Kejaksaan Periksa Kadis ESDM Riau Terkait Bimtek Fiktif Ratusan Juta Rupiah di Kuansing
Kuantan Singingi

Kejaksaan Periksa Kadis ESDM Riau Terkait Bimtek Fiktif Ratusan Juta Rupiah di Kuansing

Kuansing, Petah.id – Dugaan tindak pidana korupsi bimtek Rp 500 juta, Kejaksaan Negeri Kuansing periksa Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau, Indra Agus sebagai saksi. "IA memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 09.00 WIB. Dia datang sendiri," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi, Hadiman, kepada wartawan, Kamis (23/9/2021). Hadiman mengatakan ada 35 pertanyaan dilayangkan kepada Indra Agus. Dia menyebut Indra Agus diizinkan pulang setelah 3 jam menjalani pemeriksaan karena alasan kesehatan. Sekitar pukul 12.00 WIB pemeriksaan kita selesai. Ada 35 pertanyaan yang diajukan penyidik. Setelah itu IA kurang enak badan dan kita izinkan pulang," katanya. Hadiman mengatakan pemeriksaan Indra Agus dilakukan setelah menerima laporan dugaan korupsi dari masyarakat. Dia mengatakan ada bimbingan teknis pertambangan dari Dinas Pertambangan dan ESDM Kuantan Singingi ke Bangka Belitung pada periode 2013-2014. "IA pada waktu itu menjabat Kepala Dinas Pertambangan dan ESDM Kuantan Singingi. Kemudian pindah menjadi Kepala Bapeda dan sekarang Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau," katanya. Dia mengatakan ada dugaan kegiatan fiktif senilai Rp 500 juta dalam bimtek itu. Selain Indra Agus, Kejari Kuansing telah memeriksa 16 saksi lainnya dalam kasus dugaan korupsi ini. "Ada dugaan kegiatan fiktif Rp 500 jutaan. Maka dari laporan masyarakat itu kami tindaklanjuti," kata Hadiman. Hadiman mengatakan kasus yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 500 jutaan itu terjadi pada 2014. Dia mengatakan kegiatan bimtek itu terbukti fiktif lewat putusan bersalah terhadap mantan Bendahara Pengeluaran Dinas Pertambangan dan ESDM Kuansing, ED, dan mantan PPTK di Dinas Pertambangan dan ESDM Kuantan Singingi, AR. "Masing-masing di jatuhi hukuman 1 tahun penjara. Keduanya sudah diberhentikan sebagai ASN pada tahun 2019 begitu keluarnya kebijakan pemerintah terkait tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh ASN," katanya.   Sumber : Detik.com

Warga Gunungmelintang Resah Kawanan Gajah Masuk Kebun
Kuantan Singingi

Warga Gunungmelintang Resah Kawanan Gajah Masuk Kebun

Telukkuantan, Petah.id –  Warga Desa Gunungmelintang, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau diresahkan dengan keberadaan kawanan gajah yang sudah berhari-hari berada di kebun warga. Kepala Desa Gunung Melintang Hamzah Harianto menuturkan empat ekor gajah tersebut berada di kebun warga yang berbatasan langsung dengan areal konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).  "Gajah ini makan tanaman sawit warga yang masih berumur dua tahun," katanya, Selasa (16/3/2021). "Dalam semalam, kebun sawit yang habis bisa mencapai satu hektare. Itu bukan jumlah yang sedikit bagi petani kami," tambah Hamzah. DisampaikanHamzah, warga Gunungmelintang sudah berupaya untuk mengusir gajah tersebut. Namun, gajah tersebut tidak mau diusir. "Kami usir, tak pergi. Bahkan, gajah ini mengejar masyarakat yang datang. Kalau kami datang, pasti ditunggu sama gajah, dikejar dan ketika kami lari, dia langsung merusak tanaman sawit sekitar," kata Hamzah. Hamzah mengaku sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari PT RAPP, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) hingga Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak-pihak tersebut. "Kami berharap, pihak-pihak tersebut segera mengambil tindakan untuk menggiring kembali kawanan gajah ke kawasan TNTN," ujar Hamzah. Dituturkan Hamzah, konflik antara masyarakat Gunungmelintang dan gajah bukan sekali ini saja terjadi. Hamzah pun pernah menjadi korban keganasan gajah, dimana kebunnya habis dimakan hewan dilindungi tersebut. "Agar konflik ini tidak terulang lagi, kami berharap ada petugas yang ditempatkan di Gunungmelintang, sama seperti yang ditempatkan di desa lain," tutup Hamzah.   Sumber : Goriau.com    

