123 CPNS di Siak Terima SK, Alfedri: Kita Ini Pelayan Masyarakat
Advertorial

123 CPNS di Siak Terima SK, Alfedri: Kita Ini Pelayan Masyarakat

SIAK, Petah.Id - Sebanyak 123 orang terima Surat Keputusan (SK) pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Umum tahun 2019 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak. 123 orang tersebut sebanyak 55 orang jadi tenaga guru, 36 tenaga kesehatan dan  33 orang tenaga teknis.Seperti dikatakan Bupati Siak Alfedri, hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 419 tahun 2019 tanggal 27 September 2019 tentang penetapan kebutuhan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak Tahun Anggaran 2019."Kita ini pelayan jangan minta dilayani, jadi mudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan publik," pesan Alfedri kepada ASN Siak, di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Lt II Kantor Bupati Siak, Senin (11/1/2021).Menurut Alfedri, sebagai pelayan masyarakat ASN dituntut harus profesional dan mampu berinovasi.Bupati Siak Alfedri menyampaikan, ASN merupakan pelayan masyarakat, bukan sebaliknya, oleh karenanya ASN di tuntut profesional dan mampu berinovasi.Saat ini, tambah Alfedri, Kabupaten Siak sebagai pilot project reformasi birokrasi tingkat nasional. Baik dari sisi pelayanan, pelaporan serta inovasi berbasis online, hal ini tujuannya untuk mempermudah pelayanan publik. "Kami ingin melaksanakan reformasi birokrasi dengan baik, karena Siak ini menjadi pilot projet dari pada reformasi birokrasi. Ada beberapa kriteria yang harus dikembangkan di masing-masing OPD," ungkapnya.Dari sisi pelayanan, lanjut Alfedri, tahun ini Ia ingin pengurusan KTP cukup diselesaikan di tingkat kecamatan saja."Ini di lakukan untuk mempermudah masyarakat yang jauh dari kota Siak dalam pengurusan administrasi kependudukan," jelasnya.Di Siak, kata Alfedri lebih jauh, ASN harus bergerak cepat dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Kemudian, tambahnya, harus mampu berperan sebagai pelopor reformasi birokrasi publik yang cepat, responsif, berkualitas, memiliki karakter, mental, dan pola pikir yang optimis, inovatif." Dan harus berani melakukan terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat," pintanya.

Pjs Bupati Siak Bagikan Zakat Tahap IV di Kecamatan Bunga Raya
Advertorial
Kabupaten Siak Terima 1811 Sertifikat Tanah dari Presiden
Advertorial

Kabupaten Siak Terima 1811 Sertifikat Tanah dari Presiden

SIAK, Petah.id - Satu juta sertifikat tanah diserahkan Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo untuk 32 provinsi dan 201 Kabupaten secara virtual.Kabupaten Siak menjadi salah satu yang mendapat kesempatan emas itu dari orang nomor satu di Indonesia itu.Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Siak, Budi Satria mengatakan Kabupaten Siak sendiri  mendapat 1822 bidang tanah dari program PTSL tahun 2020 itu yang diserahkam secara simbolis.Jumlah tersebut terdiri dari 4 desa, yakni Kecamatan Sabak Auh sebanyak 77 sertifikat Tanah, Kecamatan Koto Gasib sebanyak 1734 bidang tanah yang terbagi di Desa Kuala Gasib 813 sertifikat, Desa Pangkalan Pisang sebanyak 921 sertifikat. "Dengan terget yang telah di telah disampaikan oleh bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, bahwa ditahun 2024 seluruh bidang tanah di Indonesia harus sudah bersertifikat, termasuk Kabupaten Siak," jelas Kepala BPN Siak Budi.Selain itu jelasnya, pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas segala dukungan Pemerintah Kabupaten Siak dalam kelancaran program PTSL tahun 2020."Kami berharap ditahun selanjutnya, jumlah dari program ini meningkat, mengingat target yang harus kita capai ditahun 2024 mendatang," ucap Kepala BPN Siak itu. Hal senada dikatakan Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman, apa yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, jika dalam satu tahun hanya 500.000 sertifikat se-Indonesia, maka dalam waktu 160 tahun pun sertifikat tanah untuk seluruh wilayah Indonesia tidak akan selesai."Oleh karena itu, dengan adanya program sertifikasi tanah ini, saya berharap kepada seluruh pihak termasuk para Camat dan Penghulu, untuk dapat membantu agar program ini berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Karena masalah tanah ini masalah yang tidak ada habisnya," harap Pjs Bupati Indra Agus Lukman. Setelah sertifikat tanah sudah selesai dan sudah diserahkan, nantinya akan mengurangi masalah yang sering timbul seperti tumpang tindih, berbeda luas lahan dan masalah tanah lainnya."Sesuai dengan harapan bapak Presiden tadi, agar sertifikat Tanah tersebut jangan sampai disalah gunakan, jika memang ingin dipakai untuk modal usaha ya silahkan. Dan pak Presiden juga berpesan untuk menjaga sebaik mungkin sertifikat tanah tersebut, jangan sampai hilang,"ucap Indra saat menyampaikan kembali arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, di Ruang Bandar Siak Lantai II Kantor Bupati Siak, Senin (9/11/2020). Ia berpesan jika ada masalah terkait dengan tanah di tengah masyarakat, mari kita cari solusi bersama-sama jangan ada yang namanya mengambil keputusan sendiri.

