Kepergok Ngintip Mandi, RA Habisi dan Rampok Tetangga Kontrakannya
Kriminal

Kepergok Ngintip Mandi, RA Habisi dan Rampok Tetangga Kontrakannya

Siak, Petah.id -  Kasus pencurian dengan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak akhirnya terungkap.Demikian dikatakan Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardiyanto. NY (25)  ditemukan tewas bersimbah darah di rumah kontrakan Jalan Hangjebat, Gang Melati, RT 14 RW 05, Kelurahan Perawang, Siak, Sabtu (16/10) sekira pukul 16.30 Wib merupakan seorang honorer di Samsat Tualang."Tersangka berinisial RA (22). Pengungkapan kasus ini adalah berkat kerja keras serta upaya dari Satreskrim Polres Siak dengan Polsek Tualang," kata AKBP Gunar Rahardiyanto.Dikatakan Kapolres Siak, kronologis kejadian berawal dari RA mengintip korban NY di kamar mandi pada Sabtu pagi. Selanjutnya, karena aksinya diketahui oleh NY, RA menarik korban secara paksa dan mengancamnya dengan sebilah pisau Cutter. "Korban diancam, tetapi melakukan perlawanan. Setelah itu RA membenturkan kepala NY, hingga mencekik lehernya dan mengakibatkan NY meninggal dunia. Tidak sampai disitu saja, pelaku juga melakukan pemerkosaan terhadap NY," ungkap Kapolres Siak. Tak puas dengan memperkosa dan membunuh, RA kata Kapolres Siak, menggasak harta benda milik NY. "Sepeda motor merk Supra X, tas sandang, cincin emas dan dua unit handphone dibawa pelaku," sambung AKBP Gunar. Barang bukti yang diamankan oleh pihak Kepolisian yakni satu buah sapu dengan kondisi gagang patah, ikat rambut warna biru, satu helai baju lengan pendek warna merah jambu dan satu helai celana warna merah jambu motif batik. "Tersangka kita ancam pasal 340 KUHPidana subsider 338 KUHPidana. Ancaman penjara 15 tahun atau seumur hidup," pungkasnya.

Diduga Jadi Korban Pembunuhan, Honorer Dispenda Riau Tewas Bersimbah Darah di Siak
Kriminal

Diduga Jadi Korban Pembunuhan, Honorer Dispenda Riau Tewas Bersimbah Darah di Siak

Siak, Petah.id - Warga Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Siak digegerkan dengan penemuan mayat perempuan bersimbah darah.Diketahui perempuan itu berinisial NY (25). Ia merupakan seorang honorer Dispenda Riau yang bertugas di Samsat Perawang.NY ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan bersimbah darah di kediamannya yang berada di Jalan Hang Jebat, Gang Melati, RT 14 RW 05 kelurahan Perawang, Sabtu 16 Oktober 2021 sekira pukul 15.30 WIB.Dari informasi yang berhasil dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh kedua orang tuanya yang baru saja pulang ke rumah."Saya dapat informasi dari warga pak, terus saya langsung hubungi pihak Polsek Tualang, kalau yang melihat pertama kali, kedua orang tuanya pak," ungkap salah Ketua RT setempat.Ibunda korban berinisial M menuturkan bahwa setiba di rumah ia terkejut melihat korban sudah terbujur kaku dengan posisi telentang di lantai."Pukul 15.30 Wib, kita sampai depan rumah tetapi tidak curiga, dan kelamaan saya coba kebelakang rumah saya melihat posisi korban sudah tergeletak disitu (lantai) belakang," jelasnya.Selain itu, M menyampaikan sepeda motor merk Honda Supra X warna Hitam BM 5003 AB dan hp merk Oppo A31 serta Nokia 310 warna hitam juga raib."Kami cek kondisi rumah, sepeda motor dan hp gak ada pak, mungkin dicuri pak," sebutnya.Dalam kondisi berduka, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian agar segera dapat mengungkap kejadian ini."Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Agar pelakunya bisa ditangkap. Sampai hati pelaku itu membunuh anak saya,” ketusnya kesal.Sementara itu, Kapolsek Tualang AKP Alvin Agung Wibawa didampingi Kanit Reskrim Polsek Tualang IPDA Laurensius Nevin Indradewa mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan."Masih dalam tahap penyelidikan, mohon do'anya agar kami segera mengungkap kasus ini," terangnya.