SPPD Fiktif, Kepala BPKAD Kuansing Ditetapkan Sebagai Tersangka
Hukum

SPPD Fiktif, Kepala BPKAD Kuansing Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kuansing, Petah.id - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kuantan Sengingi (Kuansing) inisial HA ditetapkan tersangka atas dugaan kasus korupsi.HA diduga membuat SPPD Fiktif pada tahun 2019. Oleh sebab itu, Kejaksaan Negeri Kuansing sudah menetapkan HA sebagai tersangka pada 10 Maret 2021 kemarin.Penetapan HA sebagai tersangka berdasarkan keterangan yang diperoleh dari saksi-saksi dan alat bukti surat berupa surat perintah tugas dan surat perjalanan dinas (SPPD) fiktif yang diperoleh tim Kejari Kuansing." HA lah yang menandatangani SPJ fiktif itu dan uang SPJ fiktif itu dia lah yang menggunakannya. Sejauh ini masih dia yang kita tetapkan tersangka," kata Kejari Kuansing Hadiman SH MH dikutip dari Riaupos.co, Senin (15/3/2021) di Teluk Kuantan.Saat ini, tambah Hadiman, pihaknya terus melakukan pendalaman atas dugaan korupsi SPPD fiktif di BPKAD Kuansing. HA, sebagai Kepala BPKAD Kuansing kembali akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, Selasa (16/3/2021). Bila Selasa (16/3/2021) HA sebagai tersangka tidak datang, kata Dia lebih jauh, maka pihaknya akan kembali memanggil HA Jumat (19/3/2021). Bila masih mangkir, HA akan diminta hadir dan diperiksa sebagai tersangka Senin (22/3/2021). "Hari itu akan kami tunggu. Jika tidak datang sampai pukul 10.00 WIB, akan kami cari di mana pun dan langsung melakukan penahanan," ujarnya.Disinggung aoal berapa kerugian negara, Kejari Hadiman menjelaskan memang masih belum final perhitungannya.Karena, kata Hadiman, beberapa tempat seperti Jakarta, Batam, Palembang, Sumatera Barat masih belum tuntas pengambilan datanya yang juga menjadi tempat perjalanan dinas dengan SPPD di fiktifkan. Namun perhitungan sementara, mencapai Rp600 juta. Kejari terbaik se Riau ini, dengan tegas mengatakan tidak ada istilah tebang pilih dalam penanganan korupsi. "Jika bersalah, ada bukti akan kita tuntaskan. Tidak pandang bulu," ujarnya.Sumber : Riaupos.co

Tiga Hari Hilang Diduga Tenggelam, Arul Ditemukan Tak Bernyawa
Kuantan Singingi

Tiga Hari Hilang Diduga Tenggelam, Arul Ditemukan Tak Bernyawa

KUANSING, Petah.id - Arul (8) akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah tiga hari dalam pencarian. Arul merupakan warga Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah Kuantan Singingi (Kuansing).Sebelumnya, Arul dikabarkan hilang diduga hanyut di Sungai Kuantan dan ditemukan sudah meninggal pada Selasa, (16/2/2021) sekira pukul 11.00 WIB.Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga Tanjung Pisang, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang."Alhamdulillah sudah ditemukan tadi sekitar pukul 11.00 WIB kurang didaerah Tanjung Pisang Baserah. Korban sudah dievakuasi dibawa ke Teluk Kuantan," ujar Camat Pangean, Mahviyen Trikon Putra, Selasa (16/2/2021).Kronologis kejadiannya, Arul dilaporkan hilang pada Minggu 14 Februari 2021 sekira pukul 14.30 WIB.Ketika itu, awalnya korban pergi ke objek Wisata Pantai Jai-Jai Raok, Desa Padang Tanggung, Pangean menggunakan mobil. Sampai di tempat wisata tersebut korban bersama dua orang temannya langsung bermain menuju pantai berpasir di pulau Jai-Jai Raok.Sedang asyik bermain pasir, kaki seorang temannya bernama Faras terkena duri pelepah sawit. Awalnya Faras hanya pergi seorang diri ke tepi sungai kuantan berniat untuk mencuci kaki.Namun korban ternyata juga ikut dari belakang menuju tepi Sungai Kuantan. Meski sudah dilarang oleh teman lainnya tapi korban tidak menghiraukan.Korban yang tidak mengetahui kedalaman Sungai Kuantan tiba-tiba terperosok lalu tenggelam. Melihat korban tenggelam, teman korban bernama Faras langsung berusaha mencoba menolong.Namun Faras juga ikut terbawa arus sungai. Beruntung Faras bisa diselamatkan setelah berteriak meminta tolong kepada warga yang ada di sekitar.Sumber : Suara.com