Pemkab dan Polres Siak Tanggap Bencana Alam
Advertorial

Pemkab dan Polres Siak Tanggap Bencana Alam

SIAK, Petah.id -Meski tidak masuk dalam zona lokasi rawan bencana alam, tetapi jajaran instansi vertikal dan Pemerintah Kabupaten Siak selalu sigap dalam kondisi apapun.Untuk mengantisipasi itu, Polres Siak pada Senin (9/11) melakukan apel gelar pasukan tanggap darurat penanggulangan bencana alam 2020 di halaman Kantor Bupati Siak.Gelar pasukan dihadiri Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya SH SIK MIK, Forkopimda, Ketua DPRD Siak, serta pasukan terdiri dari gabungan personel Polres, prajurit TNI, Dishub, Satpol PP, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni,  Damkar, personel BPBD, satuan unit damkar perusahan yang ada di Kabupaten Siak juga turut andil dalam apel itu.Pjs.Bupati Siak Indra Agus Lukman dalam amanatnya megucapkan terima kasih kepada Polres Siak yang telah melaksanakan gelar pasukan tanggap bencana alam di wilayah Kabupaten Siak."Apel ini kita gelar dalam rangka kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometereologi pada musim hujan," ungkapnya.Berdasarkan catatan, pada November 2019 lalu Desa Teluk Mesjid Kecamatan Sungsi Apit menjadi salah satu daerah di Kabupaten Siak yang mengalami bencana hidrometereologi berupa banjir."Kami berharap agar bencana tersebut tidak terulang kembali. Kami ingin siaga bencana ini ditindaklanjuti dengan mendirikan posko tanggap darurat bencana di wilayah Kabupaten Siak," harapnya.Kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometereologi pada musim hujan kali ini yaitu curah hujan, kelembapan, temperatur dan angin putingbeliung dan gelombang pasang.Usai apel siaga Pjs Bupati Siak didampingi Kapolres Siak, Kajari Siak dan Ketua Dewan Siak melihat kesiapan alat-alat Damkar yang dimiliki masing masing unit.