Musnahkan 189 Kg Sabu dan 889 Ekstasi, Kapolda Perintahkan Tangkap DPO Debus
Kriminal

Musnahkan 189 Kg Sabu dan 889 Ekstasi, Kapolda Perintahkan Tangkap DPO Debus

Pekanbaru, Petah.id - Selama periode September 2021, Polda Riau dan jajaran berhasil mengungkap setidaknya 10 kasus tindak pidana narkoba dengan menangkap 22 orang pelaku serta barang bukti 189,31 kg sabu dan 889 butir ekstasi.   Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Effendi menggelar konferensi pers pada Senin (11/10/2021) dihalaman Mapolda merincikan 8 kasus ditangani Ditresnarkoba dan 2 kasus lainnya di Polres Bengkalis.   “Pada Jumat (24/9), Subdit I menangkap YF (30 tahun), AS (20 tahun), MS (22 tahun), MA (19 tahun) dan AS (20 tahun) dengan barang bukti 86,57 kg sabu di TKP jl. Bandes Gg. Nelayan Sungai Parit Paman Kel. Tanjung Palas Kec. Dumai Timur Kota Dumai. Pelaku menyembunyikan narkotika jenis shabu di dalam sebuah box berwarna biru yang berisikan 5 (lima) buah tas hitam. Sebelumnya, pada  Selasa (7/9) tim mengamankan (7/9) BB sabu 45,55 kg sabu dari 3 TSK YT (35 tahun), JU (34 tahun dan DR (44 tahun) di jl. Pelajar Pangkalan kecamatan Rupat. Dimana pelaku menggunakan sepeda motor dan membawa keranjang menyembunyikan barang bukti tersebut didalam 2 (dua) buah karung plastik. Selanjutnya pada Rabu (25/8) tim menangkap RPP (23 tahun) dengan BB 3,93 kg sabu di PT. Indah Cargo Pekanbaru jl. Nangka Kota Pekanbaru. Pelaku menggunakan modus pengiriman narkoba melalui jasa pengiriman, tim berhasil mengamankan sebuah kardus besar yang berisikan 4 (empat) kotak makanan yang disuga berisikan narkotika jenis shabu,” papar Agung.   Subdit I lanjut Agung, juga mengamankan tersangka NS (29 tahun) pada Sabtu (18/8) berikut BB 2,94 kg sabu dan 889 butir ekstasi di loket CV Jambi Indah Trans jl. Durian Pekanbaru. Tersangka NS menyembunyikan narkotika jenis shabu dan pil ekstasi di dalam sebuah tas warna berwarna hitam. Kemudian pada Kamis (26/8) mengamankan tersangka AY (35 tqhun) dgn BB 7,27 gram sabu di Jl Tuah Karya Tampan Pekanbaru dimana modus tersangka menyembunyikan narkotika jenis shabu di dalam plastik bening didalam saku celana sebelah kanan tersangka.   Pengungkapan kasus narkoba juga berhasil diungkap oleh Subdit II Ditres Narkoba yang pada Minggu (16/9) menangkap  YU (32 tahun) dan JT (43 tahun) dengan barang bukti 373,34 gram sabu disebuah rumah di jl. Datuk Laksamana Kota Dumai. Tersangka menyembunyikan BB di dalam mesin cuci yang ada di rumahnya.   Pada Kamis (26/8), Subdit III Ditresnarkoba mengamankan ES (31 tahun) dan HT (24 tahun) berikut BB 1,93 kg sabu di jl. Kaharuddin Nasution, Bukit Raya Kota Pekanbaru. Kedua tersangka menyembunyikan narkotika jenis shabu di dalam sebuah plastik warna merah. Dan pada Rabu (15/9), Subdit III juga mengamankan EP (39 tahun) berikut BB 229,5 gram sabu di Jl Bintara Labuh Baru Timur Kota Pekanbaru, dimana tersangka mengembunyikan barang bukti didalam plastic bening yang dibalut dengan tissue.   2 kasus lainnya diungkap oleh Satres Narkoba Polres Bengkalis yang pada Kamis (9/9) berhasil mengamankan  WW (23 tahun), RD (22 tahun) dan MI (22 tahun) berikut barang bukti sabu 39.16 kg di jalan Tj. Jati tepatnya di belakang RSUD Kota Dumai serta pada Senin (13/9) berhasil mengamankan WAH (26 tahun), ROB (39 tahun) dan MRP (25 tahun) di Sidomulyo Barat, Tampan Kota Pekanbaru.   Didampingi Ka BNNP Riau serta Dir Narkoba, Kapolda Riau optimis, pihaknya bersama semua stake holder akan mampu menangani persoalan peredaran narkoba di provinsi Riau.   “Tidak ada ruang bagi peredaran narkoba di provinsi Riau, baik sindikat jaringan internasional maupun sindikat lokal. Saya bersama seluruh stake holder, baik BNNP Riau dan lainnya ingin memberikan jawaban atas persoalan peredaran narkoba di Provinsi Riau,” terang Irjen Agung.   Agung mensinyalir peredaran narkoba masih dikendalikan oleh kelompok-kelompok lama yang sudah beberapa kali terlibat dengan peredaran.   “Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang ada di perairan bahwa iming-iming untuk menjadi bagian menjadi bagian dari peredaran narkoba itu sangat besar disana, ingatlah itu sesuatu tidak halal dan melanggar agama apapun serta melanggar hukum pidana yang akan kita tegakkan setegak-tegaknya. Dan saya ingin memastikan barang bukti ini akan di musnakan secara keseluruhan dengan cara yang di atur dalam UU agar kemudian kita semua memastikan bahwa proses hukum ini bersih, transparan, akuntabel dan dapat di percaya,” janji Agung.   Agung mengaku, pihaknya bersama BNN Provinsi Riau akan terus menggiatkan operasi narkoba ini dan tidak akan pandang bulu terhadap siapapun.   “Hari ini saya umumkan DPO atas nama Debus agar dikejar dan di tangkap dimanapun berada, seluruh jajaran saya perintahkan tangkap debus yang menjadi otak yang belum tertangkap dan saya minta masyarakat dapat membantu menginformasikan keberadaan DPO ini,” tegasnya.

