang sudah dipasarkan,” jelas Kapolsek Ipda Suryawan.

Bawaslu Siak Ingatkan Akan Ada Sanksi Bagi ASN dan Honorer yang Terlibat Politik Praktis
Politik

Bawaslu Siak Ingatkan Akan Ada Sanksi Bagi ASN dan Honorer yang Terlibat Politik Praktis

SIAK, Petah.id - Wujudkan pilkada jujur dan adil Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Siak, melalui Zulfadli Nugraha ingatkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai honorer untuk tidak terlibat dalam politik praktis. "Like (menyukai) dan komen yang menyatakan dukungan yang dilakukan oleh PNS itu akan kita proses sesuai dengan aturan yang berlaku," Kata Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Siak, Zulfadli Nugraha, Minggu (27/09/2020) malam. Dijelaskannya, sanksi itu juga diberlakukan untuk honorer yang pendapatannya bersumber dari APBN/APBD (SK Bupati). "Namun honorer yang bersifat sukarela, THL itu dikembalikan kepada kebijakan kantornya atau oleh kepala dinasnya,"jelasnya. Terkait sanksi terhadap PNS yang melanggar netralitas, bawaslu akan meminta klarifikasi dari yang bersangkutan serta keterangan dari pihak-pihak terkait dan hasilnya akan direkomendasikan kepada KASN untuk ditindak lanjuti. " Untuk sanksi itu wewenang KASN, kami (bawaslu) hanya menindaklanjuti serta memproses yang bermasalah, dan hasilnya kami serahkan ke KASN," terangnya. Sementara itu bagi honorer tambah Fadli, hasil dari kajian Bawaslu akan diserahkan kepada pembina honorer tersebut (Kepala Dinas) untuk memberikan sanksi terhadap anggotanya. Khusus untuk honorer yang bersifat sukarela  dan THL, Bawaslu akan melihat aturan dalam SK atau kontrak kerjanya dengan pihak dinas. "Tapi kalau di SK atau kontraknya tidak diatur supaya bersikap netral dalam ajang pemilu dan pilkada, maka Bawaslu bersifat persuasif dan hanya menghimbau kepada atasannya untuk mengingatkan yang bersangkutan supaya tidak terlibat politik praktis,"pungkasnya.

Perkelahian Dipangkalan Pisang Tidak Terkait Politik
Hukum

Perkelahian Dipangkalan Pisang Tidak Terkait Politik

SIAK, Petah.id - Ternyata perkelahian dua pemuda Rio Anggara dengan Yudi, sehingga penyebabkan pelipis Yudi luka berdarah , tidak ada kaitannya dengan politik.Sebagaimana diceritakan Yudi di Polsek Koto Gasib, siang itu, tepatnya Senin (19/10) dia hendak memesan kayu. Di perjalanan dia bertemu dengan Rio Anggara."Hubungan kami memang sedang kurang baik, ada permasalahan pribadi di antara kami berdua. Jadi saat bertemu itu, kami adu mulut, berujung pada perkelahian,” jelas Yudi.Karena pelipis luka, usai berkelahi, menurut Yudi dia langsung ke Polsek Koto Gasib. Jadi dia tidak tahu menahu masalah pemberitaan yang mengait-ngaitkan  dengan politik.“Saya tidak ada wawancara atau ditanya siapapun. Sesampai di Polsek, kami didamaikan dan saat ini  permasalahannya sudah selesai. Kami sudah sudah berdamai,” jelas Yudi.Sementara menurut Rio Anggara, saat dia dan Yudi berkelahi, Yudi tidak melakukan perlawanan. “Hal itu yang membuat wajahnya luka. Dia terjatuh,” Saat ini menurut Rio yang berdiri di samping Yudi, permasalahan keduanya sudah selesai.Kami sudah baikan. Kami kembali berteman. Kami tidak berpolitik. Berita yang mengatakan kami berkelahi karena politik itu hoaks,” ungkap keduanya bersamaan.Selanjutnya Yudi dan Rio bersalaman. Dan bersedia difoto sebagai bukti bahwa mereka benar-benar sudah tidak ada masalah.Sementara Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan membenarkan hal itu. Menurutnya kasus itu murni urusan pribadi yang berujung pada perkelahian. Tidak ada kaitannya dengan politik.“Jadi saya memastikan keduanya berkelahi karena urusan pribadi bukan karena politik,” jelas Kapolsek Suryawan.

Ketua LAM Minta Nama Syarifah Sembilan di Ganti
Siak

Ketua LAM Minta Nama Syarifah Sembilan di Ganti

SIAK, Petah.id - Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Wan Said desak Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Siak untuk menghapus nama Syarifah Sembilan sebagai nama Taman di Kecamatan Sungai Apit serta diganti dengan nama yang layak.Dikatakannya, pihaknya sudah dua kali pergi ke Kecamatan Sungai Apit bertemu Ketua LAM Kecamatan Sungai Apit dan kekantor penghulu Tanjung Kuras untuk melihat makam yang disebut-sebut makam Syarifah Sembilan."Dari akal sehat kami tak pecayo itu makam, tapi kalau benteng kami pecayo. Memang disitu terlihat banyak makam, namun kalau dilihat dari batu  itu abad ke-17 sementara perang sama portugis itu abad ke-15," kata Ketua LAM Siak Wan Said,  Selasa (10/11/2020) malam.Sementara itu, lebih jauh dikatakan Wan Said, abad ke-17 itu banyak makam pejuang sewaktu agresi belanda. Ia pun mengaku dirinya memiliki data yang lengkap soal itu semua."Kami punya data yang lengkap soal itu, LAM ingin menyelesaikan persoalan ini diselesaikan dengan baik-baik," terangnya.LAM sendiri, tambah Wan Said, sudah menyurati dan mengusulkan kepada Bupati Siak, DPRD Siak dan berbagai lintas OPD untuk menghapus nama Syarifah Sembilan yang melekat di taman Kecamatan Sungai Apit itu."Nama Taman Syarifah Sembilan itu harus dihapus dan ditukar dengan nama yang layak, kami sudah usulkan itu kepada Bupati dan DPRD Siak," tegas Ketua LAM Siak.Dalam kesempatan itu, Wan Said juga mengajak kepada generasi muda sebagai penerus untuk menggali sejarah sesuai dengan fakta dan kaidahnya agar memang ini bisa lestari hingga di masa mendatang."Marilah kita sama-sama menghargai para pahlawan kita,tanpa jasa mereka tak mungkin kita sampai seperti sekarang ini,"pungkasnya.

Halaman 1 dari 55