Terapkan Prokes Ketat, Gebyar Budaya Melayu 2020 Sukses
Advertorial

Terapkan Prokes Ketat, Gebyar Budaya Melayu 2020 Sukses

SIAK, Petah.id -  Gebyar Budaya Melayu yang digelar di GOR Tualang, Kabupaten Siak, dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan disiplin  tinggi. Bagaimana tidak, setiap peserta dan tamu undangan yang akan masuk ke GOR Tualang, wajib mengenakan masker. Selanjutnya dipastikan mencuci tangan dan diperiksa suhu tubuhnya.Semua wajib menjaga jarak, dipastikan kursi yang ada di dalam GOR benar-benar sesuai prokes, berjarak 1,5 meter.Demikian dijelaskan Ketua Panitia yang juga Kepala SMKN 1 Tualang Rozian Elfis MPd. Sebenarnya Gebyar Budaya Melayu digelar secara virtual dan pengumuman pemenang juga dilakukan secara virtual.“Artinya, kami mempersiapkan semuanya benar-benar mematuhi prokes. Termasuk panitia dan tamu undangan tidak sampai 50 orang dengan jarak duduk 150 sentimeter atau 1,5 meter,” jelasnya.Disebutkannya, kegiatan ini juga atas keinginan para siswa yang jenuh berada di rumah. Makanya dibuat iven secara virtual dengan 11 kegiatan lomba. “Mulai seleksi, sampai penjurian, dan pengumuman pemenang kami lakukan secara virtual,” jelasnya.Demikian juga dengan pengukuhan Forum Pengembang Kelas Kominfo (FPKK) binaan tiga Dinas, Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Riau, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau dan Dinas Pendidikan Provinsi Riau, dilakukan secara virtual.“Hanya ada delapan panitia, dua perwakilan Siak dan dua dari provinsi, sehingga totalnya 12 orang. Selebihnya adalah Gubernur Riau Syamsuar, Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman, dan kepala dinas dari provinsi dan Kabupaten Siak,” jelasnya.Acara juga berlangsung singkat. Bahkan pertunjukan kompang juga, setelah selesai, penampil langsung pulang ke kediaman masing-masing. Hal itu dilakukan demi keamanan dan keselamatan bersama.“Kami guru, dan sebagian besar ASN, tidak ada unsur politik di dalam ini. Ini murni kegiatan untuk menyalurkan bakat dan mengapresiasi apa yang diraih para siswa di tengah pandemi Covid-19 seperti ini,” jelasnya.Sementara Gubernur Riau Syamsuar sangat mengapresiasi  bakat-bakat siswa SMA dan SMK se-Riau. “Saya berharap FPKK tidak berhenti sampai di sini. Saya ingin FPKK terus membina, sehingga bakat dan keterampilan para siswa terus terasah, dan mampu berbicara di tingkat nasional bahkan internasional,” jelas Gubernur Syamsuar.Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada panitia atas kegiatan yang digelar sangat ketat sesuai prokes. Sebab Covid-19 sangat berbahaya, namun semua harus tetap beraktivitas dan berjuang untuk maju. Sementara Pjs Bupati Indra Agus Lukman bangga Siak menjadi tuan rumah dan melaksanakan acara sesuai prokes yang ketat.“Aktivitas harus tetap dilakukan, kita harus bangkit. Kita harus memulai dari diri sendiri, disiplin prokes. Dan kegiatan ini sangat saya apresiasi karena selain disiplin prokes. Seluruh kegiatan dilakukan secara virtual. Saya berterima kasih yang membuat acara ini sukses, terutama panitia,” ungkap Pjs Bupati Indra Agus Lukman.