Tim Polda Riau Gulung 7 Pelaku dan Amankan 87 Kg Sabu, Kapolda Ingatkan Masyarakat Tak Tergiur Bujuk Rayu Sindikat
Kriminal

Tim Polda Riau Gulung 7 Pelaku dan Amankan 87 Kg Sabu, Kapolda Ingatkan Masyarakat Tak Tergiur Bujuk Rayu Sindikat

PEKANBARU, Petah.id - Berbekal akurasi informasi, pada Jum'at (25/9/2021) pukul 05.30 wib, Tim Subdit I Ditresnarkoba dipimpin AKBP Hardian Sik melakukan penggeledahan dipondok kayu di Jalan Bangdes Sungai Parit Kota Dumai.   Di TKP tersebut Tim  berhasil mengamankan 5 orang. Kemudian Tim melanjutkan penggeledahan disekitar pondok dan menemukan box berwarna biru berisikan 5 (lima) buah tas berwarna hitam yang didalamnya diduga narkotika jenis shabu sebanyak 87 (delapan puluh tujuh) bungkus.   Berikutnya Tim melakukan pengembangan di Jalan Moh Yamin dan Jalan Pelajar Kota Dumai dan menangkap 2 (dua) pelaku lain yang bekerja sebagai transporter (becak laut) dengan peran sebagai pembawa narkotika jenis sabu tersebut dari Boya (lampu suar navigasi lalu lintas laut) perbatasan Malaysia Indonesia.   Tujuh tersangka tersebut diantaranya AS (20 tahun), MA (19 tahun), YF (30 tahun), MS (22 tahun), AS (20 tahun), DA (54 tahun) dan AG (52 tahun)   Barang Bukti berhasil diamankan berupa - 87 bungkus narkotika jenis shabu didalam 5 buah tas. - 1  buah box plastik persegi warna biru tempat disimpan tas yang berisi narkotika. - 5 buah handphone merk Nokia, Oppo dan Samsung - 1 unit kapal 10 m dengan 3 mesin Yamaha 200 - 1 unit kapal kayu tanpa mesin   Kapolda Riau Irjen Agung Setia saat menggelar konferensi pers bersama Kepala BNNP Riau Brigjen Robinson Siregar, Dir Resnarkoba Kombes Victor Siahaan, Kabid Humas Kombes Narto, Kabid Labfor AKBP Yani Nursyamsu serta perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejaksaan Negeri Bengkalis menegaskan tidak ada ruang bagi peredaran narkoba di Provinsi Riau.   “Saya tegaskan tidak ada ruang bagi sindikat narkoba disini, baik itu sindikat internasional maupun sindikat lokal. Semakin lama yang saya tangkap orangnya semakin terpelajar dan memiliki intelektual yang memadai untuk tidak terjerumus dalam perdagangan Narkoba,” tegas Agung.   Agung nenjelaskan pihaknya bersama seluruh stake holder, baik BNNP Riau dan lainnya ingin memberikan jawaban atas persoalan peredaran narkoba di Provinsi Riau.   “Ini adalah masalah hukum tentu jawabannya adalah bagaimana mereka berproses hukum sebagaimana mestinya agar di hukum seberat-beratnya dan kita tahu peredaran ini masih dikendalikan oleh kelompok-kelompok lama yang sudah beberapa kali terlibat dengan peredaran,” sambungnya.   Irjen Agung juga mengingatkan masyarakat yang ada di perairan agar tidak tergoda oleh rayuan pelaku narkoba.   “Bahwa iming-iming untuk menjadi bagian menjadi bagian dari peredaran narkoba itu sangat besar disana, ingatlah itu sesuatu tidak halal dan melanggar agama apapun serta melanggar hukum pidana yang akan kita tegakkan setegak-tegaknya,” janji jenderal dua bintang tersebut.   Kapolda menjelaskan para pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan Ancaman Hukuman mati atau penjara paling singkat 5 (lima) tahun, paling lama 20 tahun.

Modus Bertanya Alamat, Pria di Tualang Siak Nekat Culik dan Cabuli Bocah
Hukum

Modus Bertanya Alamat, Pria di Tualang Siak Nekat Culik dan Cabuli Bocah

Siak, Petah.id - MR (29) pelaku penculikan dan pencabulan bocah di bawah umur akhirnya berhasil ditangkap Polsek Tualang, Polres Siak.Diketahui, MR merupakan residivis dalam perkara persetubuhan anak di bawah umur tahun 2017. Sempat di penjara dengan kasus yang sama, tidak membuat MR bertaubat. Malahan, sejak Maret 2021 ia mulai kembali melancarkan aksinya dengan mencabuli bocah di bawah umur.Dalam melancarkan aksinya, MR berpura-pura menanyakan sebuah alamat kepada anak- anak.Demikian dikatakan Kapolres Siak, Gunar Rahardiyanto. Disebutkannya, sebelum dicabuli, anak-anak tersebut lebih dahulu diculik."Predator pencabulan anak itu mengaku dia lebih tergiur dengan anak- anak di bawah umur. Hingga saat ini, dari pengakuan MR sudah 7 bocah yang Ia cabuli," kata Kapolres Siak Gunar Rahardiyanto dalam konferensi persnya di Halaman Mapolres Siak, Senin (4/10/2021).Pelaku diamankan Polsek Tualang pada  Kamis (30/09/2021) di Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang."Korban rata-rata berusia 6-7 tahun. Tersangka juga mengancam  bocah tersebut sebelum dicabuli," ungkap Gunar.Mendapatkan laporan tersebut, Kapolsek Tualang bersama anggota untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku. Sesuai dengan informasi yang di dapat dari masyarakat tersebut, setelah dicek ternyata benar dijumpai pelaku sedang sarapan lontong dan langsung dilakukan penangkapan terhadap pelaku penculikan anak dan perbuatan cabul anak. Pelaku mengaku dia lebih tergiur melihat anak- anak di bawah umur dengan hanya meraba- raba  paha, pantat dan memegang alat kelamin anak perempuan tersebut . " Saya lebih suka dan tergiur dengan anak - anak. Lebih kurang 7 orang anak perempuan saya cabuli.Saya menyesal melakukanya," ujar pria lajang ini. Pelaku dikenakan pasal penculikan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 76F jo pasal 83 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit Rp. 60.000.000  dan paling banyak Rp. 300.000.000. Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang jo pasal 76E Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5  tahun dan paling lama 15  tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000.