Ciptakan Motif Batik Siak menuju Haki
Advertorial

Ciptakan Motif Batik Siak menuju Haki

SIAK, Petah.id - Batik jadi salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO. Upaya melestarikannya pun terus dilakukan dengan cara memperingati Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober.Pembatik muda pun bermunculan, salah satunya di Kabupaten Siak. Lelaki itu, sepintas penampilannya tak jauh berbeda dengan lelaki seusianya. Gayanya terlihat biasa saja dengan rambut ikal dan pangkasnya yang rapih.Namun siapa mengira, di balik gayanya yang biasa, pemuda Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak itu, memiliki pemikiran dan melakukan sesuatu yang tak biasa.Diawali dari senang melukis dan membuat sablon, ayah tiga anak bernama Deni Apriadi mengekspresikan bakat dan keterampilannya.Di usia yang ke-33 tahun, lelaki yang memiliki jiwa seni itu, melestarikan budaya Siak dan mengenalkannya melalui desain batik yang bermotif sejarah Siak.Malay HeartBeart" Kita juga harus mempertahankan budaya Siak dan mengkampanyekannya ke dunia luar bahwa identitas Siak itu ada," jelas Deni Apriyadi yang memulai mendesain batik sejak 2 tahun lalu.Setiap motif batik yang  Deni buat ada maknanya, dengan mengangkat tentang sejarah Siak. Misalnya pada desain batik Naga Bertangkup, menurut Deni, itu merepresentasikan sebagai simbol Kerajaan Siak. Gambar Naga Bertangkup itu selalu dikelilingi 4 keris yang melambangkan dahukunya di Kerajaan Siak ada datuk 4 suku, kadang di motif ada 12 titik  yang juga melambangkan Kerajaan Siak memiliki 12 sultan."Satu desain batik bisa dikembangkan menjadi 50-60 motif jika dibuatkan ke baju," kata Deni.Malay Tribe ArtAyah 3 orang anak itu juga menceritakan, untuk motif batik yang sudah memiliki beberapa desain contohnya desain Naga Bertangkup, Muhammad Bertangkup, desain Frame Jendela Istana Siak yang dia dekoratifkan, dan ada juga desain Bunga Tenun."Sekarang saya juga mendesain motif Zapin. Semoga ini segera diluncurkan," katanya dengan senyum." Dalam satu bulan saya bisa menghasilkan 18-20 motif dalam satu desain baju batik," jelas Deni singkat.Menggunakan alat seadanya dalam mendesain batik Siak, membuat Deni tidak ingin menyerah dengan kondisi, ada atau tidak ada order dia terus mendesain. Baginya saat ini apapun yang ada itu yang ia berdayakan dulu. Ia berprinsip jika terus menunggu maka tak akan menghasilkan karya."Semoga produk ini semakin besar dan diminati pasar dan bisa diterima di tengah masyarakat Riau, secara khusus dan luar daerah secara umum," harapnya.Diakui Deni, persoalan pemasaran masih menjadi kendala utama. Namun, ia tetap bersyukur sebab desain batik buatannya sudah terjual keluar kota seperti dari Kota Dumai dan Pekanbaru."Tapi sementara waktu ini memang  masih pembeli lokal di Siak yang mendominasi," kata Deni.Batik ZapinDemi memikirkan mematenkan motif batiknya. Saatnya dia mengakukan ke Hak Kekayaan Intelektual (Haki).Deni juga berharap agar pelaku UMKM seperti dirinya dapat penanganan serius oleh pemerintah. Apalagi di masa pandemi seperti ini.Untuk batik Siak dijelaskan Deni, belum memiliki stok. Dia hanya bisa buat saat sudah ada yang order duluan. Biaya produksi yang besar menjadi kendala Deni jika harus stok barang.

Cegah Penyebaran Covid-19 Saat Libur Panjang, Pjs Bupati Siak Larang ASN Bepergian Luar Daerah
Advertorial

Cegah Penyebaran Covid-19 Saat Libur Panjang, Pjs Bupati Siak Larang ASN Bepergian Luar Daerah

SIAK, Petah.id - Pemerintah Daerah Kabupaten Siak antisipasi penyebaran dan kenaikan kasus covid-19 dengan melarang seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) di Kabupaten Siak, Riau untuk bepergian ke luar daerah pada libur panjang akhir Oktober 2020 dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.Dikatakan Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman, larangan tegas tersebut sesuai dengan arahan Gubernur Riau, Drs H Syamsuar dalam rapat kordinasi dalam penanganan Covid-19 dengan seluruh Bupati dan Walikota se Riau, Senin (26/10/2020).Lebih jauh dikatakan Indra, adanya libur panjang dikhawatirkan bisa menjadi penyebab terjadinya penyebaran virus corona karena pasti ada masyarakat yang memanfaatkannya untuk bepergian dan tidak menutup kemungkinan ASN atau pegawai di lingkup Pemkab Siak memanfaatkan libur panjang ini untuk bepergian ke luar daerah."Kita harapkan seluruh ASN di Kabupaten Siak dapat mengikuti imbauan yang disampaikan bapak Gubernur Riau. Libur panjang pasca Idul Adha kemarin, menjadi pelajaran bagi kita semua. Angka Covid-19 meningkat pasca libur panjang Idul Adha," kata Indra Agus Lukman.Selain itu, kata Kepala Dinas ESDM Riau itu, untuk ASN atau pegawai di lingkup Pemkab Siak yang terpaksa memang harus keluar daerah, itu diwajibkan untuk melakukan PCR atau tes swab."Mungkin nanti ada yang memang tidak bisa ditahan lagi untuk keluar daerah, nah itu nanti wajib tes swab mandiri, sebab tidak ditanggung oleh pemerintah," kata Indra.Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa Pandemi Covid-19 ini belum tahu kapan akan berakhir."Makanya harus bijak dalam memanfaatkan libur panjang ini. Jangan sampai kasus Covid-19 di Kabupaten Siak ini bertambah lagi. Jangan sampai kita menjadi penyumbang kasus Covid-19 secara nasional lagi," sebut Indra.