Karyawan Swasta di Rohil Riau Cabuli Siswi SD 4 Kali, Ngakunya Pacaran
Hukum

Karyawan Swasta di Rohil Riau Cabuli Siswi SD 4 Kali, Ngakunya Pacaran

Rohil, Petah.id - YM (22) seorang karyawan swasta di Kepenghuluan Sintong, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir harus berurusan dengan aparat kepolisianYM diduga tega mencabuli seorang bocah di bawah umur yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dengan alasan mengaku sebagai seorang kekasih.Demikian dikatakan Kapolres Rokan Hilir Nurhadi Ismanto melalui Kasubbag Humas Juliandi.Hal itu bermula saat orang tua korban melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya itu."Atas perlakuan YM kepada anaknya, orang tua korban tidak terima dan melaporkan kepada kepolisian," ungkap Juliandi.Kepada polisi, orang tua korban menceritakan bahwa anaknya sudah 4 kali berhubungan badan dengan YM.Tersangka, kata Juliandi, melancarkan aksi pencabulan tersebut di sebuah barak perkebunan kelapa sawit di Rokan Hilir."Pelaku saat ditanyai orang tua korban juga tak mengelak atas perbuatannya itu," kata Dia.Dikisahkan Juliandi, pemilik kebun kelapa sawit memanggil orang tua korban untuk menanyakan perihal hubungan antara YM dan bocah 12 tahun itu.Kepada pemilik kebun, orang tua korban mengaku tidak tahu menahu hubungan anaknya dengan YM."Orang tua  korban mengaku tidak tahu menahu hubungan anaknya yang masih belia itu dengan YM," jelasnya.Selang beberapa saat, dihadapan orang tua korban pemilik kebun memanggil YM untuk ditanyai."Dihadapan orang tua korban YM (pelaku pencabulan) mengakui perbuatannya dan mengaku memiliki hubungan pacaran dengan korban," beber Juliandi.Tak puas dengan pengakuan pelaku, kata Juliandi lebih jauh, orang tua korban pulang ke rumahnya dan menanyakan kepada anaknya atas hubungan dengan YM.Kepada orang tua, korban mengaku sudah 4 kali berhubungan badan dengan YM."Kepada orang tua korban mengaku sudah 4 kali berhubungan badan dengan YM dan mengaku sebagai pacarnya," tambahnya.Pengakuan dari anaknya, membuat orang tua korban tak terima dengan perlakuan YM terhadap keluarganya dan melaporkannya ke polisi.Bahkan kepada pelaku, orang tua korban sempat menyayangkan sikap YM kepada anaknya."Tega kali kau rusak masa depan anak yang masih sekolah SD," kata orang tua korban yang ditiru Kasubbag Humas Polres Rohil.Saat ini, tim dari penyidik sudah membawa korban berobat ke Puskesmas Sedinginan untuk melakukan Visum Et Revertum (VER ) dan menyerahkan tanda bukti laporan serta meneruskan ke fungsi Sat Reskrim Polres Rohil."Sejumlah barang bukti lainnya juga sudah diamankan untuk lebih lanjut," tutupnya.

Kisah Bocah 4 Tahun Dianiaya Pacar Ibunya Sebanyak 4 Kali Karena Kerap Menangis
Kriminal

Kisah Bocah 4 Tahun Dianiaya Pacar Ibunya Sebanyak 4 Kali Karena Kerap Menangis

Siak, Petah.id - CJB, bocah 4 tahun di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau dianiaya sebanyak 4 kali oleh KW, kekasih ibunya sendiri. Korban mengalami lebam di sekujur tubuh seperti di bagian bibir, pipi kiri dan kanan, di samping itu juga terdapat luka memar di bagian lengan, kaki dan punggung. Tidak hanya itu, saat ini, akibat penganiayaan tersebut korban mengalami trauma baik secara fisik dan psikis. Kejadian itu pertama kali diketahui OM (Ibu kandung korban) yang bekerja di salah satu rumah makan Jalan Lintas Pekanbaru-Duri km 80. Demikian dikatakan Kapolsek Kandis Kompol Indra Rusdi. Ibu korban tiba-tiba mendapat telpon melalui Video Call dari KW yang tengah memperlihatkan pelaku sedang menganiaya anaknya dengan cara menampar dibagian kepala tepatnya bagian pipi sebelah kiri dan pipi kanan. "Ibu korban tak langsung pulang karena takut dianiaya juga. Sebab ia beberapa kali juga pernah dianiaya pelaku. Lalu, ia bersama saksi lainnya mendatangi polsek melaporkan kejadian tersebut," ungkap Kapolsek Kandis Kompol Indra Rusdi, Sabtu (2/10/2021). Tak butuh waktu lama, gerak cepat aparat kepolisian langsung menangkap pelaku di tempat kejadian dan langsung mengamankan pelaku. "Saat ditangkap pelaku dalam kondisi mabuk tuak," kata Indra Rusdi. Dikatakan Kapolsek, setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya dan telah melakukan penganiayaan terhadap korban sebanyak 4 kali sejak Agustus - September 2021. "Pelaku itu punya hubungan sebagai pacar dengan ibu korban. Pelaku mengaku tega menganiaya karena kesal korban sering menangis minta diantarkan ke tempat ibunya bekerja," beber Kapolsek Kandis. Selanjutnya, pelaku langsung dibawa ke Polsek Kandis guna pemeriksaan lebih lanjut. "Pelaku dijerat Pasal 76C Jo Pasal 80 ayat (1) undang-Undang RI No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No.23 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Anak JO Pasal 351 ayat (1) KUHPidana," tutup Kapolsek.

Polisi Gadungan di Riau Perkosa dan Begal Wanita Muda
Indragiri Hulu

Polisi Gadungan di Riau Perkosa dan Begal Wanita Muda

Inhu, Petah.id – Mengaku sebagai anggota polisi berpangkat ajun komisaris polisi (AKP) dan terlibat kasus penipuan, begal dan pemerkosaan AW ditangkap Polres Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Dikatakan Kapolres Inhu AKBP Bachtiar Alponso, pelaku ditangkap tim Polsek Siberida. Ia ditangkap pada Sabtu (18/9) pukul 16.00 WIB di rumahnya Desa Bukit Meranti.  "Selasa (14/9) malam ada beberapa warga Pangkalan Kasai mengantarkan perempuan berinisial EK (36) ke Polsek," tegas Alponso kepada wartawan, Rabu (22/9/2021). Disampaikan Kapolres Alponso, wanita itu merupakan warga Bandar Lampung. EK datang ke Polsek diantar warga setelah jadi korban begal. "EK mengaku dibegal, mobilnya dibawa kabur seorang laki-laki. Pelaku mengaku polisi bernama Andreas dan tugasnya di Polres Indragiri Hulu," katanya. EK mengenal pelaku lewat media sosial Facebook. Saat itu dirinya mulai berkomunikasi dan minta bantuan cari kerja. "Karena sering komunikasi lewat medsos, akhirnya mereka semakin akrab dan EK minta bantu mencarikan pekerjaan kepada pelaku. Permintaan itu disanggupi pelaku dan diajak ke Indragiri Hulu," katanya. Bukannya mendapat pekerjaan, korban malah diikat dan disandera di mobil. Selanjutnya mobil dan seluruh barang berharga milik korban digasak dan korban diturunkan di pinggir jalan. Atas laporan tersebut, Kapolsek Seberida Kompol Hendri Suparto menginstruksikan jajaran memburu polisi yang dimaksud EK. Selanjutnya pelaku ditangkap. Dalam pemeriksaan, pelaku teridentifikasi pernah terlibat pemerkosaan. Korbannya adalah wanita muda, NE, berusia 27 tahun. "Hasil pemeriksaan pelaku juga terlibat pemerkosaan. Modus sama, mengaku sebagai polisi di Indragiri Hulu," imbuh Ps Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran WB. Pemerkosaan dilakukan pelaku pada 15 Agustus lalu. Saat itu korban meminta bantuan karena suaminya ditahan terkait kasus perampokan minimarket di wilayah hukum Polsek Siberida. "Kasus kedua ini dimanfaatkan karena NE minta bantuan ketika suaminya ada kasus. Tapi korban dibawa keliling-keliling, kemudian disetubuhi di kebun sawit," katanya. Setelah hasrat pelaku terpuaskan, semua barang berharga milik korban disikat. Lalu korban ditinggalkan dan akhirnya membuat laporan ke Polsek Siberida. "Modus pelaku ini selalu mengaku anggota polisi. Akibatnya korban-korban percaya, ya walaupun mereka kenal dari media sosial," kata Misran. Sumber : Detik.com