 Arfan Usman : Luruskan Isu Tidak Benar itu
Advertorial

Arfan Usman : Luruskan Isu Tidak Benar itu

SIAK, Petah.id - Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Siak Arfan Usman dengan tegas membantah jika Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman turun kelapangan berpolitik dan tidak mengikuti  agenda pemerintah Kabupaten Siak."Pak Pjs Bupati setiap bergerak sesuai dengan agenda yang sudah dijadwalkan. jadi opini yang beredar bahwa ia tidak mengikuti agenda pemkab itu tidak benar,toling luruskan itu" tegas Sekda Siak Arfan Usman, Minggu (11/10/2020) sore.Dijelaskannya, Pjs Bupati Siak juga pernah berpesan kepada dirinya saat pertama dilantik sebagai Pjs Bupati terkait pilkada siak yang sedang berlangsung."Pjs Bupati pernah berpesan kepada saya bahwa soal politik biarlah itu menjadi urusan pasangan calon yang maju pada pilkada serentak, kita fokus kepada pelayanan terjadap masyarakat saja, dan memutus penyebaran covid 19 di Siak," terang Arfan Usman.Hal senada juga dikatakan Kabag Humas Pemkab Siak Wan Saiful, Ia turut membantah jika Penjabat sementara (Pjs) Bupati Siak Indra Lukman Agus banyak bekerja diluar agenda pemerintah Kabupaten Siak."Pak Pjs Bupati setau saya setiap turun kelapangan sesuai dengan agenda yang sudah disusun oleh pemkab Siak," terang Kabag Humas Wan Saiful, Minggu (11/10/2020).Dikatakannya, misalnya dalam menyambut HUT Siak ke-21 nanti bakal ada kunjungan ke makam Sultan Siak. dan itu juga bagian dari agenda pemkab Siak."Seperti besok Pak Pjs Bupati juga turun ke makam Sultan dalam rangkaian agenda HUT Siak, jadi g ada persoalan sebenarnya,"imbuhnya.Disinggung soal kegiatan Pjs Bupati Siak membagikan masker di Kecamatan Kandis Wan Saiful menjelaskan  hal itu biasa saja apalagi di tengah Pandemi Covid 19 seperti saat ini."Jika turun bersama Pak Gubernur pun itu kan hal yang biasa saja sebab itu bagian dari agenda pemerintah juga dalam mencegah terjadinya penularan yang semakin meluas soal Virus corona ini,"kata Wan Saiful.Sementara itu Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman menjelaskan dirinya membagikan masker di Kecamatan Kandis Kabupaten Siak guna memutus penyebaran covid 19 yang kian menakutkan di tengah masyarakat."Saya bekerja sesuai protokol. Dan di Kandis, pesantren yang kami datangi sangat bagus dan disiplin. Komunikasi kami hanya seputar Covid, mengantisipasinya serta pemberian masker kain, sehingga bisa dipakai ulang setelah dicuci,"jelas Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman.

Wanita Penderita Tumor di Wajah Menerima BLT DK Pertama di Kecamatan Dayun
Advertorial