Terlilit Pinjaman Online, Mantan Teller Bank BRI Bobol Rekening Nasabah hingga Milyaran Rupiah
Hukum

Terlilit Pinjaman Online, Mantan Teller Bank BRI Bobol Rekening Nasabah hingga Milyaran Rupiah

Pekanbaru, Petah.id  - Mantan Teller Bank BRI Unit Bagan Besar, Dumai berinisial HN (29) ditangkap Polda Riau. Ia diduga membobol uang nasabah hingga miliaran rupiah.Penangkapan berawal dari kecurigaan Dedi Reflian selaku URC (Unit Risk Complain) yang bertugas melakukan pengawasan Bank BRI Cabang Dumai saat melakukan pemeriksaan menemukan kecurigaan transaksi setoran dan penarikan hanya beberapa saat pada hari yang sama pada Senin (22/3/2021).Atas kecurigaan itu, pihak Bank BRI Cabang Dumai membuat laporan ke Polda Riau. Usai menerima laporan, Subdit II Ditreskrimsus Polda Riau langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi pihak Bank BRI, nasabah, penelitian dan pengumpulan dokumen.Hasil penyelidikan ditemukan USER ID 8119051 milik tersangka HN sewaktu bertugas sebagai Teller Bank BRI Unit Bagan Besar Cabang Dumai tertera pada validasi slip penarikan 8 orang nasabah yang telah berhasil ditransaksikan terjadi dalam kurun waktu Januari - Maret 2021."Jadi tersangka HN ini, sewaktu menjadi Teller Bank BRI Unit Bagan Besar Dumai melakukan transaksi dengan memalsukan tanda tangan pemilik rekening (nasabah) pada slip penarikan," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, Selasa (21/9/2021).Menurut Narto, tersangka HN selaku Teller menirukan tanda tangan nasabah pada slip penarikan dan selanjutnya menggunakan rekening penampung an Edrian Nofrialdi (teman tersangka), dimana kartu ATM dalam penguasaan tersangka untuk selanjutnya diteruskan ke rekening pribadi tersangka di Bank BRI dan Bank BCA.Setelah penyidik melakukan perhitungan, 8 orang nasabah mengalami kerugian mencapai Rp1.264.000.000.-"Tersangka HN ditangkap dirumahnya di Kelurahan Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Timur, Kodya Dumai pada Kamis (16/9/2021) lalu," ungkap mantan Kabid Humas Polda Sultra tersebut.Masih kata Narto, uang hasil kejahatan dari transaksi penarikan dari rekening tabungan nasabah digunakan HN untuk pembayaran hutang karena dia menunggak pinjaman online dan untuk kepentingan pribadi (keluarga).Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 49 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.Lalu Pasal 49 ayat (2) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

Halaman 1 dari 7