Wanita Penderita Tumor di Wajah Menerima BLT DK Pertama di Kecamatan Dayun

SIAK, Petah.id - Partiyem (55) Warga Kampung Sialang Sakti Kecamatan Dayun Kabupaten Siak, Riau kaget dan tak menyangka rumahnya didatangi Camat Dayun beserta penghulu.Camat Dayun, Novendra Kasmara beserta rombongan datang memberikan Bantuan Langsung Tunai Dana Kampung (BLT DK) yang sudah dinanti nanti oleh keluarga tak mampu semenjak pandemi covid 19 mewabah."Mari silahkan masuk," kata Partiyem yang saat ini menderita sakit tumor di bagian wajah tepatnya di hidung sejak 9 tahun lalu itu sambil terduduk menyambut kedatangan Camat Dayun, Penghulu Sialang Sakti beserta jajarannya, Senin (11/5/2020) siang.Camat Dayun Novendra Kasmara pun menyapa wanita yang mengenakan masker itu, bertanya apa sakit yang dideritanya serta menyampaikan maksud dan tujuannya mendatangi rumah warga dari pintu ke pintu."Ini penyerahan BLT Dana Kampung yang perdana di Kabupaten Siak. Kita sudah minta petunjuk dari pak Bupati sebelum menyalurkannya. Pada dasarnya beliau setuju saja, dan polanya juga kita sampaikan," kata Camat Dayun Novendra Kasmara.Mengenai polanya, kata Camat disesuai dengan namanya yaitu bantuan langsung tunai. Alasan lainnya juga, mayoritas penerima BLT DK ini orang yang sudah tua dan susah sehingga akan sulit membuka buku rekening baru di bank.Setelah menyerahkan uang BLT DK untuk Partiyem, Camat, penghulu serta pendamping desa dari Kementerian Sosial yang turun juga pamit diri untuk melanjutkan penyerahan BLT DK kepada warga lainnya.Rumah selanjutnya juga masih berdinding papan. Wanita bernama Kastini (43) ini kesehariannya membuat kerajinan anyaman dari lidi pelepah sawit yang dikeringkan. Banyak lidi terjemur rapi di pekarangan rumahnya."Kami sangat berterimakasih atas bantuan ini. Saat sulit sekarang ini, kami memang butuh perhatian dari pemerintah. Alhamdulillah, kami dapat BLT dari dana kampung. Bahkan diantar langsung ke rumah," ujar Kastini.Tidak berhenti di rumah Kastini, Camat Novendra, Penghulu Sialang Sakti Iswanto Muhammad Alim dan rombongan lanjut mendatangi rumah warga lainnya yang sudah memasuki usia renta dan tinggal seorang diri di rumah yang dibangun warga secara swadaya yaitu Misnanti (75).Wanita tua bertubuh mungil itu tidak pasih berbahasa Indonesia. Sehingga saat diajak berbicara oleh Camat, ia menjawab dengan bahasa jawa tulen. Misnanti sangat dikenal akrab dengan warga setempat."Keseharian ibuk ini berjualan keliling, karena sekarang puasa dan Covid-19, dia jadi tidak berjualan lagi. Makanya kami Babinsa dan Babinkamtibmas mengusulkan namanya ke Penghulu untuk masuk dalam daftar penerima BLT," kata Babinsa setempat.Misnanti menceritakan kehidupannya kepada Camat Novendra. Bagaimana ia bisa hidup sendiri dari rumah yang dibangun oleh warga setempat. Beberapa orang anaknya sudah berkeluarga dan tinggal di Perawang dan Lubuk Dalam. Tapi karena kecintaannya dengan kampung itu, ia tidak ingin pindah ikut anak-anaknya."Beberapa warga yang mendapat BLT DK tadi benar-benar tepat sasaran. Artinya penghulu benar-benar melakukan pendataan yang benar sesuai dengan kondisi warga. Ada yang sakit tumor sudah bertahun-tahun, ada yang janda, ada yang sudah tua hidup seorang diri dan buruh panen yang sudah tua," kata Mantan Camat Sungai Mandau ini.Dijelaskan Novendra, penerima BLT Dana Kampung (BLT DK) se Kecamatan Dayun itu 818 kepala keluarga. Diantaranya kampung Sialang Sakti 24 KK, Suka Mulya 39 KK, Banjar Seminai 39 KK, Teluk Merbau 60 KK, Merangkai 62 KK, Lubuk Tilan 108 KK, Brumbung Baru 54 KK, Pangkalan Makmur 94 KK, Buana Makmur 45 KK, Sawit Permai 102 KK dan Dayun 191 KK."Semoga BLT ini dapat meringankan beban masyarakat Sialang Sakti dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.

Halaman 1 dari 3